Archangel – part 12

Archangel – Part 12

Main cast :

Kim Ki bum [Key] | Min Hye ri | Choi Minho

Supporting cast :

Lee Jinki [Onew] | Kim Ae ri | Kim Jonghyun | Nicole [KARA]

Author             : Song Eun cha

Length             : SEQUEL

Genre              :Romance, family, Friendship

Beta Reader    : Onnes

Rating             : PG 15

Namja itu kembali menyesap Americano nya, menunggu yeoja di hadapannya melanjutkan apa yang ingin ia sampaikan.

“Aku akan menikah.” Yeoja itu mendesah ringan, entah mengapa rasanya begitu berat untuk menyampaikan berita tentang pernikahannya.

Namja itu nyaris tersedak, ia segera menaruh cangkirnya dan menatap si yeoja dengan mata berbinar.

Ia kemudian beranjak, memaksa yeoja itu untuk berdiri.

Chukhae, Min Hye ri” dipeluknya yeoja yang merupakan cinta pertama nya itu.

Namja bernama Kim Jonghyun itu kembali menatap Hye ri, memastikan ia tidak salah dengar.

Kemudian ia menghujani Hye ri dengan serentetatan pertanyaan yang meyakinkan bahwa Hye ri benar-benar mencintai namja yang akan menikahinya.

“Aku mencintainya. Kim Ki bum, aku mencintainya, kurasa.” Jonghyun terdiam, ada yang aneh dalam intonasi bicara Hye ri.

Ia terlihat ragu dengan kalimatnya, selain itu Jonghyun tidak melihat rona merah maupun raut bahagia di wajah Hye ri.

Apa yang sebenarnya sedang terjadi?

Jonghyun menatap Hye ri tajam, menelisik kedua bolamatanya seolah ingin mencari tahu apa yang sebenarnya dipikirkan yeoja itu.

“Sebaiknya kau membatalkan pernikahanmu jika kau belum yakin mencintai Kim Ki bum.”

Hye ri hanya diam, memandangi Jonghyun. Apa ia masih punya kesempatan untuk membatalkan segalanya?

***

Key menyerahkan dokumen yang baru saja ia tandatangani pada Nicole.

Nicole tidak bicara banyak seperti biasanya, terlebih saat ia mengetahui bahwa Key tiba-tiba akan menikah, dengan Min Hye ri.

Sungguh! Dunia Nicole seolah runtuh dan gelap. Ini semua terlalu mendadak dan bahkan ia tidak sempat untuk mencegah nya.

Tentu saja hati Nicole begitu sakit, tapi sayang, ia tidak bisa melakukan apa pun untuk membuat pernikahan terkutuk itu batal. Atau bolehkah jika Nicole berharap Key mati mendadak agar pernikahan itu tidak pernah ada? Jika tidak menjadi milik Nicole, alangkah lebih baik jika Key mati.

Pikiran aneh itu segera Nicole enyahkan dari kepalanya. Tidak seharusnya ia berpikiran egois seperti itu. Satu-satu nya hal yang harus ia lakukan adalah menerima pernikahan itu dengan tegar.

Tanpa mengatakan apa pun, Nicole segera meninggalkan ruangan Key.

Key melepas kacamatanya, memijat antara kedua matanya. Ia merasa sedikit lelah karena pekerjaan kantor dan persiapan pernikahan.

Jinjja! Hye ri memang unik, ia menyerahkan begitu saja segala sesuatu nya pada Key. Ia tidak memiliki keinginan khusus atau terkesan aneh yang biasa diinginkan yeoja pada umum nya dalam pernikahan mereka.

Key memang merasa lelah, tapi itu segera hilang saat ia membayangkan bagaimana segala persiapan itu selesai dan akhirnya ia dan Hye ri bisa memiliki hubungan resmi yang suci.

Ia tersenyum saat kedua bola matanya menangkap foto pre-wedding dalam bingkai kecil di atas meja. Hye ri terlihat begitu cantik!

Telepon di ruangan Key berdering saat ia hendak meraih ponselnya.Di seberang sana Nicole mengatakan ada seseorang yang ingin bertemu. Key mengernyitkan dahinya saat mendengar nama tamu itu, Kim Jonghyun? Sepertinya ia tidak mengenal namja itu.

Rasa penasaran membuat Key mempersilakan Kim Jonghyun masuk ke ruangan nya. Pintu segera terbuka setelah terdengar ketukan kecil. Key mendapati seorang namja dengan coat coklat, tubuh namja itu tidak lebih tinggi dari nya tapi terlihat atletis.

Jonghyun segera duduk setelah Key mempersilakan, sejujur nya ia cukup terkejut saat mengetahui namja yang akan menikahi Hye ri adalah seorang bos perusahaan ternama di Seoul.

Annyeonghaseyo, aku Kim Ki bum. Sepertinya aku tidak mengenal Anda Jonghyun ssi.” Key tersenyum, memperhatikan wajah Jonghyun yang sepertinya tidak asing baginya.

Jonghyun sedikit terperanjat karena kedua matanya masih sibuk menjelajahi ruangan Key yang dipenuhi banyak lemari besar dan piagam-piagam penghargaan kantor.

“Oh! Annyeonghaseyo, aku Kim Jonghyun. Teman baik sekaligus cinta pertama Min Hye ri.” Jonghyun tersenyum, menunjukkan deretan gigi nya yang rapi.

Senyuman di wajah Key segera pudar. Oh! apalagi ini? mengapa namja ini tiba-tiba menemuinya? Ada berapa banyak hal lagi yang Hye ri sembunyikan darinya selain Minho?

***

Key dan Jonghyun duduk di salah satu meja di dekat jendela. Keduanya masih diam hingga seorang pramusaji menaruh dua cangkir putih dengan motif bunga di hadapan mereka.

Jonghyun segera meraih cangkirnya, menyesap lemon tea hangat.

Sementara Key sedikit pun tidak berniat meminum-entah apa- yang ia pesan. Ia menatap Jonghyun intens, pikirannya terus menebak-nebak tujuan namja itu menemuinya. Terlebih lagi saat Jonghyun meminta untuk merahasiakan pertemuan ini dari Hye ri.

Jonghyun menaruh cangkirnya kemudian tersenyum melihat wajah Key yang begitu serius “Oh! santai saja Kibum ssi.”

“Apa yang ingin kau bicarakan? Masih ada banyak hal yang harus kukerjakan di kantor.”

Jonghyun terkekeh menanggapi sikap Key. Namja itu terlihat baik, ia juga terlihat begitu mencintai Hye ri.

Well, kurasa aku tidak punya kesempatan untuk mengenalmu lebih jauh Kibum ssi. Kedatangaku kemari…” Jonghyun menggantungkan kalimatnya, kini wajahnya berubah serius.

“… benarkah kau mencintai Hye ri?”

Key terperanjat, kelihatannya kedatangan Jonghyun memang sengaja untuk mengacaukan pernikahannya dengan Hye ri.

“Apa yang kau bicarakan?” Key balik bertanya.

“Aku hanya ingin memastikan ka…”

“Kau tidak perlu cemas Jonghyun ssi, aku sangat mencintai Hye ri lebih besar dari yang kau pikirkan. Jadi berhentilah berusaha mengacaukan pernikahan kami.” Kalimat itu meluncur begitu saja dari mulut Key, ia mulai terusik dengan keberadaan Jonghyun.

“Bukan kau! Tapi Min Hye ri.” Jonghyun melipat kedua tangannya di depan dada dengan tenang.

Key sempat tertegun, apa yang dibicarakan Jonghyun? Apa yang ia maksud adalah apa Min Hye ri benar-benar mencintainya?

Well, ia tahu Hye ri sulit melupakan Minho tapi.. apa itu berarti Hye ri sama sekali tidak mencintainya?

Dan ucapan Jonghyun tiba-tiba saja membuat Key teringat sesuatu! Yeah! Jonghyun adalah namja yang ia lihat di café bersama Hye ri.

“Kurasa kau sudah tahu tentang Minho. Aku hanya ingin memastikan bahwa kau benar-benar akan membuat Hye ri melupakan Minho sepenuhnya.”

“Maksudmu Hye ri hanya menjadikanku sebagai pelariannya dari Minho?” Key terlihat semakin geram.

“Aku tidak melihat cinta di mata Hye ri saat ia bercerita tentangmu.” Kalimat itu dengan cepat meluncur dari mulut Jonghyun, membuat Key berjengit.

“Aku sangat menyayangi Hye ri seperti adikku sendiri, dan aku tahu bagaimana kehidupannya sebelum ia bertemu denganmu. Aku hanya ingin memastikan bahwa orang yang akan menjaga Hye ri adalah orang yang tepat dan bisa dipercaya.” Terang Jonghyun panjang lebar.

Amarah di wajah Key sedikit memudar, sepertinya Jonghyun bukan orang yang bermaksud mengacaukan pernikahannya.

“Kau bisa mempercayaiku kapan saja Kibum ssi, datanglah padaku jika kau menemui masalah dengan Hye ri. Aku akan membantumu, karena aku mempercayakan Hye ri padamu. Berjanjilah untuk tidak melepaskan Hye ri apa pun yang terjadi.” Jonghyun tersenyum, ia meraih cangkirnya lagi dan menyesap isinya ringan.

Key masih diam memandangi Jonghyun, ada berbagai hal dalam pikirannya mengenai Jonghyun. Sepertinya ia mengenal Hye ri dengan sangat baik. Dan yang terpenting adalah namja itu tidak datang untuk mengacaukan pernikahannya.

“Ah! Lemon tea memang yang terbaik di musim semi.” Jonghyun menyandarkan tubuhnya pada sofa coklat, kemudian memendang ke luar jendela.

***

Key segera menaruh ponsel hitamnya saat dua orang pelayan yang membantu Hye ri keluar dari balik tirai merah tua.

Salah satu nya menarik tali yang membuat tirai terbuka perlahan.

Key menegakkan tubuhnya, entah mengapa ia merasa sedikit gugup.

Tirai merah tua itu terus bergerak hingga akhirnya terbuka dengan sempurna, menampakkan sosok yeoja yang dibalut gaun pengantin berwarna putih.

Gaun itu sangat indah dan sesuai dengan calon pengantin yang mengenakannya.

Key tertegun memandangi Hye ri yang begitu cantik dalam gaun pengantin yang memamerkan collar bone nya dengan sempurna.

Hye ri memandang Key ragu, ia tidak tahu apa yang ada dalam pikirannya. Ia memang melihat sesosok yeoja yang sangat cantik di depan cermin, tapi mengapa yeoja itu terlihat begitu menyedihkan bagi Hye ri?

“Kau cantik sekali! Min Hye ri…” Key mendekati Hye ri, kedua matanya tak lepas dari sosok Hye ri yang begitu mempesona.

Gomawo.” Hye ri memaksakan seulas senyum.

Hari pernikahannya hanya tinggal menghitung hari, mengapa semuanya terasa menyesakkan bagi Hye ri?

Ia baru menyadari bahwa pernikahan ini adalah sebuah kesalahan, ia tidak benar-benar mencintai Key. Minho lah satu-satu nya namja yang ada dalam pikiran Hye ri, lalu bagaimana caranya menghindari semua ini?

Key memberi kode kepada dua pelayan tadi untuk meninggalkan mereka berdua yang segera diiyakakan oleh keduanya.

Hye ri masih sibuk dalam lamunannya saat Key semakin medekatinya. Menyentuh pipi nya dengan lembut kemudian berbisik “ Boleh aku menciummu?”

Hye ri berjengit, ia hanya memandang Key kemudian menganggukkan kepalanya ragu.

Wajah Key merengsek mendekati Hye ri, memperpendek jarak antara mereka.

“Key…” bisik Hye ri, membuat Key menghentikan gerakannya.

Key hanya memandang Hye ri, menunggu apa yang ingin dikatakan yeoja itu.

“… boleh aku minta sesuatu?” Key menjauhkan wajahnya dari Hye ri, wajah yeoja itu terlihat murung dan tidak sehat.

“Bisakah kita menemui Minho setelah ini?” Hye ri menatap Key dengan tatapan memohon, itu terlihat sedikit menyedihkan di mata Key.

Deg!

Apa yang sedang terjadi?

Kalimat Jonghyun tiba-tiba terngiang di telinga Key “Aku tidak melihat cinta di mata Hye ri saat ia bercerita tentangmu”

Key tertegun, hal itu mengganggunya. Ia berusaha menolak bahwa apa yang dikatakan Jonghyun adalah benar.

Key semakin menjauhkan wajahnya dari Hye ri, ia mengelus lembut pipi yeoja yang paling dicintainya.

Sure!” ia memaksakan seulas senyum, berusaha mengenyahkan pikiran-pikiran aneh yang berkelebat tanpa henti dalam benaknya.

***

Key kembali menghentak-hentakkan kaki kanannya ringan ke atas tanah yang ia pijak, kepalanya tak henti melirik ke satu arah.

Sudah lebih dari 30 menit ia menunggu Hye ri di halaman pemakaman, tapi yeoja itu belum juga menampakkan batang hidung nya.

Apa yang sedang dilakukannya di makam Minho?

Pikiran Key semakin tidak menentu, kalimat Jonghyun terus-terusan terngiang di telinga nya. Permintaan Hye ri yang ingin menemui Minho sendirian saja semakin memperkuat bahwa apa yang dikatakan Jonghyun tidak main-main.

Ia ingin sekali masuk ke area pemakaman, mencari Hye ri sekaligus mengunjungi Minho. Yeah! Key belum pernah sekalipun mengunjungi Minho. Tapi ia ragu, ia takut hal itu akan membuat Hye ri terganggu.

Key kembali memainkan ponselnya, jari nya ragu untuk menelepon Jinki atau kah Jonghyun yang baru ia kenal?

Sambungan telepon itu terhubung begitu saja, jari tangan Key bekerja tanpa perintah.

Suara Jinki terdengar di seberang sana saat kaki Key melangkah memasuki area pemakaman. Entah mengapa ia merasa ada dorongan yang begitu besar dari dalam dirinya untuk menerobos ke sana dan segera menemukan Hye ri.

Kaki Key melangkah tanpa arah, area pemakaman itu begitu luas dan ia tidak tahu di mana letak makam Minho.

“Jinki-ya, aku sedang di pemakaman. Menurutmu aku harus menemui Hye ri di tempat Minho?” tanya Key setelah Jinki mengomel karena ia menelepon di saat yang tidak tepat

Keduanya terus bercakap-cakap selagi kaki Key terus melangkah, matanya terus menyapu ke setiap penjuru. Tapi yeoja dengan sweater merah itu belum kunjung tertangkap oleh kedua bola matanya.

Kaki Key kemudian berjalan mengikuti arahan Jinki, Jinki pernah satu kali ke sana dan ia masih mengingat di mana letak makam Minho.

Jinki berkali-kali memanggil nama Key saat namja itu diam seiringan dengan langkahnya yang terhenti.

Yeoja dengan sweater merah itu akhirnya ia temukan, ia menghadap sebuah nisan membelakangi Key.

Yeoja itu terlihat begitu khusyuk dan menundukkan kepalanya.

Well, kurasa kau sudah menemukannya Key.” Ucap Jinki di seberang sana sebelum akhirnya ia memutus sambungan telepon.

Key terus memperhatikan Hye ri, benarkah selama 30 menit yeoja itu hanya menundukkan kepalanya dan berdoa hanya untuk Minho?

Diliriknya azalea kuning yang mereka beli dari penjual bunga di sekitar area pemakaman masih berada di tangan Hye ri.

Key berjalan mengendap mendekati Hye ri, ia hanya ingin memastikan bahwa yeoja itu baik-baik saja.

Key nyaris menjangkau Hye ri saat yeoja itu tiba-tiba mengangkat wajahnya, menatap foto Minho yang selalu tersenyum. Key diam, menghentikan langkahnya dan tanpa sadar menahan nafasnya.

“… pernikahan ini suatu kesalahan, aku tidak seharusnya menikah dengan Key. Aku tidak mencintainya…”

Deg!

Key tidak salah dengarkan? Rupanya yang dikatakan Jonghyun adalah nyata.

Seketika Key merasa dada nya sesak, seperti ada bongkahan es yang mengganjal. Menusuk dan membuatnya mati rasa.

Key ingin sekali beranjak dari tempat itu agar ia tidak usah mendengar lebih jauh lagi isi hati Hye ri yang sebenarnya.

Tapi rasanya ia telah benar-benar mati rasa, ia hanya membeku di tempatnya.

Hye ri  sama sekali tidak mencintainya, lalu apa yang harus Key lakukan?

***

Hye ri kembali terisak, airmata itu terus menetes dan bahkan Hye ri tidak bisa menghentikannya. Rasanya menyakitkan kembali menghadapi kenyataan bahwa Minho benar-benar telah tiada.

Jinjja, aku tidak bisa mencintai namja lain selain dirimu, Choi Minho….” kaliamatnya terhenti karena isakan yang semakin menjadi.

Ia mengangkat kepalanya yang tertunduk dan menatap wajah Minho  “… pernikahan ini suatu kesalahan, aku tidak seharusnya menikah dengan Key. Aku tidak mencintainya…”

Tangan Hye ri mengusap airmata nya kasar, jauh dalam lubuk hatinya ia tidak mau menangis lagi di hadapan nisan Minho. Terlebih lagi jika tangisan itu karena ia masih belum bisa merelakan kepergian Minho. Tapi sayang, airmata nya tidak bisa diajak kompromi.

“… Jigeum eottohkaji?” Hye ri kembali menundukkan kepalanya, satu tangan yang tidak memegang azalea di taruhnya di dada, seolah menahan rasa sakit yang terasa di sana.

Sungguh! Rasanya ingin sekali jika bumi menelannya saat ini juga agar ia tidak harus menghadapi pernikahan nya dengan Key yang tinggal menghitung hari.

Semilir angin khas musim semi yang sejuk menerbangkan dedaunan kering, menggerakkan dahan-dahan kecil yang menimbulkan suara kecil seperti orang berbisik.

Suasana itu membuat Hye ri semakin terlarut dan semakin ingin untuk menghindari hidupnya sendiri.

Airmata itu mulai kering, tapi sayang luka di hatinya tak kunjung membaik.

Yeoja itu merasa lelah dan mengantuk, ia merasa telah melalui hari yang begitu berat.

Diliriknya arloji di tangan kanan, sudah lebih dari 30 menit ia membuat Key menunggu di luar sana.

Hye ri mengusap lagi wajahnya, kalau-kalau airmata tadi masih tersisa di sana. Key tidak boleh tahu bahwa ia sedang sangat sedih.

Azalea kuning yang sedari tadi ia pegang segera ditaruhnya di nisan Minho, ia kemudian berbalik dan hendak melangkah saat ia mendapati Key beberapa meter di belakangnya.

“Oh! Key?!” Hye ri terkejut bukan main, sejak kapan Key ada di sana? Apa ia mendengar yang dikatakannya pada Minho soal pernikahan mereka? Celakalah!

Sesaat Key masih membeku di tempatnya, ekpresi wajahnya datar dan bahkan ia terlihat seperti kehilangan pikirannya.

Dengan hati-hati Hye ri berusaha meyakinkan bahwa Key tidak mendengar ucapannya saat namja itu menyambar “Oh! Kau di sini rupanya?” ia memalingkan wajahnya sekilas.

“…aku hanya ingin memastikan kau baik-baik saja. Area pemakaman ini sangat luas, untunglah aku bisa menemukanmu.” Key tersenyum.

Hye ri menatap Key, menelisik kedua bolamatanya untuk memastikan bahwa namja itu benar-benar baru saja berada di sana dan tidak mendengar apa yang ia katakan pada Minho.

Mianhae, aku membuatmu menunggu.” Ragu-ragu Hye ri kembali menatap mata Key, tersenyum ringan untuk memastikan semua baik-baik saja.

Key melirik ke arah nisan Minho kemudian kembali menatap Hye ri “Ini pertama kalinya aku bertemu Minho… sejujurnya aku ingin bicara banyak dengannya, tapi kau terlihat sangat lelah. Kurasa lain kali aku bisa datang kemari sendiri.”

“Ah! Ne.”

Key segera merangkul pundak Hye ri dan membawanya pergi meninggalkan pemakaman. Keduanya tidak berbicara, hanya sibuk dengan pikiran masing-masing.

Langkah mereka semakin menjauh dari nisan Minho saat diam-diam Key membalikkan kepalanya, melirik nisan Minho beberapa meter di belakangnya.

Sementara tangannya merangkul Hye ri lebih erat, membisikkan sesuatu di telinga Hye ri “Feeling better, right?”

***

Butiran-butiran salju yang ringan itu terus melayang sebelum akhirnya jatuh menyentuh bumi.

Hari ke tiga minggu pertama di musim salju, cuaca tidak terlalu buruk. 9° selsius sejak tadi pagi dan tidak semakin turun.

Namja berambut coklat terang itu masih diam di depan nisan yang beberapa waktu lalu ia kunjungi tanpa sengaja.

Ia masih menatap foto yang tertempel di sana, wajah tampan dan sepasang mata yang besar. Wajah yang sama dengan yang pernah di lihatnya di rumah Hye ri.

Annyeonghaseyo, aku Kim Kibum. Ini pertama kalinya kita bertemu, bukan?” Key membungkukkan badannya seolah nisan itu adalah sosok nyata dari pemiliknya.

Sesaat key masih diam, ia tidak tahu apa yang harus ia katakan pada Minho. pikirannya sibuk mencerna bahwa kepergian Minho disebabkan kanker darah, penyakit yang pernah di deritanya nyaris empat tahun yang lalu.

Key hanya berpikir, apa jadinya jika nisan di hadapannya tidak bertuliskan nama Choi Minho melainkan Kim Kibum? Andai saja malaikat penjaga itu tidak datang, pastilah itu akan menjadi nyata.

Perlahan Key mulai menceritakan tentang dirinya, kemudian pertemuannya dengan Hye ri dan bagaimana yeoja itu membuatnya jatuh cinta.

Key terus bercerita tentang segala sesuatu pada Minho, hingga ia sampai pada tujuan utamanya.

Jebal, percayakan Hye ri padaku Minho ssi. Aku akan membahagiakannya, I promise.” Key kemudian tersenyum, menaruh azalea kuning di nisan Minho sebelum akhirnya ia pergi.

Yeah! Ia tahu Hye ri masih belum mencintainya, tapi pernikahan itu tidak boleh dibatalkan. Ia akan terus berusaha membuat Hye ri mencintainya, seperti janjinya pada Jonghyun dan Minho.

***

Aeri kembali berdecak kagum, ia tak henti memandangi sahabat yang masih terduduk di hadapan meja rias.

Gaun putih itu benar-benar sempurna bagi Hye ri! Ia begitu cantik dan mempesona.

Aeri masih mengagumi kecantikan Hye ri saat ia menyadari yeoja itu sama sekali tidak tersenyum. Hye ri bahkan terlihat seperti orang bingung.

Yeoja itu memang menghadap cermin, tapi ia tidak menatap bayangannya sendiri. Ia hanya menatap kosong ke satu titik.

“Hei! Look! Kau cantik sekali Min Hye ri.” Aeri berjalan ke belakang Hye ri, menaruh kedua tangannya di pundak Hye ri.

“..tersenyumlah.” Aeri menarik dagu Hye ri agar yeoja itu mau melihat bayangannya di cermin.

Hye ri menatap pantulan dirinya di cermin, cantik!

Bahkan ia belum pernah merasa secantik ini sebelumnya, gaun putih dan tiara kecil itu… ini adalah pernikahan impiannya, pernikahan impiannya dengan Minho.

Hye ri memaksakan seulas senyum, tapi sedetik kemudian senyuman itu hilang. Ia melihat betapa menyedihkan wajah cantik dalam cermin itu.

Sangat menyedihkan!

Ini bukan pernikahannya dengan Minho, tapi dengan Key.

“Min Hye ri.” Aeri bergumam ringan dan segera berhambur ke hadapan Hye ri saat yeoja itu menitikan air mata.

Aeri mengangkat gaunnya ringan, kemudian berdiri dengan kedua lututnya.

Gwaencanha.” Dengan hati-hati ia mengusap airmata di wajah Hye ri agar tidak merusak make up. Dan perbuatan itu justru membuat airmata di wajah Hye ri semakin deras.

Beberapa orang penata rias segera menghampiri Hye ri “Oh! gwaencanha, ia hanya gugup. Bisa tinggalkan kami sebentar? Kalian bisa memperbaiki make up nya tiga menit lagi.” Aeri berusaha mengusir para penata rias.

“Min Hye ri, geumanhae. Kau harus melupakannya.” Aeri tahu Hye ri menangis karena Minho. Ia tahu bahwa yeoja itu telah menyesal untuk menikah dengan Key dan ia tidak bisa menghindar dari keputusan yang telah dibuatnya sendiri.

Hye ri menggelengkan kepalanya “Andwae eonni, aku tidak bisa.” Suara Hye ri begitu mengiba, seperti anak kecil yang berusaha menolak untuk dibawa ke rumah sakit.

“Hye ri-ya! Kau bukan anak kecil.” Aeri terlihat sedikit jengkel, tapi ia berusaha menahan amarahnya. Ia tahu Hye ri sangatlah keras kepala, tapi semua orang tidak boleh menurutinya untuk hal yang satu ini.

Hye ri terisak, ia menundukkan kepalanya.

“Hye ri-ya listen! Key sangat mencintaimu, dan ia berjanji akan membuatmu melupakan Minho, hemm? Lagipula apa yang membuatmu bersedia menikah dengan Key jika perasaan itu tidak ada dalam hatimu untuk Key? Kau hanya belum menyadarinya, kau mencintai Key.” bisik Aeri panjang lebar, ia kembali mengusap airmata di wajah Hye ri.

Andwae eonni, aku hanya mencintai Mi…”

“.. sampai kapan kau akan mencintai Minho? ia bahkan tidak bisa bersamamu. Kau harus berjalan tanpa Minho, Hye ri-ya. Minho ingin kau bahagia tanpanya.” Aeri segera memotong kalimat Hye ri, ia tidak mau mendengar betapa keras kepalanya Hye ri.

Hye ri diam, ia hanya menatap Aeri. Benar! Minho sudah tidak ada di dekatnya lagi, lalu apa? Ia akan tetap mencintai Minho seperti apapun kenyataannya.

Aeri melirik arlojinya “Jyaa! Kita tidak punya banyak waktu lagi, mereka akan memperbaiki make up mu.”

Hye ri hanya menganggukkan kepalanya, ia memang tidak bisa mundur lagi dan harus menghadapi keputusan yang diambilnya.

“Key akan selalu bersamamu, mencintaimu lebih dari yang kau pikirkan. From now on, the only one who has to be in your mind is Key, arasseo?” Aeri kembali mengusap airmata di wajah Hye ri dengan hat-hati.

Dan Hye ri hanya menganggukkan kepalanya ringan, memaksakan seulas senyum untuk menghibur dirinya sendiri.

***

Suasana dalam hall hening, beberapa tamu undangan sempat saling melempar pandang dengan pikiran masing-masing.

Sang pendeta kembali menanyakan kesediaan pengantin wanita untuk mengucapkan janji suci.

Sementara Jonghyun terlihat sedikit cemas di salah satu bangku tak jauh dari altar.

Oppa gwaencanha?” tanya yeoja tinggi yang duduk di samping Jonghyun, ia setengah berbisik dan ragu-ragu menatap Jonghyun.

Jonghyun menatap yeoja di sampingnya, menggenggam tangan yeoja itu yang melingkar di lengan kanannya dan memaksakan seulas senyum “Gwaencanha.”

Sesungguhnya Jonghyun merasa cemas, ia takut Hye ri akan melakukan apa yang diucapkannya semalam di telepon.

“Kau akan menyakiti Kibum. Hentikan selagi kau masih bisa menghentikannya.”

Dan saat ini Jonghyun benar-benar menyesal telah mengatakan kalimat itu. Ia baru ingat bahwa Hye ri begitu mempercayainya dalam hal apa pun.

Yeoja di samping Jonghyun tersenyum, kemudian kembali menatap sepasang pengantin yang berada di depan altar. Entah mengapa ekspresi wajah Jonghyun barusan membuatnya sedikit terusik. Ia merasa Jonghyun merupakan salah satu alasan mengapa pengantin wanita itu tidak kunjung mengucap ulang janji suci yang telah dua kali dikatakan sang pendeta.

Sang pendeta menatap Hye ri, menyebutkan nama yeoja itu dengan tegas dan mengulang janji yang harus diucapkan Hye ri.

Hye ri masih diam, membuat suara berbisik di antara para tamu mulai terdengar. Jonghyun semakin cemas, sementara Jinki dan Aeri saling bertatapan dengan ketakutan yang mulai meliputi keduanya.

Di depan sana Key pun merasa ada yang tidak beres, benarkah Hye ri akan membatalkan pernikahan mereka? Itu tidak boleh terjadi! Apa yang akan dikatakan kedua orang tua Key dan Hye ri nantinya?

Ia menggerakkan bola matanya, melirik ke arah Hye ri. Yeoja itu memandang lurus ke arah sang pendeta, tapi pandangannya kosong. Sementara genangan airmata mulai terlihat di sana.

Perasaan Key mulai tidak tenang. Tidak! Min Hye ri, kau tidak boleh mengacaukan semuanya. Bisik Key dalam hati.

Hye ri menarik nafas dalam, memejamkan kedua matanya, membiarkan airmatanya jatuh “Aku.. bersedia.” Dan segera disambut oleh suara riuh dari para tamu.

Jonghyun, Jinki dan Aeri menghela nafas lega. Akhirnya Hye ri melakukan hal yang paling benar sedunia.

Para tamu bertepuk tangan dan semakin membuat suasana hall menjadi riuh saat Key membuka penutup wajah Hye ri dan hendak mencium pengantinnya.

“Hei lihat! Ia menangis, kurasa ia sangat gugup.” Bisik salah satu tamu undangan saat ia menyadari pengantin wanita nya menangis.

Key mengusap airmata Hye ri dengan jari-jarinya “Uljima.” Ia tidak tahu mengapa yeoja itu menangis. Apa karena ia gugup? Atau karena ia ingin menghindari pernikahan ini?

Hye ri memaksakan seulas senyum saat Key merengkuh rahangnya, ia memejamkan kedua matanya saat Key memberinya ciuman hangat.

Para tamu bersorak saat ciuman Key terlihat semakin dalam dan lembut.

“Min Hye ri pasti sangat bahagia, lihat! Ia menangis.” Ucap seorang tamu di salah satu bangku, tanpa mengetahui bahwa sebenarnya hati yeoja itu terasa sakit.

Airmata Hye ri jatuh semakin deras saat Key menciumnya lagi untuk yang kedua kali, hatinya tak henti menyebut nama Minho “Minho-ya, mianhae, aku mengkhianatimu.”

***

Hye ri terlihat begitu lelah setelah resepsi pernikahan dan acara makan malam keluarga.

Ia dan Key kini berada di salah satu kamar hotel yang mereka sewa tak jauh dari tempat makan malam.

Jadwal bulan madu ke Paris baru akan dimulai besok, jadi mereka masih punya waktu untuk beristirahat.

Hye ri hendak berjalan menuju kamar mandi dan berganti pakaian saat Key menahannya “Gwaencanha? Kau terlihat tidak sehat.”

Gwaencanha, aku hanya lelah.” Hye ri memaksakan seulas senyum, tentu saja ia tidak mungkin mengatakan pada Key bahwa ia begitu sedih dengan pernikahan ini saat statusnya telah resmi menjadi istri Key.

Key menaruh satu tangannya di pipi Hye ri, mengusapnya lembut “Istirahatlah, besok kita akan melakukan perjalanan jauh.” Kemudian wajahnya begitu saja mendekati Hye ri, berusaha menjangkau bibir yeoja itu.

Hye ri memalingkan wajahnya saat Key nyaris mendapatkan apa yang ia inginkan.

Deg!

Benarkah? Sekali lagi Key bertanya pada dirinya sendiri. Benarkah Hye ri benar-benar tidak mencintainya? Bahkan setelah mereka menikah?

Hye ri diam saat Key masih dalam posisinya, “Aku perlu istirahat Key.” Ucap Hye ri ragu kemudian beranjak menuju kamar mandi, meninggalkan Key yang masih tertegun di tempatnya.

***

Udara pagi itu sangat baik, terbaik selama musim salju. Tidak ada salju yang turun dan matahari terasa sedikit hangat.

Key dan Hye ri baru saja turun dari pesawat yang membawa mereka ke salah satu kota di Eropa yang dikenal dengan kota cinta.

Hanya perlu waktu lima menit hingga mereka tiba di hotel yang telah mereka sewa untuk tiga hari ke depan.

Hye ri memang terlihat murung beberapa hari sebelum pernikahan, tapi setidaknya Paris membuatnya sedikit tersenyum.

Key rasa Hye ri hanya memerlukan liburan, ia bahkan baru mendapat libur satu hari sebelum pernikahan mereka.

Yeoja itu berlarian kecil saat Key membawanya ke salah satu taman kota tak jauh dari hotel. Tentu saja itu bukan taman kota biasa, di sanalah tempat menara Eiffel yang terkenal itu berada.

Beberapa kali Key mengambil foto Hye ri dengan kamera yang menggantung di lehernya. Sudah lama ia tidak melihat Hye ri seceria itu.

Yeoja itu terus berlarian ke sana ke mari, sesekali ia mendongakkan kepalanya menatap langit musim salju kota Paris sambil merentangkan kedua tangannya lebar-lebar.

Mata nya memang masih terlihat sembab, tapi senyuman itu semakin mengembang di wajahnya. Membuat Key merasa lega, dalam hatinya ia semakin memeperkuat tekad untuk membahagiakan Hye ri, apa pun yang terjadi.

Key tersenyum, dihampirinya Hye ri kemudian menaruh kedua tangannya di bahu Hye ri. Membuat yeoja itu memandang Key bingung.

“Hye ri-ya listen! aku tahu, di dalam hatimu masih ada Minho dan akan selalu ada Minho. Tapi aku tidak akan menyerah begitu saja, aku akan tetap berusaha membuatmu mencintaiku…” Key menggantungkan kalimatnya, membuat senyuman di wajah Hye ri pudar.

“… aku tahu mungkin kau masih menyesali pernikahan kita, karena itu suatu kesalahan bagimu.”

Deg!

Aliran darah di tubuh Hye ri memompa jantung nya terlalu cepat, membuatnya berdetak tak beraturan. Mengapa Key tahu bahwa pernikahan mereka adalah kesalahan bagi Hye ri? Apa ia mendengar yang diucapkan pada Minho saat di pemakaman?

“… aku mencintaimu lebih besar dari yang bisa kau pikirkan, aku tidak akan menyerah meskipun kau selalu mengatakan kau mencintai Minho. Aku akan membuatmu mencintaiku, lebih besar besar dari rasa cintamu pada Minho, I promise…”

Key menyentuh wajah Hye ri saat ia melihat setitik airmata meluncur di sana “… maka dari itu, kau pun harus berusaha untuk mencintaiku,hemm?” Key menundukkan kepalanya agar bisa melihat wajah Hye ri.

Hye ri menatap Key meskipun cairan bening itu membuat pandangannya pudar, mengapa Key terlalu baik padanya? Meskipun ia telah menyakitinya.

Kim Aeri, Kim Jonghyun, Lee Jinki, mereka semua benar! Key benar-benar mencintainya lebih dari yang bisa Hye ri pikirkan.

Lalu mengapa ia pun tidak berusaha untuk mencintai Key dan mulai melupakan Minho?

Hye ri menganggukkan kepalanya pelan dan memaksakan seulas senyum. Jinjja! Perbuatan Key benar-benar terlalu manis baginya.

Gomawo.” Ucap Key, ia segera memeluk Hye ri erat. Akhirnya yeoja itu bersedia untuk berusaha mencintainya.

Key kembali menyentuh wajah Hye ri, mengusap airmata, kemudian merengkuh rahang Hye ri. Ia membisikkan kata cinta sebelum akhirnya mencium yeoja yang paling dicintainya.

Key tahu, setelah ini akan ada banyak rintangan yang harus ia lalui bersama Hye ri. Tapi ia yakin, segala sesuatunya akan berjalan sesuai keinginannya.

Airmata masih meluncur dari mata Hye ri saat dengan kesadaran penuh ia membalas ciuman Key. Namja paling baik yang pernah ia kenal.

Mulai sekarang, Hye ri akan mulai menata hatinya demi Key. Melupakan Minho dan mencintai Key selamanya.

 

=TBC=

 

15 thoughts on “Archangel – part 12

  1. wwahhh.. bener seperti dugaanku. setelah mereka kawin masih ada konflik didiri hye ri.

    ya ampun hye ri nangis terus, tp disini aq suka sikap nicole. apa jangan2 ntar pengganggu key-hye ri adalah nicole? lanjut!🙂

  2. aigo bner² deg degan pas hyeri lg di altar. hufftt akhirnya mrk mnikah, tp sprti yg diktakan key akn ada bnyk rintngan dlm prnikahan mreka, ahh aku hrp hyeri bs cinta ma key, ksian key..

    Ff nih emang brgenre romance, tp aku mrsa ini sm aja dg dazzling auntumn. Bner² sma, sama² mguras emosi, prsaan, hti & pikiran. Hhh aku bner² psing mkirin konflik nya yg ga abis²..

  3. waah, sediiih
    knp hyeri masih mikirin minho,
    kasian keynya, huhu

    key sama aku aja deh kalo kaya gini, *maunya

    oh iya, anyeong aku reader baru
    aku mau minta pwnya ,
    aku udh krim ke email sh, semoga dibalesnya cepet ya, hehe

  4. Whahahah abs ujian lgsg baca ini lagi hhhi ,hhi. Mian author aku bcanya kebalik lohhh xD kalo orang bacanya dr part 1 – part 24 kalo aku malah dr 13-24 baru ke 1-12 whahaha dr awal crtanya udh bgs gini (>.<) Akhrnya key sm hye ri nikahhhh asik baru dimulailah drama kehidupan pasca nikah hehehe

  5. “Aku mencintainya. Kim Ki bum, aku
    mencintainya, kurasa.” Jonghyun terdiam,
    ada yang aneh dalam intonasi bicara Hye ri.
    Hyeri jahat nyakitin Key. T_T
    “… aku mencintaimu lebih besar dari yang
    bisa kau pikirkan, aku tidak akan menyerah
    meskipun kau selalu mengatakan kau
    mencintai Minho. Aku akan membuatmu
    mencintaiku, lebih besar besar dari rasa
    cintamu pada Minho, I promise …”
    Huwaaaaa..terharu mbacanyaa~
    Kerenn banget kaa Euncha tulisanyaaaaaaa :))

  6. amit amit hyeri nya egois dihh. key pan syg bgt sm dia. ehhh dia mlah ngrepin org yg mninggl–” sempet deg2an pas hyeri blang prnikahannya sm key adlah suatu kslhan. takutnya hyeri bner2 ngbataln prnikhannya. ehh syukur trnyta engga

Gimme Lollipop

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s