[FF KEY B’DAY PARTY] Clue [2.2]

Clue – part 2.2

Author             : Song Eun cha

Main Cast        : Kim Key bum | Min Hye ri |

Suport Cast     : The rest of SHINee’s member

Genre              : Thriller

Type/Length    : Two shots

Rating              : PG 15

Summary         : The culprit is in here. No one can leave, you and I or anyone else.

Key menatap tubuh Taemin yang terlihat mengerikan. Namja yang selama ini sering tertawa dan berlari ke sana ke mari itu telah tewas dengan cara yang mengerikan. Tubuhnya setengah tertelungkup ke rumput, lehernya dijerat tali tambang yang putus di bagian ujung nya, sementara ujung lainnya masih tergantung pada pinggiran pipa besi yang memanjang mengikuti bentuk dinding ruang kerja tuan Lee, sebuah kursi kayu terjatuh di samping tubuh Taemin.

“Si..siapa yang melakukannya?” tanya Key dengan suara bergetar, matanya tak kuasa menahan benda cair yang membuat pandangannya buyar.

Hye ri menatap Key iba, ia merangkul Key dan berusaha menenangkan Key dengan memeluk namja itu. Hye ri tetap memeluk Key, sementara matanya liar menjelajahi seluruh kebun belakang. Mencari-cari jika ada sesuatu atau petunjuk yang bisa membuat mereka segera tahu apa yang sedang terjadi.

“Ya Tuhan Key! Kurasa ini permainan yang sama.” Ujar Hye ri saat sesuatu di dekat tubuh Taemin tertangkap oleh kedua bola matanya. Ia melepaskan pelukannya, kemudian beranjak begitu saja memungut secarik kertas yang digenggam Taemin.

Kertas itu terlihat sedikit lusuh dan kusut, kelihatannya karena Taemin menggenggamnya begitu kuat. Hye ri membaca apa yang tertulis di sana, kemudian mendekati Key dan memperlihatkannya. Dalam kertas berwarna putih itu tertulis.

Key Hyung, I know you’ll come to me.

Just tell my Mom and Dad that I love them so much.

Here I’m, ending my life. I just can’t live this life any longer.

Key merasa kepalanya berputar-putar, pandangannya sedikit kabur karena airmata yang sempat terhenti tadi kembali menganak sungai di wajahnya. Ini sangat menakutkan, bagaimana bisa hal mengerikan ini terjadi? padahal mereka datang untuk berpesta kebun. Dan surat yang barusan ia baca benar-benar membuatnya tersontak kaget, Taemin bunuh diri. Apa yang terjadi pada Taemin? Seingat Key, Taemin tidak pernah punya beban apa pun dalam hidupnya.

Hye ri kembali merangkul Key sambil mengawasi kebun sejauh yang ia bisa, entah mengapa ia merasa ada yang sedang mengawasi mereka. Seolah menunggu bagi mereka memecahkan teka-teki yang ditemukan, kemudian membuat teka-teki baru dan Hye ri tidak tahu di mana semuanya akan berakhir.

“Taemin.. mengakhiri hidupnya. Apa yang terjadi?” tanya Hye ri sendu, ia kembali melirik mayat Taemin di samping nya.

Andwae! Taemin tidak mungkin melakukannya! Ia tidak punya alasan untuk mengakhiri hidupnya.” Key mengusap airmata nya kasar. Sementara Hye ri kembali tertegun, menatap tiap baris kalimat yang ditulis Taemin sebelum kematiannya.

Hye ri berjengit saat menyadari sesuatu, ada yang aneh dengan kalimat-kalimat yang ditulis Taemin di sana. Terlalu rapi dan singkat bagi seorang Taemin yang ia kenal sangat tidak rapi dan sembrono.

“Key…” Hye ri menatap Key, membantu namja itu mengusap airmatanya yang masih menetes. “…kurasa Taemin tidak bunuh diri.” Lanjut Hye ri dengan suara tertahan, dan sukses membuat Key membulatkan kedua matanya.

“Taemin tidak bunuh diri, tapi ia dipaksa untuk bunuh diri. Aku sependapat denganmu, Taemin tidak punya alasan untuk mengakhiri hidupnya.” Terang Hye ri pilu, lantas ia melirik lagi tubuh kaku Taemin.

Key menangkap apa yang dimaksud Hye ri, ia segera merebut kertas di tangan Hye ri. Sambil menyeka airmatanya, ia kembali membaca tiap baris kalimat yang ada di sana. Sementara otaknya mulai bekerja, mencari tahu apa yang janggal dalam tulisan Taemin.

Kalimat-kalimat itu memang terlalu rapi dan singkat bagi seorang Lee Taemin, dan tentu saja Taemin tidak mungkin bisa merangkai kalimat sebaik itu. Key menggumamkan kalimat yang ada dalam kertas.

“Arrgghhh!!! Apa maksudnya ini?” Key mengacak rambutnya, mengerang frustasi karena tidak kunjung menemukan apa yang ditinggalkan Taemin dalam tulisan itu.

“Sshhh! Tenang Key, kau harus tenang. Ayo kita pikirkan bersama.” Hye ri menuntun Key menuju kursi-kursi kayu yang tertata rapi di dekat meja yang dipenuhi makanan. Tak lama mereka duduk, dan mulai memikirkan lagi pesan kematian yang ditinggalkan Taemin.

Key menjelajah setiap huruf yang ada di sana, kalau-kalau ini petunjuk serupa seperti yang ditinggalkan Minho. Kemudian mencoba menghitung angka-angka yang sesuai dengan alfabet yang berurut dari awal kalimat hingga akhir. Tapi itu terlalu rumit! Dan Key tetap tidak menemukan apa pun.

Tapi ia tidak mau menyerah dan kembali memikirkan banyak kemungkinan dari kalimat-kalimat itu. “me, much, longer.” Gumam Key mengucapkan kata terakhir di tiap baris, kemudian memikirkan apa yang bisa ia dapat  dari tiga kata itu. Nihil. Key kembali mengerang frustasi, ini lebih sulit dari pesan kematian yang ditinggalkan Minho.

Minho? wait! Key baru saja mengingat sesuatu yang seharusnya ia ingat sejak tadi. Jika dalam pesan kematiannya Minho menujukkan bahwa pelaku nya adalah salah satu diantara lima tamu undangan Jinki. Selain ia dan Hye ri, maka sisanya adalah Taemin dan Jonghyun. Dan kini Taemin tewas, maka satu-satu nya orang yang patut dicurigai hanya lah Jonghyun. Tapi bagaimana jika ini berbeda dari petunjuk Minho? bagaimana jika ternyata Jinki lah yang melakukannya? Tapi kenapa?

Key kembali mengerang frustasi saat Hye ri yang sedari tadi diam mulai membuka mulutnya. “Key, aku tahu siapa pelakunya! Taemin menyebutkan namanya dalam pesan kematiannya.” Ucap Hye ri, ia menatap Key penuh kengerian.

Nugu?” tanya Key tak sabaran, ia tidak mau berpikir lagi mengenai apa yang dikatakan Taemin dalam pesan kematiannya.

“Coba perhatikan tiga baris kalimat ini.” Hye ri mendekat ke arah Key agar bisa berbagi kertas milik Taemin. Key mengikuti instruksi Hye ri, tapi ia tetap tidak menemukan apa pun di sana.

“Perhatikan kata awal di setiap barisnya.” Terang Hye ri lagi, berusaha membimbing Key untuk memahami temuannya.

Key, Just, Here.” Key membaca kata pertama di setiap baris dan tetap tidak menemukan apa pun. Ia melirik Hye ri, menandakan agar yeoja itu melanjutkan temuannya.

“Lihatlah, tiga alfabet di awal tiap kata. Itu menunjukkan inisial pelakunya.” Ucap Hye ri dengan suara bergetar.

“K, J, H” gumam Hye ri pelan, kemudian menatap Key yang membeku di tempatnya. Key menatap Hye ri dengan mata terbelalak, kemudian menggeleng tak percaya “Kim…Jonghyun.” Gumam Key.

Krosaakkk

Sebuah suara membuyarkan pikiran mereka yang semakin kacau. Suara itu berasal dari dalam rumah. Keduanya menoleh ke sumber suara, kemudian kembali saling berpandangan. Berusaha acuh tak acuh pada apa yang mereka dengar. Sementara Key sendiri ingin segera melarikan Hye ri ke luar dari rumah ini.

“Sebaiknya kita pulang sekarang dan melapor polisi!” Key beranjak dari kursinya, membiarkan Hye ri berlarian kecil mengejarnya. Key menerobos pintu kaca begitu saja, berjalan gusar ke dalam rumah.

“Key tunggu!” teriak Hye ri dari belakang, tapi Key tidak mempedulikannya dan terus berjalan menuju pintu depan. Langkah Key terhenti saat ia melihat sosok yang berkelebat dari samping tempat nya berdiri. Begitu cepat seperti angin.

“BERHENTI MEMPERMAINKANKU!!!” teriak Key, ia yakin sosok itu lah yang melakukan semua ini. Kim Jonghyun?! Yah, Kim Jonghyun. Meskipun Key tidak tahu mengapa si kepala dino itu melakukan ini semua? Apa selama ini sahabatnya itu adalah seorang maniak?

“Key! Kita sedang diawasi, seseorang mengawasi kita.” Hye ri menahan tangan Key saat namja itu hendak berlari dengan gusar mengejar sosok yang berkelebat itu. Key memandang Hye ri dengan tatapa yang seolah mengatakan apa?

“Kita diawasi sejak kita masuk ke rumah ini Key, kau tidak merasakannya? Dia ingin kita mengikuti permainannya.” Terang Hye ri, berusaha menahan emosi nya karena Key tidak bisa menenangkan dirinya.

“Lalu apa? Apa yang akan terjadi pada kita jika kita mengikuti permainannya Hye ri-ya? Apa kau tidak merasa bahwa kita pun akan mengalami hal yang sama seperti Minho dan Taemin?” kalimat itu meluncur begitu saja dari mulut Key, itu lah yang sedari tadi terus berputar dalam kepalanya.

Hye ri diam, setengah menundukkan kepalanya karena ucapan Key. Sejurus kemudian Key menyadari bahwa yeoja itu menangis. “Min Hye ri aku tidak bermaksud-“ ucapan Key terpotong oleh Hye ri yang segera menyambarnya “Aku tahu Key, aku tahu ini bukan permainan dan ini sama sekali tidak lucu! Tapi kita terjebak di sini! Kita harus melakukan sesuatu untuk menyelamatkan teman-teman kita yang masih tersisa.” Terang Hye ri terisak, lantas tangis nya pecah.

Key membenamkan Hye ri dalam pelukannya, yeoja itu ada benarnya. Ini bukan saatnya untuk menjadi egois atau menjadi pengecut. Yang perlu ia lakukan adalah menyelesaikan permainan ini lalu mengantar Hye ri pulang. Yeah! Key tidak peduli lagi apa Hye ri menyukainya atau tidak, yang terpenting adalah yeoja itu tidak terluka satu inchi pun.

“Shhh, mianhae. Ayo kita lanjutkan permainan ini sampai selesai, lalu aku akan mengantarmu pulang.” Key menangkup wajah Hye ri, kemudian mengusap airmata yang menetes di wajah Hye ri.

“Itu bukan pesan kematian Key! Itu adalah pola kematian. Nama yang tertulis dalam kertas bukan lah nama-nama pelaku, melainkan nama korban berikutnya!” terang Hye ri lagi dan semakin terisak.

Key diam, matanya masih menatap Hye ri tapi pikirannya sibuk memikirkan apa yang diucapkan Hye ri. That’s right! Itu adalah pola kematian, yang ditulis Minho dalam pesannya adalah nama Taemin, tapi tak lama Taemin ditemukan tewas. Dan jika yang ditulis Taemin dalam pesannya adalah Jonghyun, maka Jonghyun lah korban berikutnya.

Keduanya saling berpandangan tanpa arti, sibuk dengan pikiran masing-masing. Dan saat itu lah Key semakin menyadari bahwa ia bukan hanya menyukai Hye ri, tapi juga menyayangi nya sepenuh hati. Dan itu membuat Key begitu senang, hingga ia merasa ia akan meledak saat itu juga. Hye ri masih memandangi Key dengan kedua mata sembabnya saat tiba-tiba wajah Key mendekat ke arahnya.

Prraanggggg…. Bruuukkkk….

Suara itu terdengar saat Key nyaris saja melakukan hal yang tidak tepat. Keduanya mendongakkan kepala ke sumber suara di lantai dua.

Keduanya kembali bertatapan, seolah mengatakan bahwa permainan kembali dimulai. Key melepaskan pelukannya, kemudian berjalan perlahan menuju tangga di sudut ruang tengah. Ia berjalan sambil menggenggam tangan Hye ri erat. Mereka mulai menaiki tangga mahogani yang dilapisi karpet merah perlahan, sambil menahan rasa takut yang semakin memuncak setiap detiknya.

Key menarik nafas dalam saat ia tiba di anak tangga teratas, kemudian melirik Hye ri lagi sebelum ia berjalan ke satu-satu nya lorong yang ada di sana. Yeah! Lorong yang akan membawanya ke beberapa kamar yang ada di sana, termasuk kamar Jinki.

Mereka terus mengendap hingga tiba di hadapan beberapa pintu. Key mengira-ngira pintu mana yang berada tepat di atas ruang tengah. Dan pikirnnya tertuju pada dua kamar yang ia tahu adalah kamar Jinki, dan ruang santai. Key masih menimbang ke kamar mana ia harus masuk terlebih dahulu saat pintu kamar Jinki tiba-tiba terbuka perlahan, memberikan sedikit celah.

Key kembali melirik Hye ri yang terlihat ketakutan. Sejenak Key sempat terdiam, menimbang apa benar ia akan mengikuti permainan sejauh ini? Tapi kebimbangannya segera hilang saat ia kembali mengingat Hye ri, ia harus segera menyelesaikan permainan ini dan mengantar Hye ri pulang.

Dengan kaki gemetar Key melangkah menuju kamar Jinki, mendorong pintu agar memberikan celah lebih besar untuk tubuhnya. Lagi-lagi langkah Key tertahan hanya beberapa langkah dari pintu, sementara Hye ri segera menyembunyikan wajahnya di punggung Key.

Jonghyun tergeletak di atas lantai, kepalanya mengeluarkan darah hingga mengucur di lantai. Sementara pecahan porselen berserakan di sekeliling tubuhnya. Seseorang telah memukul kepalanya.

Tanpa pikir panjang lagi, Key segera mendekati tubuh Jonghyun. Rasanya ia tidak perlu menunggu Hye ri untuk memeriksa apa kah Jonghyun tewas atau tidak. Ia sangat yakin bahwa Jonghyun sudah tewas.

Mata Key menjelajahi Jonghyun dan benda-benda di dekatnya, mencari-cari petunjuk yang seharusnya ditinggalkan Jonghyun. Ani! Petunjuk yang dibuat pelaku dan seolah dibuat oleh korban. Key menahan nafas saat ia menemukan goresan darah di dekat tangan kiri Jonghyun, perlahan ia mendekat agar bisa membaca apa yang ditulis si kepala dino di sana. Sementara pikirannya semakin kacau , menerka nama siapa lagi yang tertulis di sana.

Key berjongkok di kiri Jonghyun, memiringkan kepalanya sambil menyipitkan mata. Kemudian mengernyitkan dahi setelah membaca apa yang tertulis di sana. Petunjuk Jonghyun benar-benar berbeda dari yang sebelumnya.

Hye ri berhambur ke arah Key, ikut berjongkok di samping Key dan membaca apa yang tertulis di sana. Tulisan itu berwarna merah, seolah ditulis oleh darah dan berbunyi ‘Kitchen’. Hye ri ikut-ikutan mengerutkan dahinya saat membaca kata ‘Kitchen’ yang ditulis dalam huruf Korea itu  (Ki-tchin).

Mereka saling berpandangan. “Ini bukan petunjuk nama Key, ini tempat. Semuanya akan berkakhir di sana.” ucap Hye ri.

Pikiran Key semakin kacau, mengapa bukan inisial nama yang tertulis dalam pesan? Bukankah masih ada ia, Hye ri dan Jinki yang tersisa jika pelakunya adalah seorang maniak. Mengapa yang tertulis justru dapur? Jangan jangan….

“Ayo kita ke sana Key. Semuanya akan segera berkahir.” Hye ri beranjak dan hendak berjalan ke luar kamar, membiarkan Key yang masih sibuk dengan pikirannya. Key berjengit saat sesuatu berkelebat dalam pikirannya. “Hye ri-ya, kau sungguh tidak memikirkan apa yang kupikirkan?” Hye ri menahan langkahnya, kemudian berbalik dan menatap Key seolah menunggu Key melanjutkan penjelasannya.

“Mengapa bukan inisial nama yang tertulis dalam pesan jika nyata nya masih ada aku, kau dan Lee Jinki yang tersisa? Kau tidak berpikir siapa pelaku nya jika kita digiring menuju dapur? Bukankah ini sebuah jebakan?” terang Key panjang lebar, membuat Hye ri tertegun.

“Kita harus ke sana Key, bagaimana jika sesuatu terjadi pada Jinki di sana? sama seperti Minho, Taemin dan Jonghyun?” Hye ri bersikeras dengan pendiriannya untuk pergi ke dapur, sesuai dengan petunjuk yang ditinggalkan Jonghyun. Dan hal itu tiba-tiba kembali mengingatkan Key pada sesuatu yang membuatnya tak bisa tidur semalam. Apa benar Hye ri menyukai Jinki? Aish!

Key akhirnya terpaksa mengikuti Hye ri yang telah berjalan lebih dulu menuju dapur. Hye ri berjalan begitu cepat, seolah seluruh ketakutannya hilang begitu saja. ia terlihat santai dan tidak sewaspada sebelumnya. Apa karena ia begitu yakin bahwa permainan ini akan selesai di dapur?

***

Kini keduanya beridiri di depan pintu dapur, hanya diam menatap pintu putih itu. Key masih diam di belakang Hye ri, menunggu yeoja itu membuka pintu dan mempersiapkan diri dengan apa yang akan ditemukan mereka. Semoga saja itu bukan hal buruk, batin Key.

Key dapat mendengar Hye ri menghela nafas, yeoja itu  kemudian berbalik, menatap Key. “Sebaiknya kau yang membuka pintu Key.” Kemudian ia berjalan ke belakang Key, mendorong Key agar membuka pintu dapur.

“Aish! Hye ri-ya kenapa kau- sebaiknya kita pergi saja, aku benar-benar takut.” Key melirik Hye ri yang ada di belakang nya, memandang lagi wajah ketakutan yeoja itu.

Key menarik nafas dalam, sebelum ia mengulurkan tangannya untuk memutar kenop pintu. Semoga ini yang terakhir dan semuanya tidak semakin buruk. Hatinya akan merelakan Minho, Taemin dan Jonghyun yang tewas dengan cara yang tidak wajar, asalkan semuanya berakhir di pintu ini. Key merasa terlalu takut dan lelah karena kerakutannya itu.

Kreeetttt

Key mendorong pintu perlahan, matanya bersiap melihat pemandangan apa yang ada di sana, sementara jantung nya berpacu semakin cepat.

SAENG IL CHUKHAHAE!!!!” suara itu terdengar begitu Key membuka pintu dapur. Ia mendapati Jinki, Taemin dan Minho di sana. Mereka memakai topi ulang tahun yang terbuat dari kertas, memegang terompet kecil yang akan nmengeluarkan gulungan kertas saat ditiup.

 Key membekap mulut dengan kelima jari tangan kanannya, apa-apaain ini? mata nya berkaca-kaca saat melihat Minho dan Taemin tersenyum ke arahnya. Tidak bisa dibayangkan betapa senang nya Key melihat Minho dan Taemin baik-baik saja, tidak terbujur kaku mengenaskan seperti yang dilihatnya sekitar satu jam yang lalu.

Mata Key beralih pada kue tart putih yang dipenuhi stroberi di atasnya. Ya Tuhan! Bagaimana bisa ia tidak ingat bahwa hari ini adalah ulangtahunnya? Aish! Pastilah ini karena kedekatan Hye ri dan Jinki yang terjadi secara tiba-tiba, membuat Key panik dan melupakan banyak hal.

Saeng il chukhae.” Ucap sebuah suara dari belakang Key, Key menoleh dan mendapati si kepala dino berjalan ke arahnya sambil menggosok-gosok rambut dengan handuk basah.

“Jjong!” pekik Key tertahan tangis, ia begitu bahagia melihat jjong baik-baik saja. Key tidak tahu bagaimana menggambarkan rasa senang nya karena hal mengerikan yang ia alami satu jam yang lalu adalah permainan konyol.

Saeng il chukhahae Key, apa aku keterlaluan?” tanya Hye ri, ia tersenyum kemudian mendekati Key. Key hanya mengangguk-anggukan kepalanya kemudian berhambur ke arah Hye ri, membenamkan dirinya dalam pelukan Hye ri.

Mianhae, aku hanya bercanda. Kau benar-benar ketakutan Key.” Hye ri membalas pelukan Key, ekor matanya menangkap bayangan Jinki yang tengah menatapnya.

“Yaa Hyung? Kau ini ketakutan atau sedang mencari kesempatan?” celetuk Taemin, membuat yang lainnya tertawa geli.

Key melepaskan dirinya dari Hye ri, kemudian mengusap lagi airmatanya sambil memandangi sahabat-sahabatnya satu persatu. “Lain kali jangan lakukan permainan bodoh ini lagi!” tukas nya.

“Haha, aku bahkan mengambil fotomu yang sedang ketakutan hyung.” Taemin mengacungkan Polaroid yang memperlihatkan Key dengan wajah begitu tegang di ruang tengah, sementara tangan kanannya terlihat menahan Hye ri yang ada di depannya.

“Yaa! Berikan foto itu padaku!” Key mengejar Taemin yang sempat menjulurkan lidahnya kemudian berlari ke belakang Jonghyun.

“Hentikan Taeminie! Hei! Kau tidak mau memeluk kami juga? Kenapa hanya Hye ri yang kau peluk? Kau tidak lihat kami sudah seperti ini? Jinjja! Darah mainan ini menjijikan.” Jonghyun memperlihatkan ekspresi seolah sedang marah, kemudian menunjukkan handuk putihnya yang telah dipenuhi warna merah.

“Benar Key! Kenapa kau hanya memeluk Hye ri?” timpal Minho yang kemudian berjalan mendekati Key, diikuti Jinki dari belakang.

“Ya Tuhan! Kalian yang terbaik dalam hidupku.” Key kemudian merangkul keempat sahabatnya bersamaan, seolah mereka adalah satu.

Klik..sreettt…

Hye ri berjalan mendekati meja, tangan kanannya mengibas-ngibas kan kertas Polaroid yang baru saja keluar dari kamera.

“Jyaa! Saatnya meniup lilin.” Hye ri meletakkan Polaroid tadi diantara tumpukan stroberi di atas kue. Kemudian mulai menyalakan lilin dengan pematik api yang tergeletak di samping kue. Jinki berjalan ke arah Hye ri, menahan tangan Hye ri yang mengisyaratkan agar Hye ri memberikan pematik itu padanya dan membiarkan Jinki yang menyalakan lilin.

Key melangkah saat seluruh lilin menyala, menyelip di antar Jinki dan Hye ri. “Hei! Sepertinya aku mencium aura cemburu di sini. Tapi kurasa, kita semua sudah tahu siapa pemenang nya Jinki-ya.” Ucap Jonghyun kemudian terkekeh bersama Minho dan Taemin.

Key tidak menanggapi ucapan si kepala dino dan memilih berfokus pada kue nya. Ia menatap Polaroid yang memperlihatkan dirinya bersama keempat sahabat terbaiknya, kemudian memejamkan mata sambil tersenyum.

“Key, jangan terlalu banyak meminta pada Tuhan! Ia pasti tahu apa saja yang kau inginkan.” Desak Jinki saat Key tak kunjung selesai dengan ritual make a wish nya. Key berdecak kesal, sebelum akhirnya bersiap meniup lilin.

Saeng il chukhae hyung!!!” teriak Taemin saat Key meniup lilin, sementara yang lainnya sibuk meniup terompet.

Kajja! Aku sudah menyiapkan pesta kebun untukmu.” Jinki menatap Key, tangannya menunjuk ke arah kebun belakang.

Gomawo Jinki-ya, kau yang terbaik.” Kemudian Key memeluk Jinki.

“Oh ya! Ngomong-ngomong, siapa yang merencanakan permainan bodoh tadi?” Key baru saja teringat pada biang kerok yang sukses membuatnya menangis.

Jinki nyengir, memperlihatkan gigi kelincinya yang besar pada Key. “Yeoja itu juga terlibat Key! Dia otak nya.” Jinki menunjuk ke arah Hye ri yang tengah tersenyum pada Key, membuat Key luluh. Aish! Sudah Key duga, freak!

Mianhae Key, jeongmal mianhae. Perlu aku memelukmu lagi agar kau tidak ketakutan?” tanya Hye ri, ia kemudian mendekati Key, berusaha memeluk namja itu saat Jinki mencegahnya. “Yaa! Kau tidak perlu memeluknya lagi, Key akan ketagihan.” Ucap Jinki ketus.

“Ya sudah! Ayo kita ke kebun belakang. Taeminie kau bawa kue nya, dan Oh! Eun young dan yang lainnya akan segera datang.” Jonghyun menatap lagi layar ponselnya dan terlihat seperti hendak menelepon seseorang.

Semuanya berjalan beriringan menuju kebun belakang dengan suka cita. Kembali mempersiapkan beberapa hal kecil untuk metauakan ulantahun Key yang penuh kejutan itu.

***

Tiga puluh menit berselang, semuanya telah berkumpul di kebun belakang dan tengah menikmati pesta kecil ulang tahun Key. Hye ri melangkah menuju dapur untuk mengisi lagi water pitcher dengan jus jeruk. Hye ri mengisi water pitcher sambil bersenandung, pesta kecil ini begitu menyenangkan baginya. Bahkan Key tidak pernah jauh darinya, jika sudah seperti ini, Hye ri tinggal menunggu Key mengutarakan perasaannya.

Pikiran itu membuat Hye ri tersenyum malu, wajahnya memanas begitu saja hanya dengan membayangkan wajah Key yang memeluknya, kemudian mengusap airmatanya. Ide awal Jinki memang daebak! Dengan berpura-pura membuat affair antara ia dan Jinki sangat sukses membuat Key cemburu. Ternyata hanya Jinki yang bisa membuat Key cemburu.

Hye ri hendak meninggalkan dapur saat sesuatu yang sempat dilupakannya kembali berkelebat dalam pikirannya. Ia lupa menanyakan pada Jinki mengapa namja itu mengubah skenario akhir dari permainan mereka? Seharusnya pesan kematian yang ditulis Jonghyun adalah nama Jinki dan Jinki akan ditemukan tewas di kebun belakang, sementara mayat Taemin akan hilang.

Kata ‘Kitchen’ yang ditulis dalam huruf Korea (Ki-tchin) itu kembali muncul dalam benak Hye ri. Sejurus kemudian Hye ri berjengit, menyadari makna lain yang tersirat dalam pesan itu. Dalam pesan itu memang tertulis sebuah nama lain, tapi bukan nama Jinki seperti skenario yang telah mereka buat.

Hye ri menaruh water pitcher ke atas meja, kemudian berbalik menatap sebuah pintu yang ada di dapur. Yeah! Jinki bilang itu adalah ruangan kunci, semua duplikat dari kunci yang ada di rumah nya ada di sana.

Hye ri mengendap mendekati pintu ruang kunci, ia tahu pasti ada sesuatu yang disembunyikan Jinki dibalik digantinya skenario akhir mereka. Dan entah mengapa hal itu membuatnya takut, hanya ada satu nama yang dipikirkannya saat ini-Key. Yeah! Itu lah nama yang tertulis dalam pesan kematian yang terakhir.

Dengan tangan gemetar Hye ri memutar kenop pintu, mendorong pintu seukuran tubuhnya. Hye ri tercekat melihat siapa yang ada di sana, ia bahkan tidak berpikiran bahwa dalam ruangan itu akan ada seseorang. “J..Jinki-ya, apa yang kau lakukan di sini?” tanya Hye ri mulai ketakutan, pikirannya mulai menerawang pada fantasi mengerikan.

Jinki tersenyum, memegang tali tambang yang memang telah dipersiapkannya di ruangan kunci itu, sementara tangan yang satu nya lagi memegang pisau dapur. “Aku tahu kau membaca pesanku.” Jinki kembali tersenyum dan itu membuat Hye ri takut. Jinki mulai mendekat ke arah Hye ri, membuat yeoja itu mundur beberapa langkah.

 “J..Jinki-ya, apa yang kau-“ Hye ri tidak dapat menyelesaikan kalimatnya saat Jinki menariknya ke dalam ruangan kunci.

Welcome baby! You are mine! Kau tidak boleh menjadi milik Key!” kemudian menutup pintu.

***

Key baru saja selesai membicarakan bagaimana ia bisa mengikuti permainan bodoh yang dibuat Hye ri dan teman-temannya saat ia menyadari Hye ri menghilang. Ia berjalan mengelilingi kebun untuk mencari Hye ri, kalau-kalau yeoja itu sedang berbincang dengan pacar Jonghyun atau yeoja lainnya yang datang. Tapi nihil, yeoja itu tidak tampak di mata Key dan Hei! Ke mana Jinki?

Key berlari menuju rumah, sementara otaknya berpikir ke mana dan sedang apa Hye ri. Apa yeoja itu tengah mempersiapkan permainan bodoh yang lain? Dan Oh! mengapa Jinki juga harus menghilang. Key menyusuri rumah Jinki, hasilnya tetap nihil.

Entah mengapa tiba-tiba matanya melirik dapur, mengingat lagi pesan kematian terakhir yang ditemukannya dan Hye ri. ‘Kitchen’ yang ditulis dalam huruf Korea (Ki-tchen). Ia sempat tersenyum, ternyata perkiraannya meleset. Padahal tadi ia berpikiran bahwa korban selanjutnya yang tertulis dalam pesan kematian adalah dirinya. Sama seperti suku kata pertama yang tertulis dalam pesan kematian itu ‘Ki’ yang juga sama dengan cara menulis namanya-Key.

Pemikiran itu tiba-tiba membuat Key berjengit. Apa Hye ri… kaki nya melangkah dengan cepat menuju dapur, segera menyapu penjuru dapur dengan matanya, tapi tidak ada Hye ri di sana. nyaris saja Key meninggalkan dapur saat ia mendengar teriakan di balik sebuh pintu dalam dapur.

“Key…arrrgghhhtttttt…..” suara Hye ri terdengar mengiba, seperti seseorang yang tengah meregang nyawa.

Key berlari mendekati pintu di mana ia mendengar suara Hye ri “Hye ri-ya, kau di dalam? Apa yang terjadi? Hye ri-yaaa!!!!” Key berteriak karena pintu terkunci. Ia berusaha mendobrak pintu dengan tubuhnya, tapi nihil. Pikirannya semakin kalut saat mendengar erangan kesakitan Hye ri, dan akhirnya suara Hye ri menghilang.

Klek.

Pintu terbuka, membuat Key terbelalak melihat pemandangan di depannya. Hye ri tergeletak di atas lantai dengan tubuh berlumuran darah, sementara tangan dan kaki nya diikat. Key semakin ketakutan saat ia melihat Jinki di hadapannya, namja itu tersenyum ke arahnya. Pakaiannya dipenuhi darah, begitu juga dengan pisau dapur dalam genggamannya.

“J..Jinki-ya? Permainan apa lagi ini?” tanya Key dengan suara bergetar.

Jinki kembali tersenyum, ia sempat melirik tubuh Hye ri di belakang nya. “Kau jenius Key! Akhirnya kau membaca pesanku.” Jinki kemudian menghunuskan pisau dapur ke hadapan Key, bersiap menikam sahabatnya itu.

ANDWAEEEE!!!!” teriak Key sejadinya.

Semua orang begitu menikmati pesta kebun di rumah Jinki, tak ada satu pun yang menyadari bahwa sesuatu tengah terjadi di dapur. Di tempat yang ditunjukkan oleh pesan kematian yang terakhir dari permainan mereka.

Yeah! Itu adalah sebuah permainan. Permainan Sherlock, di mana akan selalu ada Clue dan Note di setiap kasusnya.

=FIN=

Song Eun cha’s Note :

Happy Birthday my baby Diva- Keybummie… neoppuniya \(^0^)/
Love you day by day. You are the only one suspect who steals my heart <3<3<3

Yeah! Ini adalah sebuah permainan. Permaian Sherlock, di mana akan selalu ada Clue dan Note di tiap permainannya. I’m so curious yeah!!!

Ada yang  bisa baca pesan dari petunjuk di atas? .kekek

3 thoughts on “[FF KEY B’DAY PARTY] Clue [2.2]

Gimme Lollipop

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s