Archangel – Part 23

archangel

Main cast :

Kim Ki bum [Key] | Min Hyeri | Choi Minho

Supporting cast :

Lee Jinki [Onew] | Kim Aeri | Kim Jonghyun | Shin Eun young | Nicole [KARA] | Kim Hyoyeon [SNSD]

Author             : Song Eun cha

Length             : SEQUEL

Genre              :Romance, family, Friendship

Rating             : PG 15

Credit poster : ART FACTORY

Uh yeah!!! Finally it’s part 23. Adakah yang udah nungguin?
Eh, posternya baru, bagus kaan yah? .kekekek.

2 part akhir ini Euncha buat khusus para readers setia Archangel. Makasih yh kalian udah ngikutin FF ini.hhe. Semoga ending-nya ga mengecewakan. Oh iya, ada kah yang kepo sama kisahnya Jinki-Aeri couple atau Jonghyun-Eunyoung couple? Yang kepo jangan lupa ikutan polling di bawah yaa~ Thank you😀

Key menaruh piring dan gelas sarapannya ke dalam bak cuci. Ini bukan tipenya, tapi ia mencuci piring bekas sarapannya. Suara mesin cuci itu masih samar-samar terdengar di telinga Key, ia melangkah menuju lantai dua. Mengendap menaiki tangga, tidak mau mengejutkan yeoja itu.

Key tiba di lantai dua, tempat di mana mereka biasa mencuci pakaian. Dilihatnya Hyeri dengan celana rumahan abu setengah betisnya dan tshirt longgar dengan warna senada. Yeoja itu menghadap mesin cuci, memandangi busa-busa yang berputar di dalam mesin cuci.

Key memandangi Hyeri dari belakang, tetap menjaga jarak karena ingin memperhatikan apa yang dilakukan Hyeri. Selagi otaknya berpikir untuk mencari topik yang bagus, ia yakin Hyeri tidak mau membahas kejadian semalam. Yeah! Key tidak terlalu yakin. Tapi begitu yang ia tahu dari majalah-majalah dan cerita teman-temannya semasa kuliah. Mereka bilang yeoja tidak suka membahas pengalaman bercintanya dengan si namja. Tapi mereka akan mulai bercerita setelah hubungan kedua dan seterusnya. Bukan tidak suka, tapi mereka malu. Karena yeoja selalu memiliki pride yang harus mereka pertahankan di depan si namja.

Mesin berhenti berputar, membuat Key entah mengapa menahan nafasnya. Ia takut jika hembusan nafasnya membuat Hyeri sadar akan keberadaannya. Hyeri menarik sesuatu berwarna putih kusam di antara busa-busa sabun, memerasnya dengan tenaga kecilnya yang sama sekali tidak membuat air dalam kain tersebut hilang.

Sambil mengerang Hyeri melempar kain berukuran besar tersebut ke dalam ember besar berisi air yang Key yakin berisi campuran pewangi pakaian. Ia kemudian berkacak pinggang, terlihat jelas bahwa yeoja itu mulai lelah.

Tapi nyatanya Hyeri tidak mudah menyerah, ia kembali menarik sesuatu dari dalam mesin cuci. Kedua tangan mungilnya menarik gulungan kain yang lebih tebal, ia mengerang sambil memejamkan kedua matanya. Dengan cepat Key berlari ke arah Hyeri, tanpa mengatakan apa pun ia membantu Hyeri menarik bed cover yang begitu berat dari dalam mesin cuci.

Hyeri terperanjat, ia segera melepaskan bed cover dari tangannya yang basah dan membiarkan Key mengambil alih cuciannya. Hyeri diam, memperhatikan Key yang memasukkan bed cover ke dalam ember berisi campuran pewangi. Key mengerang pelan, ia tidak menyangka bahwa bed cover yang basah akan seberat itu.

“Kau mencucinya? Tapi sepertinya akan hujan.” Key membalikkan tubuhnya dan membuatnya berhadapan dengan Hyeri, kemudian menatap langit mendung. Hyeri tersontak, sambil mengerjapkan matanya ia ikut-ikutan menatap langit. “Ah! Maja!” ia tersenyum konyol dan menatap Key ragu.

“Tapi, aku tetap harus mencucinya kan?” tanya Hyeri, kemudian terkekeh. “Ah! Kau benar! Bagaimanapun kau harus mencucinya hari ini juga.” jawab Key, matanya menatap bercak merah di sekitar leher Hyeri.

Atmosfir di antara mereka terasa sedikit canggung. Sedetik kemudian Hyeri menundukkan kepalanya, mengutuki dirinya yang mengatakan hal itu. Aish! Betapa bodohnya ia, bagaimana jika itu memancing Key untuk membahas hal yang berhubungan dengan mencuci seprai dan bed cover? pikir Hyeri.

“Euh, Hyeri-ya-“ benar saja! Hyeri segera menyambar “Oh! Kau juga akan membantu untuk menjemurnya kan? Kuharap hujan tidak akan turun sebelum cucianku kering.” kemudian Hyeri memaksakan senyum. Senyum yang terlalu dibuat-buat. “Sure! Aku akan membantumu sampai selesai. Mungkin hujan tidak akan cepat turun.” tanggap Key, ia kemudian menatap Hyeri yang terlihat begitu salah tingkah.

“Hyeri-ya, ba-“

“Kau ingin makan apa untuk siang nanti? Bagaimana kalau aku membuat samgyetang? Ah! Kurasa aku harus mempersiapkannya lebih awal jika kau mau samgyetang.” potong Hyeri buru-buru. Ia tahu Key ingin membicarakan kejadian semalam. Hyeri pikir ia masih terlalu shock dengan apa yang terjadi. Ia masih setengah percaya bahwa ia sudah memberitahu Key tentang perasaannya yang sebenarnya, juga tentang apa yang terjadi setelahnya.

“Tidak! Sepertinya aku tidak mau samgyetang. Mungkin capjae akan lebih baik. Oh! Tapi Hyeri-ya, yang ingin kukatakan-“

Capjae? Oh! good idea! Kurasa kita punya bahan-bahanya.”

Key terkekeh, ia menggosok tenguknya. Kemudian memasukkan tangan pada saku celananya, “Dwaesseo, aku tidak akan membahas kejadian semalam.” ia kemudian bersandar pada mesin cuci, menatap langit mendung musim semi.

Hyeri terlonjak, bagaimana Key bisa membaca pikirannya? Key mengalihkan pandangannya dari langit mendung musim semi, menatap Hyeri tajam “Ck! Lihatlah! Wajahmu sudah seperti kepiting rebus begitu. Jinjja! Apa yang membuatmu malu padaku? Bahkan semalam aku sudah-“
Dengan cepat Hyeri menempelkan kelima jari tangan kanannya di mulut Key, membuat namja itu menghentikan kalimatnya. “Kau berjanji untuk tidak membahasnya!” ucap Hyeri ketus, ia menatap Key tajam. Berusaha menunjukkan bahwa ia akan marah jika Key membahasnya, tapi pada kenyataanya yang Key tangkap adalah gurat malu yang begitu besar.

Key tersenyum, ia kembali menatap langit mendung musim semi “Besok aku akan kembali ke kantor, menurutmu aku harus berpidato?” tanya Key acuh tak acuh, ia sama sekali tidak memandang Hyeri, seolah tenggelam dalam pikirannya dan gumpalan awan kelabu.

“Ah! Besok hari Senin? Jinjja? Ah! Ya Tuhan!” Hyeri terperanjat, ia baru saja mengingat sesuatu. “Museun iyeyo?” tanya Key cepat, “Key, kau bisa melanjutkan cucianku kan? Ani! Cucian kita. Aku belum menyelesaikan design-ku. Jinjja! Jinki-ssi pasti akan marah.” Dengan cepat Hyeri menuruni tangga, tanpa mempedulikan Key yang masih membeku di tempatnya.

***

Hari Senin tiba, Key telah siap dengan setelan jas hitamnya. Ia berdiri di daun pintu kamar, memperhatikan Hyeri yang merias wajahnya tergesa-gesa. “Kau mau kita pergi bersama?” tanya Key, ia melirik lagi arloji di tangan kirinya.

Sure! Oh! bisa bantu aku mencarikan syal berwarna beige di lemari?” pinta Hyeri saat ia menyadari bahwa ia harus menyembunyikan sesuatu di lehernya. Key berjalan menuju lemari pakaian, membuka salah satu pintu di mana mereka menyimpan syal dan topi rajut. Ia tidak begitu yakin syal beige mana yang dimaksud Hyeri, tapi dengan cepat mencocokan dengan warna blazer Hyeri.

Dua puluh menit berselang, keduanya telah tiba di halaman parkir perusahaan. Key merapikan lagi jas dan dasinya sebelum ia turun. Jinjja! Ini hari pertamanya kembali ke perusahaan, dan entah mengapa itu membuatnya gugup. Seperti saat pertama kali ia bekerja di perusahaan.

Beberapa pasang mata terhenyak, lalu terkagum-kagum melihat keduanya. Hal yang sedikit aneh karena mereka memperlihatkan kemesraan suami istri, tidak seperti sebelumnya di mana mereka akan datang masing-masing dengan menggunakan kendaraan masing-masing dan hanya bertemu jika ada rapat.

“Oh! Annyeonghaseyo, Kim sajangnim. Anda sudah sehat? Ah! Kalian terlihat begitu serasi.” ucap salah seorang secuirity yang bertemu mereka di pintu lobi. Keduanya hanya tersenyum, melangkah dengan wajah berseri.

Jam kantor telah dimulai, dan sesuai pengumuman pada akhir pekan lalu, seluruh pegawai telah berkumpul di aula lantai lima. Mereka berbaris rapi, wajah mereka berseri, dipenuhi semangat musim semi.

Annyeonghaseyo. lama tidak bertemu, kuharap kalian sehat.” ucap Key yang telah berdiri di hadapan semua pegawai. “NEEEEEE….” sambut para pegawai antusias, wajah mereka tak kalah berseri.

Key menarik nafas dalam, menunjukkan betapa semangatnya ia. “Aku tidak akan banyak bicara, kalian sudah mengetahui semua yang perlu kalian ketahui. Mungkin kita bisa berbincang di saat luang,” terang Key, membuat para pegawai terkekeh, selera humor atasan mereka tidak pernah berubah.

“Kuharap tahun ini kita bisa mencapai prestasi baru yang lebih baik! Mari bersama-sama bekerja keras. Aku berjanji, akan tetap bersama kalian di saat sulit. Maaf karena kalian telah melewati masa sulit tanpaku,” Key menatap para pegawai satu-persatu, matanya memancarkan sorot keseriusan dan keteguhan yang kuat.

“Maka dari itu, mari bekerja sama.” lanjut Key dan disambut oleh tepuk tangan dari seisi aula. Key melanjutkan pidatonya sekitar dua menit, ia hanya bercerita sedikit tentang kesehatannya dan betapa senangnya ia bisa kembali ke kantor. Dan pada akhir pidatonya, Key menyampaikan bahwa ia akan mentraktir seluruh pegawai setelah jam kantor usai.

Beberapa pegawai segera menyerbu Key, menyalami dan memeluk Key sebagai bukti bahwa mereka begitu merindukan seorang Kim sajangnim. Mereka kemudian berbincang kecil. Hyeri dan Aeri masih berbincang di dekat salah satu jendela lebar, “Aku senang akhirnya Key kembali ke kantor, semuanya kembali normal.” ungkap Aeri gembira, ia menyenggol lengan Hyeri dengan sikutnya.

Ne, aku pun begitu.” tanggap Hyeri singkat, sementara matanya tak lepas dari sosok Key yang masih berbincang dengan para pegawai. Hyeri mengakui ia terlambat, tapi sosok Key begitu mengagumkan di matanya.

Aeri yang menyadari bahwa Hyeri tak pernah melepas pandangannya dari Key itu kembali menyenggol lengan Hyeri dengan sikutnya, berusaha menggoda Hyeri. “Kalian terlihat mesra sekali tadi pagi. Semua orang membicarakan itu. Apa ada yang kulewatkan?”

Hyeri mengalihkan pandangannya dari Key, kemudian berbalik menatap Aeri. Hyeri tersenyum sumringah, bagaimanapun ia tidak bisa menyembunyikan kebahagiaannya. Hyeri ingin menceritakan bagaimana ia akhirnya bisa mengungkapakan langsung bahwa ia mencintai Key, juga hal-hal menyenangkan lain yang ia lalui selama beberapa bulan ke belakang. Tapi pada kenyataannya, Hyeri hanya mampu melipat kedua tangan di depan dadanya sambil tertunduk malu.

Aeri merengsek mendekati Hyeri kemudian berbisik, “Apa saja yang sudah terjadi?”
Hyeri hanya mampu tersenyum, kemudian berbisik. “Not that much!” kemudian terkekeh. “Jyaa! Kurasa drama akan segera usai, Min Hyeri. Kau tahu kan? Sebuah drama akan selesai setelah dua pemeran utama saling mencintai dan hidup bahagia.” Aeri menghela nafas, ia kemudian melirik Key yang tengah berbincang di seberangnya. Dengan cepat matanya menangkap sosok sekretaris kantor yang kini tengah berbincang dengan Key, “Oh! kurasa drama belum usai.” pekik Aeri tertahan.

Hyeri mengikuti pandangan Aeri dan dengan cepat senyuman di wajahnya hilang. Ia menatap geram Key yang tengah berbincang dengan Nicole. Diperhatikannya dengan seksama gelagat mereka, bagaimana cara mereka saling memandang dan tersenyum.

“Hyeri-ya, sebaiknya kita kembali ke ruangan kita.” desak Aeri, ia tidak mau terjadi pertengkaran lagi di ruangan ini seperti yang lalu. Tapi Hyeri tak bergeming, ia justru mulai menggeretakan gigi-giginya. Sorot matanya memancarkan kebencian pada sosok yang tengah berbincang dengan Key. Aeri berusaha menarik Hyeri untuk meninggalkan aula. Tapi pada kenyataanya, itu tidak semudah membalikkan tangan. Kedua kaki Hyeri tertancap begitu kuat di tempatnya, dan ia tak hentinya menatap benci ke arah Nicole. Tak lama sosok Nicole menjauh dari Key tepat setelah mereka berpelukan, tentu saja Aeri tahu itu hanyalah pelukan rekan kerja yang tidak mengandung makna lain. Tapi tidak begitu bagi Hyeri.

Kini Key sendirian di seberang saja, matanya mulai menjelajah isi aula seolah mencari seseorang. Tak perlu waktu lama bagi Key untuk menemukan Hyeri. Mata mereka bertemu. Key tersenyum di seberang sana, tapi kemudian senyuman itu mulai pudar. Ragu-ragu Aeri kembali menatap Hyeri, ia yakin kini Hyeri sudah serupa dengan harimau yang siap menerkam mangsanya. “Eonni, kurasa aku perlu ke salon secepatnya.” kalimat itu membuat Aeri terkejut, jinjja! Apa yang ada dalam pikiran Hyeri saat ini? batin Aeri. Hyeri menatap Key dengan sinis, ia kemudian merapikan rambutnya, “Kajja!” kemudian melangkah sambil menghentakkan kakinya.

Aeri tersenyum ke arah Key, senyum yang sedikit dibuat-buat karena ia tidak mau terlibat masalah lain yang lebih konyol dari pemikirannya.

***

Mwo?” Key terlonjak mendengar permintaan yang baru saja dilontarkan Hyeri. Perbincangannya sambil menikmati minum teh sore ini benar-benar menjadi kacau. “Hyeri-ya, mana bisa kau seperti itu? Sirheo! Aku tidak bisa melakukannya.” tangkas Key. Ia bukannya tidak mau mengikuti keinginan Hyeri, tapi itu terlalu kekanak-kanakan.

Hyeri menaruh cangkirnya, “Wae? Mengapa kau tidak bisa melakukannya? Aku ini istrimu, dan aku tidak suka melihat Nicole menjadi sekretarismu. Berapa banyak waktu yang kalian habiskan di luar dan akan menjadi skandal?” pekik Hyeri.

Key berdecak, mana bisa Hyeri seegois itu? Ia bisa saja dengan mudah memindahkan Nicole ke kantor pusat, tapi apa alasan yang akan ia berikan pada Nicole? Terlebih lagi belum genap satu minggu sejak Key kembali ke kantor. “Hyeri-ya, tunggulah sampai beberapa bulan. Aku baru lima hari kembali ke kantor. Mana bisa tiba-tiba melakukan mutasi? Nicole akan mencurigainya.”

Geuraesseo wae? Kenapa kalau ia mencurigainya? Kau takut pada sekretarismu? Eoh?” kini Hyeri mengambil sepotong biskuit dari piring, kemudian melemparnya ke tumpukan biskuit yang lain. “Hyeri-ya, neo wae irae? Mengapa kau tiba-tiba menginginkan Nicole dimutasi? Kau tidak pernah seperti ini sebelumnya. Kita bicarakan baik-baik, okay? Apa yang terjadi antara kau dan Nicole?” Key berusaha menenangkan Hyeri karena yeoja itu terlihat sudah naik darah.

Tapi sepertinya Key salah, apa yang diucapkannya justru membuat Hyeri semakin geram. “Yaa, Kim Kibum! Kau bertanya apa yang terjadi? seluruh kantor tahu tentang skandal kalian! Aku tidak suka! Aish! Aku marah sekali! Aku tidak mau tahu, pokonya minggu depan aku tidak mau melihat Nicole lagi di kantor. Arasseo?!!!” Hyeri melempar piring berisi biskuit ke rumput di halaman belakang –tempat mereka tengah minum teh- membuat biskuit beraneka rasa itu berceceran. Ia kemudian beranjak setelah menggebrak meja, meninggalkan Key di halaman belakang.

Key membeku di tempatnya, ia terkejut dengan apa yang baru terjadi di depan matanya. Apa yang terjadi pada Hyeri? Apa ia kerasukan? Sungguh menyeramkan, pikir Key. Key menyesap lagi tehnya, berusaha menarik nafas untuk menenangkan dirinya. Baiklah, sepertinya masalah belum berakhir setelah ia memberitahu pengacara Jung bahwa perceraiannya dan Hyeri batal.

***

Yeoja itu mendesah ringan, ia memejamkan mata kemudian membukanya perlahan dan melihat lagi angka yang sama ditunjukkan oleh jarum timbangan. “Tidak mungkin!” ia turun, kemudian naik lagi ke atas timbangan. Dan jarum tetap menunjukkan angka yang sama, membuatnya semakin frustasi.

“Kau sudah selesai?” teriak Key dari dalam kamar, membuyarkan pikiran Hyeri. “Nee, sebentar lagi.” ia kemudian melilitkan handuk ke tubuhnya dan segera keluar dari kamar mandi. “Lama sekali, kau bermasalah dengan perutmu?” gurau Key yang telah melilitkan handuk di lehernya, bersiap untuk mandi. “Sikkeuro, cepatlah mandi!” Hyeri mendorong Key, dan dengan cepat namja itu menghilang di balik pintu kamar mandi.

Hyeri melirik lagi pintu kamar mandi, meyakinkan bahwa Key sudah benar-benar mulai mandi dan tidak akan keluar tiba-tiba. Ia menutup tirai kamar dan segera berdiri di depan cermin, melepas handuk dan menatap tubuh polosnya di cermin. “Ya Tuhan, bagaimana bisa? Aku tahu aku terlalu banyak makan beberapa bulan ke belakang, tapi aku sudah melakukan diet satu minggu ini. Dan mengapa berat badanku semakin naik?” keluh Hyeri, ia memperhatikan beberapa bagian tubuhnya yang berubah secara signifikan. Lengan, perut, dan pahanya kini terlihat lebih berisi.

Hyeri berdecak, kemudian segera meraih setelan berwarna orange yang telah ia siapkan di atas ranjang. Baiklah, ia rasa ia harus lebih serius melakukan diet. Akan sangat buruk jika berat badannya naik secepat itu.

Satu jam berselang, keduanya telah tiba di halaman parkir kantor. Hyeri berjalan sambil merapikan lagi blazer-nya, ia berjalan mendahului Key. “Kau yakin tidak mau sarapan? Bagaimana jika aku memesannya dan mengirimnya ke ruanganmu?” tanya Key, ia sedikit cemas dengan Hyeri yang sengaja melewatkan sarapannya. “Ani, itu terlalu mencolok.” tanggap Hyeri singkat. Key berusaha menyamakan langkahnya dengan Hyeri, kemudian meraih tangan yeoja itu.

Hyeri sempat menghentikan langkahnya dan menatap tautan jari mereka, ia kemudian terkekeh “Kau tidak akan berhasil jika bermaksud baikan dengan hal ini.” terang Hyeri, kemudian kembali melangkah. Acuh tak acuh dengan Key. Sudah dua minggu sejak Hyeri meminta Key untuk me-mutasi Nicole. Tapi pada kenyataannya Nicole masih tetap bekerja sebagai sekretaris Key, dan itu membuat Hyeri semakin tidak senang.

Key terkekeh, “Oh! Ayolah, aku perlu waktu.” rengek Key, ia tahu Hyeri akan tetap marah sebelum Nicole dimutasi. Tapi sungguh! Key harus mencari waktu dan alasan yang tepat untuk itu, ia tidak mau terang-terangan membuat Nicole sakit hati. Selain itu, siapa yang akan menggantikan Nicole?

“Ah! Kurasa kita baru bisa berbaikan setelah Nicole benar-benar dimutasi.” ucap Hyeri. Key menghentikan langkahnya yang otomatis ikut menghentikan langkah Hyeri. Hyeri menatap Key dengan tatapan yang seolah mengatakan apa? Key memutar tubuh Hyeri hingga mereka berhadapan.  Kemudian melihat ke sekitar, seolah memastikan bahwa tidak ada orang lain yang akan mendengar percakapan mereka.

“Hyeri-ya listen! aku perlu waktu, okay? Nicole sahabatku, aku tidak bisa seenaknya melakukan mutasi tanpa alasan yang jelas. Jebal, berhentilah marah padaku hanya karena itu. Eoh?” Key menaruh tangannya di kedua bahu Hyeri, sedikit menundukkan kepalanya agar bisa melihat wajah Hyeri.

Mwo? alasan yang jelas? Apa aku bukan alasan yang jelas?” ternyata kalimat Key segera menyulut amarah Hyeri.

“Ssshhttt! Hyeri-ya, pelankan suaramu. Okay, yang kuperlukan adalah waktu. Dan aku minta kesabaranmu, lagipula aku juga perlu waktu untuk mencari pengganti Nicole. Kau tahu, itu tidak mudah.” Key menempelkan telunjuknya di bibir Hyeri agar yeoja itu mengecilkan suaranya. “Pengganti? Ah! Arasseo. Kau begitu menyukainya hingga kau tidak bisa memikirkan orang lain yang bisa menggantikannya di hatimu? Geutchi?” tekanan darah Hyeri naik hanya dalam hitungan detik, wajahnya mulai memerah karena marah. Dengan cepat ia melepaskan kedua tangan Key di bahunya, dan melangkah meninggalkan Key.

Key berdecak kesal, menggigit bibir bawahnya menahan amarah. Apa yang sebenarnya terjadi pada Hyeri? Mengapa ia jadi pencemburu seperti itu? Dan ya Tuhan! Emosinya buruk sekali. Key mengejar Hyeri yang telah memasuki pintu lobi, tersenyum pada beberapa pegawai yang berpapasan dengannya. Diraihnya tangan Hyeri begitu mereka memasuki lobi, “Hyeri-ya listen! neo waegeurae? Jebal, kita akan membicarakan ini lagi nanti. Dan kumohon, kendalikan emosimu. Yang terjadi tidak seperti yang kau pikirkan.” bisik Key, matanya sesekali memperhatikan orang-orang yang ada di lobi.

Hyeri memalingkan wajahnya sekilas, kemudian berdecak kesal. Ia mendekatkan wajahnya ke wajah Key, lalu berbisik. “Lalu apa? Apa yang sebenarnya terjadi antara kalian? Oh! aku benar-benar lupa bahwa aku pernah melihat kalian berbelanja bersama.”

Key belum sempat mengatakan apa pun saat Hyeri berjalan lebih dulu meninggalkannya. Key mengerang, ia baru tahu bahwa temperamen Hyeri begitu buruk. Jinjja! Apa yang sebenarnya terjadi?

***

“Jyaa! Aku punya film bagus, bagaimana jika kita menonton?” rayu Key, ia menyodorkan beberapa dvd pada Hyeri. Hyeri meraihnya kasar, kemudian meneliti judul film-film tersebut satu-persatu. Key menatap Hyeri, seolah menunggu senyum sumringah dari istrinya. Tapi pada kenyataannya yang didapat Key justru wajah cemberut yang semakin tidak menyenangkan. “Yaa! Kim Kibum! Niga micheo? Mana bisa kau menyodorkan film-film horror dan psycho seperti ini pada yeoja?” Hyeri melempar dvd ke atas meja dengan kasar, membuat Key terbelalak.

Key memungut dvd yang baru dilempar Hyeri. Mengecek lagi judul-judul yang tertera di sana, bagaimana bisa Hyeri tidak menyukai ini? mustahil! “Oh! Ayolah Hyeri, kau tidak lihat? Ini jenis film kesukaanmu. Mereka bilang ini sangat menakutkan. Kau akan melihat makhluk-makhluk tidak menyenangkan dan adegan-adegan mengerikan.”

Hyeri memincingkan matanya pada Key, menatap namja itu penuh benci. “Aish! Bisa-bisanya kau seperti ini. Coba saja kau mengajak Nicole-mu untuk menonton film seperti itu! Kau pikir dia akan terpesona karena kau telah memilihkan film yang bagus?uh?”

Key berdecak, lagi-lagi Hyeri membahas Nicole. Dan itu hanya akan menyulut pertengkaran antara mereka. “Geurae! Mianhae, aku yang salah. Jadi, kau ingin menonton film yang seperti apa? Eoh? Palli! Beritahu aku! Kita akan menontonnya bersama.” Key berusaha bersabar menghadapi kelakuan Hyeri yang belakangan ini seolah mencari perkara dengannya.

Amarah di wajah Hyeri hilang, perlahan ia menyunggingkan senyumnya. Senyum yang diiringi wajah memerah. “Aku ingin kita menonton film…”

Nyaris dua jam berlalu, kini keduanya tengah berada di ruang tengah. Duduk di sofa hijau sambil menonton film Titanic yang memasuki bagian akhir. Key melirik lagi Hyeri, menatap heran yeoja yang begitu serius menonton. Ia mentupi setengah wajahnya dengan bantal, sementara matanya berkaca-kaca dan tak lama meneteskan air mata.

“Jack, I love you.”

“No! Don’t say goodbye.”

Key mengalihkan pandangannya dari Hyeri, melirik sekilas adegan di mana Leonardo Dicaprio dan Kate Winslate tengah berada di tengah laut dan nyaris mati membeku. Kemudian Key melirik Hyeri, yeoja itu tengah terharu biru. Air matanya terus menetes membasahi bantal. Dan itu membuat Key tidak bisa konsentrasi pada Titanic.

Hyeri tiba-tiba saja menolak seluruh film horror yang disodorkan Key dan meminta Key untuk mencari film Titanic. Dengan cepat Key melesat menuju toko yang menjual dvd dan susah payah akhirnya mendapatkan film lawas itu untuk ditonton olehnya dan Hyeri. Well, Titanic memang master piece. Tapi, apa yang sebenarnya terjadi pada Hyeri? Mengapa ia tiba-tiba ingin menonton film romantis sepanjang masa ini?

Beberapa menit berselang, akhirnya film usai. Dan Key benar-benar tidak menikmati Titanic sedikitpun. Ia justru cemas dengan Hyeri yang terlihat aneh. Hyeri kembali mengusap air matanya saat adegan di mana tokoh Rose tua bermimpi kembali ke kapal Titanic dan bertemu dengan Jack.

“Hyeri-ya, gwaencanha?” tanya Key ragu. Ia takut pertanyaannya akan sedikit mengusik Hyeri. “Ah! Gwaencanha. Apa aku menangis? Jinjja!” Hyeri menatap Key ragu, kemudian mengusap air matanya. Key menyodorkan tissue, Hyeri meraihnya begitu saja. Mengelap air matanya yang menganak sungai.

Layar televisi menampilkan credit film saat Key tiba-tiba memiliki inisiatif “Oh! Kau haus? Akan kubawakan minum.” ucapnya kemudian berlalu tanpa menunggu persetujuan Hyeri. Key berjalan menuju dapur, wajahnya berseri. Ia tahu Hyeri terlihat aneh beberapa minggu ke belakang ini, tapi Key merasa ini sebuah kemajuan dalam hubungannya dengan Hyeri.

Ia melangkah menuju lemari pendingin, membukanya santai dan segera meraih dua goblet berwarna campuran kuning dan putih yang pucat. Key menata kedua goblet tersebut ke atas baki, ia yakin Hyeri akan menyukainya. Yeah! Virgin Pina Colada tanpa rum yang telah dibuat Key semalam.

“Chaja!!! Virgin Pina Colada untuk tuan putri yang cantik.” Key menaruh baki ke atas meja di hadapan Hyeri, segera meraih salah satu goblet dan menyodorkannya pada Hyeri. Hyeri terkejut dan terlihat jelas bahwa ia senang dengan apa yang disodorkan Key padanya. “Gomawo.” Hyeri segera menyambar goblet yang disodorkan padanya. Ia segera menyeruput Virgin Pina Colada-nya, sementara Key duduk di sampingnya dan mulai menyesap minumannya.

“Aku tidak tahu kau akan menangis menonton film itu.” Key membuka pembicaraan. Hyeri menggenggam goblet-nya di atas paha, terlihat berpikir sebelum menanggapi kalimat Key. “Aku selalu menangis setiap kali menonton film Titanic. Molla! Tapi aku merasakan cinta yang begitu besar antara Jack dan Rose. Juga perasaan Rose yang begitu merindukan Jack saat bangkai Titanic di temukan, dan ia harus kembali membuka kenangan lamanya.” terang Hyeri.

Key hanya diam, memandangi Hyeri. Ia rasa ia memang belum mengenal Hyeri sebaik Minho. Yeah! Ia yakin Minho mengetahui hal ini, juga hal-hal lain yang tidak Key ketahui tentang Hyeri. Tapi tidak masalah! Toh saat ini pun Key sedang dan akan terus berusaha untuk bisa mengenal Hyeri dengan baik,  bukan hanya mencintainya dengan baik.

I know it sounds awkward,” Hyeri terkekeh. Ia kemudian melanjutkan “Cerita-cerita romantis selalu menyuguhkan adegan di mana kedua pemeran utama dipisahkan, atau mereka menemui banyak rintangan untuk bisa bersama. Menangis karena tidak bisa bertemu, atau tersiksa karena rasa rindu yang menggebu. Aku sangat cengeng dan kadang merasa melankolis-“

“Itulah sebabnya kau tidak suka menonton film romantis?” potong Key, ia tersenyum mantap. Sekarang ia mengerti, mengapa selama ini Hyeri lebih menyukai film-film horror ataupun thriller yang jarang memainkan emosi kesedihan penonton. Itu bukan karena Hyeri aneh, tapi karena ia begitu sensitif.

Hyeri tersenyum, “Cerita-cerita itu akan sulit terlepas dari ingatanku dan akan hadir dalam mimpiku.” terangnya. Ia kemudian menatap Key, menatap mata teduh yang dilapisi lensa abu. “Ah! Kurasa aku mengantuk setelah menangis,” Hyeri meneguk lagi Virgin Pina Colada-nya sampai habis, kemudian menaruh goblet-nya di atas meja. “Taking a short nap is good idea, I think.”  lanjutnya.

Key tersenyum, ia kemudian mengusap pipi Hyeri. “Tidurlah, matamu sembab. Jinjja! Kau benar-benar menghayatinya.” goda Key sambil terkekeh, membat Hyeri memanyunkan bibirnya. “Yaa! Aku tidak sepertimu yang hanya bersembunyi di balik bantal saat menonton.” cibir Hyeri tak mau kalah.

“Hei! Apa yang kau bicarakan? Itu karena kau selalu mengajakku menonton film hantu Hyeri-ya. Jika menonton film normal aku tentu akan menghayatinya dengan baik. Tanyakan saja pada Lee Jinki, ia tahu itu.” balas Key tak mau kalah.

Hyeri mendelik, menatap Key sambil mencibir. “Mwo? film normal? Ah! Jadi selain berkencan dengan Nicole, kau juga berkencan dengan Jinki-ssi?” membuat tawa di wajah Key menghilang denga cepat. “Aigo! Kita hentikan sampai di sini. Aku tidak mau berdebat apa pun lagi. Tidurlah.” ucap Key cepat, ia tidak mengerti mengapa Hyeri lagi-lagi menyinggung Nicole. Padahal Key merasa ia telah berhasil mengalihkan perhatian Hyeri dari masalah yang sebenarnya hanyalah fiktif dan hanya ada di kepala Hyeri.

Hyeri berdecak sebelum akhirnya ia beranjak begitu saja meninggalkan Key. berjalan menuju kamar. Dari ruang tengah, Key bisa mendengar suara pintu yang dibanting. Jinjja! Apa lagi yang harus ia lakukan? batin Key.

Hyeri telah terlelap di atas ranjang, sementara Key menyibukkan diri dengan beberapa file yang tengah ia tangani. Dan Oh! ia belum membaca surat pengajuan kerjasama dari salah satu perusahaan minuman. Key semakin larut dalam pekerjaannya saat hujan tiba-tiba turun deras. Ia beranjak dari kursinya, menatap hujan dari jendela ruang tamu. Diamatinya jalan kecil yang menghadap ke rumahnya, jalanan itu sepi dan terlihat tidak jelas karena hujan.

Key merapikan file-file kerjanya, memutuskan untuk menyudahi bekerja karena udara terasa begitu dingin dan menusuk. Kakinya kemudian melangkah menuju kamar, dengan cepat meraih jaket merah muda yang tergeletak di kursi. Diliriknya Hyeri yang masih terlelap. Ia melangkah, menutup tirai setengahnya dan memastikan lagi bahwa jendela sudah benar-benar terkunci.

***

ANDWAEEEEEE!!!!” teriakan itu terdengar oleh telinga Key yang tengah berada di dapur. Ia meninggalkan Espresso dalam gelas kertasnya dan berlari ke kamar. “Hyeri-ya.” Key segera berhambur ke arah Hyeri yang telah terduduk di ranjang. “Museun iyeyo?” tanya Key panik, yeoja itu terlihat shock dengan keringat yang membanjiri pelipisnya. “Gwaencanha?” tanya Key lagi, kali ini ia mengguncangkan tubuh Hyeri.

Sedetik kemudian Hyeri terlihat baru mendapatkan kesadarannya dan segera menjatuhkan dirinya dalam pelukan Key. “Gwaencanha? Kau mimpi buruk?” tanya Key, ia merasakan tubuh Hyeri bergetar. Diusapnya punggung Hyeri lembut, berharap itu bisa membuat Hyeri tenang.

Setengah menit berlalu, Key melonggarkan pelukannya. Ia menarik dagu Hyeri agar bisa melihat wajah istrinya. “Gwaencanha? Kau mimpi buruk?” tanya Key lagi begitu ia melihat wajah Hyeri yang dibasahi air mata. Hyeri masih sedikit terisak saat ia menatap Key. Mimpinya barusan benar-benar menakutkan. “Kau bermimpi tentang Minho? eoh?” tanya Key lagi. Ia sebenarnya tidak mau menanyakan hal itu, tapi entah mengapa itulah satu-satunya hal yang terpikirkan oleh Key. Di awal masa pernikahan mereka, Hyeri sering sekali mengigau dan menyebut-nyebut nama Minho. Dan tentu saja itu memuakkan.

Hyeri menatap Key, menggelengkan kepalanya pelan. Key mengernyitkan dahinya, ia berpikir keras tentang apa yang dimimpikan Hyeri hingga yeoja itu begitu ketakutan. Tubuh Hyeri masih bergetar saat Key melepas jaket merah mudanya. “Kau kedinginan? Gwaencanha, di luar sedang hujan.” bisiknya sambil memakaikan jaket ke tubuh Hyeri.

“Oh! kau mau coklat hangat?” tawar Key, dan Hyeri hanya mengangguk pelan. “Geurae, tunggulah di sini.” Key baru saja beranjak saat Hyeri menahan tangannya. “Kajimara!” ucapnya serak, matanya memancarkan ketakutan. “Sebentar saja, aku akan mem-“ Key belum sempat menyelesaikan kalimatnya saat Hyeri memotong “Ani! Andwae! Kajimara!” pintanya lagi. Key tidak mengerti apa yang baru saja dimimpikan Hyeri hingga yeoja itu begitu ketakutan. Dan satu hal lagi, Hyeri tidak pernah terlihat sebegitu manjanya seperti ini.

Hyeri menatap Key, matanya masih memancarkan ketakutan. Ia kemudian memeluk Key erat, membenamkan dirinya dalam pelukan Key. “Ani! You stay here, please, please.” pintanya. Key membiarkan Hyeri memeluknya saat dalam kepalanya seolah terdengar suara ‘klik’. “Hyeri-ya, kau bermimpi tenggelam? Kau bermimpi kita berada di kapal pesiar mewah dan-“

“Aku bermimpi tubuhku terhempas ke dasar laut yang dingin dan sepi.” sambar Hyeri, ia semakin mengeratkan pelukannya. Key terkekeh, ia tidak bermaksud tertawa di tengah ketakutan Hyeri. Tapi, Jinjja! Yeoja itu benar-benar memimpikan apa yang baru saja ditontonnya. Key kembali melonggarkan pelukannya dan menarik dagu Hyeri agar mereka saling menatap. “Listen! aku hanya akan ke dapur dan membuatkanmu coklat hangat. Tidak akan terjadi apa-apa, ara?” Key berusaha meyakinkan Hyeri bahwa apa yang ditakutkannya hanyalah mimpi.

Hyeri menggeleng, menahan lagi lengan suaminya saat ia hendak beranjak. Ia menatap Key dengan pandangan memelas, seolah meminta Key untuk tetap bersamanya. Key tersenyum, berharap Hyeri tidak semanja ini. “I love you, Key.” kalimat itu tiba-tiba saja meluncur dari bibir Hyeri, seiringan dengan kedua tangannya yang menarik wajah Key untuk mendekat, kemudian mendaratkan ciuman singkat di bibir Key.

Key diam, ia terkejut. Tentu! Selama mereka bersama, ini pertamakalinya Hyeri menciumnya. Dan itu membuatnya senang. Senang sekali! “Hyeri-ya-“ hanya kalimat itu yang sempat Key ucapkan saat bibir Hyeri kembali menyentuh bibirnya, memberikan lumatan kecil yang hangat dan mendalam. “I love you. I love you, Key.” bisik Hyeri lagi, ia menatap Key tajam. Key tersenyum kecil, ia melihat cinta yang begitu besar di mata Hyeri. Yeah! Ia begitu yakin bahwa Hyeri memandangnya dengan cara yang berbeda.

So do I, Baby.” bisik Key. Ia kemudian mencium bibir Hyeri, melingkarkan kedua tangannya di pinggang Hyeri dan menariknya agar semakin mendekat. Mereka saling melumat, memberikan kehangatan di tengah guyuran hujan deras di luar sana. “I love you, Key. I love you.” bisik Hyeri di tengah ciuman mereka. Kalimat itu tak henti meluncur dari mulutnya. Yang ia rasakan saat ini adalah sebuah perasaan besar yang sangat menguasainya, menguasai dan memainkan seluruh emosinya. Perasaan itu muncul begitu saja, tumbuh begitu cepat dan tak terkendali.

Key menghentikan ciuman mereka, menarik tangan kanan Hyeri yang masih merengkuh pipinya. Kemudian menggenggam tangan Hyeri erat, dikecupnya punggung tangan Hyeri. “I love you.” bisiknya, kemudian menatap Hyeri. “Kau tahu? Aku sangat senang, senang sekali. Hingga rasanya aku akan meledak. Mendengar kalimat cinta dari mulutmu, dan itu untukku. Tuhan benar-benar menyayangiku.” ungkap Key, ia mengecup lagi punggung tangan Hyeri.

Hyeri hanya mampu menatap Key, ada banyak yang ingin ia ungkapkan. Terlebih lagi setelah mimpi menakutkannya barusan, jinjja! Itu membuat cintanya pada Key semakin besar. Ia pandai membuat design, tapi sayang ia tidak pandai merangkai kata untuk mengungkapkan perasaannya. Dan lagi-lagi hanya kalimat monoton –I love you– yang mampu diucapkannya. Key mengelus pipi Hyeri, mengecup lagi bibir Hyeri sekilas. “Jyaa! Aku akan membuatkanmu coklat hangat. Listen! kita berada dalam rumah, we are not in the middle of voyage, there isn’t iceberg, there isn’t ship, and there isn’t Titanic. Okay?,” terang Key, dan Hyeri hanya menganggukkan kepalanya sambil tersenyum. Key kemudian beranjak setelah mengacak rambut Hyeri, melenggang menuju dapur dengan perasaan bahagia yang membuncah.

***

Minggu ketiga sejak Key kembali ke kantor. Dan kondisi semakin membaik, perlahan perusahaan kembali pada pencapaian semula sebelum Key koma dan kemunculan masalah apa pun. Key telah kembali memimpin perusahaan dan Jinki kembali pada posisinya sebagai kepercayaan Key. Tapi di sisi lain, Jinki telah banyak berubah. Ia menjadi seorang yang begitu pemberani dan percaya diri dalam memimpin perusahaan. Tidak diragukan lagi, Jinki benar-benar akan merintis karirnya sebagai pemimpin perusahaan, sama seperti Key.

Key masih berkutat dengan beberapa file dalam ruangan kerjanya. Ia mendesah setelah melepas kacamata dan memijat antara kedua matanya. Ditatapnya lagi file yang baru saja ia lempar ke atas meja sebelum ia menatap jam dinding cokelat. Jarum jam bergerak perlahan dan pasti, suaranya tiba-tiba saja membuat atmosfir di sekitar Key menjadi sunyi. Menjadikan suara jarum jam sebagai satu-satunya getaran yang terdeteksi oleh gendang telinganya.

Satu, dua, tiga, Key ikut menghitung dalam hati. Dan itu mengingatkannya pada sesuatu yang beberapa hari ini mengganggunya. Ia kembali teringat pada malaikat penjaga yang datang dalam tidurnya sebelum ia bangun dari koma. Yeah! Key sempat melupakan itu setelah ia bangun dan kembali mengingatnya beberapa hari yang lalu. Saat ia tidak sengaja melihat Hyeri berpakaian.

Yeah! Hari itu ia keluar dari kamar mandi, ia tidak tahu bahwa Hyeri belum selesai berpakaian. Key melihat Hyeri dari belakang, yeoja itu baru saja mengenakan celana pendek sebagai dalaman mini skirt-nya, bagian atas tubuhnya belum tertutup sehelai kain pun. Dan saat itu lah Key melihat sesuatu di punggung Hyeri, di bagian tengah ruas tulang punggungnya. Samar, tapi kedua mata Key masih bisa menangkapnya. Sedetik kemudian Key teringat sesuatu, ia pernah menyentuh punggung polos Hyeri malam itu. Menciuminya dan menemukan goresan itu. Goresan yang sejenis dengan milik Key.

Sejak hari itu Key terus berpikir, mencari tahu benang merah antara bekas luka di punggung Hyeri dan malaikat penjaga yang tidak pernah datang lagi dalam mimpinya. Malaikat penjaga yang menampakkan wajah aslinya pada pertemuan terakhir mereka. Key yakin semuanya berhubungan.

Ia kemudian meraih ponselnya, dan segera menghubungi satu nomor. Cukup lama nada sambung itu terdengar hingga si pemilik ponsel menjawab panggilan Key di seberang sana. Suaranya begitu familiar dan begitu bijak. Mereka berbincang secara formal untuk beberapa detik sebelum Key segera mengutarakan tujuannya. “Seonsaengnim, apa Anda sibuk?” tanya Key, dan dijawab oleh nama hari yang disebutkan oleh Song seonsaengnim. “Ne, aku mencari sebuah kemungkinan jika aku diperbolehkan untuk mengetahui identitas pendonor sumsum tulang belakangku.” jantung Key sempat berdebar kencang. Entahlah! Selama ini ia selalu gagal untuk mengetahui identitas sang pendonor, dan ia tahu kali ini pun yang akan ia dapatkan adalah sebuah penolakan.

Key mencelos, ia tidak menyangka bahwa Song seonsaengnim mengatakan ia memang sudah lama ingin membahas ini dengan Key. Entah mengapa, Key yakin bahwa kali ini ia akan mengetahui siapa malaikat penjaganya di dunia nyata. Malaikat yang telah memberikan sumsum miliknya untuk menopang hidup Key.

***

Ting tong

Seseorang menekan bel. Dua kali bel itu ditekan sebelum Key akhirnya mengalah dan melangkah menuju pintu depan. Tanpa berbicara melalui interkom ia segera membuka pintu dan sedikit terkejut dengan siapa yang datang. “Nicole?” kalimat itu meluncur begitu saja dari mulut Key. That’s right! Ia terkejut dengan kedatangan Nicole ke rumahnya yang begitu mendadak. Hubungannya dan Nicole baik-baik saja sejak ia kembali ke kantor. Hanya saja Key akui ia selalu menolak ajakan Nicole untuk pergi ke manapun. Bahkan saat Nicole mengatakan untuk bertemu teman lama mereka.

“Oh! masuklah.” Key mempersilakan Nicole masuk, membawa yeoja itu ke ruang tamu. “Mendadak sekali? Kau tidak memberitahuku bahwa kau akan datang.” terang Key, kemudian ia duduk di sofa di hadapan Nicole. Nicole hanya tersenyum tipis, ia tidak terlihat ceria seperti biasanya. “Aku mengganggumu?” tanya Nicole. “Oh! Ani! Hanya saja aku jadi memikirkan apa yang membuatmu datang kemari.”

Keduanya diam, terlihat sedikit canggung satu sama lain. Key berusaha untuk mengenyahkan perasaan yang membuatnya terganggu. Tapi nyatanya, itu membuatnya yakin bahwa kedatangan Nicole dikarenakan sesuatu yang kurang baik. Keduanya masih diam saat Hyeri muncul dari ruang tengah “Baby, siapa yang da-“ ia memotong kalimatnya sendiri begitu melihat sosok dengan rambut coklat gelap itu.

Hyeri dan Nicole saling berpandangan dengan pemikiran masing-masing. “Oh! Annyeonghaseyo.” tanpa beranjak dari duduknya, Nicole menundukkan kepalanya. Meskipun begitu, terlihat jelas bahwa ia tidak menyukai kedatangan Hyeri. Terlebih lagi saat ia mendengar bagaimana Hyeri memanggil Key beberapa detik yang lalu. Memuakkan!

Key menatap Hyeri dengan kekhawatiran tersendiri. Ia khawatir jika emosi Hyeri akan segera memuncak. Yeah! Sudah tiga minggu sejak Hyeri meminta Key untuk memutasi Nicole, dan hingga saat ini Nicole masih berstatus sebagai sekretaris seorang Kim sajanngnim. Key telah mengantisipasi kalau-kalau Hyeri meneriaki Nicole dan mengusir Nicole, tapi pada kenyataannya Hyeri justru tersenyum dan menjawab salam Nicole. “Annyeonghaseyo. Oh! ini pertamakalinya kau datang ke rumah kami. Museun iyeyo?” tanya Hyeri.

Hyeri duduk di samping Key, memaksa Key untuk menggeser duduknya. Key telah bergeser, memberi ruang bagi Hyeri untuk duduk di sampingnya. Entah hanya perasaan Key atau sejenisnya, yang jelas ia merasakan bahwa Hyeri terlalu merapatkan duduknya dengan Key. Seolah kursi yang mereka duduki tidak cukup untuk menampung keduanya.

Nicole berjengit, ia menatap Key sebelum kembali menatap Hyeri. Seolah mengisyaratkan sesuatu melalui matanya pada Key. “Oh! ada sesuatu yang harus kusampaikan pada Key.” Nicole mekasakan seulas senyum pada Hyeri, meski pada kenyataannya ia benar-benar terganggu dengan keberadaan Hyeri. Nicole tidak tahu apa yang dipikirkannya saat ia memutuskan untuk datang ke rumah Key. Ia tahu bahwa Hyeri pun akan berada di sana, tapi ia tetap memutuskan untuk melakukan apa yang telah direncanakannya.

Museun iyeyo?” tanya Hyeri lagi. Ia justru terlihat lebih antusias dari Key untuk mengetahui alasan kedatangan Nicole ke rumah mereka. Nicole diam, ia menatap Key lagi. Seolah meminta Key untuk mengusir Hyeri dari ruangan itu. Hyeri tidak bodoh, terlebih lagi saat ini ia sangat peka dengan siapa atau apa pun yang mengancam kebersamaannya dengan Key.

Key menatap Hyeri, seolah menanyakan apa yang harus ia lakukan. Hyeri berdeham, “Oh! I’m too curious for your visit. Sampai-sampai aku lupa membuat minum.” ucap Hyeri, terdengar jelas bahwa intonasi bicara yang manis itu sangat dibuat-buat. Ia melirik Key sinis, seolah memperingatkan Key untuk berhati-hati sebelum akhirnya ia berlalu meninggalkan keduanya.

 “Euh, Nicole-“ Key memecah keheningan. Berusaha memulai pembicaraan.

“Tidak! I’ll make it fast. Aku hanya perlu 10 menit, or less I think.” potong Nicole, membuat Key terdiam. Sesuai dengan apa yang dikatakannya, Nicole segera berbicara pada intinya.

***

Hyeri tidak mengerti mengapa ia justru membuat Virgin Pina Colada di mana ia membutuhkan waktu lebih dari lima menit untuk membuatnya. Dan itu sama artinya dengan membiarkan Key dan Nicole berduaan di rumah mereka. Tidak! Di ruang tamu mereka! Tapi tetap saja, itu kan rumah Hyeri dan Key.

Hyeri segera menuang Virgin Pina Colada ke dalam tiga goblet yang telah ia tata rapi di atas baki berwarna ungu. Merapikan tshirt Sabrina-nya sebelum mengangkat baki. Baru saja satu langkah saat ia kembali menaruh baki di atas meja. Menilik lagi dirinya, ah! Ia rasa akan lebih baik jika ia mengenakan kalung pemberian Key. Kalung itu sangat indah dan ia yakin yeoja mana pun akan terpesona oleh kilaunya. Dan Hyeri yakin, mata Nicole sangat tajam. Yeoja itu tidak akan melewatkan benda berkilauan itu. Dan jika Nicole memujinya, tentu saja Hyeri akan menerangkan bahwa kalung itu pemberian Key.

Dengan wajah berseri Hyeri melangkah dari kamar, kembali ke dapur setelah ia mengenakan kalung berbentuk kunci pemberian Key. Kalung itu terlihat sangat sempurna menggantung di antar collar bone-nya yang menonjol. Diraihnya baki Virgin Pina Colada, kemudian melangkah dengan senyuman menuju ruang tamu.

Ia baru saja bersiap menyaksikan reaksi Nicole saat justru yang dilihatnya adalah pemandangan lain yang tidak menyenangkan. Kedua mata Hyeri membulat, ia membeku di tempatnya dan berharap yang dilihatnya hanyalah halusinasi. Tapi pada kenyataannya itu bukanlah halusinasi. Nyaris saja Hyeri menjatuhkan baki jika saja yang ia ikuti adalah prasangka dan emosi belaka.

“Oh! Hyeri-ya.” Nicole menyadari kedatangan Hyeri, ia mengusap wajahnya sebelum melepaskan dirinya dari pelukan Key. Keduanya segera menjauh, Key memutar tubuhnya agar ia bisa melihat Hyeri yang ada di belakangnya. Key dan Hyeri saling berpandangan dengan pikiran masing-masing.

Baby-“

“Oh! mengganggu kalian? Mianhae, minumannya sudah jadi. Kau pasti haus sekali kan, Jung Nicole?” Hyeri tak mengindahkan Key, ia menatap Nicole tajam. Menyeringai penuh kebencian. Nicole kembali duduk di sofa saat Hyeri menaruh goblet-goblet berisi Virgin Pina Colada ke atas meja.

Nicole melempar pandang ke arah Key, seolah mengisyaratkan sesuatu. “Minumlah, aku yakin kau akan menyukainya. Itu Virgin Pina Colada tanpa rum.” tawar Hyeri. Mata Hyeri tak pernah lepas dari Nicole, memperhatikan gerak-gerik yeoja itu dengan seksama. Ia tidak peduli dengan Key di sampingnya. Ia tahu yang akan ia dengar dari Key adalah alasan-alasan yang tidak akan pernah bisa Hyeri terima sampai kapanpun. Nicole menatap Key lagi sebelum akhirnya ia meraih goblet di hadapannya, menyesap Virgin Pina Colada-nya ringan.

“Jadi, apa saja yang sudah kulewatkan? Kelihatannya kalian ada dalam perbincangan yang menarik.” tanya Hyeri, ia tetap tersenyum dan memasang wajah setenang mungkin. Berusaha keras menahan amarah yang telah mencapai ubun-ubun. Ia tidak tahu apa yang Key dan Nicole bicarakan, tapi haruskan mereka berpelukan seperti tadi? di rumah Hyeri dan Key? Ya Tuhan! Hyeri rasa ia telah gila dengan membiarkan itu terjadi. Key telah mengkhianatinya!

Nicole menaruh goblet-nya anggun, “Oh! aku telah menyampaikan apa yang perlu kusampaikan pada Key,” ia kemudian melirik arlojinya “Jyaa, kurasa aku harus pergi. Urusanku sudah selesai. Senang berjumpa kalian.” Nicole beranjak, kemudian mengedarkan pandangannya ke sekitar “It’s a nice house, Key.” lanjutnya, kemudian melangkah setelah membungkukan tubuhnya.

Key dan Hyeri beranjak, mengikuti Nicole ke pintu depan. Mereka mengantar Nicole hingga ke teras rumah. Yeoja itu membungkukkan lagi tubuhnya sebelum masuk ke dalam mobil. Sementara Key dan Hyeri tetap menunggu Nicole di teras rumah mereka. Keduanya melambaikan tangan seiringan dengan mobil Nicole yang semakin menjauh dari rumah mereka.

Kini hanya Key dan Hyeri. Senyuman palsu di wajah Hyeri hilang, tergantikan dengan kekesalan yang begitu kental. Key tahu Hyeri pasti salah paham dengan apa yang dilihatnya beberapa menit yang lalu, ia hendak menjelaskan saat Hyeri mendahuluinya. “Having fun huh?” Hyeri telah melipat kedua tangan di depan dadanya, sementara padangannya tetap lurus ke jalanan.

“Hyeri-ya, kau pasti salahfaham dengan apa yang kau lihat. Nicole-“

Geumanhae! Aku tidak suka melihat kalian berdua. Dan aku sangat tidak suka mendengar penjelasan darimu yang tak lebih dari pembelaan untuk Nicole!” Hyeri melangkah begitu saja ke dalam rumah, meninggalkan Key. Key mengejar Hyeri yang berjalan cepat melalui ruang tamu menuju kamar. “Hyeri-ya listen! kau harus tahu apa yang sebenarnya terjadi dan apa yang dibicarakan Nicole. Jika kau menganggap ada hal yang lain antara aku dan dia, itu salah paham.” Key berusaha menarik tangan Hyeri, tapi nyatanya yeoja itu segera menepis tangan Key.

Ia berhenti tepat di depan pintu kamar, berbalik dan menatap Key dengan mata berkaca-kaca “I’ve told you, aku tidak suka dengannya. Oh! bahkan kini aku tidak mau menyebutkan namanya di hadapanmu!” Hyeri memalingkan wajahnya sekilas, membiarkan air mata yang ditahannya menetes. “Dan tadi aku melihatmu dan dia sedang- Ya Tuhan!” Hyeri tidak bisa melanjutkan kalimatnya, bibirnya bergetar dan nafasnya menderu. Key menarik bahu Hyeri, berusaha merangkul istrinya “Aniya! tidak seperti itu! Yang perlu kau lakukan hanya memberiku waktu dan mendengarkanku, ara?”

Sikkeuro! Aku mempercayaimu, Key. Aku bahkan menyerahkan seluruh hidupku padamu, tapi-” Hyeri mulai terisak, ia tidak mengerti mengapa rasa sakit saat mengingat lagi kejadian tadi begitu menyesakkan hingga dirinya menangis histeris seperti ini. Ini benar-benar bukan tipenya. “Tapi kau mengkhianatiku. Aku tidak tahu bahwa dikhianati itu rasanya sangat menyakitkan.” susah payah Hyeri melanjutkan kalimatnya sambil terisak.

Key berdecak, ia berpikir keras mengapa akhir-akhir ini emosi Hyeri sangat buruk? Dan bahkan ia tidak pernah mau mendengarkan penjelasan Key. “Hyeri-ya, aku tidak mengkhianatimu. Kumohon, tenanglah. Kau harus mendengar penjelasanku, ini tidak seperti yang kau pikirkan. Antara aku dan Nicole tidak pernah ada yang lebih selain teman, huh?” sekali lagi Key berusaha menenangkan Hyeri, tapi itu tidak semudah yang ia pikirkan. Hyeri semakin tak terkendali “Aku benci kau! Aku benci Nicole! Aku benci kalian berdua! AKU BENCI!!!” cerca Hyeri, “Aku benci kau! Aku benci! Kita bercerai!!” lanjut Hyeri sebelum akhirnya ia membanting pintu tepat di hadapan Key.

Baby! Baby! Buka pintunya! Dengarkan aku dulu. Ini hanya salah paham!” Key menggedor-gedor pintu, berharap Hyeri mau membukanya dan membiarkannya masuk. Tak ada jawaban dari dalam. Ia tahu bahwa kalimat cerai itu tidak sungguh-sungguh, Hyeri hanya sedang dalam emosi yang buruk.

Listen! Nicole datang untuk berpamitan, ia akan ke New York untuk beberapa bulan. Dan ia sudah menyerahkan surat pengunduran dirinya pada Jinki. Ayolah! Kau seharusnya senang dengan berita ini. Hyeri-ya, buka pintunya!” berkali-kali Key menggedor pintu, tak ada jawaban apa pun dari dalam. Hingga akhirnya Key menyerah.

Baby, aku tahu kau mendengarku. Aku sudah menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi. Itu hanya pelukan perpisahan anatara teman. Tak ada yang lebih! Sama seperti kau memeluk Kim Jonghyun,” Key menunggu, berharap pintu terbuka dan Hyeri akan muncul. Tapi kenyatannya tidak, sudah beberapa menit Key menunggu dan pintu sama sekali tidak terbuka.

Geurae, kau bisa memikirkannya. Keluarlah saat perasaanmu sudah lebih baik.” ucap Key sebelum akhirnya ia menjauh dari pintu kamar.

***

Namja itu hanya bisa memandangi istrinya yang berjalan menuju mobil dengan gusar. Ia hanya bisa menarik nafas dalam untuk menenangkan dirinya. Setelah kejadian siang kemarin, Hyeri sama sekali tidak mau keluar kamar. Bahkan ia tidak makan malam. Key hanya memandangi Hyeri yang kini masuk ke dalam mobil dalam diam, yeoja itu mengenakan sabuk pengaman.

Key masuk ke dalam mobil dan memakai sabuk pengaman. Ia kemudian diam, menunggu reaksi Hyeri. Meskipun itu hanya sebuah pertanyaan kecil, tapi setidaknya Hyeri mau berbicara dengannya. Sesuai perkiraan Key, Hyeri menoleh. Memandang skeptis ke arahnya “Kenapa tidak menjalankan mobilnya?”

“Hyeri-ya, ayolah! Kau harus mendengar penjelasanku, ini semua hanya salah paham. Aku yakin kau mendengar apa yang kujelaskan kemarin kan? Eoh?” tanya Key tak sabaran. Hyeri hanya menatap Key dengan mata bengkaknya. “Kita akan terlambat jika kau masih diam dan terlalu banyak bicara.”

 “Hyeri-ya-“

“Jika tidak jalan, aku akan turun dan pergi sendiri.” ancam Hyeri, dan membuat Key kehabisan kalimat. Baiklah! Mungkin emosi Hyeri masih sangat buruk. “Geurae, bicaralah denganku saat emosimu membaik.” tanggap Key singkat, kemudian mulai menyalakan mesin mobil dan melesat menuju kantor.

Sepanjang jalan Hyeri hanya diam, ia sebenarnya ingin mengakhiri amarahnya yang kekanak-kanakan ini. Tapi ia tidak mengerti, rasanya ia begitu benci saat melihat wajah Key. Kebencian aneh yang tidak bisa digambarkan. Mobil melaju semakin cepat. Entah hanya Hyeri atau sejenisnya, tapi ia merasa Key terlalu cepat membawa mobil. Dan itu membuatnya mual. Oh! Hyeri rasa ia perlu makan. Yeah! Ia melewatkan makan sejak siang itu.

Setibanya di kantor Hyeri segera melangkah menuju lobi, meninggalkan Key di tempat parkir. Saat ini Hyeri benar-benar tidak ingin berdebat apa pun dengan Key, yang ada dalam kepalanya adalah menjauh dari Key.

Hanya perlu waktu beberapa menit hingga ia tiba di lantai tiga. Segera masuk ke kubikalnya dan menyalakan flat screen di mejanya. Tanganya begitu saja meraih ponsel layar sentuh yang baru-baru ini menggantikan ponsel flip ungunya. Ia menghubungi rumah makan di belakang kantor, tempat di mana orang-orang kantor biasa memesan makanan. Hanya beberapa menit hingga makanan yang dipesan Hyeri sampai ke kubikalnya.

Kim Aeri masih berkutat dengan beberapa design saat ia mendengar suara kasak-kusuk di kubikal Hyeri. Ia beranjak, berdiri dengan kedua lututnya di atas kursi, bertumpu pada pembatas kubilak dan memandangi Hyeri yang makan begitu lahap. “Ck! Melewatkan sarapan, Nyonya Kim?” tanyanya.

Hyeri menengadahkan kepalanya, menatap Aeri sekilas lalu kembali pada nasi goreang seafood-nya. Dan Oh! ia masih memiliki mie jajang dan tteokpokgi. Tteokpokgi memang tidak cocok di pagi hari, tapi Hyeri benar-benar menginginkannya. “Aku bahkan melewatkan makan malam.” tanggapnya acuh tak acuh. “Uri Sajangnim tidak memberimu makan? Huh?” goda Aeri, ia kemudian terkekeh. “Dwaesseo! Aku tidak ingin membicarakannya! Aku sangat membenci Kim Kibum!” cerca Hyeri dengan mulut penuh.

Aeri hanya mengangggukkan kepalanya sambil tersenyum geli. “Lucu sekali! Kalian bertengkar? Huh? Ini benar-benar lucu.” Hyeri terus mengunyah makanannya, “Apanya yang lucu? Dia sangat menyebalkan! Jinjja!” keluh Hyeri, ia memasukan lagi nasi goreng seafood dan mengunyahnya kasar.

Aeri masih memandangi acara makan Hyeri yang terlihat begitu anarkis dan mengerikan saat ia mengingat sesuatu. “Oh! Hyeri-ya, kau sudah dengar ini? Nicole mengundurkan diri. Jinki memberitahuku, tapi mereka belum membuat pengumuman resmi.” bisik Aeri, ia mengedarkan pandangan ke sekitar. Berjaga kalau-kalau ada telinga lain yang ikut menguping. Hyeri menahan sendoknya, ia menoleh lagi dan menatap Aeri. Tentu! Key sudah menjelaskannya kemarin saat ia marah. Jadi itu bukan alasan? Lalu, kenapa Nicole tiba-tiba mengundurkan diri? Sesuai keinginan Hyeri. Ah! Tiba-tiba saja Hyeri ingin tahu detilnya.

***

Waktu nyaris menunjukkan pukul empat sore saat ponsel Key berdering. Memunculkan nama Kim Aeri di layarnya. “Yeoboseyo.” sapanya begitu saja, sementara tangan kirinya sibuk merapikan barang-barang miliknya ke dalam tas. Aeri di seberang sana berbicara panik.

Key segera berlari ke lantai tiga, pikirannya sedikit kacau setelah Aeri meneleponnya. Hyeri pingsan secara tiba-tiba dan Aeri tidak bisa melakukan apa pun selain menghubungi Key. “Apa yang terjadi?” tanya Key panik, ia berlari ke kubikal Hyeri. Didapatinya Aeri yang bersusah payah mengangkat tubuh Hyeri. Mereka berdua terduduk di lantai. Dengan cepat Key menggendong tubuh Hyeri, mendudukan istrinya di kursi. “Apa yang terjadi?” tanya Key lagi. “Molla! Ia hanya bilang tidak enak badan. Tubuhnya menggigil dan ia bilang perutnya sakit.” terang Aeri, ia tak kalah paniknya dari Key.

Hyeri membuka matanya lalu mengerang “Aku masih hidup?” ia mengigau. “Apa yang terjadi, Hyeri-ya? Apanya yang sakit?” tanya Key. Hyeri menatap Key, tapi sepertinya ia tidak menyadari bahwa itu adalah Key. “Molla! Sepertinya aku akan mati. Ya Tuhan! Aku lemas sekali dan aku ingin muntah!” racaunya lagi, wajahnya begitu pucat dan ia begitu gelisah. Key merogoh saku celananya, dengan susah payah mengeluarkan saputangan dan mengusap keringat di dahi Hyeri. “Aku akan membawanya ke klinik. Gomawo. Oh! kau mau ikut?” tanya Key pada Aeri saat ia melihat Jinki baru tiba di kubikal Hyeri. Jinki dan Aeri saling berpandangan sesaat sebelum akhirnya Aeri mengatakan ya.

Key, Jinki, dan Aeri masih duduk di kursi tunggu di klinik dekat kantor mereka. Ketiganya terlihat mulai bosan menunggu pemeriksaan Hyeri. Hingga seorang Dokter keluar dari ruang periksa membuat ketiganya terlonjak dan segera bangkit.

Seonsaengnim, bagaimana istriku? Dia baik-baik saja?” Key segera menyerbu.

“Apa lambungnya terganggu? Tadi pagi ia makan tteokpokgi.” timpal Aeri. “Mwo? tteokpokgi? Kau tidak mencegahnya?” pekik Key. “Yaa! Dia bilang ia kelaparan. Suaminya tidak memberi makan dengan baik.” cerca Aeri, kini ia melipat kedua tangan di depan dadanya. “Aish! Hyeri begitu marah hingga ia tidak mau makan.” terang Key, ia mengingat lagi pertengkarannya dengan Hyeri.

“Hei! Kalian bertengkar? Lucu sekali! Apa yang terjadi?” Jinki ikut menimpali, membuat suasana semakin ricuh. “Ya Tuhan! Jinki-ya, aku belum menceritakannya padamu?” tanya Key.

Merasa tidak diperhatikan, sang Dokter berdeham. Membuat Key, Jinki, dan Aeri kembali memfokuskan dirinya pada sang Dokter yang sempat mereka lupakan. “Oh! jadi apa yang sebenarnya terjadi pada Hyeri?” tanya Aeri buru-buru. Sang Dokter dengan wajahnya yang sedikit kesal memandang Key, Jinki, Aeri bergantian. “Aish! Aku baru menemui pengantar pasien yang seperti ini,” ia kemudian merapikan letak kacamatanya. “Hyeri-ssi, dia baik-baik saja. Hanya saja ia tidak makan teratur. Ia harus banyak istirahat dan emosinya tidak boleh buruk. Ia hanya mengalami pregnancy sickness. Itu wajar dialami setiap wanita yang baru pertamakali hamil.” lanjut sang Dokter membuat Key, Jinki, dan Aeri terperanjat.

“Hamil???” pekik ketiganya bersamaan. Mereka kemudian berpandangan. “Hei, Key! Hyeri hamil? Kapan kalian melakukannya?” tanya Jinki penasaran. “Jinjja? Ya Tuhan! Hyeri tidak pernah bercerita kalian pernah melakukannya.” timpal Aeri, ia terlihat begitu antusias. “Hamil? Jinjjayo? Berapa usia kandungannya, Seonsaengnim?” Key tidak menanggapi Jinki dan Aeri. “Memasuki minggu ke empat. Pastikan ia makan dengan baik dan emosinya stabil.” terang sang Dokter, kemudian ia meminta Key ikut ke ruangannya.

Hanya beberapa menit hingga Key kembali menemui Jinki dan Aeri di kursi tunggu. Wajahnya terlihat begitu sumringah. Jinki beranjak kemudian meninju pundak Key ringan “Yaa! Aku iri padamu, hidupmu sangat bahagia. Chukhahae!” ia kemudian memeluk Key. “Gomawo, Jinki-ya. Kau membantuku dalam hal ini.” ucap Key kemudian memeluk Jinki lagi. “Aku tahu bukan aku yang hamil. Molla! Tapi aku merasa sangat senang, Key. Chukhahae! Ah! Aku tidak sabar menunggu bayinya lahir.” ungkap Aeri kemudian memeluk Key.

Key terlihat begitu bahagia. Tak ada lagi yang bisa mewakili rasa senangnya selain senyuman dan semangat yang begitu menggebu-gebu. Ia telah mengalami banya kemajuan dalam hidupnya. Kerja keras dan pengorbanannya selama ini tidak sia-sia. Apa yang dilakukannya membuahkan hasil. Ini adalah hadiah yang sangat besar! Seorang bayi mungil akan memperkuat cintanya dan Hyeri. Mulai saat ini Key berjanji untuk menjadi seorang suami yang lebih baik, ia akan menjaga Hyeri dan bayinya. Memberikan kehidupan yang penuh kenangan.

***

Setelah dinyatakan hamil, emosi Hyeri semakin memburuk. Ia begitu labil dan meletup-letup. Key dan yang lainnya sepakat untuk merahasiakan kehamilan Hyeri. Key ingin Hyeri sendiri mengetahui soal kehamilannya, selain itu ia ingin Hyeri melupakan kesalahpahaman yang terjadi saat Nicole datang ke rumah.

Hyeri baru saja kembali dari toilet saat Jinki menghubunginya. “Mwo? kita yang membuat CF? jangan gila!” pekik Hyeri tak setuju. Perusahan mereka baru saja menandatangani kontrak dengan salah satu perusahaan minuman. Dan yang terjadi adalah hal tidak menyenangkan di mana pihak perusahaan minuman membebankan pembuatan CF. “Arasseo! Tapi tidak ada pilihan lain. Kecuali kau rela jika perusahaan kita rugi beberapa ratus juta won. Yeah! Hanya beberapa ratus juta.” terang Jinki acuh tak acuh, membuat Hyeri semakin resah. Hyeri berdecak, emosinya sedang buruk ditambah kabar yang begitu buruk ini membuatnya merasa terpuruk.

“Aku, akan berusaha. Tapi aku perlu bantuan.” lanjut Hyeri akhirnya menyetujui, ia tidak mau perusahaan rugi sepeserpun. Terlebih lagi ia telah membat konsep yang begitu hebat untuk iklan ini. “Geurae! Akan segera kubuat jadwalnya. Kita pastikan semuanya akan selesai dalam satu minggu. Syuting akan dilakukan di aula lantai lima. Kita hanya perlu menyulapnya menjadi atap rumah dan langit malam dengan kembang api.” terang Jinki.

Hyeri tak banyak bicara, jelas-jelas ia sebenarnya keberatan dengan tugas barunya sebagai produser CF. Ia beranjak dan hendak meninggalkan ruangan Jinki “Oh! Hyeri-ssi! Pastikan kesehatanmu dalam kondisi yang sangat baik!”

***

Dua hari berlalu, dan syuting CF telah mulai dikerjakan. Beberapa staff yang terlibat terlihat begitu sibuk, terutama dalam mengubah aula menjadi atap rumah.

Hyeri mendesah ringan, memijat lagi antara kedua matanya. Ia merasa begitu lelah dan penat dengan kesibukan kantornya. Ditambah akhir-akhir ini ia merasa tidak sehat dan begitu banyak hal yang menyulut amarahnya dengan mudah. Hubungannya dengan Key belum kembali baik. Entahlah! Ia tidak besunggung-sungguh saat mengatakan perceraian lagi. Yang jelas ia menyukainya saat Key terlihat frustasi dan memohon-mohon padanya.

Hyeri melirik arlojinya, sudah dua menit berlalu dan ia masih betah duduk di dalam salah satu bilik toilet. Ia merasa udara di sana lebih segar. Ia masih duduk sambil menyandarkan tubuhnya pada closet saat rasa mual itu muncul lagi tiba-tiba, membuatnya mengerang frustasi. Ia rasa kondisinya memang buruk, nafsu makan dan emosi yang buruk beberapa hari ke belakang. Hyeri hendak beranjak saat ia mengingat lagi percakapannya dengan Kim Aeri.

“Kau belum mendapatkan datang bulanmu? Hyeri-ya tidak kah sebaiknya kau memeriksakannya ke Dokter? Kau dan Key pernah-“

Hyeri mendesah lagi dan tiba-tiba saja jantungnya berdebar kencang. Ada ketakutan sekaligus kebahagiaan yang ia rasakan bersamaan. Benarkah dalam perutnya ada bayi? Ani! Benarkah tak lama lagi perutnya akan membesar dan berisi seorang bayi mungil? Tiba-tiba saja Hyeri merasa wajahnya memanas. Ia tidak tahu mengapa ia begitu senang jika saja itu nyata. Ia akan memberikan seorang bayi untuk Key, juga untuk kedua orangtuanya dan orangtua Key. Ya Tuhan!

Ia merogoh saku blazer-nya mengelurakan sesuatu yang bentuknya nyaris sama seperti termometer. Ia membuka tutupnya dan menarik nafas dalam. Perlahan ia menurunkan celana dalamnya, dengan jantung berdebar ia memposisikan alat tersebut di antara selangkangannya. Memastikan ujungnya menyentuh air seninya.

Hyeri diam saat ia sudah selesai buang air kecil. Jantungnya berdebar semakin kencang, bersiap melihat hasilnya. Perlahan ia menarik tangannya, memejamkan mata saat benda itu ia posisikan tepat di depan matanya. Satu, dua, tiga, Hyeri menghitung dalam hati. Membuka kedua matanya perlahan. Ia terlonjak! Dan nyaris saja melompat saat melihat dua garis merah yang ditunjukkan alat tersebut. Ia memakai lagi celana dalamnya, memasang tutup alat tersebut dan menyimpannya lagi ke dalam saku blazer. Key harus tahu ini! Segera!

Hyeri berjalan cepat, ia bahkan nyaris berlari jika tidak ingat bahwa kini ia tengah mengandung. Wajahnya berseri-seri, ia tak sabar untuk tiba di ruangan Key. Senyuman di wajah Hyeri hilang saat sekretaris barunya mengatakan bahwa Key baru saja meninggalkan ruangannya sepuluh menit yang lalu. Namja itu terlihat tergesa-gesa, terang sang sekretaris. Hyeri berjalan lemas, kembali ke ruangannya.  Ia berpikir keras, kemana Key pergi? Tergesa-gesa? Apa ia menemui seseorang? Oh! jangan katakan bahwa itu adalah Nicole, pikir Hyeri.

***

“Oh! wasseoyo?” sapa namja tua dengan jas putih, ia mempersilakan tamunya duduk. “Aku sangat senang saat Anda menelepon, Seonsaengnim.” ucap namja bernama Kim Kibum, ia duduk di kursi di hadapan Song seonsaengnim. “Bagaimana kesehatanmu? Kau terlihat baik.” tanya Song seonsaengnim, ia menilik lagi Key dari ujung rambut hingga kaki. Key tersenyum sumringah. “Seperti yang Anda lihat, Seonsaengnim. Ini ajaib bukan?” Key terkekeh.

“Ah! Bagaimana keadaan Hyeri? Ia telah benar-benar menjadi wanita dewasa, bukan?” tanya Song seonsaengnim, dan membuat kening Key berkerut mendengar kalimat terakhir dari Song seonsaengnim. “Good! She’s very good! Hanya saja ia terkadang mengalami emosi yang sangat buruk,” Key terkekeh, merasa tidak perlu untuk menceritakan kehamilan Hyeri. “Aku senang mendengarnya.” ungkap Song seonsaengnim.

Seonsaengnim, apa maksud Anda dengan Hyeri telah menjadi wanita dewasa? Apa Anda dulu pernah…” Key menggantungkan kalimatnya, menatap Song seonsaengnim penuh curiga. Song seonsaengnim mendesah ringan, “Majayo! Aku mengenalnya sebelum kau mengenalnya, Kibum-ssi. Aku bahkan terkejut saat mengetahui bahwa kini ia adalah istrimu. Ini benar-benar ajaib! Tidak ada yang bisa menandingi kuasa Tuhan.” terangnya.

“Aku mengenalnya empat tahun yang lalu, mungkin lebih,” Song seonsaengnim memulai ceritanya. “Kau pernah mendengar namja bernama Choi Minho?” tanya Song seonsaengnim, ia menatap Key. Meyakini bahwa Key tahu siapa itu Choi Minho.

Key menyipitkan matanya, mengantisipasi tentang apa maksud Song seonsaengnim menceritakan Minho padanya. “Ne, arasseoyo. Dia, kekasih Hyeri.” jawab Key setengah berbisik. Song seonsaengnim tersenyum, “Dulu ia mengidap kanker, sama sepertimu. Kalian berdua adalah pasienku saat itu.” Key berjengit, ia sungguh terkejut dengan kenyataan bahwa ia dan Minho begitu dekat tanpa saling mengenal.

“Keadaannya tidak terlalu buruk. Ia lebih beruntung darimu karena ia tidak pernah koma, ia bahkan begitu beruntung karena kekasihnya yang cantik itu memiliki sumsum tulang belakang yang begitu cocok dengannya. Semua orang tahu itu! Minho akan segera sembuh.” lanjut Song seonsaengnim.

“Tapi Tuhan selalu memiliki rencana. Kau tahu? Man proposed, God disposed. Kami telah berusaha semaksimal mungkin, dan kenyataannya Tuhan membawa Minho pulang hanya satu hari sebelum operasi dilakukan,” Song seonsaengnim mendesah, ia seolah terbawa pada emosinya saat ia tidak bisa menyelamatkan Minho.

Arasseoyo, Hyeri sangat sulit melupakan Minho dan itu membuatnya tersiksa.” tanggap Key singkat, ia mengingat lagi bagaimana kerasnya Hyeri. Ia begitu teguh untuk mencintai Minho.

“Saat itu Hyeri begitu terpukul. Hyeri yang baru berusia 20 tahun itu terlihat begitu rapuh. Tapi aku begitu bangga padanya! kau tahu? Meski kekasih yang sangat dicintainya tidak bisa diselamatkan, ia tetap bersedia melakukan operasi.” Song seonsaengnim menggantungkan ceritanya. Kedua matanya menatap Key tajam, menunggu reaksi dari namja itu.

“Kau tidak bertanya operasi apa yang dilakukan Hyeri saat itu?” akhirnya Song seonsaengnim bertanya karena tidak ada tanggapan dari Key. Sementara Key masih membeku, jantungnya tiba-tiba saja berdebar hebat. Kepalanya seolah menemukan benang merah antara luka di punggung Hyeri yang mengganggu pikirannya beberapa hari ke belakang dan cerita Song seonsaengnim. “Seonsaengnim, apa yang sebenarnya ingin Anda bicarakan? Bukankah aku datang untuk mengetahui identitas pendonorku?”

“Kibum-ssi, aku tidak punya banyak waktu untukmu hari ini. Ada beberapa pasien yang harus kutangani. Maka dari itu aku akan langsung pada intinya. “Pendonormu datang padaku saat kau koma. Ia menangis, memelas, dan memohon agar aku menyelamatkan suaminya.” debaran jantung Key semakin tak karuan, bahkan terdengar jelas di gendang telinganya.

“Kibum-ssi, ini sudah bukan rahasia antara aku dan Tuhan lagi. Aku sudah membawa pendonormu dalam rahasia ini, dan kurasa kali ini ia pun tidak akan keberatan lagi jika aku membongkar identitasnya di depanmu.” tambah Song seonsaengnim cepat, ia kemudian melirik arlojinya.

Song seonsaengnim menarik nafas dalam “Pendonormu empat tahun yang lalu, malaikat penjagamu, dia adalah Min Hyeri. Geuraeyo! Namanya Min Hyeri. Dia adalah kekasih Choi Minho empat tahun yang lalu, dan istrimu saat ini. Dia lah malaikat penjagamu, Kim Kibum.” terang Song seonsaengnim. Ia mendesah lega setelah mengucapkan kalimat itu pada Key. Selesai sudah tugasnya.

Key membeku di tempatnya, tidak bisa menahan keterkejutan yang begitu besar. Key tidak tahu apa ia harus beteriak atau tetap diam. Jadi selama ini kedatangan malaikat penjaga dalam mimpinya bukanlah tanpa makna. Malaikat penjaga yang selama ini dicarinya adalah Hyeri. Pikirannya kembali memutar ulang klise lama, saat-saat ia beberapa kali meminta pihak rumah sakit untuk memberinya sedikit saja info mengenai pendonornya, lalu ia kembali ke rumah, bertemu dengan Hyeri dan terjadi pertengkaran kecil. Key tidak menyangka, ternyata selama ini ia begitu dekat dengan sang pendonor. Ia bahkan begitu mencintai pendonornya hingga ia rela mempertaruhkan hidupnya.

Geuraeyo, aku telah menyampaikan yang harus kusampaikan. Hyeri begitu mencintaimu hingga ia menangis setiap hari saat kau koma. Kuharap kalian hidup dengan baik. Kau tahu apa yang kupikirkan?” tanya Song seonsaengnim, Key hanya mengangkat kedua alisnya.

“Kurasa Tuhan memang menciptakan kalian untuk bersama. You made each other. Bahkan bagian dari diri Hyeri telah ada bersamamu sebelum kalian mengenal,” Song seonsaengnim tersenyum. “Kibum-ssi, kau pernah mendengar Archangel? Dia adalah pemimpin dari seluruh malaikat. Ia malaikat yang paling utama dan paling penting. Yeah! Kurasa ia adalah seorang Archangel untukmu.” lanjut Song seonsaengnim, ia tersenyum lagi.

“Jyaa! Aku harus pergi.” Song seonsaengnim beranjak, merapikan lagi jasnya. “Aku tahu aku bukan orang tua Hyeri, tapi aku sudah menganggap Hyeri seperti putriku sendiri. Jagalah Hyeri dengan baik, seperti ia menjagamu dengan sumsum tulang belakangnya.” Song seonsaengnim menepuk bahu Key sebelum akhirnya ia benar-benar meninggalkan Key.

Key tersenyum kecil, ia tidak bisa menggambarkan betapa bahagianya ia mengetahui fakta ini. Hyeri, malaikat penjaganya. Sedetik kemudian ia beranjak, meninggalkan ruangan Song seonsaengnim dan tanpa ia sadari mulai berlari meninggalkan gedung Rumah sakit Seoul. Ia tidak sabar untuk menemui Hyeri dan mengatakan hal ini padanya, juga memberitahu Hyeri tentang kehamilannya.

=TBC=

NJ’s note : Eottae? Key-Ri couple so sweet banget kan? .kekekek. Jangan lupa vote polling di bawah yaah. Thank you😉
Oh iya, berhubung readers Archangel udah banyak. Tolong jangan panggil Aku chin gu, atau thor yah! kalian bisa panggil aku Euncha / eonni ajh klo klian ngerasa ak lbih tua dari kalian ^^v
Yang jelas jgn pake chin gu/thor yah. Biar kita lebih dekat *eciyeehh* oKEY?!

56 thoughts on “Archangel – Part 23

  1. Daebak! Awalnya kesel banget waktu Hyeri gak mau dengerin penjelasan Key. Padahal Key udah sabar banget ngadepin Hyeri. Tapi langsung berubah seneng pas Hyeri hamil! Akhirnyaaaaa!

    Ayolah Hyeri! Masalah Nicole sama Key itu cuma salah paham-_- emosi ibu hamil ya jadi naik turun begitu. Gemes bacanya thor.

    Penasaran sama Aeri-Jinki nih! Gimana lanjutan mereka ya? Kan taunya Aeri menghindar dari Jinki.

    Next part ditunggu + cerita Aeri-Jinki hahahha. Cerita Jonghyun jugaaaa deh, kemana kabar itu cowok? Hahahha

    • .kekek. seneng kn Hyeri-nya udah hamil? .kekek.
      nah, nah, nantikan yah kisah Jinki-Aeri cuople dan Jonghyun-Enyoung couple.kekek. mereka punya porsi masing2 looh ~
      Thank u , Almira😉

  2. tshirt Sabrina itu seperti apa ya? hahaha saya gak terlalu ngrti fashion

    salah paham itu dipisah ya, Cha🙂
    kecuali klo diberi imbuhan, baru disatukan. kesalahpahaman. hehehe

    bnr kan hamil.. pas bc awal2 yg hyerinya emosinya meledak2 itu gatel bgt pngn komen. tp nunggu slsai bc dulu..
    udh emosi meledak2.. trus tiba2 jd manja.. n mlh suka film romantis.. hahaha drastis bgt efek hamilnya…

    suka bgt sm klmt ini
    Jagalah Hyeri dengan baik, seperti ia menjagamu dengan sumsum tulang belakangnya.
    terharuuuuuu…

    • Sabrina itu model yg bagian leher/kerahnya lebar. jdi collar bone-nya keliatan😉

      Ah! yah, makasih Rahmi. ak udah dikoreksi lagi nih.kekekek Mohon maklum & jgn bosen yh.hhe. ak jdi nmbah ilmu nih “D

      .hha. iyh tuh, biasanya wanita hamil suka jadi aneh. *sok tau*
      Key-Ri couple memang meant to be itu *tsaahhh😉

  3. Ecieee Hyeri hamiill..
    Pantesan marah2 mulu liat Key..
    Ternyata gejala2 hamil..haha
    Tinggal Jinki-Aeri couple aja ni yg ujungnya blm jelas..
    Ayo cha..ditunggu part terakhirnya yaa..
    Harus nendang ceritanyaa oKEY ??😀

  4. kerennn!!! #udh brp kali aq nulis keren ya setiap komen? wkwkw
    tp emng keren kok. dan archangel mau habis ya? yahh… gk ada yg ditunggu dong?

    aq dah tebak waktu hye ri marah2 pasti karena hamil. yah.. key baru tau luka punggung hye ri? waktu main emng kemana aja? #plak

    vote diatas bikin bingung. aq jd milih jjong kan? soalnya aq lbih suka jjong keke. tp gk mau tau eon hrs ngebuat ending key-ri couple BAHAGIA #ngancam

    lanjut!

    • Waah! Hana, pujianmu bkin aku berasa di-kisseu Key *plaakkk
      Gomawo yh udh setia ngikutin Archangel yg panjang gilak.hhe.
      Tenang, kn Jinki-Aeri couple sama Jonghyun-Eunyoung couple msih blm jelas tuh.hhe.

      Ne, vote-mu udh masuk ko.
      Nantikan yah part akhirnya. Mudah2an ga mengecewakan😉

  5. hihihi akhirnya akhirnya FF’a keluarrr.. hahhaa.
    ramet bgt thor ini FF’a,, lucu lagi pas baca jadi geregetan sendiri sekaligus nyengir” sendiri wkwkwkkw..

    tinggal 1 part lagi thor?? yaaaahhhh T.T padahal ini pasangan rame bgtlah. akhir’a semua terkuak.. wkwkkwkw
    setelah greget” dari part 1. akhirnya di part” akhir jadi makin gregetan, hahahhaa

    lanjut thor!😀😀

    • Ne, Feby. Tinggal 1 part lagi😦
      eh, tpi jgn sdih dong, msih ada Jinki-Aeri couple dan Jonghyun-Eunyoung couple.
      pokonya nantikan yaa😀 Gomawo udah ngikutin Archangel dari part 1.kekek.😉

  6. finally, bth perjuangan bgt nih buat bca part 23, dtmbh koneksi gk bersahabat bgt lagi😦 lengkap sudah! -__-

    Majja!! too sweet nih Key-RI couple, bikin envy :*) makin kesini ceritanya bikin geregetan hha

    lucu bgt kebiasaan hye ri klo nntn film genre romantis selalu kebawa sampe mimpi *ngakak*
    bwahahaha Hye ri, Hye ri childish bener dah ^^v kyknya jarak antara kim sajang & nicole cuma 1 meter aja , bisa langsung dibunuh! cemburu to the max.
    eh tpi wajar kok, kecemburuan itu sebuah tanda betapa besarnya cinta kta. right?🙂🙂

    wah eon, gmn kalo ada Key-ri honeymoon season 2 biar makin sweet, smpe-smpe dikerubungin semut, saking sweetnya wkwkwk

    next part next part ^^
    Keep writing~

    • wah, I know hot it feels dh Eunyoung-ah.hhe.
      tapi terbayar kan pas dah baca part ini? *plaakkk

      iyh nih, biasalah si Min Hyeri itu kelakuannya absurd. *loh?*
      kayanya nempel dikit langsung dibakar tuh sekretaris! .hha.
      That’s right bgt! It shows how big Hyeri’s love for Kim sajangnim is.🙂

      Honeymoon season 2? nantikan! .hha.

  7. “Dwaesseo, aku tidak akan membahas kejadian semalam.”
    Kekekeke~ langsung to the point(???) ….
    aigoo~ Key ma Hyeri gak peka bgt ya, Key oppa istrimu gampang emosi itu karena dia hamil, trus hyeri pas lagi nimbang berat badannya, emang sih bnr pasti ngira ngegemukan(?), tapi apa dia gak kepikiran ma hubungan ‘itu’.. hahaha
    aku aja peka, eehhhh mungkin dlm hal yg hampir mendekati yadong aku langung konek.eehh lagi *dijitak euncha

    omona~ itu pas Hyeri mimpi buruk trus dipeluk Key, sweet(?)~nya kerasa…
    terus yg pas dokter nya di cuekin key aeri jinki, haahhh klo aku jadi dokternya aku makan mereka bertiga *mendadakkanibal hahaha

    dan yang bikin aku gereget get vget get bangeetttt dibagian pembicaraan key sama dokter dulu(?)nya, ya’ampun euncha km emang paling bisa bikin aku mau ngerajam kamu, mengulur(?) kata-katanya itu loh yg bikin aku gemes, tp syukur deh akhrnya key tau archangel sesungguhnya.

    daebak cha, aku suka ff km soalnya feel nya dapet, dan typo aku gak tau ada atau enggak plaaakkkk
    lanjutkan sweett moment Key-Ri
    buat sekuel Jinki Aeri.. *ngotot

    gomawo password ny dan thanks jg keinginanku yg buat sweet moment keyri dikabulin..kekeke berarti tinggal jinki,eh

    gak kerasa koment gua panjang bagt, udah de TRING *ngilang

    • Hikma!!! Aku suka banget sama komenmu, sampe kubaca beberapa kali loh! .hha.
      sini, kamu aku gigit deh yah.hha. *gemes*

      Wah, seneng deh kalo kamu suka FF ini. Apalagi kalo feel-nya sampe dapet gitu. jdi tambah semangat buat bkin FF romantis lainnya.hha.
      mudah2an ga ada typo-nya deh yah. udah kubaca beberapa kali sebelm publish😉

      Nantikan part terakhirnya yah, juga kisah Jinki-Aeri & Jonghyun-Eunyoung couple yang ga kalah gregetnya *?*

      Chu from Euncha~ Thank you😀

    • Sumpah sikap hyeri bkin aq grgtan bgt deh!
      Key-ri sma” dpt kjutan yakk, tp sbnernya sling tau apa kejutan diantara mereka
      tpi krennya euncha eonny bisa bikin kejutan yang berbeda bwt key sma hyeri
      daebak deh eonn..
      Tapi kasih tau dng eonn, biar mkin daebak ..
      kasih tau password part 13, 22, sma 24 dong..
      Msa udh bca smpe part 23 tpi blm bca part 13 ma 22
      menyedihkan !!
      Please eonn…

  8. kyaaaaa so sweet >///< *mupeng #plakk
    suka bgt pas hyeri lagi emosi, tapi si key nanggepinnya sabar banget… Kesannya gimana gitu (?)
    aigoo~ akhirnya key tau kalo malaikat penjaganya itu hyeri…
    Jadi makin lengket dah tuh ntar key-ri couple…
    hyeri hamil… hoaaa chukkae~ udah nebak kalo hyeri hamil… abis labil mulu sih kekeke
    hyeri jangan salah paham lagi dong sama si key…
    rasanya couple ini emang cocok banget… wehehe
    nice fanfic!!
    ga sabar baca lanjutannya…
    euncha-ssi semangat ya nulisnya, readers biar ga pada hidup dalam penasaran*loh…
    okey, fighting!!! ^^9

    • Key-Ri couple daebak banget deh pokonya! .hha. Andai Min Hyeri itu aku yah *plaakkk* pasti seneng banget deh tiap hari bisa marah2in Key.hha.
      Ne, gomawo buat semangatnya, Lita-ssi ^^9
      Part akhirnya nantikan yaah… gomawo😉

  9. gila ada vote nya segala …
    bingung mo milih yg mana …
    yg pasti menanti aja deh karya selanjutnya …
    sekarang sih mo.laporan ja … seribu jempol deh buat song eun cha ..
    ga nyangka ceritanya bakal jauh lebih seru dr yg dibayangkan + pastinya .. sangat2 tdk mengecewakan. semua rasa penasaran d bayat telak, g ky ff yg wktu itu pernah dbaca dan bkn BT abis … trus pas aeri blng “Jyaa! Kurasa drama akan segera
    usai, Min Hyeri. Kau tahu kan? Sebuah drama akan selesai
    setelah dua pemeran utama saling mencintai dan hidup
    bahagia.” antara sdh dan seneng jg ff ni bkl ktm.endingnya tp yg pasti pasangan favorit yg sumpah bkn envy key-ri couple ngebayangin baby mrk yg bakal lahir… ibunya yg imut +cantik dan ayahnya yg super tampan beuh lucu bngt pasti tuh anak …. semoga mereka bahagia selama2nya … good job eun cha.. like this

    • Aaahhhh… Eonni, jeongmal gomawoyo.
      ga nyangka jga yh Archangel jadinya begini*?*
      tapi tetap di jalur yang sesuai sama obrolan kita dulu kan yah? .kekekek.
      Ne, nantikan kisah couple lainnya eonn. mudah2an bisa sama serunya sama Archangel😀
      Woah! pasti baby Key-Ri couple unyu banget deh kaya aku *plaaakkk*
      Thank you eonni😉

  10. Aku udah baca dr 2 hari yg lalu tp bru sempat komen skrang ._.v
    Aahh aku udah ngira klo Hyeri hamil. Dr awal Hyeri marah² g jelas aku mikir jangan² hamil, orang hamil kan emosinya labil(?) baca kebawah ee trnyata bener hamil hhaha..
    G tau kenapa aku ngakak pas Hyeri minta nonton Titanic wks aku g nyangka trnyata film yg dia minta Titanic ckckk
    Akhirnya Key tau jg.
    Asyiikk asyikkkk g sabar ama next part nya
    Ditunggu ya Eun Cha. Fighting!! (o^^)o

    Oiyaa masalah vote di atas aku sihh mau dua²nya tp klo disuruh milih, Jinki-Aeri dulu dehh…

    • Wah ummul, ternyata udh baca dari 2 hari yg lalu. ne, gwaencanha. selama masih meninggalkan jejak dan memberi masukan b^^d
      .hha. iyh nih, Hyeri lagi hamil berubahnya drastis. Dari penggemar horror ke romance.ckckck😛
      Ne, nantikan yaah. Mudah2an ga lama deh, biar ga pada penasaran.

      Thank you udah vote, nantikan kisah couple berikutnya. Mudah2an bisa sama serunya kaya Archangel *plaaakkk*

  11. hahaaa manis bgddd.. yaa ampun kesel dah hyeri itu emosian takut keynya bosen tinggalin hyeriii… gg sabar dedenya keyri lahir..
    gomawo eonn

      • Ayolah song eun cha eonniku yg ckep bgt daebak dah
        buka emailnya dong..
        Nysel deh bru tau ada ff sebagus ini sekarang??
        Tpi kmren” sbuk bgt UN eonn.. Jd bru smpet maen skrang..
        Knp komennya dsmber sih??
        Udah telat baca 4bln dong..
        Aduh eonn.. Ayolah
        cment aq udh bnyak bgt d part ini sma yg di SF3SI

  12. Iyaa..
    Abisnya waktu itu aku bacanya pas tengah malam, selesai baca tau tau udah jam 2 dini hari.
    Mataku udah berat banget, udah ga sanggup mikir mau nulis komen apa, bsoknya g sempat on jd nya telat dehh tuhh komen hhehe..
    Sipp pasti ditunggu🙂
    Klo ff nya euncha aku ykin pasti seru. Semua ff km udah aku baca & semuanya ga ada yg ga seru, semuanya daebakk ^^)b

  13. boleh padet2in comment 3 part dsini, kan?

    rasanya seneng banget bgt tau Key ga jadi mati. makasih banyak, thor…. udah trauma key dbikin gila waktu dazzling autumn, siiih… begitu key mulai sembuh, dia jadi so sweet banget sama Hyeri… dari dulu, napa!

    aku setuju utk catatan author d ch 22, d. mmg kadang ga ada yang bisa gantiin bagian nc, apalagi kalo udah cerita suami-isteri penuh gereget gini. trus, trus, hyeri jadi super cemburuan sama Key. tanda2 cinta itu salah satunya diungkapkan dengan kecemburuan. nicole-nya dikirim kemana, sih? jangan blg dia jadian ama Jinwoon, y!

    waktu ketahuan herinya hamil *dr dokter klinik* rasanya ngakak karena dokternya dicuekin gt aja… amg tiga org itu pada ga beres saking terkejutnya. haha… aku harap semua pada berakhir bahagia, deh…

    polingya milih Jin-Ri couple aja, d… greget soalnya. kejadian Aeri nolak Jinki itu kok ga dibuat, sih? rasanya aneh, padahal sama2 suka…

    • Hi, Salsa😀 Panggilnya Euncha ajh yaa jgn thor >.<
      wah, wah, ini kayanya bnyk yg demam Dazzling Autumn nih.hhe. tenang, Key nya engga gila lagi ko. ^^v

      Nah, nah, buat yang belum kejawab nanti bisa ditunggu di part 24 yaah. Semoga terjawab.hhe.
      Ne, gomawo vote-nya. Buat couple2 yang blm jelas ceritanya kita nantikan di sequel Archangel.kekek.
      Thank you😉

  14. huwaaaaaaaa, so sweet pake bangeeet, akhirnya key tau kalo hye ri adalah archangel.nya

    dan hye ri hamil, hehehe
    makanya dia sensian banget
    hehe
    berarti udah mau end ya?
    agak ga rela sih kalo ff ini selese, udah suka sama KeyRi couple

  15. Yeeee. .
    Akhrnya key mngetahui tntang pndonrnya,
    euncha-ssi, aku smpai ktwa sndiri sat mmbca, (key, jinki, aeri terpkix mndngar hyeri hmil)
    buat key-ri couple chukha. . Chukha. . Ats khmlannya

  16. wahhh so sweettt…. sempat ngakak pas mbaca kagetnya Key-Jinki dan Aeri gara2 kehamilan Hye ri,lucu banget, kekekeke…..
    sempet kesel ci mbaca Hye ri yg g mau ndengerin penjelasan Key, tpi lo g gara2 itu kn Key g tau lo istrinya hamil, hehe….
    akhirnya Nicole pergi juga dari kehidupan Key-ri, jadi penasaran kisah Jin-ri ma Jong-Young, kyaknya certa mereka juga seru lo dibuat sequel….

    Eun-nie… DAEBAAAKKKK!!!! salut deh wat ff ini..
    Ku tunggu sequel selanjutnya ya…

  17. baca ff ini kdang bkin aku rda ga sabar krna sifat hye ri dan key..
    tapi daebak banget ini ff..
    fighting iya eonn,, trus berkarya…
    oiya eonn, password part 13, 22, sama 24 apa yaak…
    penasaran sama part itu deh, rasanya ada yang beda klo ga baca semuanya..
    gomawo ..

  18. Wkwkwk itu si Hyeri sering marah-marah ga jelas, nafsu makannya bertambah, labil, cemburuan, berat badan naik itu dia lagi hamil muda, cuman dianya ganyadar wkwkwk entah kenapa kapel Key-Ri ini lucu ;;a;;
    Iyu nicole kenapa ngundurin diri? Apa karena gagal dapetin Key? Hemeh ==”
    Bukan seonsaeng-nim thor, but uisa-nim kalo buat doctori seonsaeng-nim kan guru^^ fyi hehe
    Yuhuuu finally Key tau malaikat penjaganya itu wifey-nya sendiri. ;A;

    • Biasa, wanita hamil emang labil minta ampun ^^v

      Oia, ini sudah aku jelaskan di komenmu di sf3si. Tapi aku jelasin lagi deh.
      Secara literal, Uisa memang dokter dan Seonsaengnim itu guru. Tapi, kata Seonsaengnim yang dipake di sini artinya bukan guru. Tapi kata yang digunakan untuk menunjukkan orang yang dihormati dan dengan memiliki pengetahuan lebih.
      Sama kaya di bahasa Jepang yang juga menggunakan kata ‘Sensei’ yang berarti guru untuk memanggil seorang dokter. Tapi, maknanya bukan guru.
      Semoga penjelasannya memuaskan ^^v

  19. Hhha kepribadian orang hamil emg berubah jdi 180`yaa pntesan si key kelimpungan ngadepin istrinya ,di sini si hyeri pertama kali ngucapin I love you ke key (>.<) ,aaaaa.akhrnya jd psgan jg dan key jg mulai twu bhwa yg donorin sum" tulang dan jd malaikat pnjganya tuh istrinya sendiri ,sedih jg sih ini udh part" akhr😦 pdhl gk bosen sm crtanya soalnya menarik bgt

  20. aw3alnya benci sklai sm hyeri tp waktu dia udah sm key kekesalanku hilang tak berbekas,,hahahaha!! tgl 1 part lagi end,,aku ada email ya thor,,,hehehehe!!! klo ada yg bolong2 rasanya gak puas bacanya hihihihi

  21. Amazing! Hyeri hamil..??! Yampuuunnn Key bahagia bgt pastinya.🙂
    Tolong untuk Nicole, menjauhlah dr Key!
    Dan untuk Jinki-Aeri sumpeh kompak bingit kalian kekeke~
    Oke selamat sekali lg untuk Hyeri dan Key😀
    Lanjut kaa euncha.

  22. Tiba2 kangen sm Archangel.
    Dan part in terpilih u/ kubaca ulang dan trnyta emg g slh xD
    “Mereka saling melumat, memberikan kehangatan di tengah guyuran hujan deras di luar sana. “ I love you , Key. I love you .” bisik Hyeri di tengah ciuman mereka.”
    Haha terbayang B&C lg xD aku plg suka klo dpt adegan kisseu nya key hihi..
    Mngkin krn akhir2 ini sering nnton anime, beberapa adegannya kebayang dlm bentuk anime masa xD seperti wktu Aeri ngeliat Hyeri lg makan dgn sadis(?) Adegan hyeri yg lg makan kyak gt kayak adegan2 yg ad d.anime2. Trs wkt d.klinik Key-Jinki-Aeri heboh sendiri & ngelupain dokter, aahh bener2 adegan versi animenya kebayang dgn jelas dan itu lucu bgt xD
    Btw aku mau nanya, kata Seonsaengnim punya 2 arti yaa? dokter sama guru?? aku sering nnton d.drama kata in sering dsingkat jd saem. dan it penggunaannya buat dokter sama guru jg. Atau tulisannya beda??

    • Waah! Baca komenmu yang bayangin versi animenya aku juga langsung bayangin versi animenya.hihi.
      yang kissing-nya slowmotion nih kayanya, bikin deg2an aja >/////<
      Nah, yang waktu Hyeri makan sadis aku bayangin Hyerinya jadi chibi gitu, terus gerakan makannya cepet banget.hahah. Dan yang pas di dokter itu aku bayangin si dokternya tiba2 mengecil karena ga ditanggepin sama 3 orang itu yang malah ribut *mereka juga jdi chibi* .hahah.

      Setauku sih, Seonsaengnim yang dipake u/dokter itu sejenis panggila kehormatan. Artinya orang yang dipercaya ilmunya lebih tinggi. Di jepang juga sama, panggil dokter pake 'Sensei'. Setauku sih begitu.
      Kalo yang Saem itu aku baru tahu dari kamu.

  23. Haha samaaa.. aku jg bayanginnya gt..
    Trs pas hyeri noleh ke Aeri pipinya gembung krn penuh makanan xD
    Klo dokter aku bayanginnya ekspresinya lgsung brubah kek gini -> (-“-メ) kkkk~
    Skrg tiap bc ff aku psti byngin versi anime xD

    Aahh~ org yg d.percaya ilmunya lbh tinggi.. mngkin krn it guru d.panggil seonsaengnim jg ._.
    D.drama nya minho yg medical top team. mrk kdg manggil dokternya dgn Saem. Trs d.drma apa gt guru jg d.panggil Saem..

    • Plus matanya jadi cuma warna item bentuk oval ke bawah.ahahahah. *langsung ngakak bayanginnya*
      Ahahahah. Ngakak juga ngebayangin versi animenya, ya?

      Bukan. Jadi kalo seonsaengnim itu artinya sebener2nya guru. Dipakenya buat manggil guru di sekolah gitu. Kalo penggunaanya buat manggil ke dokter, artinya bukan guru, tapi orang yang dianggap berilmu lebih tinggi.
      Ya, Saem itu singkatan Seonsaengnim sepertinya, tapi aku belum nyampe sana pengetahuannya.hihi.
      nonton drama emang jadi lebih cepet belajar bahasa ya? heheh.

Gimme Lollipop

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s