Bodyguard – chapter 2

CAST :

MAIN CAST :

  • Key SHINee
  • Min Hye ri

SUPPORTING CAST :

  • Lee Jin ki [Onew]
  • Song eun cha [mianhae author’a ngeksis mulu]
  • Han Yeorin
  • Lee Miyoung

LENGTH   : Sequel

GENRE    : friendship, Romance

RATING    :PG – 13

_Hye ri PoV_

Ini sudah hari ke 15 dan kenapa yeoja bernama Yeorin itu masih saja menempel pada Key?

Dia seperti anak kucing saja. selalu mengikuti Key!

Aiiiisshhh!!! Aku sebal sekali melihatnya!

Ya Tuhan! Kenapa 21 hari itu sangat lama?

Setiap saat mereka selalu berdua, seperti sepasang kekasih. Padahal kan yeochin nya Key itu aku.

Aaaarrrggghhhhh! Aku mengacak-acak rambutku sendiri.

Rasanya aku mau meledak! Yeoja bernama Yeorin itu memang keterlaluan.

Eun cha benar, pasti dibalik semuanya, yeorin punya rencana untuk mengambil Key dariku.

TIDAK AKAN KUBIARKAN!

“waeyo?” tiba-tiba sebuah suara mengagetkanku dari belakang

Dengan cepat aku menoleh dan menangkap sosok namja yang sudah tak asing lagi bagiku.

“Key?” aku terkejut sekaligus…hmm… senang.

Ya Tuhan! Aku sudah sangat merindukannya selama 15 hari ini.

Ia duduk tepat disampingku kemudian menyodorkan sebotol orange juice kesukaanku.

“mmmm” katanya.

Aku segera meraihnya dan membuka nya, sementara Key meneguk orange juice miliknya.

“Kau marah?” tanya nya seraya menengok ke arahku.

Haha, pertanyaannya sama sekali tidak membuatku terkejut. Aku tahu ia berpikiran seperti itu, dan tentu saja aku memang sedikit…yeah…marah.

“menurutmu?” aku yakin Key sudah tahu jawabannya.

“hmmm…. Let me see…” katanya kemudian menggerakkan badanku agar aku berhadapan dengannya.

“mata yang lelah, bibir yang cemberut, rambut yang berantakan….” Lanjutnya seraya menyentuh bagian-bagian wajahku yang ia sebutkan.

“… hmmm…..” Key menyipitkan matanya yang sudah sangat sipit itu.

“sepertinya kau sedikit kesal. Geurae?” tambahnya.

Aku hanya tersenyum pahit, tentu saja! bagaimana bisa aku tidak marah sementara namja ku sudah 15 hari ini menjadi school guide si yeorin itu.

Bahkan Key nyaris tidak punya waktu hanya untuk mengobrol sebentar bersamaku.

Ayolah… bahkan kami masih satu kelas. Dan sebegitu sibukkan ia hingga tak ada waktu untuk menyapaku selama 15 hari ini?

“Arrrggghhhhh….. kenapa 21 hari itu lama sekali? Padahal sudah selama ini, dan itu hanya 15 hari?” keluhku sambil menghentak-hentakkan kaki kanan dan kiriku bergantian.

Seperti biasanya Key hanya tersenyum ringan melihatku.

“Kau cemburu?” pertanyaan Key membuatku sedikit terkejut.

“ne?” Aku sama sekali tidak berpikiran bahwa Key akan menanyakan hal semacam itu.

“Aku tanya apa kau cemburu?” Key mengulangi pertanyaannya.

“Apa aku harus cemburu?” aku balik bertanya pada Key.

Key menatapku, seolah mencari sesuatu dalam mataku.

“Kenapa kau tidak mengatakannya jika kau cemburu?” Key kembali menyerangku dengan pertanyaan yang sama.

Ayolah! Aku sudah cukup kesal selama 15 hari ini membiarkan namjaku terus-terusan bersama yeoja lain.

“aku sedang tidak ingin bertengkar.” Kataku singkat

“Aku hanya bertanya, kenapa kau tidak menjawabnya? Kau cukup menjawab iya atau tidak. Itu mudah kan?” lagi-lagi Key mulai cerewet.

Kenapa di saat ada waktu untuk bersama malah seperti ini?

Baiklah..baiklah.. aku mengalah.

Aku menghela nafas

“baiklah, you’re already know what the answer is.” Kataku lemas.

“aniyo, nan molla~ katakan padaku.” Rengek Key.

Ya Tuhan! Namja ini apa sih mau nya?

“geurae geurae aku cemburu. Mana bisa aku tidak cemburu semntara sudah 15 hari ini namjaku terus-terusan bersama yeoja lain? Jika kau jadi aku, aku yakin kau akann lebih cemburu dari ini.” akhirnya aku mengatakan yang sebenarnya ingin kukatakan.

Kulihat Key kembali meneguk orange juice nya dan tersenyum ringan.

“wae? Kenapa Cuma senyum?” kataku kesal.

Key menatapku, senyum nya yang barusan hilang “mianhae jika aku membuatmu cemburu, tak akan lama lagi. Only 6 days left, percayalah padaku.~ “ ucap Key meyakinkanku.

Aku tersenyum ke arahnya dan tentu saja aku mempercayai ucapannya. Benar, hanya tersisa 6 hari lagi dan semuanya akan kembali normal.

Aku hanya menunduk saat Key mengacak-acak rambutku. Rasanya seperti baru pertama kali diperlakukan seperti ini oleh Key. Aku sangat senang ~^^~

_Yeorin PoV_

Sudah 15 hari sejak Kibum menjadi school guide ku dan tentu saja aku benar-benar menyukai namja itu.

Dia sangat menyenangkan dan selalu membuat setiap suasana menjadi hidup. Tapi aku tahu di antara aku dan Kibum sudah ada Hye ri.

Tentu saja masa-masa Key menjadi school guide ku tak akan kubiarkan begitu saja. aku akan memanfaatkannya sebaik mungkin agar Key bisa melihatku.

Aku sengaja meminta key untuk menemaniku hampir setiap waktu di sekolah. Bahkan aku meminta bertukar tempat duduk dengan Jinki pada kelas-kelas tertentu agar aku bisa duduk bersama Key.

Tapi tentu saja tidak semudah itu, aku harus mengajukan beberapa alasan pada seonsaengnim agar aku diijinkan duduk bersama Kibum.

Dan ini sudah cukup membuatku jauh lebih dekat dengan Key. Tak lama lagi, dia akan menjadi milikku.

“Bagaimana Key? Bisakan? Bisa yaaa? Kumohon.” Pintaku dengan puppy eyes

Key terlihat bingung, sepertinya ia sedang mempertimbangkan permintaanku barusan.

“bagaimana ya? Yeorin, kau tahu kan aku dan Hye ri… Hye ri akan berpikiran lain jika melihatnya.” Sesuai dugaanku Key pasti mengkhawatirkan Hye ri.

“Ayolah Key. Hye ri itu kan sangat pengertian, aku yakin dia akan mengerti keadaanku. Dia tidak akan cemburu ko, yaa? Kumohon…” sekali lagi aku meminta dengan puppy eyes andalanku dan aku sangat yakin Kibum akan mengabulkan permintaanku.

Kibum diam beberapa detik “baiklah, tapi hanya besok saja ya?” Yes! Akhirnya Kibum setuju.

Akhirnya dia masuk dalam jebakanku. Min Hye ri, mianhae… tapi aku menyukai namjamu ini. Dan semua yang aku inginkan harus kudapatkan.

_Author PoV_

Pagi itu Hye ri berjalan santai menuju halte bus. Hati nya senang karena semalam Key mengirim nya pesan singkat bahwa mereka akan pulang bersama.

Entah mengapa hari itu ia lebih memilih untuk naik bus dibandingkan diantar oleh kakak tiri nya Choi Minho.

Jalanan menuju halte bus sedikit basah karena hujan semalam, cuacanya pun sedikit mendung.

Sesuai jadwal, bus pukul 6 tiba di halte. Hye ri segera masuk setelah memasukkan beberapa keping koin pada kotak yang ada di samping pengemudi.

Beruntung halte di mana Hye ri menunggu bus cukup jauh dari sekolah, sehingga belum terlalu banyak siswa dalam bus.

Hye ri duduk di salah satu bangku dekat jendela.

Bus melaju melanjutkan rutenya.

Hye ri memasang earpon music player nya, matanya tak lepas dari jalanan yang basah.

Ini hari selasa dan tentu saja ia dan Key akan kembali berdebat dalam kelas Mrs.Kim. Hal itu membuat Hye ri senang karena setidaknya ia akan berinteraksi dengan namjanya itu.

Entah sudah berapa menit berlalu, Hye ri menikmati setiap lagu yang diputar music player nya sehingga ia tidak menyadari sudah berapa lama ia dalam bus.

Tiba-tiba mata Hye ri tertuju pada sebuah sepeda motor hitam yang melaju tepat di samping bus yang ia tumpangi.

Awalnya Hye ri hanya melihatnya sekilas, tapi kemudian ia semakin memperhatikannya karena merasa sepeda motor itu tak asing baginya.

Hye ri membuka lebar mulutnya saat ia mengenali si pengendara sepeda motor beserta orang yang diboncengnya.

“Key…” gumam Hye ri pelan.

Ia kembali membulatkan matanya untuk memastikan bahwa ia tidak salah lihat. Namun semakin Hye ri menajamkan pandangannya, semakin jelas apa yang ia lihat.

Key bersama seorang yeoja berambut panjang dengan syal biru muda, Key membonceng yeoja itu. Si yeoja terlihat begitu menempel pada Key, bahkan kedua tangannya melingkar di pinggang Key.

Sekali lagi Hye ri memperhatikan kedua orang itu, berharap matanya mengalami gangguan mendadak karena buslag. Tapi sayang sekali, kedua orang itu benar-benar Key dan Yeorin.

Hye ri hanya memandangi mereka hingga sepeda motor yang dikendarai Key mendahului bus yang ditumpangi Hye ri.

“Key…” tanpa disadari hye ri kembali mengucapkan nama Key.

***

Hye ri berjalan lemas menuju gerbang sekolah, masih ada waktu 10 menit lagi sebelum bel masuk berbunyi dan ia yakin Key dan Yeorin sudah tiba lebih dulu.

Hye ri merasa perasaaan nya sangat kacau, baru saja kemarin Key mengatakan agar Hye ri percaya padanya. Tapi…

“Ada apa? Apa mereka?….” Hye ri mulai bergumam tak karuan memikirkan berbagai kemungkinan terburuk antara Key dan Yeorin.

Hye ri melangkah lemas menuju kelasnya, bahkan ia tidak memperhatikan ke mana kaki nya melangkah.

“Hye ri, kau sudah datang? Baguslah!” Eun cha segera menghambur ke arah Hye ri begitu melihat sahabatnya masuk ke dalam kelas.

Tapi Hye ri tidak menghiraukannya dan terus berjalan menuju bangkunya. Menaruh tas nya begitu saja dan menjatuhkan tubuhnya di atas bangku kayu.

“Hye ri-ya, wae? Kau terlihat tidak sehat.” Tentu saja Eun cha mengikuti sahabatnnya itu.

“gwaencanha, aku hanya sedang…kau tahu? Ini hari pertama.” Jawab hye ri singkat.

“Ah! Mood mu sedang buruk yah? Sayang sekali, aku baru saja mau memberitahumu sesuatu.” Eun cha mengerucutkan bibirnya dan hendak beranjak .

Dengan cepat Hye ri menahan tangan sahabatnya itu “wae? Apa yang ingin kau ceritakan? Apa itu tentang Key?”

“mwo? jadi kau sudah tahu Hye ri? Sebenarnya ada apa dengan kalian? Aku mulai curiga pada si Yeorin itu.” Terang Eun cha.

Hye ri hanya diam, sesuatu memenuhi pikirannya. Ada pergumulan hebat di dalamnya.

_Key PoV_

Bel masuk segera berbunyi. Aku dan Jinki yang sedang membeli roti di kafetaria segera berlari menuju kelas.

Maklum, karena harus menjemput yeorin aku jadi tidak sempat sarapan.

Aku dan Jinki masuk tepat setalah Mrs.Kim masuk kelas. Sial! kalau begini aku tidak sempat memakan roti rasa coklat ini.

“Well class, We’ll do conversation today.” Kata Mrs.Kim dan sudah kuduga seisi kelas menjadi terlihat santai dan tanpa beban.

Baiklah, aku dan Hye ri akan menjadi tontonan lagi pagi ini. tapi tak apalah, aku senang. Setidaknya aku bisa melihat senyuman Hye ri dari dekat, aku merasa aku sudah lama tidak bertemu dengannya.

Aku segera melempar pandanganku ke bangku Hye ri, menunggu nya menoleh ke arahku seperti biasanya.

Hei Hye ri! Kenapa kau diam?

“I’d like to invite Kibum and Hye ri to do the conversation as usual.” Lanjut Mrs.Kim

“Giliranmu key! Beat her! Kau tidak akan kalah lagi dari istrimu kan?” ujar jinki sambil menyikut perutku pelan.

Aneh, mengapa Hye ri tidak menoleh padaku seperti biasanya? Biasanya ia akan melihat ke arahku hingga aku mengedipkan sebelah mataku sebagai tanda semuanya dimulai.

Aku tidak mungkin menunggu hingga Hye ri menoleh ke arahku, maka kuputuskan untuk meju ke depan.

Hingga aku berada di depan kelas hye ri masih tetap di tempatnya.

Ia melihat ke arahku. Aku memberinya kode agar ia segera maju ke depan.

Tapi Hye ri sepertinya tak menghiraukan kode dariku, ia tetap menatapku. Tatapan yang tidak biasa. Tatapan yang hanya dilakukannya jika ia kesal.

“Min Hye ri? Bergabunglah bersama Kibum di depan.” Mrs.Kim baru menyadari Hye ri yang masih diam.

Lagi-lagi  Hye ri tak menanggapi siapapun yang berbicara padanya, ia masih diam menatapku. Membuat seluruh mata di dalam kelas tertuju padanya.

Hei Hye ri! Kau kenapa? Kau sakit? Ayolah!

“Min Hye ri!” sekali lagi Ms.Kim memanggil nama Hye ri, tapi Hye ri masih diam.

Eun cha kemudian mengguncang-guncangkan tubuh Hye ri. “Ya!ya! Hye ri-ya.”

Hye ri masih diam, ia malah memandangku semakin tajam. Tak berapa lama matanya mulai berkaca-kaca.

“Mrs.Kim ,bisakah kau mencari pair lain untuk Kibum? Aku rasa aku kurang sehat hari ini.” akhirnya Hye ri membuka mulutnya. Ia melontarkan pandangnnya lagi padaku. Matanya masih berkaca-kaca, tapi ia tidak menangis. Yeah! Aku tahu ia menahannya.

“Well then… I’d like Song eun cha to replace Hye ri. Please.” Akhirnya Mrs.Kim menunjuk Eun cha untuk menggantikan Hye ri.

Kelas di mulai dan yeah! Eun cha sebagai rival ku dalam conversation rasanya kurang menantang. Yeah! U know, kemampuannya setara denganku. Jika begini tidak akan ada yang namanya kalah atau menang.

“incorrect!” untuk ke sekian kalinya Mrs.Kim menyelaku.

SIAL! Aku sedang tidak focus kali ini, mataku beberapa kali mencuri pandang ke arah Hye ri.

“what’s happen Kibum?” tanya Mrs.Kim yang menyadari conversationku yang justru semakin buruk saat disandingkan dengan eun cha.

“Ah! Aniyo. Gwaencanhayo~” jawabku disertai senyum kecut.

Conversationku dan Eun cha kembali berlanjut, suasana di kelas seperti biasanya, riuh ramai dan aku yakin suara paling ramai berasal dari si sangtae Jinki.

Sial! Ada apa dengan hari ini?

“Then, the three muskters went to the dark kingdom. They met the wizard …” aku melanjutkan giliranku.

“HOW MANY TIMES DOES MRS.KIM HAVE TO WARN YOU? IT’S ALREADY 5TH TIMES KIM KIBUM. DON’T YOU PAY ATTENTION TO THE VOCABULARY THAT YOU MISPRONOUNCED? IT’S WIZARD!!! W-I-Z-A-R-D! WIZARD!!!!  ARE YOU JUST IDIOT OR SOMEWHAT?!!!”

aku terkejut dan segera menghentikan conversationku saat tiba-tiba Hye ri menggebrak meja dan mulai meracau memaki-maki pronounciation ku yang buruk.

Seluruh kelas hening dalam keterkejutannya, semuanya memandang ke arah Hye ri.

Aku tahu aku melakukan kesalahan, tapi marah Hye ri yang barusan itu berbeda. Ia merapatkan mulutnya seperti menahan sesuatu, nafasnya tak beraturan dan matanya masih berkaca-kaca.

“Ah! Mianhaeyo~ aku benar-benar tidak sehat, sebaiknya aku ke UKS.” Hye ri baru menyadari apa yang baru saja dilakukannya, kemudian segera meminta ijin pada Mrs.Kim untuk beristirahat di UKS.

Hye ri membungkukkan badannya kemudian setengah berlari meninggalkan kelas tanpa sedikitpun melihat ke arahku lagi.

Jadi, dia itu kenapa?

_Eun cha PoV_

Ya Tuhan! Aku terperanjat saat Hye ri menggebrak meja dan mengucapkan kata-kata kasar pada Key.

Matanya berkaca-kaca, tubuhnya sedikit bergetar, bahkan nafasnya tak beraturan.

Baiklah, aku yakin pemicunya bukanlah mispronounced Key ataupun datang bulannya, tapi kejadian tadi pagi. Yeah! Aku yakin sekali Hye ri melihat Key bersama dengn Yeorin.

Hye ri segera berpamitan pada Mrs.Kim .

Aku akan menyusulnya pada jam istirahat nanti.

Suasana kelas menjadi tidak meyenangkan. Mataku kemudian tertuju pada Yeorin yang tersenyum licik di bangkunya.

Sudah kuduga, ini rencananya.

Akhirnya Mrs. Kim mengakhiri kelas bahasa Inggris tak lama setelah Hye ri meninggalkan kelas. Yeah,, tentu saja. Mrs.Kim tidak akan betah berlama-lama di kelas tanpa ada murid kesayangnya itu.

Kelas biologi pun dimulai, sejak tadi kuperhatikan Key tidak tenang.

Bahkan ia berkali-kali mondar mandir tanpa mengerjakan gambar micro sel yang diperintahkan Mr.Jung.

“Key! Kau ini kenapa?” tanyaku pura-pura tidak tahu.

“Ah! Eun cha-ya, kau tahu Hye ri kenapa?” tanya nya, bisa kulihat wajah cemas nya.

Well, Key. Kau memang mencemaskan nya, tapi tidakkah kau sadar dengan apa yang baru saja kau lakukan padanya?

“seharusnya aku yang bertanya padamu.” Kataku ketus.

“mwo? hei! Jangan main tebak-tebakkan, aku sedang tidak mood. Cepat katakan Hye ri itu kenapa? Aku yakin kau tahu.” Ucapan Key barusan malah mebuatku kesal.

Key memang sahabat baikku, bahkan sebelum ia kenal Hye ri. Kami berdua adalah teman di sebuah dance school. Tapi kenapa sifat menyebalkannya ini tidak pernah berubah ya?

“Ya! Tidakkah kau merasa kau baru saja membuatnya tidak sehat?” aku memancing Key agar ia mengerti apa kesalahannya hingga membuat Hye ri seperti itu.

“Ya! Kenapa kau membentakku? Kenapa kau ikut-ikutan marah?” Key balik membentakku.

“Aku? Aku hanya tidak suka pada sifatmu yang tak berubah Kim Kibum. Tak bisakah kau berubah hanya demi Hye ri? Sedikit saja hilangkan keegoisanmu yang tinggi itu!” sial! Malah aku yang terpancing.

Jinki segera menghampiriku dan Key, kemudian segera memisahkan kami sebelum pertengkaran yang sebenarnya dimulai.

“sudahlah! Kalian ini kenapa? Key, sebaiknya kau ke UKS saja jika kau mau ke sana. kau ini sangat menggangguku dengan mondar mandir terus.”

Key tidak mengatakan apa pun dan berlalu begitu saja meninggalkanku dan Jinki.

Lain kali harus kuberi pelajaran dia!

_Key PoV_

Hari ini kenapa? Semuanya aneh.

Apa cuaca sedang buruk ya? Hingga semua orang emosi nya buruk juga?

aku segera berjalan menuju UKS untuk yang kedua kalinya, kuharap Hye ri sudah bangun.

Sambil membawa tas Hye ri aku rasa aku setengah berlari menuju UKS meninggalkan juice couple yang malah menghilang setelah melihat stand ayam goreng di pinggir lapangan basket.

“Key! Kau mau ke mana? Aku ikut.” Teriak sebuah suara di belakangku. Suara yang selalu mengikutiku selama 15 hari terakhir ini.

“Kau pulang saja, aku sedang ingin sendiri” kataku ketus.

Well, lama-lama yeorin jadi sedikit menyebalkan. Dia selalu mengikutiku ke manapun aku pergi.

Tugasku memang menjadi school guide untuknya, tapi jam sekolah sudah selesai dan dia tak hentinya menuntutku untuk terus bersamanya bahkan dia sukses membuatku menjemput ke rumahnya pagi-pagi buta.

Menjemput? Wait! Jangan-jangan Hye ri.

Aku mempercepat langkahku menuju UKS tanpa mempedulikan yeoja di belakangku.

“Hei Key! Kau harus mengantarku pulang” teriak Yeorin lagi.

Aku berlari dengan kecepatan seorang atlet agar Yeorin tidak bisa mengejarku.

Yeah, akhirnya sampai juga di UKS. Fuih! Untung Yeorin tidak bisa mengejarku.

Aku segera masuk ke ruangan di mana Hye ri berada.

Well,kenapa jantungku berdebar begini? Rasanya aku seperti seorang buronan yang takut tertangkap polisi.

Perlahan aku melangkah,

“Eun cha! Akhirnya kau datang, sebaiknya kau mengantarku pulang sebelum si kunci itu datang lagi kemari… ” kalimat Hye ri terhenti saat ia melihatku, ia sedikit terkejut karena aku yang datang.

Tentu saja, Hye ri mengirim pesan singkat pada Eun cha agar ia membawa tas nya ke UKS. Tapi aku bersikeras agar aku yang membawanya dan mengantar Hye ri pulang.

Awalnya Eun cha masih ketus terhadapku dan menolak permintaanku mentah-mentah. Tapi setelah kuberi tahu ada stand ayam goreng di samping lapangan basket, Eun cha bersama namja nya yang sangtae itu segera lupa pada Hye ri. Babo!

“…Key?” ekspresi wajahnya berubah saat melihatku.

Well, aku mendengar apa yang diucapkannya barusan. Dan kedengarannya Hye ri tidak mau bertemu denganku.

“Mana Eun cha dan Jinki?” tanya Hye ri. Baiklah, intonasi nya terdengar kurang menyenangkan di telingaku.

“Ah! Mereka sedang asyik di stand ayam goreng. Kau tahu kan bagaimana mereka jika sudah bertemu dengan ayam goreng?” kataku disertai sedikit tawa yang dipaksakan.

Hye ri diam beberapa detik, atmosfer nya benar-benar tidak menyenangkan. Aku sendiri jadi merasa canggung pada Hye ri.

“gomawo sudah membawaan tasku, aku mau pulang~ bye!” Hye ri segera menyambar tasnya dari tanganku dan berlalu melewatiku begitu saja.

“Wait! Kita pulang bersama.” Kataku cepat menahannya.

Hye ri berhenti, tapi ia sama sekali tidak melihat ke arahku. Matanya menatap lantai UKS.

“Aku ingin pulang sendiri.” Jawabnya kemudian kembali melangkah.

“mianhae~” kataku cepat dan sukses membuat Hye ri mengurungkan niatnya untuk meninggalkanku di UKS.

“for what?” kali ini ia menatap ke dua mataku dengan matanya yang berkaca-kaca.

“….mmm.. aku tidak tahu kenapa kau marah padaku. Jadi aku minta maaf, mungkin aku telah melakukan sesuatu yang membuatmu tidak senang.” Ah! Key babo! Kenapa tidak langsung bilang soal Yeorin?

“MWO? MUNGKIN?….” Hye ri menggantungkan kalimatnya.

“Hey Key! Listen! Aku akan menunggu hingga kau tahu apa salahmu dan mengatakannya padaku, dan hingga saat itu tiba jangan pernah berbicara padaku! ARASSEO!!! ” sekali lagi aku membuat emosi Hye ri memuncak.

Aku hanya diam membiarkan Hye ri meninggalkanku di ruang UKS.

=TBC=

13 thoughts on “Bodyguard – chapter 2

  1. Sumpah nyebelin banget sih Yeorin..
    Udah tau Key udah sama Hyeri masih aja dideketin..
    Gatel abiss.. #emosi
    Yu mariii lanjutt..😀

  2. Tuh kan bener, si yeorin nyebelin bgt.
    Tega banget ngrusak hubungan key ama hyeri.
    Jadi inget song jihyo saat mainin karakter min hyorin di drama korea Goong, hehe (krna namanya sama jd ga sngaja ingat, hehe)
    Yuk, lanjuut, to be continued on chapter 3

  3. Hadwwuhhh.. Dasar key pabo bgt c! Dah tau lo ni mslah menyangkut ma si nenek lampir yeorin, pke blg mungkin lg! Wah, lo Q jd hyeri bner dah mencak2 kyakna!hehe.. Sabar y hyeri.. Key msh cinta ma kmu kq!
    Ngakak pz baca lo eun cha jg maniak ayam, ktularan abang jinki atau jgn2 jinki yg ktularan eun cha???hehehe..
    Pkoqna mau lanjut dch,
    keep writing eun cha

  4. Iisshh..Yeorin resek banget! udah tau Key namjachingu Hyeri masih aja deket2!!
    Ini lg Key nya bukan bilang malah ngeles… -.-
    Lanjutlanjut kaa euncha.

Gimme Lollipop

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s