Heart to Heart – chapter 1

Heart to Heart adalah sequel dari FF Bodyguard. buat yang belum baca FF Bodyguard, disarankan u/ membacanya dulu biar ga bingung.hhe.

CAST

Main Cast        :

  • Lee Miyoung
  •  2PM Wooyoung

Supporting Cast:

  • Lee Taemin-SHINee
  •  Kang eun min
  •  Kim Key bum- SHINee
  •  Han Yeorin

LENGTH   : Sequel

GENRE    : Friendship, Romance, Family

RATING    : Parental Gguidance, PG-13

_Miyoung PoV_

Bruukkk… aku menjatuhkan tubuhku ke atas sofa ruang tamu keluargaku.

Yeah! Keluargaku yang berantakan ini.

Aku tidak tahu sampai kapan aku dan adikku Taeminie akan bertahan dalam rumah yang lebih pantas kusebut sebagai neraka dunia ini.

Ironis~ Lee Miyoung seorang ratu fashion dan popular di sekolah nya ini, justru hidupnya jauh lebih menyedihkan dari Min Hye ri yang tengah uring-uringan karna namja nya Key.

Aku tersenyum pahit mengingat apa yang terjadi dalam rumahku. Rumah mewah yang isinya hanya kesedihan dan kesunyian, tembok-tembok kokohnya yang dibangun dengan pasir dan bata mahal ini hanya mampu merekam tangisan-tangisanku setiap hari.

“yeobeseyo~ Miyoung imnida!” kataku malas saat ponselku berdering.

“Miyoung-ah! Kau ada di rumah? Mau mengantarku ke butik?” suara Yeorin terdengar sangat bersemangat di sebrang sana, sampai-sampai aku menjauhkan ponsel beberapa senti dari telingaku.

“ne ,aku baru saja tiba. Ke butik? Kau mau aku mengantarmu belanja lagi?” ini sudah ke tiga kalinya dalam seminggu ini Yeorin selalu memintaku untuk mengantarnya berbelanja pakaian.

Yeah! Pakaian-pakaian cantik yang selalu diinginkan oleh setiap yeoja seusiaku, dan tentu saja harga nya tidak murah.

“Ayolah! Kau mau kan? Aku mau membeli dress untuk pesta dansa nanti. Kau tahu kan, aku akan pergi bersama Key!” suara Yeorin terdengar lebih memekakan dari sebelumnya.

“Key? Kau yakin dia akan pergi bersamamu? ” tanyaku sedikit merendahkan Yeorin.

Yeorin adalah murid baru di kelas kami, dia berasal dari Daegu. Tidak terlalu buruk, dia cukup cantik dengan wajah mungil dan rambut panjang nya yang beberapa hari ini telah berubah warna menjadi kecoklatan.

Yeorin jatuh cinta pada Key, ketua kelas kami yang tentu saja menjadi school guide Yeorin selama 3 minggu. Haha! Tak kusangka si Key itu masih saja memiliki aura yang bisa memikat yeoja.

Aku selalu ingin tertawa jika mengingat dulu, saat aku sangat dekat dengan Key. Kami memiliki banyak kesamaan, kami suka fashion, memasak, dan apa lagi yah? terlalu banyak kesamaan. Dan tentu saja aku menyukainya, kurasa Key juga begitu.

Orang bilang, jika terlalu banyak persamaan maka tidak akan menjadi jodoh. Adanya perbedaaan yang membuat namja dan yeoja bisa saling jatuh cinta.

Aku bersyukur Key bersama Hye ri, yeah! Jujur aku sempat shock waktu itu, tapi kekacauan dalam keluargaku jauh membuatku lebih shock.

“Tentu saja! kau lihat Miyoung, tak lama lagi Key itu akan menjadi milikku.” Papar Yeorin berapi-api.

“Well, baiklah. Terserah! Tapi aku sangat lelah hari ini, bagaimana jika besok saja?” usulku karena aku merasa tulang-tulangku remuk.

Aku melempar ponselku ke sembarang arah setelah menyudahi sambungan dengan Yeorin.

Aku memejamkan mata dan menghirup udara perlahan. Mencoba menikmati semuanya walaupun hanya satu detik.

Yeah! Satu detik! Andai aku bisa mengulang satu detik yang baru saja berlalu, aku yakin hidupku tidak akan seperti ini.

“ding dong” suara bel rumah membuatku mengerang kesal.

Siapa sih yang datang malam-malam begini?

Aku membiarkan bel berbunyi hingga tiga kali kemudian berjalan kasar ke arah pintu depan.

Bau alcohol segera menyeruak memenuhi ruang tamu saat aku membuka pintu.

Ini sudah ke 5 kalinya dalam minggu ini eomma pulang dalam keadaan mabuk , tubuhnya sempoyongan dan dalam setengah sadar ia meracau tak karuan.

Seorang namja bertubuh tinggi yang mengantar eomma pulang tersenyum padaku, senyum yang paling memuakkan di muka bumi ini.

Tanpa berkata apa-apa namja itu mendudukkan eomma di sofa kemudian melepas sepatu eomma seolah dia selalu melakukannya setiap hari.

Dan seperti yang sudah-sudah, namja itu hanya berlalu melewatiku tanpa mengucapkan sepatah katapun.

“chogiyeo!” panggilku yang sukses menahan langkahnya di daun pintu, ia menoleh dengan wajah terkejut. Tentu saja! baru kali ini aku mengatakan sesuatu padanya.

“ne?” katanya mendekat ke arahku, aku bisa melihat perubahan ekspresi di wajahnya.

“Ajuhssi, bisakah kau berhenti menjadi kekasih eomma ku selagi ia belum bercerai dengan appa? Apa kau tidak tahu bahwa namja sepertimu itu disebut perusak rumah tangga?” kataku datar dan tanpa ekspresi.

Namja itu terkejut mendengar ucapanku barusan. Ia pasti tidak mengira yeoja semanis diriku ini mampu mengucapkan kata-kata seperti itu.

“kau tidak mengerti. Aku dan eomma mu itu…” tangan nya berusaha menyentuh pundakku, dan dengan cepat aku menepisnya kasar.

“BERHENTILAH MENGANGGAPKU ANAK KECIL AJUHSSI! AKU MENGERTI APA YANG TERJADI! TIDAKKAH KAU MEMPUNYAI ANAK SEPERTIKU? TIDAK TAHUKAH KAU BAGAIMANA RASANYA JIKA EOMMA DAN APPA MU NYARIS BERCERAI DAN EOMMA MU SELALU PULANG BERSAMA KEKASIH BARUNYA DALAM KEADAAN MABUK? ” aku tidak bisa mengontrol emosiku, seluruh amarahku kutumpahkan dalam ucapanku pada kekasih eommaku itu.

Tanpa terasa bulir-bulir air mata membasahi kedua pipiku.

Namja itu hanya tersnyum ke arahku “aku tidak peduli seberapa kau membenciku, tapi suatu saat kau akan mengerti semuanya. Percayalah, aku ini bukan perusak rumah tangga orang. Aku pun mempunyai anak.” Paparnya kemudian pergi, menutup pintu rumah kami.

Aku hanya diam, air mataku semakin deras. Bagaimana bisa dia mengatakan bahwa dia bukan perusak rumah tangga orang?

Kulihat eomma masih tak sadarkan diri di sofa, sambil tertelungkup ia kembali meracau tak jelas.

“Aaarrrggghhhh!!!!” tangan kananku menyapu semua benda yang ada di atas meja di samping pintu masuk hingga tercecer ke lantai. Benda-benda yang semuanya terbuat dari porselen itu pecah, serpihannya berceceran tak beraturan di atas lantai.

Aku menangis sejadi jadinya sambil memandangi serpihan porselen yang warnanya telah berubah menjadi merah.

***

“Nuna! Gwancanhayo? Apa yang terjadi?” buru Taeminie saat melihat serpihan kaca dan tangan kananku yang berlumuran darah.

Aku masih menangis di tempatku dan tak menghiraukan Taeminie.

Ia melirik sosok eomma nya yang tak sadarkan diri karna mabuk.

“Nuna, ayo kuobati.” Katanya seolah hal seperti ini adalah hal yang biasa.

Aku memandang dongsaeng ku penuh iba, aku kasihan melihatnya. Ini jam 9 malam dan ia baru pulang dengan seragam sekolah yang masih menempel di tubuhnya. Tentu saja ia sama sepertiku, mencari kesenangan di luar sana.

“Taemin-ah, apa aku boleh membantu?” seorang yeoja dengan seragam yang sama dengan Taemin berdiri di daun pintu. Ia melihatku penuh kengerian dan ragu-ragu tersenyum padaku saat aku melihatnya.

“Tak usah, kau pulang saja. hari ini kita tidak jadi belajar bersama, lain kali saja ya. Maaf aku tidak bisa mengantarmu pulang, Eun min-ah.” Kata Taemin pada yeoja berambut pendek semi keriting itu.

“Ne, aku pulang ya! Bye!” ucapnya ragu kemudian segera menghilang dari rumah kami.

Taemin membasuh lukaku dengan alcohol,  tapi aku terlanjur mati rasa untuk merasakan betapa perihnya alcohol itu membasahi lukaku.

“Nuna, kau jangan seperti ini. jebal~ aku tak mau terjadi apa-apa padamu, hanya kau yang kumiliki.” Taeminie memandangku dengan wajah gelisahnya yang bagiku terlihat seperti wajah anak berusia 12 tahun.

Aku hanya tersenyum kecil menanggapinya, Taeminie, dongsaeng ku yang malang. Bagaimana bisa namja selucu dan setampan kau ini hidup dalam keluarga yang mengerikan seperti ini? batinku.

“Nuna, apapun yang terjadi aku akan selalu melindungimu. Bukankah aku sudah pernah mengatakannya padamu? Jadi kau tidak usah takut pada apapun, jika eomma dan appa bercerai, tak akan ada yang menggantikan appa. Tak ada! Karna akulah yang akan menggantikan appa untuk melindungimu dan eomma.” Entah sudah yang keberapa kalinya Taemin mengatakan kalimat seperti itu padaku.

Dan seperti yang sudag-sudah, aku tak pernah bisa menanggapi ucapannya itu.

Kini ia menepuk-nepuk pelan lukaku dengan kapas yang telah diberi obat.

Meskipun dia terlihat cute, tapi dia itu namja yang kuat. Tuhan! Lindungi adikku jika suatu saat terjadi sesuatu padaku.

“jadi, yeoja itu pacarmu?” tanyaku mengalihkan pembicaraan.

Kulihat wajah Taeminie segera berubah saat mendengar ucpanku barusan, haha bahkan wajahnya mulai bersemu merah.

“mwo? Kang eun min?… ani~ dia itu sahabatku.” Jawab Taeminie terbata-bata.

Haha, ternyata adik kesayanganku ini sedang jatuh cinta.

“Haha” aku hanya tertawa pelan.

“dia itu hanya sahabatku nuna, kenapa kau tertawa seperti itu?” tanya Taeminie yang mulai salah tingkah.

“baiklah, dia HANYA sahabatmu.” Kataku kemudian menempelkan jari telunjuk pada mulutku sendiri.

Taeminie hanya tersenyum dan kembali mengobati lukaku. Aku terus memandanginya yang tengah membalut tanganku dengan perban.

Yeah! Dia terlihat sudah terampil melakukan hal seperti ini, tentu saja itu karena aku sudah terlalu sering melukai diriku sendiri.

“Nuna, kau sebaiknya tidur. Biar aku yang mengurus eomma.” Ucap Taeminie seraya membantuku untuk berdiri.

Lagi-lagi aku hanya memandangnya, ada kelelahan dan kesedihan yang terpatri jelas di wajah imut nya itu.

“kita saja yang mengurus eomma. Aku juga anaknya, araseeo?” kataku sambil menepuk kening nya penuh canda.

***

Suasana di kelas selalu sama seperti hari-hari sebelumnya. Hanya saja kali ini semua orang lebih senang membicarakan soal pesta dansa. Yeah! Pesta dansa ‘illegal’ yang selalu diadakan setiap tahun.

Huaaahhh…. Sudah yang ke 4 kalinya aku menguap mendengar celotehan murid baru dari Daegu ini tentang namja kesukaannya, Key.

Tuhan! Kenapa yeoja ini harus duduk di sampingku?

“kau tahu? Aku memaksa Key untuk mengantarku lagi kemarin. Aku yakin ini akan membuat Hye ri marah dan mengakhiri hubungan mereka.” Yeorin kembali berceloteh soal Key.

Baiklah! Setidaknya ocehan membosankannya itu membuatku lupa soal rumah dan keluargaku.

“Han Yeorin, kenapa kau tidak mencari namja lain saja? kau lihatkan? Masih ada Choi Minho dan Kim Jonghyun. Mereka tidak terlalu buruk.” Kataku asal, sejujurnya aku merasa sedikit bersalah pada Hye ri karena aku yang selalu menggoda Yeorin bahwa ia akan jatuh cinta pada Key.

“kau ini bagaimana sih Miyoung? Kau yang selalu bilang bahwa wajar saja jika aku mnyukai Key. Kenapa sekarang kau berbicara seperti ini?” Yeorin mengerucutkan bibirnya kesal.

”Arasseo!araseeo!  Terserah kau saja, aku sedang tidak ingin cerewet hari ini.”

Yeorin segera berhambur ke arah Key saat namja itu masuk ke dalam kelas, syukurlah yeoja itu pergi.

Aku kembali berkutat dengan ponsel flip terbaruku yang baru kubeli beberapa hari yang lalu. Yah, karena bentuknya yang lucu dan warnanya pink, maka aku membelinya untuk sekadar iseng.

Ternyata ponsel ini lumayan bagus juga.

“Jadi, kau sudah punya pasangan untuk ke pesta dansa?” sebuah suara lembut mengagetkanku, aku segera menutup layar flip ponselku dan menaruhnya dalam tas.

“Kim Jonghyun?” kataku, tiba-tiba saja ia telah berada di sampingku, duduk di kursi Yeorin.

“belum.” Kataku singkat.

“mau pergi bersamaku?” tanyanya langsung.

Hei! Sejak kapan Jonghyun mengidolakanku? Dia itu kan playboy yang senang menggoda banyak yeoja di sekolah.

Aku justru berharap Choi Miho yang akan mengajakku pergi bersama, tapi ya sudahlah! Aku pun tak terlalu peduli dengan siapa aku pergi ke pesta dansa. Kim Jonghyun tak terlalu buruk dan dia lumayan tampan.

“tentu!” jawabku tanpa pikir panjang.

***

Akhirnya pesta dansa itu tiba, dengan dress putih dan tiara kecil yang menghiasi rambut panjangku, aku pergi bersama Kim Jonghyun.

Kuakui Jonghyun sangat tampan dengan celana jeans ketat dan sneaker high cut nya.

Seluruh mata di pesta dansa memandang ke arah kami, termasuk Key yang tengah berdiri di salah satu sudut bersama Jinki.

Aku hanya tersenyum ringan saat melewati mereka, rasanya di mataku sudah tak ada hal yang menarik lagi saat melihat Key. Dia tak lebih dari orang yang pernah menjadi sahabatku.

Pesta dansa kali ini sangat daebak! Kau tahu? Min Hye ri yeoja yang hobi berdebat saat pelajaran bahasa Inggris itu mengejutkan semua orang dengan sexy dance nya. Aku tidak tahu dari mana ia belajar hal seperti itu.

Haha, lucu sekali. Berkali kali Key terlihat khawatir saat Hye ri menari dan menjadi pusat perhatian. Key menyelusup dan bergabung bersama Hye ri untuk menari, yeah! Dia kan dancing machine, mendengar music sedikit saja badannya tak bisa diam.

Beberapa kali Hye ri melakukan gerakan super sexy ke arah Key, membuat semua orang bersorak. Sorakan yang lebih ramai dari saat pelajaran bahasa Inggris.

Kulihat Key berbisik pada Hye ri di tengah dance panas mereka, tapi Hye ri tak menghiraukannya.

“apa kau juga mau menari?” tanya Jonghyun tiba-tiba sambil mengulurkan tangan kanannya.

Aku terperanjat dan segera menaruh cangkir wine ku. Well, aku memang masih SMA tapi entah sejak kapan aku menjadi akrab dengan minuman jenis ini.

“hanya gerakan sederhana saja, aku sedang tidak ingin berkeringat.” Kataku dan menyambut tangan Jonghyun.

Jonghyun dan aku bergabung bersama Hyeri,key dan yang lainnya di lantai dansa.

Jonghyun segera menunjukkan gerakan enerjiknya dan membuat yeoja-yeoja berteriak histeris. Tapi aku tidak focus pada apa yang diteriakki  yeoja-yeoja itu.

Kini Hye ri dan Key tepat berada di sampingku, Key kembali mendekatkan wajahnya ke telinga Hye ri dan membisikkan sesuatu.

Hey! Aku bisa mendengarnya. Haha, kurasa inilah yang daritadi yang dibisikkan Key pada Hye ri.

“Berhentilah menari seperti itu, aku takut dress mu merosot Min Hye ri. ”

Aku menutup mulut dengan kelima jari tanganku yang tadi siang baru kuhiasai kutek warna warni di salon, ya Tuhan! Perutku sampai sakit menertawakan apa yang barusan dibisikkan Key.

“gwaencanha?” tanya Jonghyun sambil terus menari di sampingku.

“Haha.. ne..ne..ne.. gwancanha.” Kataku dan tentunya aku masih tetap tertawa.

Akhirnya aku memutuskan mengikuti Jonghyun saat ia menarikku keluar dari lantai dansa.

Ia membawaku ke sebuah sudut yang sedikit sepi.

“wae?” tanyaku yang masih sedikit terkekeh karena Key.

“kita di sini saja.” jelas Jonghyun yang nafasnya masih tak beraturan karena dance nya tadi.

Aku hanya mengikutinya, ia menyodorkanku segelas wine. Ia meneguk wine nya sambil sesekali tersenyum tak jelas.

Satu gelas, dua gelas dan entah gelas keberapa yang tengah kuteguk ini. aku tak peduli. Semakin banyak yang kuminum, semakin aku melupakan setiap hal yang ada di rumahku.

Aku meneguk wine yang tersisa di gelas, hanya wajah Jonghyun yang kuingat dan sebuah suara “kau beri dia minuman apa?” sebelum semuanya berubah menjadi gelap.

=TBC=

Gimme Lollipop

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s