Dazzling Autumn – Part 6

Dazzling Autumn – Part 6

Main cast :

Kim Ki bum [Key] | Min Hye ri

Supporting cast :

Lee Jinki [Onew]|Min So Hee |The rest of SHINee members|Nicole KARA|Luna f(x)

Author             : Song Eun cha

Length             : SEQUEL

Genre              : Friendship, Horror,Romance,Mystery

Rating             : PG 15

-Jonghyun PoV_

Aku berpikir sejenak tentang apa yang dikatakan Kibum barusan.

Ada benarnya juga, jika ia kembali ke villa itu dan mengulangi liburannya mungkin ia akan mengingat hal yang dilupakannya.

Tapi, jika ia mengingatnya lagi mungkin ia akan…

Tapi Lee Taemin sudah mengijinkannya, itu artinya tidak akan apa-apa.

Baiklah sepertinya aku harus berbicara dengan Kibum.

***

“Tok…tok…tok… Kibum-ah, aku masuk ya.” Karena tak ada jawaban dari dalam maka aku memberanikan diri membuka pintu kamar Kibum.

KLEK

Kudapati Kibum tengah duduk di tepi ranjang, ia menekuk kedua lututnya dan memeluknya.

Pandangannya kosong seperti biasa. Yeah! Itulah yang selalu ia lakukan, dan aku yakin tak lama lagi ia akan mengatakan bahwa ia baru saja bertemu dengan Hye ri.

Aku berjalan pelan mendekatinya, ia masih sibuk dengan pikirannya sendiri dan belum menyadari kehadiranku.

“Kibum-ah.” Aku menyentuh tangannya.

“Ah!hyeong! aku…” Kibum sudah sadar dari lamunannya, ia segera bangkit dari ranjang dan mulai melakukan hal aneh.

Ia terlihat salah tingkah dan mulai meraba kancing kemejanya. Sejurus kemudian ia terlihat terkejut dan memandangi kemejanya, kemudian mengedarkan pandangan ke ranjang.

wae?” tanyaku ringan.

Aniyo hyeong, barusan Hye ri… dia ada di sini. Apa kau melihatnya?” Aku sudah menduga hal ini.

Ani, aku tidak melihatnya.” Jawabku ringan.

Kibum masih terlihat bingung dan masih mengedarkan pandangannya ke sekeliling kamar.

“Soal ke villa itu, kau boleh pergi ke sana. tapi kau harus ingat satu hal.” Kataku tanpa mempedulikan Kibum yang masih terlihat kebingungan.

Mwo?” Kibum segera memberikan fokus nya padaku.

“Jika setelah kau pergi ke villa dan kau tetap tidak mengingat apapun. Kau harus bersedia di rawat.”

Mwo? apa maksudmu hyeong?”

“Kau harus bersedia dirawat di  rumah sakit khusus untuk mengembalikan ingatanmu.”

Mwo? aku tidak gila hyeong! Aku hanya melupakan beberapa hal!” Kali ini Kibum terlihat emosi, tapi aku tak peduli.

“Itu jika kau tetap ingin pergi ke villa tanpa masalah.” Ancamku kemudian pergi meninggalkannya.

_KeyPoV_

Stop it Min Hye ri, Jonghyun hyeong akan masuk.” Kataku lagi seraya menjauhkan Hye ri dari tubuhku.

Tapi terlambat, sebelum sempat kami menjauh Jonghyun hyeong telah berada di dekat kami.

“Kibum-ah.” Ucapnya seraya menyentuhku.

Aku terperanjat dan segera bangkit dari ranjang. Tuhan! Jonghyun hyeong melihat kami dalam keadaan yang tidak pantas.

Dengan cepat aku berusaha mengancingkan kemejaku.

Wait! Bahkan kancing kemejaku tidak terbuka sama sekali, bagaimana bisa? Aku yakin tadi sangat berantakan.

Aku berbalik dan mencari Hye ri. Tidak ada! Ke mana perginya dia? Aku kembali mengedarkan pandangan untuk mencarinya.

Tetap tidak ada! Aku kembali berbalik dan terkejut melihat ranjangku yang masih rapi.

Apa yang sebenarnya terjadi?

***

“Itu jika kau tetap ingin pergi ke villa tanpa masalah.” Ancam Jonghyun hyeong kemudian meninggalkanku.

Sudah kuduga! Jonghyun hyeong menganggapku gila, jadi itu sebabnya selama ini ia selalu memandangku dengan tatapan yang sulit diartikan?

Baiklah! Aku akan mengikuti persyaratannya. Aku tidak gila! Dan aku akan membuktikan pada Jonghyun hyeong bahwa aku ini waras!

***

Jinki dan yang lainnya sudah menungguku di halaman depan.

Kulihat So Hee bersama Jinki tengah merapikan barang ke dalam bagasi. Kaki So Hee sudah lebih baik, ia sudah bisa berjalan meskipun sedikit pincang.

Hye ri menungguku tepat di depan pintu, sementara dua yeoja yang diajak Hye ri itu sudah berada di dalam mobil.

SHIT! Mengapa Hye ri mengajak mereka?

“Baiklah, semua sudah siap kan?” tanya Jinki yang duduk di bangku kemudi.

Sure.” Jawab Nicole.

Aku tidak suka dengan situasi seperti ini, ada apa dengan semua orang? Bahkan So Hee membiarkan Luna duduk di samping Jinki. Apa So Hee salah minum obat?

Sementara aku? Aku duduk di jok di tengah, dan parahnya Hye ri dan Nicole duduk mengapitku. Apa-apaan ini?

Mobil mulai melaju meninggalkan pelataran rumah dan Jinki mulai menyalakan music player.

Geu ddae uriga aju jogeuman eoreunseureowatdeoramyeon
Geu ddae uriga micheo mollatdeon jigeumeul alatdeoramyeon
Kkeutchi eopneun huwaeman doenoeidaga igyeonael jashini eopseo
seo
Geugeot majeo deo kkuk chamasseo
Geureokae il nyeoni heulleowasseo

(One year later)

“Terimakasih Key, kau mengajakku dan Luna ke villa. Aku sangat senang.” Nicole mulai membuka mulutnya kemudian melingkarkan tangannya di tangan kiriku.

Aku hanya diam, Ayolah Min Hye ri, kau lihatkan bagaimana Nicole? Kau masih bisa mengatakan ia tidak akan mengganggu?

Ne, Nicole benar. Aku juga senang, terlebih lagi Jinki oppa sampai menjemputku ke rumah.” Tambah Luna yang duduk di jok depan bersama Jinki.

Hey Jinki! Apa-apaan ini, kau menjemput Luna? Bersama So Hee?

Aku melempar pandang ke arah So Hee yang duduk sendiri di jok belakang, ia tidak bereaksi. Ia hanya diam memandang ke luar jendela seolah tidak mendengar apapun.

Perjalanan terus berlanjut dalam keheningan, hanya music player yang terus mengalun sepanjang perjalanan.

Ini benar-benar membuatku muak!

_Jinki PoV_

Akhirnya kami tiba di villa.

Aku tidak tahu apakah mengijinkan Key kembali ke villa adalah hal yang benar atau salah.

Tapi Jonghyun hyeong bilang ini tidak akan apa-apa, yeah meskipun Jonghyun hyeong tidak yakin apakah semuanya akan baik-baik saja.

Sepanjang perjalanan aku lebih memilih untuk diam meskipun itu artinya aku membiarkan Luna berbuat sesuka hati padaku.

Aku bisa merasakan Key yang terlihat kesal saat Luna sesekali menyandarkan kepalanya di bahuku.
So Hee sahabat baik Key sejak dulu, dan aku yakin Key tidak akan membiarkanku melakukan apapun yang mampu menyakiti So Hee.

Tapi sekali lagi aku memilih untuk diam, apapun yang dilakukan Luna tidak ada artinya bagiku. Karena aku hanya mencintai So Hee.

Aku mulai menurun-nurunkan barang dari bagasi mobil. Nicole dan Luna mengambil kopor mereka.

Aku memandang villa yang kukunjungi setahun yang lalu itu, bayangan tentang kobaran api yang besar itu muncul saat aku memandang langit yang meneduhi villa ini.

Pandanganku beralih pada pohon-pohon maple di sekitar villa yang telah berwarna coklat, yang mengingatkanku pada kenangan termanisku bersama So Hee.

FLASHBACK

“Haha… berhenti mengejarku!” teriak So Hee, tapi ia terus berlari menuju halaman depan.

“Aku akan menangkapmu Min So Hee!” Aku berlari mengejarnya.

“Kau tidak bisa menangkapku Lee Jinki!” Teriak So Hee lagi dan kali ini ia berlari semakin jauh.

Halaman villa milik keluarga Key ini sangat luas, bahkan lebih luas dari tempat kami biasa berolahraga di kampus.

“hhh Lihat hhh saja, jika hhh aku hhh bisa hhh menangkapmu hhh  bagaimanah?” tantangku yang sebenarnya sudah mulai lelah.

“Aku akan mengabulkan satu permintaanmu.” Jawab So Hee sambil menjulurkan lidahnya.

Baiklah Min So Hee, aku akan menangkapmu!

So Hee terus berlari sambil sesekali menengok ke arahku yang mengejarnya dari belakang. Ia bahkan tidak memperhatikan ke mana kakinya melangkah.

“Hey So Hee, Awas!” teriakku saat melihat kaki So Hee menginjak akar pohon maple yang menjulur ke tanah.

Tapi terlambat, gerakan So Hee terlalu cepat.

“Aaarrrggghhh…!!!” So Hee berteriak saat ia menyandung akar maple kemudian ambruk ke tanah.

Aku segera berhambur ke arahnya “Gwaencanha?”

“Ah! Sakit sekali.” Rintihnya seraya memegangi kaki kirinya yang kurasa terkilir.

Dengan cepat aku melihat pergelangan kaki kirinya yang sudah mulai berwarna ungu itu.

“Ah! It must be painful. Ayo kita masuk.” Ajakku.

Sementara So Hee masih meringis kesakitan.

“Ini karena kau mengejarku terlalu cepat.” Gerutu So Hee yang masih memijat-mijat kakinya.

Mwo? aku? Itu kan salahmu, sudah kukatakan untuk berhenti.” Kataku tak mau kalah.

“Sudahlah, ayo gendong aku!”

Tiba-tiba aku teringat sesuatu, dengan cepat kupeluk So Hee.

“Yaa!!!ya!!! apa yang kau lakukan Lee Jinki?” So Hee berusaha melepaskan pelukanku.

I got you.” Kataku licik kemudian melepaskan pelukanku.

“Aku sudah menangkapmu, sekarang kau harus mengabulkan satu permintaanku.” Ucapku disertai senyum kemenangan yang sangat curang.

So Hee tersenyum seraya memalingkan wajahnya sekilas “Yaa! Kau ini curang sekali Lee Jinki. Sirheo!”

“Jika tidak, aku tidak akan menggendongmu ke villa.” Ancamku kemudian berpura-pura beranjak meninggalkannya.

Geurae geurae… apa permintaanmu?” dengan cepat So Hee menarik tanganku.

Aku memandangnya beberapa detik dan menarik dagunya perlahan “close your eyes baby.” Ucapku saat bibirku hampir menjangkau bibirnya.

Tanpa perlawanan apapun So Hee mengikuti ucapanku, ia memejamkan kedua matanya dan aku mulai mengecup bibirnya.

END OF FLASHBACK

“Jinki-ya, gwaencanha?” suara Key membuyarkan lamunanku tentang So Hee.

Dengan cepat aku mengusap kedua pipiku yang basah. SIAL! Lagi-lagi aku menangis.

“Ah! Ne, ayo kita masuk.” Kataku cepat kemudian masuk ke dalam villa tanpa mempedulikan Key.

***

Key segera mengumumkan pembagian kamar, aku sekamar dengannya. Itu dilakukannya agar Hye ri dan So Hee bisa satu kamar.

Tuhan! Mungkin Jonghyun hyeong benar, Key memang sakit.

Nicole dan Luna terlihat tidak senang dengan apa yang baru saja diucapkan Key, mereka kemudian memilih untuk masuk ke kamar.

Key, mengapa kita harus satu kamar? Bukankah masih ada satu kamar lagi yang tersisa? Tidak! Bagi Key tidak ada kamar yang tersisa, karena kamar tersebut telah ditempati oleh Hye ri dan So Hee.

***

Aku duduk di bangku kayu di halaman belakang, memandangi daun-daun maple yang berguguran. Angin khas musim gugur berhembus menyibakkan rambutku yang mulai panjang.

Sudah berapa lama aku tidak memotong rambutku? Entahlah! Aku tidak mengingatnya, yang kuingat hanya So Hee.

Oppa, kau sedang apa?” suara Luna sedikit mengejutkanku. Entah sejak kapan ia telah berdiri 3 meter di sampingku.

“Ah! Aku sedang memandangi daun-daun maple.” Kataku ringan, kemudian menepuk tempat di sebelahku agar Luna duduk di sana.

Luna duduk di sampingku dan ikut memperhatikan daun-daun maple yang berguguran.

“Aku tidak tahu mengapa kau senang memandangi daun yang berguguran. Bukankah musim semi jauh lebih menyenangkakn daripada musim gugur?” tanya Luna yang tengah mendongakkan kepalanya memandangi daun maple.

Aku diam beberapa detik “Molla, mungkin karena musim gugur adalah musim kesukaan So Hee. Itu adalah musimnya.”

Pikiranku kembali menerawang pada kenanganku bersama So Hee.

So Hee-ya, aku tidak seharusnya kembali ke villa ini.  Ini benar-benar melukai perasaanku.

Kulihat Luna berhenti melihat daun maple yang berguguran, ia mengerucutkan bibirnya.

Ia memandangku “Oppa, tidak bisakah kau memberiku kesempatan?” tanyanya.

Luna, aku tidak tahu harus berbuat apa terhadapmu. Bahkan aku tidak bisa mengendalikan perasaanku pada So Hee.

Oppa, beri aku satu kesempatan saja. aku benar-benar mencintaimu.” Tambah Luna lagi.

Aku hanya memandangnya, aku tahu ia tulus. Tapi aku benar-benar tidak bisa mencintai yeoja lain selain So Hee.

Pluk.

Serpihan daun maple jatuh tepat di atas kepala Luna “Ah! Ada daun di rambutmu.” Kataku mengalihkan pembicaraaan.

Aku mengambil serpihan daun yang menyangkut di antara rambut pirang Luna.

Ia memandangku.

Aku segera melempar serpihan daun yang baru saja kuambil dari rambut Luna.

Ia masih memandangku, ada sesuatu yang dikatakan lewat matanya.

Aku tahu itu cinta, tapi aku tidak bisa membalasnya. Kutatap Luna lekat, mungkin ini jalan keluar yang diberikan Tuhan.

Perlahan aku mendekatkan wajahku ke wajah Luna, Luna memejamkan kedua matanya saat nafasku menghembus wajahnya.

Maafkan aku Min So Hee, aku harus melupakanmu.

Aku terus mendekat dan mulai menyentuh pipi Luna.

Pluk

Sehelai daun maple yang lebar jatuh di antara wajah kami, membuatku berhenti melakukan aktifitasku.

Mianhae, aku tidak bisa.” Kataku datar kemudian meninggalkan Luna.

Bisa ku dengar suara Luna yang memanggilku dari belakang, tapi aku tidak mempedulikannya.

Daun maple itu adalah So Hee. Yeah! aku memang hanya ditakdirkan untuknya.

_Key PoV_

Aku masih diam di kamar, sementara Jinki entah pergi ke mana. Ia bilang ingin melihat daun maple.

Aneh! Sejak aku keluar dari rumah sakit dia terlihat aneh.

Oh! Bahkan aku masih belum memaafkannya karena ia membiarkan Luna duduk di jok depan dan membiarkan So Hee duduk sendirian di jok belakang dalam perjalanan tadi.

Ah! Aku marah sekali hari ini.

Oya, Hye ri di mana ya? Sejak masuk villa ia belum menemuiku lagi.

Apa ia sedang tidur?

“Tok..tok..tok… Key, Kau di dalam?” terdengar suara Hye ri dari balik pintu.

Aku masih terduduk di atas ranjang “Masuklah”.

Kulihat Hye ri sudah berganti pakaian, ia mengenakan mini dress berwana putih dengan bagian bawah yang menggembung seperti balon.

Bagian lengannya terlalu panjang hingga menutupi telapak tangannya. Sementara rambutnya yang sudah melewati bahu itu dibiarkan sedikit berantakan dan wajahnya terlihat sedikit pucat.

 “Kau sakit baby?” tanyaku saat Hye ri duduk tepat disampingku.

“Key, kau mau menemaniku berjalan-jalan?” Hye ri malah balik bertanya.

“Berjalan-jalan? Tapi kau terlihat tidak sehat, haruskah kita pergi ke klinik?” aku menyentuh keningnya untuk memastikan bahwa Hye ri memang tidak sehat.

Dengan cepat Hye ri menepis tanganku “Aniya! Nan gwaencanha. Ayo temani aku berjalan-jalan.”

Ajakan Hye ri terdengar sedikit memaksa di telingaku, entahlah! Dia terlihat aneh, apakah sesuatu telah terjadi?

Geurae.” Aku mengikuti Hye ri yang menarik tanganku menuju keluar kamar.

***

Kami berjalan menelusuri halaman belakang villa.

Aku berjalan di belakang Hye ri. Tidak seperti biasanya ia berjalan lebih cepat, seolah tak ingin aku berjalan di sampingnya.

Aku memandangi Hye ri dari belakang sambil sesekali menatap daun-daun maple kering yang terinjak olehku.

“Key…” panggil Hye ri, dengan cepat aku mengalihkan pandanganku dari daun-daun maple. “Key…” panggil Hye ri lagi, ia terus memanggilku tanpa sedikitpun menoleh ke arahku.

mwo ya?” aku masih memandanginya dari belakang. Ini aneh! Sesuatu pasti telah terjadi.

Hye ri menghentikan langkahnya.

“Kibum-ah…Kim Key bum.” Kali ini suaranya terdengar seperti bergumam.

Baby, kau baik-baik saja?” aku berjalan perlahan mendekati Hye ri.

Ia berbalik perlahan menghadapku. Matahari sore di musim gugur membuat wajah Hye ri terlihat semakin pucat.

Aku menunggunya untuk mengatakan sesuatu. Tapi Hye ri hanya diam, ia menghindari mataku.

Bibirnya bergetar seperti menahan tangis.

“Hye ri-ya, kau…” aku hendak menyentuh wajah pucatnya, namun Hye ri segera memalingkan wajahnya.
Ia menatap bangunan kecil di belakangnya kemudian memandangku.

Wae? Kau ingin kita ke sana?” tanyaku saat menyadari bahwa kami telah berdiri tepat di depan pondok kecil tak jauh dari gudang.

Aku segera menarik Hye ri menuju pondok kecil itu. Hye ri menahan langkahnya saat aku membuka pintu.

“Key, aku takut.” Rengeknya, wajahnya terlihat semakin pucat, matanya memancarkan ketakutan yang amat sangat.

“Apa yang kau takutkan? Kau takut hantu?” godaku.

Hye ri memegang tanganku erat, ini bukan main-main. Ia memang tengah ketakutan.
Tapi apa yang membuatnya takut? Kenapa ia membawaku kemari jika ia takut?

Sambil tetap memegangi tangan Hye ri, aku melangkahkan kakiku ke lantai kayu pondok.

Seketika aku menahan langkah saat tiba-tiba bayangan Hye ri yang memukul-mukul jendela sambil menangis muncul di kepalaku. Bayangan itu hilang dengan cepat.

Key! Keluarkan aku!!!” suara Hye ri yang meminta tolong kini berdengung di telingaku. Dengan cepat aku menatap Hye ri, memastikan ia baik-baik saja.

“Kau memanggilku?” tanyaku.

Ani. Key aku takut.” Lagi-lagi Hye ri mengatakan itu.

Langkahku kembali tertahan saat baru saja beberapa langkah aku memasuki pondok.

Beberapa bayangan kembali muncul. Api yang besar, necklace chain yang terjatuh, sebuah pemakaman…

Wait, pemakaman? Kapan itu terjadi? Aku berusaha keras mengingat sesuatu tentang pemakaman yang baru saja muncul di kepalaku.

Tapi belum sampai aku mengingatnya, bayangan lain kembali muncul. Aku melihat diriku sendiri di dalam kamar, memegangi foto Hye ri dengan sebuah pisau dapur tergeletak di samping meja.

“Arrgh!” kali ini bukan pelipisku yang sakit, melainkan pergelangan tangan kiriku. Spontan aku melepas tangan Hye ri yang dari tadi kugenggam erat.

Sebuah bayangan kembali muncul, Jonghyun hyeong berlari ke arahku dengan wajah yang dipenuhi kekhawatiran.

Disusul bayangan Nicole yang berkata “Benar, aku yang melakukannya.”

Aku masih sibuk dengan bayangan-bayangan yang baru saja muncul, ketika suara Hye ri membuyarkan segalanya.

“Key, ayo kita pergi! Aku tidak bisa bernafas, sesak. Aku takut, selamatkan aku!” Kulihat Hye ri memegangi dada dengan tangan kirinya sambil sesekali terbatuk, tubuhnya setengah membungkuk menahan rasa sakit.

“Kau sakit baby? “

Hye ri tidak menjawabku, matanya menjelajah setiap sudut di dalam pondok dan memancarkan ketakutan yang luar biasa.

“Kita ke klinik sekarang.”

Ani, aku tidak sakit Key. Bawa aku pergi dari sini! Aku takut Key! Kau harus menyelamatkanku!” Hye ri memandangku dengan kedua matanya yang dipenuhi ketakutan, sementara tangan kirinya mulai meremas bajunya.

“Hye ri, apa yang…”

“Keluarkan aku dari sini!!! Semuanya mulai terbakar!!!Panas sekali!!!” Hye ri nyaris berteriak di depan wajahku. Ini aneh!

Dan dalam hitungan detik tubuh Hye ri ambruk ke lantai kayu.

_Author  PoV_

“Ini gila! Aku mau pulang!” gerutu Luna sambil menarik kopor dan mengeluarkan pakaian yang baru saja ia masukan ke dalam lemari dua jam yang lalu.

“Hei, apa yang terjadi?” tanya Nicole yang tengah merebahkan tubuhnya di atas ranjang.

“Kita harus pulang Nicole! Tidak seharusnya kita berada di sini.” Luna memasukkan pakaiannya dengan kasar.

“Apa yang terjadi? Bukankah kau baru saja bersama Jinki?” Nicole bangkit dari atas ranjang.

“Ini adalah ide paling gila Nicole! Segala sesuatu yang berada di sini mengingatkan Jinki akan wanita itu!” Luna berhenti memasukkan pakaiannya ke dalam kopor kemudian berjalan mendekati Nicole.

“Haha! Jadi Jinki oppa masih menolakmu?” tanya Nicole ringan.

Luna membungkukkan badannya agar ia sejajar dengan Nicole yang kini terduduk di atas ranjang.

“Ini adalah tempat di mana hal itu terjadi. Jung Nicole! Tidakkah kau takut bahwa mereka akan mencari kita?” sambil setengah berbisik Luna membulatkan kedua matanya.

Luna baru saja menyadari bahwa ia tidak seharusnya ada di sini, keinginannya untuk mendapatkan Jinki membuatnya melupakan sesuatu.

Dan ucapannya barusan sukses menghentikan tawa Nicole.

Wae? Kau takut? kau takut mereka akan mencari kita dan membalas dendam? Ayolah Luna! Mereka itu sudah ti…”

Stop it Jung Nicole! Aku ingin pulang, aku tidak peduli jika kau mau tetap di sini bersama Key.”  Kemudian Luna kembali memasukkan pakaiannya ke dalam kopor.

Nicole menahan tangan Luna saat Luna telah selesai dengan seluruh barang bawaannya.

“Kau benar-benar takut? bagaimana dengan Jinki? Apa kau akan terus membiarkannya mencintai orang yang seharusnya ia lupakan? Apa kau tidak ingat apa yang sudah kita lakukan agar bisa berjalan sejauh ini?” Nicole menghujani Luna dengan pertanyaannya.

Sejenak Luna menatap Nicole, kemudian menundukkan kepalanya.

Beberapa detik kemudian Luna menatap Nicole tajam,pandangannya dipenuhi oleh ketakutan yang besar.

Listen Nicole! Aku melihatnya! Aku melihatnya! Aku melihatnya bersama Jinki, aku tidak main-main. Kita harus pulang sekarang juga!”

Kali ini Luna memang tidak main-main, ekspresi wajah Nicole berubah seketika begitu ia melihat seberapa takutnya Luna.

Nicole menatap Luna dengan pandangan yang sulit diartikan.

“Aku melihatnya! Aku masih waras dan tidak sedang berhalusinasi Jung Nicole! Aku benar-benar melihatnya bersama Jinki! Aku melihatnya, Min So Hee. Dia ada di sini!!!”

Luna menekankan suaranya setiap kali ia mengatakan bahwa ia melihat So Hee bersama Jinki.

=TBC=

 

 

 

3 thoughts on “Dazzling Autumn – Part 6

  1. omg! key beneran gila kan eonni? berarti selama ini kalo ada scene key-ri itu key cuma mengkhayal aja kan?

    kasian bngt jinki, gak bisa ngelupain so hee… dan luna sptnya sbntr lg jg bakalan gila deh-_-

    aku udah bbrp ptnjk nih! sprtnya nicole-luna yg membunuh hyeri-so hee._. iyakah eonni?

  2. Hmmm brrti luna dan nicole kemungkinan membunuh hyeri so hee
    Dan key jd gila krn kematian hyeri
    Dan… dan… ah masih banyak penggalan misteri yg blm terpecahkan
    Terutama ttg kematian minho

  3. 😮 merinding bacanyaaaaa…
    Ternyata benarkah Hyeri dan So hee itu sudah tidak ada sebenernya??!! Penasarankan saya lanjutlah🙂

Gimme Lollipop

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s