Dazzling Autumn – Part 9

Dazzling Autumn – Part 9

Main cast :

Kim Ki bum [Key] | Min Hye ri

Supporting cast :

Lee Jinki [Onew]|Min So Hee |The rest of SHINee members|Nicole KARA|Luna f(x)

Author             : Song Eun cha

Length             : SEQUEL

Genre              : Friendship, Horror,Romance,Mystery, Angst

Rating             : PG 15

-Key PoV-

Darah segar masih mengucur dari beberapa bagian tubuh Nicole dan Luna.

Aku berjalan mendekati keduanya dan memandang mereka dengan tragis, bahkan kedua mata Nicole masih terbelalak.

Sebuah timah panas telah menembus kepalanya, bahkan bau mesiu masih tercium tajam.

Aku menghela nafas kemudian menangis, syukurlah itu bukan Hye ri

 Tapi itu artinya…

Aku bangkit dan mendengar suara tangisan, dengan cepat aku mencari sumber suara.

“Hye ri.” Aku segera memburunya.

Ia menangis sesenggukan di sudut ruangan.

Tangannya memegang pistol Caliber 40 milikku.

Ya Tuhan Hye ri…

Aku segera membenamkan Hye ri dalam pelukanku “Ssshhttt, don’t cry baby.”

“Key… tolong aku… selamatkan aku..” Hye ri melepas dirinya dari pelukanku.

 “Aku…hiks…aku tidak sengaja melakukannya.” Lanjut Hye ri, kemudian tangisannya pecah kembali.

 “A…apa yang terjadi?” tanyaku mulai panik.

“Hiks… aku tak sengaja melakukannya. Hiks…percayalah aku tidak pernah berniat membunuh mereka…aku..aku..hiks…bukankah aku harus melakukannya agar mereka tidak membunuhku?” penjelasan Hye ri barusan rasanya membuat kepalaku serasa disambar petir.

Apa yang harus kulakukan?

Hye ri telah membunuh Nicole dan Luna. Apa yang harus kulakukan?

 “Jangan takut, aku akan melindungimu. Percayalah.” Ucapku, meskipun sebenarnya aku takut sekali.

Apapun yang terjadi aku tidak akan menyeret polisi dalam masalah ini.

Benar! Persetan dengan hal-hal yang kulupakan.

Aku harus melakukan sesuatu agar tak ada seorangpun yang tahu tentang kejadian ini.

Aku harus memikirkan caranya!

Lamat-lamat terdengar suara langkah kaki dari luar pondok.

“Key, kau di dalam?” terdengar suara Jinki.

Deg..deg..deg.. jantungku berdebar hebat. Aku tidak tahu apa yang akan Jinki lakukan saat melihat semuanya.

Aku melepas Hye ri dari pelukanku saat langkah kaki Jinki memasuki pondok.

Aku merentangkan kedua tanganku membelakangi Hye ri, berusaha melindunginya.

Aku harus melindungi Hye ri agar Jinki tidak kehilangan akal sehatnya saat melihat semua ini.

Ani! Tapi aku yakin ia akan berpikiran sama denganku, ia pasti akan melindungi Hye ri.

Tapi bagaimana aku mengatakan padanya bahwa tubuh kaku So hee kini berada di dalam villa?

***

“KEY, APA YANG KAU LAKUKAN?” sekali lagi Jinki berteriak tak percaya ke arahku.

Listen Jinki! Ini hanya kecelakaan, Hye ri berusaha melindungi dirinya dan So Hee.  Nicole dan Luna yang memulai segalanya, sebaiknya ini menjadi rahasia dan kita tidak usah membawa polisi dalam masalah ini. ARASSEO?!!!” paparku dengan suara bergetar.

Aku melempar pandang ke arah Hye ri yang gemetaran di belakangku.

Dan sekali lagi aku kembali menatap sosok Nicole dan Luna yang telah terbujur kaku di sudut lainnya.

Jinki melempar pandang ke arah mayat Nicole dan Luna, ia berjalan mendekati keduanya dan membulatkan kedua mata sipitnya saat ia yakin bahwa Nicole dan Luna telah tewas.

 “Berjanjilah Jinki, ini akan menjadi rahasia kita. Hye ri melakukannya di luar kesadaran nya. Kau tahu? Mereka telah membunuh So Hee! Mayat So Hee ada di dalam villa.” Terangku dengan suara bergetar.

Baiklah, aku telah mengatakan pada Jinki bahwa kekasihnya telah tewas.

 “Key, apa yang kau bicarakan?” Jinki kembali menatapku setelah ia menatap mayat Nicole dan Luna.

Dengan cepat aku berjalan mundur, melindungi Hye ri. Aku takut Jinki akan kehilangan akal sehatnya dan melakukan hal yang tidak-tidak pada Hye ri.

Jinki berjalan mengikuti arahku, aku menoleh sekilas ke arah Hye ri “Key, aku takut.” Bisik Hye ri disertai tangisan yang tertahan.

Aku mengulurkan tanganku “If the thing went wrong, I’ll be here.” Dan Hye ri segera meraih tanganku.

You stay there Jinki! Jangan lakukan apapun pada Hye ri, aku yang akan melindunginya!” ancamku dan berhasil menahan langkah Jinki beberapa centi di hadapanku.

“Key… apa maksudmu? Apa yang kau bicarakan?” Jinki menaruh kedua tangannya di bahuku kemudian mengguncang-guncangkan tubuhku.

“Nicole dan Luna! Mereka yang berusaha melukai Hye ri dan So Hee, aku melihatnya dengan mata kepala sendiri. Hye ri bukan membunuh, ia hanya melindungi diri!” sekali lagi aku menjelaskan semuanya yang kulihat agar Jinki mau membantuku melindungi Hye ri .

Jinki hanya menatapku heran. Lord! Apa dia tidak mengerti juga apa yang kuucapkan?

Ataukah ia masih berusaha mencerna kenyataan yang baru saja ia dengar?

 “Hye ri dan… So Hee?”  Jinki malah bertanya tentang Hye ri dan So Hee.

Jinki kini membelalakkan kedua matanya dihadapanku.

“Kim Ki bum! Apa yang kau bicarakan? Hye ri dan So Hee? MEREKA TEWAS DALAM KEBAKARAN MUSIM SEMI TAHUN LALU. DI VILLA INI!!!” Jinki kembali mengguncangkan tubuhku sambil berteriak.

Kepalaku serasa berputar-putar, segala sesuatunya terlihat buram di mataku.

_Jinki PoV_

Aku membulatkan kedua bolamata saat Nicole menyudahi ceritanya.

Airmata yang sedari tadi menggenang tak mampu kutahan lagi.

Hatiku benar-benar sakit, rasanya ingin berteriak sekuat tenaga dan menangis sampai puas.

Wae?” tanyaku dengan suara tertahan.

Luna dan Nicole hanya diam, Luna sibuk dengan tangisannya sementara Nicole tengah berpikir entah tentang apa.

“Mengapa kalian melakukannya?” aku kembali melontarkan pertanyaan, kedua tanganku mengepal menahan amarah yang  membuncah.

Tak ada jawaban.

“MENGAPA KALIAN MELAKUKANNYA PADA SO HEE?!!!” Aku berteriak sejadi-jadinya, sementara airmataku jatuh tak terkendali.

Hatiku perih saat mengucapkan nama So Hee.

Masih tak ada jawaban, yang kudengar hanya nafasku yang berat dan memburu.

Oppa, aku…” Nicole berusaha meredakan amarah Jinki.

“MENGAPA KALIAN MEMBUNUH SO HEE KU? MENGAPA TIDAK AKU SAJA?!!!!” aku sudah benar-benar kehilangan kendali atas diriku sendiri.

Rasanya ada sesuatu yang membuncah dari dadaku dan itu menyakitkan.

Ternyata So Hee tewas dibunuh Luna, ia memukul kepala So Hee hingga tewas kemudian menghujamkan beberapa tusukan di tubuh So Hee.

Sejak dulu aku selalu berpikir siapa yang berusaha merampok dalam villa dan melukai So Hee hingga tewas sebelum akhirnya ia terbakar dalam pondok.

Mengapa polisi tidak pernah menyadari semua ini? Mengapa? So Hee-ya apakah itu sangat menyakitkan?

Aku seperti kehilangan kendali atas tubuhku, apa yang disampaikan otakku ditolak oleh seluruh alat gerakku.

“ANDWAE!!! ANDWAE!!! KALIAN MEMBOHONGIKU KAN?” aku berjalan mundur mengikuti langkah kakiku.

***

Aku segera menginjak gas sedalam yang kubisa, mengemudi tanpa arah secara membabi buta.

Daun-daun maple kering beterbangan saat mobil yang kukendarai melewatinya.

Tidak mungkin! Tuhan katakan itu tidak benar!!!

So Hee-ya, sesakit itu kah kematianmu?

Apa yang harus kulakukan?

Pikiranku entah berada di mana, pergi jauh pada kenanganku bersama So Hee.

Mengingat bagaimana ia tersenyum, sangat menyakitkan bagiku ketika aku mengingat lagi bagaimana ia mati.

Aku menginjak rem mendadak, kini aku entah berada di mana.

Airmataku masih jatuh tak terkendali dan nafasku memburu.

Berdiam diri beberapa saat dalam mobil, berusaha mengambil alih kendali atas tubuhku.

Kuperhatikan sekitarku.

Sebuah jalanan yang cukup sepi dan kurasa sudah jauh dari villa.

Hanya beberapa orang yang berlalu lalang di sana.

Dan mataku terhenti pada sebuah kedai di pinggir jalan, di mana sebuah lampu neon kecil sudah mulai menyala.

Beberapa orang duduk di sana, bagian kepala hingga pinggangnya tertutup tirai kedai.

Dengan langkah gontai aku melangkahkan kakiku ke dalam kedai.

Beberapa botol soju sepertinya akan membuatku lebih baik.

***

Satu..dua..tiga… aku menghitung dalam hati sambil memejamkan kedua mataku.

Airmata menyakitkan itu kembali jatuh.

Ini tidak membuatku lebih baik, apa yang harus kulakukan?

Siapa yang bisa kuajak bercerita tentang semua ini, Tuhan?

“Hei Tuan! Mau tambah lagi?” tanya ahjumma pemilik kedai saat melihatku meneguk botol yang telah kosong.

“Berikan aku satu botol lagi!” ucapku datar.

Sungguh! Ini adalah botol ke enam dan aku masih sadar sepenuhnya.

***

Hari semakin larut, sudah banyak orang bergantian menduduki kursi-kursi di kedai ini.

Aku masih terduduk di sudut kedai,meratapi kesedihanku yang entah kapan akan mereda.

Ahjumma! Berikan aku satu botol lagi!” teriakku sambil mengangkat jari telunjukku.

Ahjumma yang rambutnya sudah mulai memutih itu menghampiriku dengan tangan kosong.

“Tuan, kau sudah minum 10 botol. Maaf, aku tidak bisa memberimu lagi.” Ucap ahjumma itu dengan wajah mengiba.

Ani! Aku masih kuat, aku tidak akan berhenti sebelum aku mabuk!” teriakku lagi di hadapan wajah ahjumma itu.

Tapi ahjumma itu malah tersenyum simpuh, ia menarik kursi di hadapanku.

“Kau dalam masalah, anak muda?” tanya nya ringan.

“Bukan urusanmu! Berikan saja aku sebotol soju lagi!” aku mulai tidak memperhatikan apa itu etika dan sopan santun.

Ahjumma itu kembali tersenyum.

“Kau ditinggal kekasihmu?” tanya nya lagi.

Aku hanya diam!

Ia benar, aku telah ditinggalkan oleh kekasihku dengan cara yang tidak wajar.

“Ia pergi bersama laki-laki lain?” tanya nya lagi dan aku hanya diam, sementara mataku mulai digenangi benda cair itu lagi

Ahjumma itu kembali tersenyum dan kini ia mengenggam tangan kiriku.

“Aku juga punya seorang anak, jika ia masih hidup mungkin seumuran denganmu. Tapi sayang ia tidak di sini lagi, ia tewas dibunuh perampok di jalan…” Ahjumma itu diam, pandangannya seolah menerawang menuju kenangan yang ia ceritakan.

Ia menatapku, menahan airmatanya yang mulai menggenang.

“Rasanya menyakitkan ditinggalkan dengan cara yang tidak wajar, tapi aku harus bertahan. Tuhan telah menuliskan semuanya, mungkin ini yang terbaik bagi putraku. Kau juga harus berpikiran sama denganku anak muda.”

Ahjumma itu mengakhiri ceritanya kemudian beranjak meninggalkanku yang sudah menangis sejadi-jadinya.

***

Aku segera melesat menuju villa sesaat setelah Jonghyun hyeong menghubungiku.

Ia dan Lee Taemin seonsaengnim sedang dalam perjalanan kemari.

Aku terkejut bukan main saat mendengar cerita Jonghyun hyeong.

Pelaku pembunuhan atas Minho adalah Key, dan kini mereka mengkhawatirkan Nicole dan Luna yang akan menjadi target selanjutnya.

Aku memukul stir berkali-kali, bukankah siang tadi Nicole memintaku membawa Luna pulang? Mengapa aku malah pergi dan meninggalkan mereka?

Bagaimana jika Key benar-benar akan melakukan hal buruk pada keduanya? Aisshhh!

Langkahku terhenti saat hendak berjalan menuju villa.

Jejak darah memanjang dari pintu depan menuju pondok di samping gudang.

Deg! Astaga! Apakah ini?

Dengan hati-hati aku mengikuti jejak darah yang memang berakhir di pintu pondok.

Samar-samar kulihat ada cahaya dari dalam pondok.

Key, kaukah itu? Apa yang terjadi?

“Key, kau di dalam?” kataku seraya membuka pintu pondok.

Aku terkejut bukan main saat melihat tubuh Nicole dan Luna telah terbujur kaku dalam pondok. Beberapa tembakan menjadi penyebab utama kematian mereka.

Kupandang Key, tangannya dipenuhi darah. Sementara tangan kirinya memegang pistol.

Ya Tuhan Key! Kau benar telah membunuh keduanya.

_Key PoV_

“Kim Ki bum! Apa yang kau bicarakan? Hye ri dan So Hee? MEREKA TEWAS DALAM KEBAKARAN MUSIM SEMI TAHUN LALU. DI VILLA INI!!!”

Seketika kepalaku terasa sakit dan berputar-putar mendengar ucapan Jinki. Apa yang dikatakannya? Hye ri dan So Hee… dengan cepat aku menoleh ke belakang tempat di mana Hye ri.

Tak ada apapun! Hanya tembok kaku yang ada di sana, dan yang ku genggam? Pistol Calliber 40.

 “ANDWAE!!! Hye ri dan So Hee….mereka masih… ANDWAE!!!”

Dengan cepat berbagai bayangan muncul di kepalaku.

Kejadian di mana Hye ri memergokiku tengah berciuman dengan Nicole.

Yeah! Aku ingat semuanya!

FLASHBACK

Hye ri berlari ke pondok di samping gudang saat ia memergokiku berciuman denan Nicole, aku mengejarnya tapi Hye ri lebih cepat dariku.

Di sana ada So Hee yang kakinya masih terluka karena terkilir.

Aku mencoba membuka pintu, tapi terkunci rapat. Hanya beberapa detik, Hye ri berteriak dari jendela.

Ia menggedor-gedor jendela, wajahnya pucat dan airmata telah membanjiri wajahnya “Key, So Hee… So Hee tewas. Seseorang telah membunuhnya…” aku nyaris tak percaya mendengar ucapan Hye ri.

Kau tidak bercandakan Hye ri? Aku masih tertegun di tempatku saat Hye ri kembali berteriak panik dan menggedor-gedor jendela tanpa kunci itu.

“Key, tabung gas nya bocor! Aku tidak bisa membuka pintu, tolong aku!” wajah Hye ri semakin pucat.

Aku berlari mengambil apa saja yang ada untuk mendobrak pintu, Tuhan! Tolong aku! Ruang pengendali listrik tak jauh dari pondok ini, jika gasnya bocor pondok ini bisa meledak.

Aku terus berusaha mendobrak pintu, tapi semua usahaku sia-sia. Aku menangis putus asa, Tuhan! Lindungi Hye ri.

Tanpa kusadari Jinki,Nicole dan Luna telah berada di belakangku. Nafas Jinki masih tak beraturan karena berlari.

“Apa yang terjadi?” tanya Jinki tak kalah paniknya denganku.

“Hye ri terkunci di dalam. Tabung gas nya bocor! Aku harus mengeluarkannya!” aku berteriak dalam putus asa.

Jinki membantuku mendobrak pintu, tapi belum terbuka juga. “Di mana So Hee?” tanya Jinki.

Pertanyaan Jinki barusan sempat membuatku berhenti mendobrak pintu, mendadak lidahku kelu dan tenggorokanku tercekat. Bagaimana bisa aku memberitahu Jinki bahwa kekasihnya telah tewas dibunuh seseorang?

“Jinki-ya, So Hee…” belum sempat aku menyelesaikan kalimatku, Hye ri kembali berteriak.

“Key! Keluarkan aku! Aku takut!” suaranya bergetar, aku bisa mendengar keputusasaan di dalamnya.

Arrrggghhh! Ayo Key!

“Tenang baby! Aku akan mengeluarkanmu! Tidak akan terjadi apapun padamu.” Aku berusaha menenangkan Hye ri, tapi pintu ini sulit sekali dibuka.

“Key,Jinki! Look!” suara Nicole seketika membuat aku dan Jinki menghentikan aktifitas kami.

Aku manatap tak percaya pada apa yang ditunjuk Nicole, semburan kembang api dari kabel pengontrol listrik karena terpacu oleh gas.

=TBC=

 

 

 

4 thoughts on “Dazzling Autumn – Part 9

  1. OMOOO! key sdh ingat semuanya??? dan dia yg ngebunuh nicole-luna?
    ah eonni aku mau nanya lg, kebakaran itu terjadinya musim semi atau musim gugur?

    woah… next part next part part!!!

  2. Waaahhh key sudah inget
    Key sudah inget
    KEY SUDAH INGET SODARA SODARA!!!
    Dan ternyata key yg melakukan semua pembunuhan itu
    Pada nicole luna dan minho
    Tp knp key ngebunuh minho?
    Apa salah pemuda ituuu?
    Lanjut yaa

  3. Omg! Ternyata horor banget!!😮
    Dimulai dr Key nya yah yg selingkuh??!! Aishh…
    Huwaaaa penasaran kan Key nya inget kan….hufttt….yg bunuh Minho KEY??!! :0
    Yampun…Key pysco?? T.T

Gimme Lollipop

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s