Bodyguard – chapter 3

CAST :

MAIN CAST :

  • Key SHINee
  • Min Hye ri

SUPPORTING CAST :

  • Lee Jin ki [Onew]
  • Song eun cha [mianhae author’a ngeksis mulu]
  • Han Yeorin
  • Lee Miyoung
  • _Author PoV_Di suatu siang yang cukup terik Hye ri dan sahabatnya Eun cha tengah duduk di bangku kayu tak jauh dari kelas mereka.

    Sudah hari ke 20 sejak Key menjadi school guide untuk Yeorin. Bahkan semenjak hari di mana Hye ri memergoki Key pergi bersama Yeorin, Hye ri benar-benar tidak pernah melakukan komunikasi dengan Key.

    “So, what r u going to do?” tanya Eun cha seraya menyeruput orange juice nya yang tinggal setengah.

    “molla~” jawab Hye ri begitu saja.

    “molla? Jadi kau akan membiarkan Yeorin mengambil Key darimu? Seriously?”Eun cha menghujani Hye ri dengan pertanyaan nya.

    Hye ri hanya diam menatap kedua tali sepatunya yang kotor.

    “Aissshh! Kalian ini kenapa? Padahal aku sudah berusaha agar salah satu dari kalian memulai komunikasi lagi, tapi tak satu pun dari kalian yang berniat untuk baikan. Aku benar-benar heran dengan kalian berdua.” Eun cha terus mengomel tanpa henti.

    Selama beberapa ment kesunyian menyelimuti mereka.

    “Baiklah, aku tak akan membicarakan soal Key lagi…” kata Eun cha yang sudah bosan menunggu Hye ri mengatakan sesuatu.

    “… Oh ya! Ngomong-ngomong, kau mau ikut dance party?” lanjut Eun cha mengalihkan topik.

    Hye ri mengangkat kepala nya dan beralih dari tali sepatunya yang kotor itu “Dance party?”

    “mmm.. ayolah Hye ri, kau tahu dance party kan? Setiap tahun sekolah kita selalu mengadakannya.” Terang Eun cha mulai tak sabaran.

    “arasseo arasseo, itu pesta ilegal kan?” Hye ri mulai menyeruput orange juice nya.

    “Ya! Hye ri-ya setiap tahun memang selalu ilegal, itulah sebabnya kita tidak melakukan dance party di sekolah.” Jelas Eun cha seolah ia lah yang paling tahu tentang dance party itu.

    “mmm… lalu?”

    “apanya yang lalu? Kau ikut juga kan? Yaa?yaa? ayolah.” Eun cha mulai merengek dan mengeluarkan jurus aegyo nya yang sedikit… yackk… menjijikan.

    Hye ri hanya meliriknya sekilas kemudian kembali lagi pada orange juice nya.

    “Untuk apa aku ikut? Aku tidak punya pasangan!” jawab hye ri ketus, kemudian berlalu meninggalkan sahabatnya itu.

    “ya!ya! Min Hye ri!” Eun cha berteriak sambil mengejarnya sahanatnya menuju kelas.

    Namun langkah Eun cha tiba-tiba terhenti karena sesosok namja bermata super sipit menghalangi jalannya.

    “Hey baby! ” sapa namja itu.

    “minggir! Kau menghalangiku.” Gerutu Eun cha seraya mendorong tubuh namja itu agar menyingkir dari hadapannya.

    Tapi namja itu tak beranjak dari tempatnya.

    “sudah, biarkan saja dia.”

    “kau membuat rencana dengan Key?” tanya Eun cha penuh selidik.

    Tak ada jawaban dari Jinki, hanya keheningan yang menyelimuti keduanya.

    ***

    Hye ri melangkah kasar ke dalam kelas nya, bagaimana tidak , mungkin saja dalam kelas nanti dia akan melihat namja nya berdua-duaan dengan si yeorin itu.

    Hye ri berusaha tak melirik ke arah manapun selain mejanya dan berharap bel masuk segera berbunyi.

    Rasa kesal nya masih mengikuti kemanapun Hye ri melangkah.

    Mskipun Hye ri berusaha keras untuk berjalan lurus menuju meja nya, ternyata sosok Key selalu saja tertangkap oleh kedua bola matanya.

    “SIAL!” Hye ri mengutuki diri nya sendiri karena ia telah melihat Key.

    Situasi yang sangat tidak menyenangkan dan sesuai dengan perkiraan terburuk Hye ri.

    Key yang tengah berbincang dengan Yeorin itu segera berlari kecil ke arah Hye ri.

    _Hye ri PoV_

    “Hye ri –ya.” Tubuh Key kini menghalangi jalan ku.

    SIAL! Kenapa aku harus melihat makhluk ini?

    Dengan wajah tanpa dosa sedikitpun Key kini berdiri tepat di hadapanku dengan senyuman nya yang…ukh… terlalu manis bagiku, padahal tadi ia sedang berbincang dengan yeorin.

    Ayolah Hye ri, katakana sesuatu! Katakana kau ingin berbaikan dan kembali seperti dulu.

    Tapi keegoisanku jauh lebih besar dari rasa itu , dan yang kulakukan hanya memandangnya sekilas kemudian berusaha mengambil arah lain agar tidak usah melakukan skinship dengannya.

    Key segera beranjak dan menghalangi jalanku lagi.

    “Hye ri-ya jebal~” Oh! No! jangan puppy eyes itu Key!

    “mwoya?” kataku akhirnya, dan berusaha sekuat mungkin agar imanku tidak goyah oleh puppy eyes key.

    “Kau akan datang ke acara dance party kan?” tanya nya, wajahnya memancarkan pengharapan yang amat besar.

    Sekali lagi aku hanya memandang Key, tapi kali ini entah mengapa aku memandangnya dari uujung rambut hingga ujung kaki nya dan kembali lagi ke ujung rambut.

    “Aku ingin kau … ” ucapan Key terpotong oleh Yeorin yang entah kapan tiba-tiba telah berada di belakang Key.

    “aku dan Key akan datang ke dance party sekolah kita. Key hanya ingin memastikan kau sudah punya pasangan jika ingin datang ke acara itu.” Aku bersumpah aku ingin merobek-robek mulut Yeorin.

    Key terlihat terkejut dengan ucapan Yeorin barusan, sementara kedua tangan Yeorin mulai melingkar di salah satu sikut Key.

    “Ani~ itu…” kata nya terbata-bata.

    Baiklah Key! That’s enough!

    Ternyata ini yang dinamakan terbakar api cemburu! Sialan! Rasanya benar-benar panas.

    “Aku datang! Tenang saja!” tanpa pikir panjang aku mengatakan hal tersebut kemudian berlalu seraya mendorong tubuh Key.

    ***

    “mwo?!!!” Eun cha nyaris tersedak air mineral yang baru saja diteguknya. Aku bisa mendengar ia terbatuk di sebrang telpon sana.

    “gwaencanha?” tanyaku datar.

    “uhuk-uhuk… uh…” Eun cha terus terbatuk, tapi tak lama suaranya kembali normal.

    “jadi kau akan datang ke dance party tanpa pasangan?” suara Eun cha lebih terdengar seperti teriakan di telingaku.

    “makanya, kau harus mencarikan aku pasangan. Ya..jebal~” rengekku.

    Eun cha terdiam beberapa saat, aku tahu ia tengah memikirkan jalan untuk masalahku ini.

    “Hye ri-ya, tidakkah sebaiknya kau menghubungi Key? Aku tidak yakin ia akan benar-benar pergi bersama Yeorin.”

    Ya Tuhan eun cha! Kenapa kau malah menyarankan hal seperti itu?!

    “Listen! Key bahkan tidak pernah menjelaskan padaku kenapa saat itu ia pergi bersama Yeorin. See? Itu artinya dia benar-benar ada sesuatu dengan wanita jalang itu. ARASSEO?!” kataku setengah emosi.

    “Itu karena kau tidak memberinya kesempatan untuk mendekatimu dan mengatakannya. Kau tahu? Semenjak kejadian itu Key selalu uring-uringan dan aku yang jadi korbannya. ” papar Eun cha.

    “jinjja?” kataku datar.

    ‘’si kunci itu terus-terusan menelponku dan meminta agar aku membujukmu untuk berbicara dengnnya. Asal kau tahu, itu sangat menggangguku!” lanjut Eun cha.

    “So, what am I suppose to do?” tanyaku ringan.

    “telpon Key dan katakan kau minta penjelasannya soal Yeorin. Aku yakin selanjutnya ia akan mengajakmu ke acara itu.” Usul Eun cha seolah ia telah menyusun kata-kata nya.

    “any other choice? Aku tidak akan melakukan hal itu, PASTI!” jawabku mantap.

    Terdengar Eun cha menghela nafasnya.

    “tidak datang ke acara itu? Eottae?” tawar Eun cha.

    “other please?” kataku lagi tanpa pikir panjang.

    “Well, mencari pasangan lain?”

    “good idea! Bisa carikan untukku?”

    “nugu?” tanya Eun cha, kali ini aku bisa mendengar suara kran air dari telpon.

    “Jonghyun?” tanyaku sedikit ragu.

    “Haha, you’re late. Dia akan pergi bersama Miyoung! Tak bisakah kalian berhenti berebut namja?” Eun cha terkekeh.

    “jinjja? Aku kira Miyoung menyukai namja lain.” Kabar barusan membuatku sedikit lupa tentang pasangan ke pesta dansa.

    Entah mengapa kabar terbaru tentang siapa namja yang dekat dengan Miyoung selalu menarik perhatianku.

    Dulu aku dan Miyoung sempat ya katakanlah berebut Key. Dan semenjak itu, kabar tentang namja yang dekat dengan Miyoung selalu menarik perhatianku.

    Alasan yang absurb memang, sekadar meyakinkan bahwa Key sudah aman.

    “bagaimana dengan Minho?” Seolah tidak mendengar ucapanku barusan, Eun cha kembali menyebutkan sebuah nama.

    “Apa dia mau pergi denganku?” tanyaku ragu-ragu. Tentu saja! Minho itu namja popular yang tampan dan tinggi.

    Bahkan Park hye eun, coach basket tahun lalu saja jatuh cinta pada Minho.

    Dan sudah pasti Choi Minho tidak akan mau pergi denganku.

    “atau… kau mau mendengar ideku? Sepertinya ide ini sangat keren.” Kata Eun cha

    “mwoya?” tanyaku penasaran.

    Aku berteriak setuju setelah mendengar ide yang dijelaskan Eun cha, ide itu memang terdengar keren dan memang .. yeah keren!

    “Kau gila? baiklah aku ikut idemu. Jadi, besok kita pergi mencari dress untukku?” tanyaku antusias.

    Aku mengakhiri sambungan telponku dengan Eun cha.

    Baiklah, aku sudah tak sabaran menjalankan rencana itu.

    _Author PoV_

    Seminggu berlalu, Key sudah tidak menjadi school guide lagi untuk Yeorin. Tapi mereka masih terlihat bersama pada beberapa situasi.

    “Hye ri-ya!” panggil Key untuk kesekian kalinya, tapi yeoja bernama Hye ri itu selalu menghindari nya.

    Bahkan saat pelajaran bahasa Inggris, yeoja itu meminta pair lain untuk melakukan conversation dengan alasan ia tidak tahan dengan pronounciation Key yang amat buruk.

    Pada jam istirahat yeoja itu selalu menghilang entah ke mana, dan pada jam pulang Hye ri selalu tergesa-gesa meninggalkan kelas.

    Membuat Key benar-benar tak punya kesempatan untuk mendekatinya.

    Satu-satu nya hal yang membuat Key terus bertahan adalah sebuah pesan singkat yang di kirim Hye ri seminggu yang lalu.

    Time will explain it all. 

    _Key PoV_

    “kumohon katakanlah sesuatu Eun cha, berhentilah bersekongkol dengan Hye ri untuk membuatku jauh darinya. Kau tahu kan aku dan Yeorin itu tidak ada apa-apa nya?” untuk kesekian kalinya aku meminta pada Eun cha.

    Eun cha memandang Jinki yang ada di samping nya seolah bertanya ‘bagaimana?’

    “geurae..geurae, aku akan mengatakan sesuatu. Tapi berjanjilah untuk tidak memintaku mengatakan yang lebih.” Yes!!! Akhirnya usahaku tidak sia-sia.

    Aku memasang kedua telingaku saat Eun cha mulai mengatakan sesuatu tentang Hye ri, kupastikan aku tidak akan melewatkan sesuatu apapun.

    “Hye ri akan datang ke pesta dansa itu.” Ucap Eun cha singkat.

    “dia sudah punya pasangan?” tanyaku spontan.

    “Ya! Sudah kukatakan jangan memintaku mengatakan yang lebih!” Eun cha menepuk kepalaku.

    “mwo? ayolah, itu terlalu sedikit. At least katakan padaku apa yang dia lakukan akhir-akhir ini? dia selalu menghindariku. Aku tidak mau aku dan Hye ri berakhir seperti ini.” sekali lagi aku memohon pada sahabatku ini agar ia mau memberiku info lain tentang Hye ri.

    Eun cha memandang kesal ke arahku

    “ck… ini yang terakhir. Hye ri akan pergi ke pesta dansa…” eun cha menggantungkan kata-katanya.

    Aku diam menunggu kelanjutannya.

    “… Kuharap kau tidak datang bersama Yeorin, kau tahu? Jika itu terjadi, kau akan merusak semua rencana Hye ri.” Lanjut Eun cha.

    “rencana? Hye ri merencanakan sesuatu?apa yang…” Eun cha segera menyambar sebelum aku menyelesaikan pertanyaanku.

    “Stop asking me Kim Ki bum! I told you too much!” Eun cha kemudian menggerak-gerakkan tangan kananya agar aku dan Jinki mendekat.

    Eun cha melihat ke sekeliling untuk memastikan bahwa tidak aka nada yang mendengar ucapannya selain aku dan Jinki.

    “Hye ri merencanakan untuk mengambil kau kembali dari Yeorin, percayalah dia sangat mencintaimu Key. Ikuti saja permainannya, time will explain it all.” Terang Eun cha kemudian segera kembali ke posisinya semula.

    Jadi, apa yang kau rencanakan Min Hye ri? Can’t you just straight to me and let me tell you the truth?

    ***

    Akhirnya pesta dansa yang ditunggu tunggu tiba juga. Sesuai dengan apa yang dikatakan Eun cha, aku menolak untuk pergi bersama Yeorin.

    Tentu saja awalnya aku sempat frustasi dan nyaris menerima ajakan yeorin. Tentu saja! How can this almighty Key walk alone in a dance party?

    Tapi demi mendapatkan Hye ri kembali, aku rela menyingkirkan rasa gengsiku itu.

    Dengan celana jeans ketat, kaos v neck, jas hitam dan  sneaker high cut aku melangkah menuju  gedung di mana dance party sekolah kami diadakan.

    Suara hentakan music terdengar di setiap penjuru  ruangan yang bernuansa dark gold ini. beberapa sudut telah di penuhi oleh teman-teman satu sekolahku.

    Seorang pelayan menghampiriku dan menwariku minuman dalam baki yang ia pegang.

    Aku menyambar segelas orange juice dan meneguknya perlahan, mataku berkeliling mencari sosok Hye ri.

    “Hei Key! Kau sudah datang?” suara Jinki membuyarkan perhatianku.

    “Ah! Ne, kau sudah di sini rupanya. Mana eun cha?” tanyaku spontan.

    “Haha, dia belum datang. Kau tahu? Yeoja itu dandannya lama, jadi aku pergi duluan.” Jelas Jinki disertai tawanya yang khas.

    “Jadi Hye ri juga belum datang?” tanyaku lagi.

    “kau tenang saja Key! Dia ada bersama istriku! Hahahaha.” Jinki kembali tertawa dan kali ini tertawanya sangat menyebalkan.

    Sabar Key! Demi Hye ri.

    Aku meneguk orange juice ku sampai habis dan memutuskan untuk tak menanyakan soal Hye ri lagi pada si sangate yang berada di sampingku.

    ***

    Pesta dansa telah di mulai 10 menit yang lalu, lantai dansa telah dipenuhi oleh teman-temanku dan pasangan mereka masing-masing. Tapi sosok Eun cha maupun Hye ri belum juga muncul.

    Irama music beat yang terus menghentak-hentak membuatku tak bisa menahan diri untuk segera turun ke latai dansa dan popping out.

    Perhatianku pada lantai dansa teralih karena suara ramai yang berasal dari pintu masuk.

    Kulihat Jonghyun dengan style yang tak jauh beda denganku menggandeng seorang yeoja dengan mini dress berwarna putih. Yeoja itu membiarkan rambutnya terurai, sebuah tiara kecil berbentuk mahkota mnghiasi rambut hitam nya.

    Kini seluruh perhatian tengah menjadi milik mereka, suara riuh bercampur music memenuhi ruangan saat mereka telah berada di lantai dansa.

    “Hey! Itu Miyoung kan?” tanyaku yang sebenarnya lebih pada diri sendiri.

    “Ya Tuhan! Bukankah dia sangat cantik Key? Kuharap kau tidak menyesal tidak memilihnya dulu.” Ledek Jinki.

    Jonghyun dan Miyoung berjalan melewati kami, seperti biasa Jonghyun tersenyum sombong. dia selalu menyadari bahwa dia itu tampan, terlebih lagi kali ini ia menggandeng Lee Miyoung, ratu fashion sekolah kami.

    Miyoung tersenyum ringan ke arahku, dan kubalas dengan sebuah senyuman yang serupa.

    Baiklah, Miyoung memang cantik. Tapi itu tak membuatku menyesal sama sekali. Yah! Aku dan Miyoung dulu tak pernah ada apa-apa, kami hanya teman yang sering membicarakan soal fashion.

    10 menit erlalu, dan aku masih belum melihat Hye ri dan Eun cha. Sementara Jinki meninggalkanku ke toilet karena ia sudah minum 5 gelas orange juice selama 20 menit bersamaku.

    Mataku terus berkeliling mengamati setiap sudut ruangan yang diterangi lampu kerlap kerlip ini.

    Aku nyaris mati kehabisan nafas saat menangkap sosok yeoja dengan mini tube dress biru berjalan ke arahku.

    Rambutnya yang telah melewati bahu itu digulung ke atas dengan ikat rambut berwarna warni., membuat lehernya semakin terlihat jenjang dan bersih.

    Ia mengenakan high heels berwarna serupa dengan dress nya, make up yang menempel di wajahnya membuatku nyaris tak mengenali sosok yeoja itu.

    Dia benar-benar cantik!

    Kuperhatikan Mata yeoja itu berkeliling mencari sesuatu di ruangan ini.

    Yeoja lain dengan mini dress ungu yang ku kenal sebagai sahabatku Eun cha muncul dari belakang dan menunjuk ke arahku.

    “Here they are Key! Bukankah yeoja ku sangat cantik?” entah sejak kapan Jinki telah berada di belakangku.

    Ia melambaikan tangannya pada Eun cha.

    “Jadi, kau tahu siapa yeoja di samping nya?” tanya Jinki sambil menepuk pundakku.

    Aku masih terpaku di tempatku, sementara Eun cha dan yeoja dengan mini dress biru itu berjalan mendekati kami.

    Jadi… itu Min Hye ri? Tanyaku pada di ri sendiri.

    =TBC=

10 thoughts on “Bodyguard – chapter 3

  1. huaaa berasa nyata nih cerita.
    Tiap kali ak bac epep othor euncha brasa ada d tkp (?) hee
    Apa yg akan terjadi selanjutnyaaaa?

  2. Wah,bgus key..acuhkn ja th si yeorin! Jd pgen mutilasi org lo baca yg da partnya yeorin,leh kn thor?hehe..
    Hyeri pzti cantik bgt dch mpe key ja g ngenalin..
    Lanjut dch,dah pnasarn ma endingnya.. Hehe

Gimme Lollipop

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s