Bodyguard – chapter 4 [End]

CAST :

MAIN CAST :

  • Key SHINee
  • Min Hye ri

SUPPORTING CAST :

  • Lee Jin ki [Onew]
  • Song eun cha [mianhae author’a ngeksis mulu]
  • Han Yeorin
  • Lee Miyoung

LENGTH   : Sequel

GENRE    : friendship, Romance

RATING    :PG – 13

_Yeorin PoV_

Sudah nyaris satu jam aku menunggu Kibum! Ke mana namja itu?

Padahal aku sudah berdandan secantik ini, berkali-kali aku memperbaiki tatanan rambut dan make up pada wajahku tapi namja itu masih belum datang juga. Huh!

“Jadi, kau akan pergi?” tanya eomma untuk yang entah keberapa kalinya.

“tentu! Aku tinggal menunggu pasanganku menjemput eomma. Jangan bertanya lagi!” jelasku setengah emosi.

Eomma kemudian berlalu tanpa mengatakan apapun.

Flap! Aku menutup ponsel flip ku dengan kasar , sudah berkali-kali aku menelpon Kibum tapi tak ada jawaban.

Apa terjadi sesuatu padanya di jalan?

Setelah menunggu selama 15 menit berikutnya, aku memutuskan untuk pergi sendiri ke dance party.

Aku merasa ada yang aneh, jangan-jangan Kibum lupa denganku dan dia sudah berada di sana.

“yeoboseyo~ aku Han Yeorin, taksi yang barusan bisa datang lagi ke rumahku?”

***

Ruangan di mana dance party sekolah kami diadakan telah penuh oleh lautan manusia. Lampu kerlap-kerlip dan hentakan music beat membuat mataku sedikit tak karuan.

Aku berjalan menelusuri setiap sudut ruangan ini, mencari-cari sosok namja yang sudah membuatku menunggu selama lebih dari satu jam.

Tak ada! Dengan langkah yang gusar aku beralih ke sudut lain.

“Hei yeorin! Kau datang juga? Kau sendirian?” tanya seorang namja yang kini berdiri menghalangi jalanku.

Dan bagiku sapaannya terdengar seperti sebuah ledekan.

“Minggir!” aku mendorong tubuh namja yang entah lah siapa itu dan kembali berjalan dengan gusar. Sudah nyaris 10 menit aku menjelajahi setiap sudut di tempat ini, tapi sosok Kibum tak kunjung kutemukan.

Jadi kemana namja itu?

Aku nyaris saja berlari ke luar ruangan dan berniat untuk mencari Kibum ke rumah nya saat kedua mataku menangkap sosok ‘juice couple’ yang tengah melakukan sesuatu di salah satu sudut yang tidak terlalu gelap.

Segera kuhampiri juice couple yang sepertinya sedang menikmati kegiatan mereka itu.

“Ya! Ini tempat umum!” kataku sambil menarik tubuh Jinki yang tengah mengunci tubuh eun cha ke tembok.

Mereka berdua terlihat gelagapan.

“Yaa! Apa yang kau lakukan?!” si sangtae mulai meneriakiku. Tanpa memperdulikannya aku mendekat ke arah eun cha.

“kau tahu Kibum ada di mana?”tanyaku dingin.

“molla!” jawab eun cha cepat, seolah ia tak memikirkan jawaban lain untuk pertanyaanku.

“kau bercanda? Katakan di mana Kim Kibum?” aku mulai kesal begitu melihat wajahnya yang selalu menyebalkan setiap saat.

Aku nyaris melayangkah sebuah tamparan ke pipi kananya saat tiba-tiba Jinki menahan tanganku. Sial!

Aku hanya mendengus kesal kemudian meninggalkan juice couple yang aneh itu. Ada sesuatu yang tak beres, mereka pasti tahu di mana Kibum berada.

Suara riuh dari lantai dansa mencuri perhatianku, aku berjalan ke sana dan berharap menemukan sosok Kibum di sana.

Ah! Sial! Terlalu banyak orang, aku tidak bisa melihat apa yang sedang orang-orang teriaki. Sambil sesekali mendorong beberapa orang yang menghalangi jalanku, aku mencoba mencapai lantai dansa.

_Author PoV_

Sudah namja kelima yang kini berusaha menyingkirkan Key dari hadapan Hyeri di lantai dansa.

Semua namja nampaknya langsung jatuh hati begitu melihat penampilan Hyeri yang berubah total, juga tariannya yang terbilang- sexy.

Tak ada yang tahu dari mana Hye ri mempelajari gerakan-gerakan energic yang membuatnya terlihat begitu sexy, yang jelas Hyeri terlihat sangat menikmati gerakan tubuhnya sendiri.

“Hyeri-ya, kau sudah dengar penjelasanku kan? Aku dan Yeorin itu tidak ada apa-apa. Yeorin bilang hari itu tidak ada yang mengantarnya ke sekolah dan dia masih baru di Seoul.” Untuk yang entah keberapa kalinya Key meyakinkan hyeri, sepanjang permainan mereka di lantai dansa Key berusaha menceritakan apa yang terjadi pada Hyeri meskipun yeoja itu seolah tidak memperdulikannya tapi Key tahu Hyeri menyimak seluruh ceritanya.

“jinjja?” tanya Hye ri kemudian menari bersama namja yang baru saja menyelip di antara mereka. Dengan cepat Key berusaha menyingkirkan namja itu dari hadapan Hye ri.

“trust me baby! Ayolah hye ri, berhentilah menari seperti ini. aku takut….” Key mendekatkan wajahnya ke telinga Hyeri dan meyakinkan bahwa tak akan ada orang lain yang mendengar ucapannya.

“…aku takut dress tube mu itu merosot.” Lanjut Key kemudian segera menjauhkan wajahnya dari Hyeri.

Bukannya membuat Hyeri menurutinya, ucapan Key barusan justru membuat Hyeri semakin menajdi-jadi. Ia tak menghiraukan apa yang ditakutkan Key akan dirinya dan justru bergerak semakin lincah, menjauhi Key dan menari dengan namja lain.

Key hanya diam menatap Hyeri yang begitu menikmati tariannya dengan namja lain tepat di hadapan Key. Mebuat key kehilangan kesabarannya.

_Key PoV_

That’s enough Min Hyeri! Aku tak bisa mengontrol diriku lagi saat melihat Hyeri melakukan gerakan yang terlampau sexy bersama namja lain tepat di depan batang hidungku.

Dengan sekali gerakan aku menarik tangan Hyeri, menjauhkannya dari lantai dansa yang dipenuhi namja sialan!

Hyeri meronta-ronta saat aku menariknya menjauhi lantai dansa “apa yang kau lakukan bodoh?!” ucapnya sambil berusaha melepaskan tangannya dari cengkramanku.

Aku tak peduli dengan apa yang diucapkannya dan terus menyeretnya, aku melewati Eun cha dan Jinki yang sedang mengobrol sambil minum..rrr.. entah lah apa yang mereka minum.

“Hei Key , Hyeri kalian sudah baikan te…” ucapan Jinki segera terhenti saat aku hanya menyambar tas tangan Hye ri yang terletak di meja kecil di samping eun cha.

“Lepaskan!” sekali lagi Hyeri berusaha melepaskan dirinya dariku, tapi aku tak peduli. Aku akan membawanya pulang! tempat ini tidak cocok untuk Hyeri.

“Hentikan Kim Kibum!” kali ini suara Hyeri semakin nyaring dan membuat telingaku sakit.

Semakin ia memintaku melepaskan tangannya, rasanya emosiku semakin memuncak. Aku telah benar-benar kehilangan kendali.

aku mendorong Hyeri ke tembok dan mengunci tubuhnya dengan tubuhku. Masih memegangi tas tangan Hyeri, aku mulai menciumnya dengan kasar.

Hyeri segera mendorong tubuhku agar menjauh darinya, tapi aku tak peduli dan kembali melakukan hal yang serupa.

“hmmmpp… Kim Kibum! Kau gila!” Bibirnya terus mengatup dan menolakku, tangannya terus menerus mendorong dan memukulku.

Plaaaaakkkkkkkk!!!!!

Sebuah tamparan segera mendarat bebas di pipi kiriku , aku hanya diam.

“Kau ini kenapa?” tanya Hyeri penuh kekesalan.

Aku memegangi pipi kiriku yang mulai dijalari rasa perih dan panas.

“kenapa? Kau tanya aku kenapa? Kau gila Min Hyeri? Mana bisa aku baik-baik saja sementara kau menari dengan pakaian seperti itu dan gerakan seperti itu bersama namja lain tepat di depanku!” aku benar-benar kehilangan kendali.

Hyeri memalingkan wajahnya kemudian tersenyum sinis “kau cemburu?” tanyanya.

“cemburu? Why the hell r u asking that?! It’s actually yes!” mungkin aku nyaris berteriak mengucapkannya, apa yang ada di pikiran Hyeri? Apa dia tidak merasakan bahwa aku ini cemburu?

Lagi, Hyeri membuatku bingung dengan senyuman yang mengembang di wajahnya.

“Itulah yang aku rasakan saat melihatmu bersama Yeorin.” Ucap Hyeri singkat kemudian memandangku.

Aku hanya tertegun mendengarnya. Sial! Kenapa aku tidak pernah menyadarinya? Hyeri benar, yang kulakukan padanya jauh lebih menyakitkan dari ini.

Rasanya hanya keheningan yang menyelimuti kami, aku sendiri tak bisa mengucapkan sepatah katapun.

Tiba-tiba seseorang menghampiri kami.

“Kibum! Ternyata kau ada di sini! Sudah kuduga kau meninggalkanku!” Dengan langkah gusar Yeorin menghampiri kami.

Spontan perhatianku dan Hyeri segera tertuju pada Yeorin.

“mwo? apa maksudmu dengan meninggalkanmu?” tanyaku heran, yeoja ini benar-benar aneh. Tak bisakah dia berhenti menggangguku?

Yeorin tersenyum ringan “kau ini kenapa pura-pura Kim Kibum? Apa karena ada Hyeri di sini jadi kau tidak mau mengakuinya?” Ya Tuhan! Yeoja ini maunya apa sih?

Yeorin memandang ke arah Hyeri, memperhatikannya dari ujung rambut hingga kaki. Dan aku yakin pasti Yeorin pun sedikit terkejut dengan penampilan Hyeir malam ini.

“oya Min Hyeri~ fyi, Kibum mengajakku untuk menjadi pasangan nya ke pesta dansa.” Ucap Yeorin.

Hei!apa-apaan dia? Aku tidak pernah~

“Hyeri, aku tidak pernah mengajaknya…dia…” belum sempat aku menjelaskannya, Yeorin segera memotong.

“Kenapa kau tidak mengataknnya pada Hyeri? Kau memang mengajakku kan?” tanya Yeorin setengah menahan emosi.

“kau ini bicara apa Han Yeorin? Aku tidak pernah mengajakmu!” kataku tak mau kalah.

“mwo? kau bercanda? Ini! kau sendiri yang mengirim pesan ini padaku!” kini Yeorin memperlihatkan ponsel nya padaku dan Hyeri.

Pesan? Aku segera meraba saku celana dan blazer ku, berusaha mengambil ponselku. Sial! Sejak kapan aku berpisah dengan ponselku?

“ponselku hilang!” seruku spontan.

“mwo? jangan mempermainkanku Kim Kibum!” kali ini suara Yeorin semakin keras dan memekakkan telinga.

aku hanya diam, ini sangat konyol dan aku yakin Hye ri tak akan percaya bahwa ponselku hilang entah sejak kapan.

“Yaa Han Yeorin! Dia tidak main-main! ….Ini!” Hyeri merebut tas tangannya yang ada di genggamanku dan mengelurkan sesuatu.

Ponselku! Bagaimana bisa ada di tangan Hyeri?

“aku yang mengirim pesan itu padamu agar kau berhenti mengganggu namja ku, ARASSEO?!!!” aku terkejut sekaligus senang mendengar penjelasan Hyeri, ternyata ini yang direncanakannya.

Sementara Yeorin hanya diam terpaku di tempatnya, matanya membulat seolah tak percaya dengan apa yang diucapkan Hyeri.

“aku yang melakukannya agar kau tidak datang kemari dan mengganggu Key! Kau tahu? Sejak hari pertama aku melihat wajahmu, kau itu sangat memuakkan dan menyebalkan!” Hyeri terlihat berapi-api.

“ambil ponselmu!” Hyeri mengembalikkan ponselku dengan kasar kemudian berlalu meninggalkanku dan Yeorin.

“Hyeri-ah!” tanpa memperdulikan Yeorin aku segera mengejar Hyeri sebelum dia lari terlalu jauh.

Bisa kudengar Yeorin memanggil-manggil namaku, tapi aku tak peduli.

***

“Kau mau ke mana?” aku menahan tangan Hyeri yang kini sudah mengenakan coat dan berdiri di pinggir jalan.

“pulang.” Jawabnya ketus.

“aku yang antar.” Kataku dan segera menarik tangannya menuju tempat di mana aku memarkirkan mobilku. Maksudku mobil appa yang kugunakan untuk ke pesta dansa.

“Tidak usah, aku sedang menunggu seseorang.” Hyeri segera menahan ku kemudian kembali ke tempat di mana ia berdiri tadi.

Mwo? seseorang? Ya Tuhan Hyeri, apalagi yang kau rencanakan?

“nugu?” tanyaku ingin tahu bercampur kesal.

“Choi Minho.” Jawab Hyeri singkat.

Tak lama sebuah sepeda motor menghampiri kami, tanpa membuka helm nya, seseorang yang kutahu seorang namja segera menyerahkan helm pada Hyeri.

“bye!” kata Hyeri kemudian segera melesat bersama namja yang barusan.

Choi Minho? Sejak kapan?

_Key PoV_

Dua hari berlalu sejak pesta dansa dan murid-murid masih sering membicarakan soal pesta dansa yang menyenangkan itu.

Menyenangkan untuk orang-orang tertentu.

Aku berjalan lemah menuju kelas, dan masih memikirkan tentang hal yang ia lihat dengan mata kepalanya sendiri saat pesta dansa.

Min Hyeri dan Choi minho…

“Hey Key! Kau terlihat tidak sehat.” Sapa Jinki saat aku duduk di bangku ku.

“jangan bertanya apapun padaku Jinki~” kataku.

Bel masuk segera berbunyi diikuti oleh Mrs.Kim yang entah kapan sudah berada di depan kelas.

Baru kali ini aku merasa benar-benar malas berada di kelas Mrs.Kim, ayolah… aku tidak mau melihat Hyeri yang ceria sementara dia baru saja membuatku menderita.

“Class, we’ll have final exam next week…” ucap Mrs.Kim dan diikuti oleh suara riuh seisi kelas.

“…Today I’d like to do something fun with you” lanjut Mrs.Kim dan aku sama sekali tidak mau tahu apa yang ia maksud dengan ‘something fun’.

“Whaaa… it’s gonna be epic, Key!” ucap Jinki sambil tertawa renyah. Aku tak peduli!

“Kim Kibum, Min Hyeri.. I’d like you both to come forward as usual. Ah! It has been 2 weeks since you both do the conversation, right?” AH! Mrs.Kim, kenapa bahkan dirimu ingat hal itu?

Seketika kelas terasa sangat ramai oleh sorakan dan apa ya? Tidak jelas!

“Hey kunci, ayo maju!” kali ini Jinki menyikut perutku. Dan aku yakin semua mata dalam kelas ini tengah memandangku, memandang kasihan padaku.

Arrggghh! Aku tidak mau melihat Hyeri >.<”

Dengan langkah berat aku maju ke depan dan terus menundukkan kepalaku. Bisa kulihat sepasang sepatu dengan tali berwarna merah telah berada di hadapanku dan kelas menjadi semakin ramai.

“Key! Berhentilah menunduk dan lihat yang ada di hadapanmu!” suara Jinki terdengar begitu jelas di telingaku.

Tentu saja seisi kelas tahu apa yang terjadi malam itu. Malam sialan!

“Let’s start it.” Ucap Mrs.Kim.

Aku menarik nafas dalam-dalam, mempersiapkan diriku agar aku bisa berhadapan dengan Hyeri untuk satu jam ke depan. Perlahan aku mengaangkat wajahku untuk menatap Hyeri yang dari tadi berdiri di hadapanku.

Aku nyaris mati terkejut saat melihat apa yang sebenarnya diteriaki seisi kelas.

Min Hyeri tersenyum manis ke arahku, kedua tangannya memegangi kue tart yang dipenuhi strawberry di atasnya.

“saeng il chukha!” katanya dan kembali tersenyum padaku, membuat seisi kelas semakin ramai.

Mwo? ini tanggal 23? Bagaimana bisa aku melupakan hari ulangtahunku sendiri?

Aku hanya bisa tersenyum malu, Min Hyeri ini terlalu berlebihan.

Setelah seisi kelas menyanyikan lagu selamat ulangtahun untukku, perlahan aku semakin mendekat kea rah Hyeri.

“Jadi, ini juga rencanamu?” tanyaku setengah berbisik.

“kau suka?” Hyeri malah balik bertanya.

“Aku? Sure! Tapi, kenapa kau melakukan ini?” sebenarnya aku ingin menanyakan langsung tentang Choi minho, tapi..tak apalah berbasa basi sedikit.

“wae? Ini ulangtahun namjaku? Tidak boleh aku melakukannya? Look! Semua namja di kelas ini akan iri padamu.” Terang Hyeri sambil menyipitkan matanya.

“namjamu? Bagaimana dengan choi minho?” kali ini aku memperlihatkan wajah kesalku, kesal yang sudah dua hari ini aku tahan.

“mwo?choi minho?” ayolah Hyeri, jangan berpura-pura seperti itu. Hentikan rencana lainmu itu.

“apa maksudmu dengan mwo? kau tidak lupa kan dia yang menjemputmu saat pesta dansa?” sindirku.

Hyeri malah tertawa “Ah! Itu? Benar dia Choi Minho.” Hyeri….. bagaimana bisa kau tetap tertawa seperti itu? Aku ini apa?

“kau tertawa? Apa kau senang? Jadi ada apa antara kau dan Minho?” tanyaku semakin kesal.

Hyeri menggerakkan jari telunjuknya sebagai tanda agar aku semakin mendekat padanya. Tanpa memperdulikan seisi kelas yang semakin ramai menyoraki kami, aku segera mendekat ke arah hyeri.

“molla? Choi Minho itu nama kakak tiriku. Masa kau tidak tahu?” jelas Hyeri kemudian terkekeh pelan.

“mwo?” aku nyaris berteriak karena kaget.

“jadi? Itu bukan choi Minho kelas kita?” dan hyeri menganggukkan kepalanya.

Key babo! Kenapa kau tidak tahu itu?

“jadi, kau akan berhenti menjadi school guide jika ada murid baru lagi?” tanya Hyeri.

“mwo? berhenti?” sesuatu melintas dalam pikiranku.

“kau tidak mau?” Hyeri mulai cemberut.

“baiklah, aku akan berhenti menjadi school guide. Tapi ada syaratnya….”

“mwo?” Hyeri mendongakkan kepalanya.

“Ijinkan aku untuk menjadi Bodyguard seumur hidupmu, eottae?” tanyaku sambil tersenyum.

“Sure!” jawab Hyeri mantap.

Aku mendekat kemudian mencium keningnya di hadapan teman-temanku.

“Kau daebak Key!” sekali lagi si sangtae itu meneriakiku.

“saranghae” bisikku di telinga Hye ri sebelum Mrs.Kim menyudahi acara ulangtahunku ini.

Aku memandang semua temanku dan sangat berterimakasih pada mereka semua… termasuk…mmmm…Yeorin yang sosoknya tak tampak hari ini.

 

=FIN=

 Yeeaaahhhhhh! akhir’a Bodyguard selesai juga.

gomawo buat yang udah baca dan komen di FF geje ini.hhe.

Love you all *chu readers

12 thoughts on “Bodyguard – chapter 4 [End]

  1. Cieee..
    Senengnya yg dikasih suprise..
    MasA sih Key jalan ke depan kelas sambil nundunk mulu sampe ga tau kalo Hyeri bawa kue..haha
    Ayoo Euncha bikin ff Key-Ri couple lagi yaa..
    Keep writing oKEY !!! Fighting!!😀

  2. finally finally keyhyeri’s back!!
    Kkkk huaaaa sweet bgt deh akhir part nyaa..
    D tunggu ff lainnya yah thorr^^

  3. Akhirnya happy end jg,
    wah,key bner2 panas liat hyeri dah pke dress sexy, narinya jg sksi abz!
    Endingnya Q suka, kereennn..!!
    Eun cha, daebakkk pkqna dch!!

  4. akhirnyaaaaaa…endingnya happy happy…
    andai ada cow gantengnya kyak key nyamperin aku trus bilang “Ijinkan aku untuk menjadi Bodyguard seumur hidupmu, eottae?”
    huaaaaaa…

Gimme Lollipop

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s