Dazzling Autumn – Part 2

Dazzling Autumn – Part 2

Main cast :

Kim Ki bum [Key] | Min Hye ri

Supporting cast :

Lee Jinki [Onew]|Min So Hee |The rest of SHINee members|Nicole KARA|Luna f(x)

Author             : Song Eun cha

Length             : SEQUEL

Genre              : Friendship, Horror,Romance,Mystery

Rating             : PG 15

_Key PoV_

Seberkas cahaya menembus celah-celah jendela kamarku, membuatku mau tak mau membuka mata yang masih berat ini.

Terdengar suara kicauan burung-burung kecil yang bersarang di atap kamar.

Haha, I almost forget them.

Aku menyibakkan selimut yang masih menutupi tubuhku kemudian perlahan meregangkan otot-otot yang sedikit kaku dan duduk di tepi ranjang, menunggu seluruh nyawaku terkumpul.

Kepalaku sedikit pening, well apa yang terjadi semalam?

Aku meraih sesuatu yang tergantung di leherku, necklace chain yang kemarin diberikan Hye ri.

Masih sama seperti saat Hye ri pertama kali memberikannya, bentuknya kunci dengan warna pink di setiap selusur rantainya. Hanya saja kini ada sedikit bekas hangus pada kunci ini.

Haha, Hye ri sangat tahu aku menyukai warna pink.

Aku hanya menunduk malu mengingat apa yang selanjutnya terjadi semalam.

Yeah, aku dan Hye ri berciuman sesaat sebelum ia pulang. Entah hanya perasaanku saja atau sejenisnya, aku merasa Hye ri sedikit berbeda.

Dia jadi…ehhmmm..sedikit agresif. Tidak seperti Hye ri yang biasanya.

Bahkan Hye ri terus melumat bibirku tanpa henti tadi malam.

It was a passionate kiss. Tapi aku juga tidak mengelak bahwa aku menginginkan ciuman yang seperti itu.

“tok..tok..tok..” tiba-tiba seseorang mengetuk pintu kamar.

“Kibum-ah kau sudah bangun?” terdengar suara eomma di balik pintu.

“ne eomma, masuklah.” Kataku masih tetap duduk di tepi ranjang.

Wajah tirus eomma terlihat begitu ia masuk ke kamarku. Rasanya eomma semakin kurus saja.

Ia mengenakan baju terusan panjang warna coklat. Ia memandangku kemudian ikut-ikutan duduk di tepi ranjang di sampingku.

“So, how do you feel?” tanya eomma

“Fine. Aku hanya sedikit lelah” Jawabku singkat

Eomma tersenyum ke arahku, senyuman yang sama setiap kali ia mencemaskanku.

“you know, tadi malam aku mengobrol banyak dengan Hye ri dan……” aku menggantungkan kalimatku seraya menatap mata eomma ragu.

“Hye ri?” eomma mengernyitkan dahi nya.

“…jangan tanyakan apa yang selanjutnya kami lakukan… it was just a kiss…” lanjutku tanpa berani menatap mata eomma lagi. Jess! Wajahku sudah memerah *blush*

Aku bisa merasakan eomma sedang menatapku, entah apa yang dipikirkannya.

Hanya keheningan yang menyelimuti kami. Untuk beberapa saat, aku sempat berpikir bahwa eomma akan marah mendengarnya.

 “Tenang saja eomma. It was just a kiss” kataku sambil menempelkan ibu jari dan telunjuk tangan kananku.

Eomma masih menatapku. Oh my~ what does she think?

Tak lama ia mengelus pipiku “kau perlu banyak istirahat Kibum. Bersihkan wajahmu dan segeralah turun untuk sarapan, atau kau ingin sarapan di sini?” akhirnya eomma mengatakan sesuatu, ia hanya tersenyum padaku.

Syukurlah eomma tidak berpikiran macam-macam tentang aku dan Hye ri.

Kim ki bum, babo! Kenapa kau mengatakan hal private seperti itu?

“Aku akan segera turun, tapi mungkin agak lama. Kepala ku masih sedikit pening.” Kataku seraya beranjak lemas dari tepi ranjang.

 “Kibum-ah gwaencanha?” dengan cepat eomma meraih tangan kananku saat aku merasa sedikit oleng, ia berusaha untuk memapahku yang hendak pergi ke kamar mandi.

“gwaencanha.” Aku memijat pelipisku ringan dan membiarkan eomma memapahku sampai ke pintu kamar mandi yang masih berada di dalam kamar.

***

Nyaris satu jam aku merapikan diri. Setelah mandi aku merasa lebih segar dan… bersemangat.

Aku segera mengenakan celana jeans favoritku dan memakai hoodie putih ku yang belum sempat kupakai sejak membelinya.

Musim semi benar-benar telah tiba dan inilah yang dikatakan dengan cuaca yang sejuk. Well, kurasa dingin.

Ah!aku meraih kacamataku yang tersimpan di meja di samping ranjang. Aku masih malas mengenakan lensa kontak.

Perlahan tapi pasti aku berjalan menuruni tangga dan menuju ruang makan.

Jonghyun hyeong sempat menawarkan diri untuk membantuku turun, tapi aku menolaknya karena aku sudah benar-benar jauh lebih baik.

Beberapa sosok yang sudah kukenal berada di ruang makan.

Appa dan Jonghyun hyeong duduk di kursi mereka seperti biasanya, dan eomma…kulihat ia sedang mengangkat panci ke atas meja makan.

Dan… wait… who’s that? Ada orang lain. Dua orang yeoja.

Hye ri dan So Hee? Pikirku sesaat. Aniyo, itu tidak mungkin.

Mereka berdua duduk bersebelahan dan sedang berbisik-bisik mengenai sesuatu.

Aku meneruskan langkahku dan semakin mendekat, hingga aku mengenali siapa dua yeoja itu.

Yeah, satu-satunya yeoja berambut super pendek hingga semua orang bisa melihat tenguknya- Nicole dan yeoja dengan rambut pirangnya yang sangat buruk- Luna.

Semangatku seketika hilang saat mengenali dua yeoja yang tiba-tiba ada di rumahku itu.

Mereka belum menyadari kedatanganku dan masih berbisik-bisik.

Samar-samar aku mendengar apa yang mereka bicarakan.

“Nicole, kau tahu? Katanya semenjak sadar dari koma Key itu…” sial! Aku tidak bisa mendengar kata terakhir yang diucapkan Luna pada Nicole.

Wajah Nicole sedikit cemas, seolah ia tidak percaya pada apa yang barusan dikatakan Luna.

“sudahlah Luna, that’s normal! Aku juga akan seperti dia jika aku koma selama tujuh hari.” Kata Nicole ketus.

Aku berdeham kecil agar mereka semua menyadari kedatanganku.

Kulihat Nicole dan Luna segera berhenti berbisik-bisik.

“Kibum-ah kau sudah selesai? Ayo segera sarapan.” Sambut appa yang paling dulu menyadari kedatanganku di ruang makan.

Aku segera menarik kursi yang berhadapan dengan tempat Jonghyun hyeong duduk.

“Ah! Kibum. Kau terlihat lebih dewasa dengan kacamata.” Jonghyun hyeong mengangkat kepalanya dari nasi goreng nya.

“Haha, I’m already 20 hyeong.” Jawabku ringan seraya membalikkan piring yang ada di hadapanku.

“Hmmm…” Nicole berdeham, kurasa agar aku menyadari keberadaannya.

“Ah! Aku hampir lupa. Nicole dan Luna datang untung menjengukmu.” Jonghyun hyeong melempar pandangannya ke arah Nicole dan Luna bergantian.

Mau tak mau aku terpaksa menoleh ke arah dua yeoja aneh itu.

Nicole segera tersenyum padaku, memamerkan deretan gigi nya yang tersusun rapi. Sementara Luna tersenyum ragu.

“Annyeong Key, aku dan Luna senang kau sudah sehat. Mianhae kami datang sepagi ini.  kami harus pergi ke kedutaan, ada yang harus kami urusi.” Jelas Nicole panjang lebar dan aku sama sekali tidak peduli apa yang akan ia dan Luna lakukan.

“gomawo… tapi kenapa kalian tidak mengunjungi kedutaan terlebih dahulu sebelum mengunjungiku? Kalian tau? It’s early morning dan kalian sangat mengganggu!” jawabku ketus dan tanpa mempedulikan mereka aku mulai mengisi piringku dengan nasi goreng.

_Author PoV_

Nicole dan Luna hanya tertegun mendengar ucapan Key barusan. Tak sepatah katapun yang bisa mereka katakan untuk menjelaskan sesuatu pada Key.

“Kibum-ah mereka sudah jauh-jauh menjengukmu!Tak seharusnya kau mengatakan hal tak menyenangkan seperti itu!!!” Jonghyun membentak Key.

Jujur, Jonghyun sama sekali tidak terkejut dengan kelakukan dongsaeng nya barusan.

Key selalu seperi itu, mengatakan tidak pada apa yang tidak ia suka.

Sementara eomma dan appa Key hanya diam memperhatikan apa yang terjadi dan kembali pada aktifitas mereka seolah tak terjadi apa-apa.

“Nicole, Luna maafkan Kibum. Dia belum sepenuhnya sehat, you know… mungkin dia perlu lebih banyak istirahat lagi.” Jonghyun segera mewakili Key untuk meminta maaf.

“Ah! Aniyo oppa, gwaencanhayo. Kami mengerti.” Luna menanggapi Jonghyun dengan seulas senyum yang dipaksakan.

Jonghyun hanya tesenyum kecil, tak tahu harus mengatakan apa lagi. Ia tahu Nicole dan Luna pasti tersinggung dengan ucapan dongsaaengnya barusan.

Pagi itu ruang makan keluarga Kim hanya dipenuhi oleh suara alat-alat makan yang saling beradu dan bergesekan.

“Well, ini sudah terlalu siang kurasa. Aku dan Luna sebaiknya segera pergi untuk mengurus visa. Maaf kamu sudah mengganggu.” Nicole memecah keheningan setelah ia menguk segelas air putih.

“Secepat itu kah? Ini baru jam 9 Nicole. Apa kalian tidak tinggal lebih lama?” eomma Key mengangkat wajahnya dari sisa nasi goreng yang ada di piringnya.

“kamshahamnida ahjumma. Tapi ini sudah cukup siang.” Kali ini Luna yang menjawab.

“Ah! Kalau begitu hati-hati di jalan.” Eomma Key akhirnya mengijinkan mereka pergi.

Dengan ragu Nicole berjalan mendekati kursi Key, Key masih sibuk dengan sarapannya dan seolah tak mendengar bahwa mereka baru saja berpamitan.

“Key, We’ll leave now. Segeralah sehat seperti dulu. Aku merindukanmu.” Nicole akhirnya memberanikan diri untuk berbicara pada Key, kemudian dengan cepat mengecup pipi Key seperti yang biasa ia lakukan setiap bertemu dengan Key.

Key hanya memandang Nicole sekilas tanpa menanggapi apapun yang dilakukan atau diucapkan Nicole.

***

Matahari terus beranjak naik hingga tepat berada di atas kepala. Cahaya nya sangat terik menyinari kota Seoul, tapi tak sedikitpun menghangatkan cuaca musim gugur yang sejuk ini.

Key duduk bosan di bangku kayu di pelataran samping rumahnya, tak ada yang bisa ia lakukan. Eomma nya melarang Key kembali ke kampus hingga akhir tahun ini.

Key sempat berdebat soal ini, itu tandanya ia harus mengulang satu tahun perkuliahan dan menunda kelulusannya selama satu tahun juga.

Namun akhirnya Key mengikuti kehendak eomma nya, ada benarnya juga apa yang dikatakan eomma nya.

“Kau sudah terlanjur tertinggal Key, lebih baik mengulang nya tahun depan saat kondisi mu sudah benar-benar sehat.”

Key mengedarkan pandangannya ke setiap penjuru, matanya terus berkeliling mengamati setiap hal yang ada di sekelilingnya.

Key marasakan keheningan menyelimutinya, entah mengapa koma tujuh hari itu membuatnya menjadi seperti orang linglung.

Seolah Key telah menghilang dalam waktu yang tidak sebentar.

Sebuah senyum melengkung di wajah tirus nya ketika ia merasa bahwa ia benar-benar merindukan rumah nya itu.

Ada banyak hal yang rasanya telah ia tinggalkan untuk waktu yang lama.

Mata Key terhenti pada perban tebal yang masih membalut pergelangan tangan kiri nya. Ia kembali teringat luka itu.

Key memandang tangan kiri nya lekat-lekat, mengingat-ingat apa yang sebenarnya terjadi.

Akal nya masih cukup sehat untuk menyadari bahwa itu bukan lah luka yang wajar.

Tangan kanan Key bergerak perlahan, mencoba membuka perban yang membalut pergelangan tangan kirinya.

Dengan sedikit rasa takut ia mulai membuka perekat perban, tangan nya gemetaran, merasa siap tak siap untuk kembali melihat luka yang janggal itu.

Gerakan tangan Key seketika terhenti oleh bayangan seseorang yang berdiri tepat di belakang nya.

Key tersontak dan mengangkat wajahnya, ia segera memutar badannya untuk melihat siapa yang sudah membuatnya terkejut.

“Nicole?” Key membulatkan matanya, ia sama sekali tidak menyadari kapan yeoja itu datang.

“Hai Key. Mianhae membuatmu terkejut. Aku memanggilmu tapi kau tidak mendengarku sepertinya.” Nicole tersenyum lebar kemudian duduk di bangku kayu di samping Key.

Key tidak terlalu senang dengan kedatangan yeoja itu, tapi ia menjaga perasaan yeoja yang sudah setahun ini terus mengejar-ngejarnya dengan tetap diam dan membiarkan Nicole duduk di sampingnya.

“what are you doing here?” Nicole membuka pembicaraan.

“nothing.” Jawab Key singkat.

“you have nothing to do?” tanya Nicole lagi dan dijawab dengan gumaman ringan oleh Key.

“Well, I’m sorry to say this Key but why don’t you go out there to play with?” sebenarnya Nicole ingin mengajak Key ke suatu tempat.

Yeah, yeoja berambut super pendek ini sudah lama menyukai Key. Bahkan bisa di bilang sejak pertama kali mereka berkenalan Nicole sudah mulai menaruh perasaannya pada namja fashionable ini.

Mereka berkenalan di USA, saat keduanya sama-sama sekolah di salah satu sekolah menengah di sana dan keduanya adalah murid international.

Keduanya sangat dekat dan bahkan Nicole sendiri menganggap Key pun menaruh perasaan yang sama padanya karena selama di USA Key selalu memperhatikannya.

Hingga masa sekolah mereka usai dan keduanya kembali ke Korea pun Nicole masih menaruh perasaan yang sama dan menunggu waktu Key akan menyatakan perasaannya.

Namun perkiraan Nicole meleset, perhatian yang selama ini diberikan Key terhadapnya telah disalah artikan. Key hanya menganggap Nicole sebagai adik dan teman seperjuangan selama di USA.

Key sama sekali tidak menaruh perasaan seperti yang Nicole rasakan padanya. Awal nya Nicole masih mengelak kenyataan itu, namun semuanya semakin jelas ketika Key berpacaran dengan Min Hye ri.

Hal tersebut membuat Nicole murka, dan membuatnya membenci Hye ri seumur hidup.

Semuanya masih berjalan seperti sebelum Key memergoki Nicole yang mengancam Hye ri untuk menjauh dari Key. Bahkan Nicole nekat menampar Hye ri dan berujung pada sebuah pertengkaran hebat.

Itu lah yang membuat Key mulai melonggar dari Nicole dan memutuskan untuk berhenti menjadi pelindung sekaligus oppa bagi Nicole.

“Actually I want to” jawab Key singkat, membuat Nicole sedikit kikuk.

“So.. I’m going to go to some interesting places, do you wanna go with me?” Nicole tak henti-hentinya berusaha untuk mendapatkan perhatian Key.

Key diam, perlahan ia bergerak memandang Nicole “I’d love to but, I don’t think that I wanna  go there with you!”

Jawaban Key barusan sudah cukup untuk membuat Nicole putus asa untuk yang kesekian kalinya.

Tapi rupanya yeoja ini tidak pernah mengenal kata putus asa. Ia terus berusaha untuk mendapatkan perhatian Key, setidaknya seperti saat mereka di USA dulu.

FLASH BACK

“What are you doing here?” tanya Key yang tiba-tiba muncul dan duduk di samping Nicole.

“eopsseo~” jawab Nicole, matanya masih sembab dan suaranya tertahan oleh tangis.

“Hey! Kau menangis?” Key menundukkan kepalanya agar bisa melihat wajah Nicole.

“ani!” jawab Nicole seraya menutupi wajahnya dengan tangan kanannya. Meskipun ia mengatakan tidak, suaranya tetap tidak bisa membohongi Key.

“geotjimal!” seru Key, sikapnya yang seperti seorang eomma itu muncul.

“Ani! Sudah kubilang aku tidak…hiks…” Nicole berusaha menyembunyikannya dari Key, tapi tetap tidak bisa.

“Haha, lihatlah! Kau sudah seperti ini dan masih berbohong?” ledek Key sambil terkekeh pelan.

Nicole tidak menanggapi Key dan tetap menangi sejadi-jadinya

“Aigu~ stop crying baby! Tell me what’s happen?” Key menarik Nicole ke dalam pelukannya dan berusaha menenangkan yeoja itu.

Perbuatan Key membuat Nicole menangis semakin kencang.

“just cry if you want to! And tell me what’s happen if you want to.” Sekali lagi Key menunjukkan perhatian yang luar biasa pada yeoja ini.

Untuk beberapa menit Key membiarkan Nicole menangis di pelukannya. Mencurahkan seluruh kesedihannya.

Nicole akhirnya berhenti menangis, ia masih diam di pelukan Key.

“So, do you want to tell somethin’?” Key kembali memancing Nicole untuk mengatakan sesuatu.

Nicole beranjak, melonggarkan dirinya dari pelukan Key. Masih sedikit sesenggukan, ia kembali mengusap air matanya.

“Key…aku…hiks…” Nicole berusaha untuk mengatakan sesuatu.

Key masih sabar menunggu Nicole menceritakan apa yang terjadi.

“…someone just told me that I’m not that beautiful to join Princess school contest…” akhirnya Nicole berhasil mengatakan apa yang daritadi mengganjal hatinya, air matanya kembali tumpah.

“Haha, so that’s the thing?” Key malah tertawa mendengar apa yang membuat Nicole menangis, membuat Nicole semakin kesal.

“Stop that Kim Kibum! It’s not fun!” Nicole dengan cepat beranjak dari tempatnya dan hendak meninggalkan Key yang masih menertawakan dirinya.

Namun Key segera menahan tangan Nicole “Tell me who told that?” wajah Key segera berubah menjadi serius, membuat Nicole menghentikan tangisnya.

Mereka berbincang cukup lama, mungkin satu jam.

“Well, tomorrow I’ll pick you up at 9. Be ready.” Ujar Key seraya mengedipkan matanya kemudian beranjak dan meninggalkan Nicole.

Nicole terus memandangi punggung Key hingga akhirnya namja itu menghilang dari pandangannya.

ia masih mengingat hal apa saja yang barusan dikatakan Key padanya, Key berjanji akan membuat Nicole menjadi ratu fashionista di sekolah, dengan begitu ia bisa menjadi Princess school tahun ini.

Dan besok Key akan mulai mengajari Nicole untuk mix and match berbagai macam baju.

Jam 9 di taman sekolah, dalam ingatannya Nicole mencatat jelas hal tersebut.

Hanya dengan mengingat apa yang barusan dilakukan Key padanya, tiba-tiba membuat jantung Nicole tak henti-henti nya berdetak hebat. Ada sesuatu yang terus menghentak-hentak di dalam dada nya membuat pipi nya memerah setiap kali ia mengingat Key.

***

“Key……” langkah Nicole terhenti ketika ia menangkap sosok lain bersama Key.

Nicole menggenggam erat hadiah yang sudah ia persiapkan untuk Key. Ia bersembunyi di balik pohon beberapa meter di belakang Key, memasanng telinganya tajam.

“Have been waiting so long?” tanya Key pada yeoja yang berdiri membelakangi nya.

“Ah! Key! Aniyo, aku baru saja sampai.” Yeoja dengan setelah jeans dan kaos v neck simple itu berbalik sehingga kini mereka saling berhadapan.

Mereka berdua diam, terlihat seperti orang bingung yang entah mau melakukan apa.

Key menggosok-gosok tenguknya sementara si yeoja hanya menundukkan kepalanya dengan wajah yang amat merah.

“mmm… Hye ri-ya… you know what? Yesterday was a delicious dinner. ..” Key menggantungkan kalimatnya, menunggu reaksi dari yeoja bernama Min Hye ri itu.

“…yeah… that was delicious. The most delicious dinner I ever had.” Malu-malu Hye ri mengangkat wajahnya dan memaksa dirinya untuk menatap Key.

Key tersenyum tipis “promise me that next time we’ll do it again.” Key bergerak mendekati Hye ri.

“Hye ri? Min Hye ri?” bisik Nicole pelan.

Nama yang tidak asing di telinga Nicole.

“Jadi itu Min Hye ri? Yeoja yang selalu diceritakan Key? Key’s first love? I never think that Hye ri is really exist.” Gumam Nicole, matanya mulai berkaca-kaca.

Nicole masih bersembunyi di balik pohon, memperhatikan apa yang dilakukan Key dan yeoja bernama Hye ri itu.

“..aku…” ucap Key dan Hye ri bersamaan

“kau dulu.” Kata Hye ri buru-buru, wajahnya kembali memerah.

“Aniyo. Ladies first.” Key tak mau kalah dengan Hye ri.

“Aniyo, kau saja…”

“..kau saja…”

“kau duluan Key…”

“aniyo.. aku… baiklah…” akhirnya Key menyerah pada yeoja itu dan membiarkan dirinya berbicara lebih dulu.

“It’s… do you remember the thing that I wanted to say last night?” Key mulai mengutarakan isi hatinya, sedikit berputar-putar memang.

“ne, I remember. What’s that? I think it’s kinda very important. Am I…right?” Hye ri menyipitkan matanya ke arah Key.

“mmm…” Key menarik nafas dalam, mengumpulkan seluruh keberanian nya untuk mengatakan hal yang sudah lama disimpannya.

Hye ri memandang Key ragu, menunggu namja itu melanjutkan kalimatnya.

“So, what do you want to say?” deg..deg..deg.. Hye ri merasa sesuatu yang sangat hebat terus menghentak-hentak dalam dirinya.

“It’s…” Key menggantungkan kalimatnya lagi, ia menundukkan kepalanya dan terus bergerak mendekati yeoja di hadapannya.

Hye ri hanya diam, berharap Key tidak mendengar suara jantung nya yang berdetak semakin kencang.

“…I just want to get closer with you… and if you don’t mind…” Suara Key sedikit bergetar.

“…let me be the key of your heart…” Key menarik nafas panjang. Akhirnya ia sudah mengatakan apa yang selama ini tertahan dalam hatinya.

Hye ri tersenyum kecil, meskipun wajahnya sudah sangat merah. Tapi ia tak bisa menyembunyikan rasa senang nya.

Perlahan Key meraih tangan Hye ri dan menatap yeoja itu tajam, membuat Hye ri nyaris mati lemas karena mendapat perlakuan seperti itu dari seorang Keybum.

“..you are already… the Key of my heart…” bisik Hye ri, membuat sebuah senyum lebar melengkung di wajah Key.

Key semakin mendekat, tanpa kata-kata ia mulai mendekatkan wajahnya ke wajah Hye ri. Hye ri hanya memejamkan matanya, membiarkan Key memberikan sebuah kecupan kecil di bibir nya.

…………

Nicole nyaris menjatuhkan benda di tangan nya, air matanya sudah tak bisa dibendung lagi. Tubuhnya bergetar lemas.

Matanya membulat ketika melihat Key mulai mendekatkan wajahnya ke wajah Hye ri.

Hati Nicole terasa perih, seolah dicabik-cabik kemudian di beri air keras.

Nicole menarik nafas panjang kemudian memejamkan matanya, membiarkan bulir-bulir airmata yang menyakitkan itu membasahi wajahnya.

Perasaannya sangat kacau. Ia bersumpah mulai hari itu ia akan membenci yeoja bernama Min Hye ri.

“Key…”Gumam Nicole di sela tangisannya kemudian ia beranjak meninggalkan tempat paling menyiksa itu.

***

“So, you are the girl named Min Hye ri?” Nicole berdiri tepat di hadapan seorang yeoja yang bertubuh lebih mungil darinya.

“I’m Min Hye ri.” Kata yeoja itu beranjak dari tempat duduknya dan memandang Nicole heran.

Nicole melepas sunglassesnya dan menampakan wajah aslinya di depan Hye ri.

“I’m Nicole. I don’t think that we have to introduce each other… I just want you to back off!” ancam Nicole tanpa basa-basi.

“what do you…” belum sempat Hye ri menyelesaikan kalimatnya Nicole segera menyambarnya.

“leave Key! He is mine! And from now on, I don’t wanna see you around him. Arasseo?!” tanpa memperdulikan suasana café yang lumayan ramai itu Nicole kembali melontarkan ancamannya pada Hye ri.

“mweo? Do you think that I’ll do the fucking silly thing?” rupanya ancaman Nicole barusan telah menaikkan tekanan darah Hye ri dengan cepat.

“Just leave Kibum!” sekali lagi Nicole melontarkan ancamannya pada Hye ri.

“Who are you?” tanya Hye ri, sesuatu yang buruk menghinggapi pikirannnya.

“me? I’m Nicole, Key’s girlfriend.” Jawab Nicole ringan.

“haha? His girlfriend? Don’t tell such bullshit darl! I’ll never believe it!” Hye ri melontarkan senyum evil nya.

“I don’t know who you are and I don’t care! Tapi jangan harap kau bisa merusak hubunganku dengan Key!” tambah Hye ri kemudian beranjak meninggalkan Nicole.

“wait!” Nicole tak kenal lelah, ia menahan satu tangan Hye ri.

“I’m serious! Leave him! He is mine! ARASSEO?!”  kali ini Nicole kehabisan kesabarannya. Mengancam Hye ri ternyata tak semudah seperti ia mengancam yeoja-yeoja lain yang mendekati Key.

“you bitch!” Hye ri pun kehilangan akal sehatnya.

Pertengkaran pun tak bisa dihindarkan, mereka mulai saling memukul dan menjambak rambut.  Dibanding melerai kedua yeoja yang memperebutkan sebuah kunci, orang-orang yang ada di café malah menonton pergulatan mereka yang semakin sengit.

Hingga seorang namja dengan skinny jeans, jaket baseball orange dan keds high cut datang dan masuk dalam kerumunan orang yang menonton pertengkaran itu.

“Oh my~ what the hell is this? Min Hye ri stop it!” ujar key ketika melihat pemandangan yang menurutnya tidak pantas dilakukan oleh yeoja. Hye ri mengabaikan ucapan Key dan kembali menjambak rambut Nicole.

“Jung Nicole you stop this now!” Key kembali berteriak, tapi tak satupun dari kedua yeoja itu yang mendengarnya, membuat Key semakin kesal.

“you bitch! Eat this!” Nicole menancapkan kuku jarinya di wajah Hye ri

Pertengkaran terus berlangsung, Key yang sudah kehilangan kesabarannya bergerak mendekati kedua yeoja itu dan berusaha memisahkan mereka.

Key menyelip di antara mereka dan mendorong tubuh Hye ri menjauh, hye ri masih menendang-nendang ke arah Nicole saat Key berhasil memegangi pinggangnya dan setengah mengangkat tubuhnya.

Sementara Nicole ditarik oleh seorang namja yang mengenakan polo shirt putih.

“STOP THIS!” sekali lagi Key memekikkan suaranya untuk membuat kedua yeoja itu berhenti saling meneriakki dan memukul.

Seketika suasana menjadi hening, Key memandang Nicole dan Hye ri bergantian.

“What are you both doing? You both are girls! Kalian tidak seharusnya melakukan hal seperti ini!” Key tidak bisa menahan emosinya karena ia adalah orang yang akan mengatakan tidak pada hal yang tidak ia sukai.

“She told me that she is your girlfriend and I have to back off! To leave you! JELASKAN ITU KIM KIBUM!!!” Hye ri membuka mulutnya meskipun rasa perih menjalar di sekitar mulutnya.

Key terperanjat mendengar ucapan Hye ri barusan, ia memandang Hye ri yang terlihat masih kesal kemudian melempar pandangannya ke arah Nicole.

“Nicole… is that…”

“That’s right! I told her to leave you. Is it wrong?” poting Nicole cepat.

“But… you are not my girlfriend.” Key sedikit salah tingkah dan bingung harus mengatakan apa agar tidak menyakiti kedua yeoja itu.

“I know but.. am I wrong to keep my heart just for a Key? I just… I just can’t let you be with other… I just can’t…” Nicole menhentikan ucapannya dan menumpahkan airmatanya.

Dengan mata terbelalak, perlahan Key melangkah mendekati Nicole.

“Nicole, I’m sorry. I don’t know you… I just can’t love you more than a best friend…” Key menunduk, tak berani menatap mata Nicole karena ia tahu ia telah menyakiti perasaan Nicole.

“You don’t even give me a single chance Key.” Bisik Nicole

“I’m so sorry. I told you that my heart is filled with Hye ri, don’t you remember that?”

“BUT I NEVER THINK THAT MIN HYE RI IS REALLLY EXIST!! I THOUGHT IT’S JUST YOUR IMAGINATION!!!” Nicole tak percaya Key akan benar-benar menyakiti hatinya.

 “friends are precious like jewel, you can’t find the same shape, they’re all unique in their own way” gumam Key seraya menaruh tangannya di pundak Nicole kemudian tersenyum tipis.

“I’m sorry…” ucap Key untuk terakhir kalinya kemudian berbalik dan berjalan ke arah Hye ri.

Dengan jelas Nicole bisa melihat Key yang menyentuh wajah Hye ri, mengkhawatirkan beberapa luka yang Nicole buat di wajahnya kemudian Key merangkul yeoja itu dan memapahnya keluar dari café.

 “I swear I’ll make you regret for the rest of your life!” Hanya bulir-bulir air mata yang kemudian mewakili semua kesedihan nya.

END OF FLASHBACK

 

Nicole tersenyum pahit mengingat semua kejadian itu.

“Kurasa aku harus masuk ke rumah, cuacanya terlalu dingin.” Key segera beranjak dari bangku kayu.

Ucapan key seketika membuyarkan Nicole dari kenangan masa lalunya.

“Key…” Nicole menahan Key

“Just give me a chance” Nicole tak pernah patah semangat, ia masih menyimpan perasaannya pada Key setelah sekian lama.

“what do you mean?” Key pura-pura tidak mengerti dan memang ia tidak mau membahas apapun dengan Nicole apalagi masalah ini.

“I know you know.” Jawab Nicole tanpa mengalihkan pandangannya dari daun-daun maple yang mulai berguguran.

“Are you getting insane? Hye ri and I…”

“can you just stop talking about her, Key? She is…” Nicole memotong kalimat Key.

“Stop it Nicole! I don’t want to hear anything from you! Leave me!” Key balik memotong kalimat Nicole kemudian segera melangkah meninggalkan Nicole.

_Key PoV_

Gila! Nicole sudah gila! Apa yang dia lakukan? Dia tahu aku dan Hye ri masih bersama? Kenapa ia tak mencoba mencari namja yang lain?

Aku berjalan cepat menuju rumah agar Nicole tidak bisa mengejarku dan merecoki ku dengan pertanyaan yang sama.

“Key?” seseorang sedang duduk di ruang tamu.

“Hye ri?” aku menyipitkan mataku untuk memastikan bahwa aku tidak salah lihat.

“Kapan kau datang?” aku berjalan ringan mendekati yeoja ku.

“baru saja.” jawabnya singkat, ia mengenakan skinny jeans dan hoodie pink yang longgar. Membuat dadanya samar-samar terbentuk di balik hoodie nya.

Hye ri menaruh majalah yang baru akan ia baca.

“kau dari mana?” tanya Hye ri yang segera menarik tanganku agar aku duduk di sampingnya.

“aku berjalan-jalan di sekitar rumah.hahah. aku bosan.” Kataku hati-hati dan sama sekali tak membahas apapun tentang Nicole.

“bosan? Tentu saja, kau seharian terus di rumah…” Hye ri mengangguk-anggukkan kepalanya.

“Key, bagaimana jika kita melakukan sesuatu?” Hye ri tiba-tiba menawarkan sesuatu, mungkin ia mengajakku jalan-jalan ke luar rumah? Atau mungkin mengajakkku ke mall untuk berbelanja? Who knows?

“mweoya?” tanyaku penasaran, kali ini aku memainkan rambutnya yang mulai panjang.

“How about.. cooking?” Hye ri mengerling sambil menggigit bibir bawahnya.

“Oh God! Cooking? That’s damn great thing! Why did I forget about it?” aku mengutuki diriku yang benar-benar melupakan hal penting dalam hidupku itu.

Hye ri tersenyum puas. Well, aku tahu Hye ri selalu bisa membuatku tersenyum dengan caranya sendiri.

“Aku ingin kau memasak spagheti dan beberapa jenis pasta yang lain, eottae?” Lagi-lagi yeoja ini membuatku gemas dan ingin mencubit pipi nya.

“Not so bad… tapi aku tak punya bahan-bahannya. Let’s go grab some shopping!” aku menyipitkan mataku, memandang hye ri.

Hye ri tersenyum ringan “Kajja!” katanya sambil mengangkat tangan kanannya.

“I’ll change my outfit first, just wait here! It won’t take more than 5 minutes, I promise.” Kataku cepat seraya berlari menuju kamarku di lantai 2.

***

Sesuai janjiku pada Hye ri, tak lebih dari 5 menit aku selesai berganti pakaian dan turun.

Hye ri masih duduk di ruang tamu sambil menyesap secangkir… hot chocolate kurasa.

“Kajja!” kataku saat tiba di hadapannya.

Hye ri menaruh cangkirnya dan beranjak dari kursi “Kajja!”

“Ah! Just fyi, Barusan aku sudah bericara pada eomma mu dan ia mengijinkan kau pergi denganku” tambahnya seraya melingkarkan tangannya di tangan kiriku.

“Ah! Thanks. Let’s go baby! I’ll make you a great spagethi ever. Haha..” kataku bersemangat.

Tapi lagi-lagi Hye ri membuatku terkejut dengan perilaku nya yang berubah.

“wait!” Hye ri menahanku, ia berjalan memutariku dan berhenti tepat dihadapanku. Aku hanya memandangnya, tak tahu apa yang akan ia lakukan.

“Key, do you know somethin’?” tanya nya tiba-tiba, membuatku mengangkat sebelah alis.

“what?”

“there is something warmer than a cup of hot chocolate for an autumn like this…” katanya seraya menaruh jari telunjuknya di bibirku dan menatap bibirku.

Aku hanya diam, jantungku tiba-tiba berdetak lebih kencang. Sepertinya aku tahu apa yang akan Hye ri lakukan.

“Hye ri-ah, I think I know what the answer is…” kataku cepat.

Tak ada senyuman di wajah Hye ri, matanya kini beralih ke mataku.

Seolah bisa membaca pikiran Hye ri, aku segera mendekatkan wajahku ke wajah Hye ri.

Hye ri pun melakukan hal yang sama, membuatku semakin terbawa suasana.

“What’s the answer?” tanya Hye ri saat jarak antara wajah kami hanya sebatas dua jari.

Aku menurunkan telunjuknya yang masih menempel di bibirku, sementara tanganku yang satu lagi menyentuh pipi nya.

“a deep kiss…” kataku singkat dan segera menyentuh bibirnya dengan bibirku. Membiarkan kehangatan menjalari kami.

Aku ikut memejamkan mataku, berharap waktu berjalan lebih lambat dari seharusnya.

=TBC=

 

 

 

3 thoughts on “Dazzling Autumn – Part 2

  1. So sweet Key dan Hyeri😀
    Hyeri itu ada apa nga sih??!! Key doang kyknya yg bisa liat Hyeri dan bilang Hyeri itu ada???!!! -,-
    Nicole kmu tuh perusah hei!! Kkkk~

  2. Wuaaa
    Penasaran pake banget
    Apa yang sebenarnya terjadi?
    Entah kenapa aku justru menaruh rasa curiga yang besar terhadap hye ri
    Nicole.mmg sedikit bitch sih,.tapi kayaknya.nicole tau sesuatu ttg key dan.hyeri

    Puing puing puing…. aku lanjut next part y

Gimme Lollipop

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s