[SongFic] Graze

back side

SHINee – Graze

Main cast :

Kim Ki bum [Key] | Min Hye ri | Nicole [KARA]

Author             : Song Eun cha

Length             : Songfic

Genre              : Romance

Rating             : PG 15

You gave me.

You gave me a heart break.

Come on!

Tetesan hujan masih membasahi tanah Busan, meskipun tidak banyak tapi cukup untuk membuat orang-orang semakin betah menarik selimut dan tetap diam dalam rumah. Samar-samar terdengar suara bel berdenting dari sekolah menengah yang terletak di kawasan pinggiran Busan.  Yeoja itu segera berjalan meninggalkan kelas setelah ia menyelesaikan tes flute yang merupakan tes final untuk kelas musik. Ia berjalan penuh semangat karena berhasil menyelesaikan tes hanya dalam satu kali permainan kuartet. Rambut kuncir duanya yang digulung berayun-ayun seiringan dengan langkahnya yang semakin cepat.

Ia menarik nafas dalam, bersyukur atas satu hari lagi yang mampu mengalihkan kesedihannya. Yeah! Empat bulan tepatnya sejak ia berpisah dengan Key, namja yang begitu ia sukai. Tidak mudah bagi Hyeri untuk berdiri sendiri tanpa Key, ia begitu menyukai namja itu hingga kecanduan. Dan kini, empat bulan sudah sejak Key meninggalkan hati Hyeri dalam keadaan retak.

She is passing me by, getting further away

The girl that I liked so much

With her back turned, she looks back at me

This miserable feeling is like…

(But I force it down)

Is the man next to you better looking than me?

Even the way you look is so different now

Hyeri melangkahkan kaki berbalut pantofel hitamnya dengan hati-hati saat ia menyebrangi lapangan basket yang licin diguyur hujan.  Ia sengaja melewati lapangan meski sebenarnya ia bisa melewati koridor dan tetap kering. Tapi ia membiarkan hujan itu membasahi rambut tipisnya dan pundaknya yang berbalut jaket pink. Sudah lama rasanya sejak hujan membasahi tubuhnya dan memberikan kedamaian aneh yang tak pernah bisa Hyeri jelaskan.

Ia baru saja melewati lapangan basket, dan flute kesayangannya itu masih berada dalam genggamannya saat ia melihat dua orang di seberang sana. Mereka baru saja menuruni tangga, saling berhadapan dengan si namja yang melangkah mundur. Namja yang sangat disukai Hyeri.

Namja yang entah mengapa terlihat lebih tampan dibandingkan empat bulan yang lalu. Tubuh tingginya, hidung mancungnya yang membuatnya terlihat begitu manly, serta hoodie merah yang menempel di tubuhnya. Hyeri begitu merindukan namja itu dan ingin memeluknya, ia rindu mengenakan hoodie merah yang dipenuhi aroma tubuh namja itu.  Tapi ego dan harga dirinya mencegah Hyeri untuk melakukan hal itu.

Deg!

Entah mengapa itu membuat jantung Hyeri berdebar tak karuan. Bukan debaran yang menyenangkan seperti saat namja itu tersenyum padanya dulu, tapi debaran yang membuat perutnya sakit. Hyeri tak mengalihkan padangannya dari dua orang yang tengah asyik berbincang, ia yakin mereka tidak menyadari keberadaan Hyeri yang berdiri 30 meter di dekat mereka.

Hyeri terus memperhatikan keduanya, memperhatikan bagaimana cara namja itu tersenyum pada yeoja disampingnya. Oh! bahkan yeoja itu membawa flute di tangan kanan dan kirinya, apakah salah satunya milik Key? batin Hyeri. Lalu mengapa yeoja itu harus membawakan flute milik Key?

Hyeri menundukkan kepalanya, menyembunyikan air mata yang akan segera menetes hanya dalam satu gerakan. Ia tidak menyadari bahwa namja yang kini berjalan membelakanginya itu menoleh ke arahnya. Hyeri mengangkat wajahnya setelah air mata itu menetes, dengan cepat mengusapnya sebelum ada orang yang tiba-tiba muncul. Tidak! Ia akan memaksa dirinya untuk tidak merasakan kesakitan ini.

Ia menatap nanar punggung Key yang berjalan menjauh darinya, berjalan berdampingan dengan yeoja itu menyusuri koridor yang sepi sambil menghindari hujan. Seketika rasa sakit itu menyeruak dalam dada Hyeri, bergemuruh begitu hebat dan membuat Hyeri lunglai. Apakah mereka memiliki hubungan yang sama seperti yang dimilikinya dan Key empat bulan yang lalu? Batin Hyeri.

Hyeri terus memperhatikan keduanya, memastikan bahwa mereka benar-benar tidak menyadari keberadaan Hyeri. Ia kemudian kembali melangkah setelah keduanya menghilang dari pandangan Hyeri. Batinnya terus bertanya, apakah Nicole jauh terlihat lebih baik darinya?

***

She passes me by, tightly holding his hand

Getting further away, wearing more makeup

There was never a time, since the beginning

I was only ever a convenient friend

Hyeri berjalan dengan langkah gontai, menyeret kedua kakinya yang terasa lunglai. Pikirannya melayang entah ke mana, sementara batinnya terus tersiksa dengan apa yang baru saja didengarnya. Tidak mungkin! Ia pasti sudah gila!

“Min Hyeri!” seseorang memanggilnya. Ia menoleh, memasang seulas senyum di wajahnya. Yeoja yang baru saja memanggil Hyeri segera berhambur, memperhatikan wajah Hyeri dengan seksama. Seolah berusaha mencari tahu apa Hyeri baik-baik saja atau tidak. “Kau pulang sendiri?” tanyanya dan hanya dijawab oleh anggukan kecil oleh Hyeri.

Yeoja itu menatap Hyeri, menangkap gurat kesedihan dari kedua mata bulat Hyeri. “Oh! Arasseo. Kita tidak punya acara hari ini, akan lebih baik jika segera pulang dan istirahat.” hiburnya, ia tahu bahwa Hyeri sudah mengetahui berita yang baru saja menyebar tiga hari yang lalu. Ia urung mengajak Hyeri pergi bermain ke tempat-tempat yang sejuk atau pun berbelanja seperti yang sering mereka lakukan.

Hyeri kembali tersenyum meski ia menyadari bahwa siapa pun yang melihatnya akan segera tahu bahwa itu adalah senyum palsu yang begitu menyedihkan. Ia beranjak, mengabaikan Eunyoung yang tidak ia beri salam sebelum berpisah.

Hyeri terus berjalan, mengabaikan semua orang yang ia lalui di pelataran sekolah. Ia tidak peduli jika ada yang menyadari bahwa ia nyaris menangis atau bahkan ada yang menyadari penyebabnya. Yang ia tahu hanyalah terus melangkah, meninggalkan kegaduhan dan mulut yang akan memberitahu hal yang sudah ia ketahui diam-diam.

Yeah! Ia berharap ia tidak pernah bangun pagi ini dan tetap berada di atas ranjangnya. Dadanya kembali sesak dan itu membuat langkahnya berat. Ia baru saja melihat Key dan Nicole bergandengan tangan tepat di hadapannya. Tidak ada yang bisa disangkal dari pemandangan itu. Hyeri tidak bisa lagi menyangkal bahwa mereka tidak memiliki hubungan yang spesial, bahwa Nicole tidak sedang menggantikan posisinya di hati Key.

Ingatan Hyeri kembali memutar klise itu, di mana orang-orang di sekitar Key dan Nicole menyoraki keduanya. Sama seperti saat ia dan Key dulu, dan semua orang tahu itu. Hyeri menendang kerikil, berharap kerikil itu adalah Key dan membuat hatinya puas. Tapi itu tidak mempan, hati Hyeri tetap sakit. Mengapa kini Key terlihat lebih baik? Bahkan ia selalu mencukur kumis yang baru tumbuh di wajahnya. Ia begitu tampan dan membuat Hyeri semakin jatuh cinta padanya.

Hyeri mendengus, mengingat apa yang dibicarakan mereka sesaat setelah mereka mengakhiri hubungan. “Kita akan menjadi teman baik.”

Yeah! Teman baik, mungkin kini Hyeri hanyalah seorang teman baik bagi Key. Teman yang akan sangat Key percaya untuk mencurahkan seluruh isi hatinya. Memuakkan! Atau kah mungkin sejak awal memang Key hanya menginginkan Hyeri untuk menjadi teman terbaiknya? Bukan kekasih seperti yang telah mereka lalui.

***

Uh, I was only ever a comfortable person

Uh, My love was only a passing thought

Hyeri membalikkan tubuhnya, menatap langit-langit kamarnya yang hanya diterangi lampu tidur. Tidak ada lagi bunyi ponselnya yang menandakan bahwa ada pesan singkat yang masuk. Yeah! Sudah empat bulan semenjak terakhir kali Hyeri menikmati saat-saat Key mengiriminya pesan setiap hari. Hanya untuk mengatakan bahwa namja itu begitu merindukannya  atau menyampaikan rangkaian kata indah pengantar tidur.

Hyeri beranjak, meraih ponsel flip merahnya yang tergeletak di samping bantal. Dibukanya ponsel itu dan mulai menjelajahi pesan-pesan singkat empat bulan lalu yang masih tersimpan dengan baik dalam memori ponselnya.

From : 혜리의키  at 20.13 March xx, 2012

Aku yakin saat ini kau tengah gelisah. Mengecek lagi ponsel flip merahmu yang sama cantiknya denganmu, bukan? .kekek. Arasseo! Aku baru saja mengantar appa ke rumah rekan kerjanya. Maaf terlambat membalas pesan singkatmu. Oh! aku sangat merindukanmu hingga aku harus menepikan motor kesayanganku hanya untuk membalas pesanmu. Jinjja! Aku tidak bisa menunggu hingga aku sampai di rumah.

Hyeri tersenyum, jantungnya kembali berdebar. Debaran yang sama seperti tanggal yang tertera pada pesan singkat itu – empat bulan yang lalu. Ia kemudian tersenyum hambar, hatinya kembali sakit. Benarkah? Benarkah saat ini ia tidak memiliki tempat spesial itu lagi di hati Key? lalu mengapa rasanya menyakitkan?

Ia melempar ponselnya ke atas ranjang, terduduk kaku dengan pikirannya yang tak terkendali. Klise-klise itu membawanya kembali pada kenangannya bersama Key empat bulan yang lalu. Ia menatap dinding polos kamarnya, dan melihat cahaya menyorot ke sana. Matanya menangkap sebuah gambar, gambar dirinya dan Key.

“Menangislah.” ucap Hyeri lirih, ia membenamkan Key dalam pelukannya. Namja itu menangis setelah mencurahkan keluh kesahnya pada Hyeri. Ia tahu namja tidak pantas menangis, tapi kali ini saja. Saat hatinya begitu terluka karena kedua orangtua yang tidak memperhatikannya lagi.

Gomawo.” Key melepaskan dirinya dari pelukan Hyeri. Menatap yeoja itu lekat. Hyeri hanya tersenyum, ia akan sangat senang jika dirinya bisa membuat Key merasa lebih baik. Key mengusap air matanya, kini ia yang membenamkan Hyeri dalam pelukannya. Yeoja itu tersontak, tapi tak beranjak dari tempatnya. Membiarkan Key menghirup aroma rambutnya. “Tetaplah seperti ini, kumohon. Kau lah satu-satunya orang yang bisa membuatku merasa nyaman, sekalipun aku sedang bersedih.” Membuat jantung Hyeri berdebar.

Key melepaskan pelukannya, kemudian menatap Hyeri. “Saranghae.” ucap Hyeri sambil tertunduk malu. Namja itu hanya tersenyum, segera menarik rahang Hyeri dan mendaratkan ciuman hangat di bibir tebal Hyeri. Hyeri hanya mampu memejamkan matanya, menahan debaran jantung yang membuatnya seperti sedang marathon.

Seketika cahaya itu meredup, membuat gambar dirinya dan Key berubah menjadi asap dan melayang. Tak lama menghilang. Hyeri mendengus, sebegitu rindunyakah dirinya pada Key? hingga ia ingin kembali pada saat itu? Saat Key memeluknya dan mengecup bibirnya penuh cinta. Tapi itu hanya masa lalu, ia jelas tidak bisa kembali ke masa lalu.

Air mata itu menetes lagi, membiarkan Hyeri tetap berada dalam lubang kesakitan tanpa akhir. Hyeri membaringkan tubuhnya, bibirnya bergetar menahan isakan. Lagi, hanya namja itu yang ada dalam kepalanya. Namja yang begitu ia sukai dan membuatnya menangis sebanyak ini – Kim Kibum.

***

She is passing me by, getting further away

The girl that has become much more beautiful

I can’t even get mad, I’m completely numb

This miserable feeling is like…

(But I force it down)

Is the man next to you richer than me?

(The man next to you)

Even the way you look is so different now

Hyeri melangkahkan kakinya menuju koridor yang akan membawanya ke tangga lantai dua gedung C, tempat di mana pagi ini ia akan melakukan tes Kimia. Ia memasang senyum di wajah sembabnya, melangkah penuh gairah dan menyapa semua orang yang ia lewati. Apa ini berlebihan? Tidak! Hyeri akan tetap memaksa dirinya untuk menahan rasa sakit itu. Ia yakin bahwa ia begitu mencintai Key dan tidak akan pernah bisa melupakan atau menggantikannya. Maka dari itu, ia akan membiarkan Key bahagia meskipun tidak bersamanya.

Hyeri tengah berada dalam laboratorium, memulai tes yang harus ia lalui dalam rangkaian ujian sekolah menengahnya. Cairan-cairan kimia itu mampu mengalihkan pikirannya dari Key, itu lebih baik. Empat puluh lima menit berselang, ia telah menyelesaikan tesnya meskipun ia merasa ia tidak cukup baik melalui tes itu.

Ia berdiri di samping jendela laboratorium, memandangi lapangan basket yang lagi-lagi basah oleh hujan. Memandangi hujan menjadi kebiasaan baru Hyeri untuk melupakan Key, juga untuk mengenang lagi masa-masa terindahnya bersama Key. Bodoh!

“Hyeri-ya, sebentar lagi aku akan selesai.” ucap Eunyoung setengah berteriak, ia melirik Hyeri meski kedua tangannya masih sibuk dengan beberapa tabung percobaan. “Nee, gidarilke.” jawab Hyeri, ia kembali menatap keluar jendela. Dan saat itu lah kedua matanya menangkap sosok yang paling ia rindukan. Hatinya melonjak senang, dan rasanya ia ingin berhambur ke arah namja itu, memeluknya erat.

Hyeri sempat tersenyum kecil, tapi senyumnya segera pudar saat matanya menangkap sosok lain di samping Key. Mereka bergandengan tangan, berbincang penuh tawa. Hyeri tertegun, ia tidak sedang bermimpi. Dan berita itu telah tersebar ke seluruh penjuru sekolah, semua orang tahu itu. Kim Kibum, kini namja itu adalah kekasih dari Jung Nicole, bukan Min Hyeri.

Hyeri masih memperhatikan keduanya saat seseorang menepuk bahunya dari belakang. “Hyeri-ya, apa yang sedang kau perhatikan?” tanya Eunyoung yang telah berdiri di belakang Hyeri, lengkap dengan ransel merah mudanya. “Oh! ani! Aku…” Hyeri bahkan tidak bisa mengalihkan matanya dari Key dan Nicole yang kini mulai menjauh dari pandangannya.  Ia seharusnya marah karena melihat Key dan Nicole bersama. Tapi sungguh! Ia tidak bisa melakukannya, seluruh emosinya telah membeku. Membuatnya mati rasa dan hanya mampu memandangi Key dan Nicole seperti orang bodoh.

“Hyeri-ya, itu Key kan? Kau sudah mendengarnya? Kurasa mereka benar-benar dalam hubungan seperti-“ Eunyoung belum sempat menyelesaikan kalimatnya saat Hyeri menyambar “Oh! kau sudah selesai? Kita akan makan tteokpokgi kan? Palli kajja!” Hyeri menarik tangan Eunyoung, meninggalkan laboratorium.

Hyeri tersenyum riang, tidak akan membiarkan siapa pun mengetahui kesengsaraan hatinya. Tidak! Ia akan tetap memaksa dirinya untuk menahan rasa sakit itu. Benar! Mungkin itu lebih baik bagi Key. Nicole lebih baik dari dirnya, dan Nicole… jauh lebih menyenangkan dibandingkan dirinya.

***

Sudah satu minggu sejak ia mengetahui hubungan Key dan Nicole. Seluruh sekolah telah mengatahui itu. Memang menyakitkan, tapi Hyeri akan tetap menutup kedua mata dan telinganya. Berjalan tegak di depan semua orang. Ia tidak peduli jika ia kembali melihat Key dan Nicole bergandengan tangan di depan batang hidungnya. Ia akan tetap tersenyum dan tertawa seperti biasanya. Tidak boleh ada yang mengetahui bahwa hatinya begitu sengsara karena luka yang ditinggalkan Key. Yeah! Ia begitu mencintai Key, maka dari itu ia akan membiarkan Key bahagia bersama Nicole.

So what the hell is the difference

between that person and me?

Maybe then, her eyes and her movements

might want me too.

Kantin itu mulai dipenuhi siswa, ada begitu banyak siswa yang kelaparan setelah melakukan serangkaian tes. Hyeri melangkah, membiarkan tubuh mungilnya menyelip di antara deretan siswa lain yang tengah berkerumun memilih makanan ringan untuk mengganjal perut mereka.

Susah payah akhirnya Hyeri mendapatkan roti isi daging dan sekotak susu coklat kesukaanya. Ia tidak suka makan di kantin di mana ada begitu banyak siswa. Ia baru saja melangkah keluar kantin saat tubuhnya menabrak seseorang. “Oh! Mianhae.” ucap Hyeri spontan, ia segera menatap orang yang kini tersungkur dan membantunya bangkit.

Hyeri diam, menimbang apakah ia perlu membantu orang itu? Orang yang kini sangat dibencinya. Sedetik kemudian Hyeri berjengit, sudah terlambat baginya untuk mengulurkan tangan. Yeoja itu telah bangkit dan kini berdiri di hadapan Hyeri, menepuk bokongnya dan menatap Hyeri. “Gwaencanha, Nicole-ah?” tanya Hyeri ragu, hatinya benar-benar tidak menyangka bahwa ia akan menyapa Nicole.

Gwaencanha, Hyeri-ya, “ Nicole tersenyum, menepuk lagi bokongnya. “Ah! Geurigu, igo. Aigu, aphayo.” Nicole mengerang, melongok sikutnya yang tergores. Ia memberenggut manja. Hyeri hanya mampu menatap Nicole. Memperhatikan yeoja yang bahkan tingginya tidak mencapai matanya itu. Ia mengingat lagi. Yeah! Nicole, yeoja periang yang pernah satu bangku dengannya saat mereka di kelas sepuluh- dua tahun yang lalu.

Hyeri tidak begitu menyukai Nicole karena sikapnya yang terlalu dibuat-buat, terutama cara bicara Nicole yang begitu cepat dan memberi kesan bahwa ia adalah yeoja yang penuh dengan aegyo. Semua namja memang suka aegyo, tapi sungguh! Hyere begitu membenci aegyo, ia bahkan tidak bisa melakukan aegyo karena itu terlalu menjijikan baginya.

Seseorang menghampiri Nicole, Hyeri tidak terlalu mengenalnya. Dia adalah teman baik Nicole, selalu bersama Nicole. Dan oh! bolehkah Hyeri menyebut si gendut itu seperti pembantu Nicole? Yang akan membawakan tas Nicole atau menunggui Nicole saat yeoja itu ingin ke toilet.

Hyeri menjauh, membiarkan Nicole sibuk dengan goresan kecil yang bahkan Hyeri tidak bisa melihatnya. Hyeri terus melangkah sambil berpikir. Apa yang membuatnya berbeda dari Nicole? Benar! Nicole memang cantik dan lucu, tapi tidakkah Hyeri lebih baik dalam hal itu? Ia memang tidak memiliki kulit seputih Nicole, tapi kulitnya begitu bersih dan masih dapat dikatakan putih.  Oh! bahkan cara Nicole berjalan pun tidak lebih indah di banding Hyeri. Lalu mengapa Key justru memilih yeoja itu dan tidak mau kembali padanya?

Hyeri mendengus, apa yang dipikirkannya? Benar! Key tidak akan mendapatkan siapa pun yang jauh lebih baik dari dirinya. Dan Nicole bukanlah yeoja yang lebih baik dari Hyeri. Tapi mengapa? Mengapa Key bersamanya? Dan mengapa itu menyakitkan bagi Hyeri?

***

Caught up in my own thoughts

Because her image has become like air and passed me by, my tears fall

Hyeri berjalan riang melewati lapangan basket, tak sabar untuk segera menjangkau sepedanya dan bergegas menuju rumah. Oh! atau kah ia bisa mendapatkan es krim karena tes bahasa Inggrisnya begitu sempurna?
Ia terus melangkah, melalui koridor sekolah yang sepi karena seluruh siswa tengah berada dalam ruangan – melakukan tes.

Langkahnya terhenti saat ia menangkap sosok yang begitu ia sukai. Sosok itu tengah berdiri di hadapan mading, di koridor akhir yang akan membawa Hyeri ke lapangan tempat ia memarkirkan sepedanya. Hyeri maju dua langkah, benarkah ia akan mendekati namja itu? Namja yang kini tidak pernah mengiriminya pesan singkat lagi atau mengatakan bahwa ia merindukan Hyeri begitu banyak.

Hyeri memandang sekitar, memastikan tidak ada orang lain di sana selain ia dan namja yang berdiri hanya beberapa langkah di hadapannya. Ia tidak peduli, rasa rindunya pada Key begitu melimpah. Dan ia ingin memeluk Key, mengatakan bahwa ia begitu merindukannya.

Hyeri terus melangkah, namja itu belum menyadari keberadaannya dan tetap membaca tulisan-tulisan yang tertempel di mading sekolah. Mengapa? Mengapa ia selalu bisa melihat Key ke mana pun ia melangkah? Bahkan di saat seharusnya semua siswa tengah melakukan tes dalam kelas. Mengapa Key harus berada di sana, berdiri beberapa meter di depan Hyeri?

Hyeri hendak menggapai Key, jantungnya berdebar dan nafasnya menderu. Merasa tak sabar untuk meluapkan kerinduannya. Tapi kakinya segera berbelok, menjauh dari Key. Bodoh! Umpat Hyeri dalam hati, mengapa? Mengapa ia tidak bisa menjangkau Key? tidak ada Nicole di sana, bukankah itu tidak masalah?

Hyeri berjalan perlahan saat telinganya mendengar langkah kaki. Kemudian suara nyaring itu terdengar oleh gendang telinganya. Ia tidak mau berbalik karena ia tahu suara itu milik Nicole yang tengah mendekati Key. Hyeri melangkah semakin cepat, menahan air mata yang telah memenuhi pelupuk matanya.

Mengapa? Dengus Hyeri dalam hati. Mengapa Key seperti udara yang selalu melewatinya di manapun Hyeri berada?

***

Ujian sekolah telah selesai, dan seluruh siswa kelas dua belas mendapatkan libur tiga hari. Tiga hari untuk melepas penat dan kembali ke sekolah dengan setumpuk materi untuk ujian nasional. Hyeri seharusnya senang dengan liburan ini, tapi sungguh! Itu membuatnya semakin tersiksa. Ia tidak mengerti, melihat Key saat ini merupakan kesakitan bagi Hyeri. Tapi hatinya terus bergejolak untuk bisa melihat sosok Key. Sosok yang telah menjadi candu baginya dan Hyeri berharap bisa melihat Key meskipun namja itu tengah bersama Nicole. Yeah! Hanya untuk memastikan bahwa namja itu baik-baik saja.

Have you tried thinking about me?

Given any thought about me?

Malam itu tidak hujan, dan langit menaburkan bintang-bintang kecil. Hyeri duduk di beranda kamarnya, menekuk kedua lututnya sambil menatap langit malam tanpa bulan. Benar! Ia begitu merindukan bulan. Bulan yang akan mengingatkannya pada Key. Ia membuka flip ponsel merah yang sedari tadi digenggamnya, menjelajahi pesan-pesan singkat yang masih tersimpan baik.

From : 혜리의키  at 19.48 March xx, 2012

Tidak bermaksud mengganggumu. Tapi cobalah keluar kamar dan menatap langit. Hei! Bukankah bulan itu terlihat begitu indah dari beranda kamarmu?

Hyeri tersenyum, mengingat lagi saat Key mengirim pesan singkat itu padanya. kemudian mereka membicarakan sesuatu mengenai bulan dan rasa rindu. Hyeri masih mengingat apa yang dikatakan Key tentang bulan. Bulan di atas sana, ia mengetahui dua insan yang saling merindukan. Maka dari itu, tataplah bulan saat kau sedang merindukan seseorang. Bulan akan menyampaikan rasa rindumu pada orang itu.

Setetes air mata meluncur membasahi tshirt kuning Hyeri. Ia kembali menatap langit, menggumamkan nama Key dalam sunyi. Tidak ada bulan, tapi ia berharap Key akan tahu bahwa ia begitu merindukannya. Hyeri begitu rindu melihat senyum manis itu, merindukan suara merdu itu mengatakan bahwa ia begitu merindukan Hyeri, merindukan sentuhan tangannya di wajah Hyeri.

Hyeri menundukkan kepalanya, menyembunyikan air matanya yang kian deras. Mengapa rasanya begitu sakit? Sakit sekali hingga dadanya terasa sesak dan ia sulit bernafas. Kim Kibum, namja yang telah menorehkan luka di hatinya, namja yang meninggalkannya dengan yeoja yang paling Hyeri benci, namja yang telah membuat Hyeri menangis sebanyak ini. Tapi mengapa Hyeri masih tetap mencintainya?

Hyeri mengusap air matanya, tersenyum hambar karena ia begitu bodoh telah merindukan Key yang bahkan sama sekali tidak merindukannya saat ini. Oh! bahkan mungkin Key sama sekali tidak pernah memikirkannya, karena kini ada Nicole di dekatnya.

Benar! Mengapa Hyeri harus menangisi namja yang sama sekali tidak memikirkannya? Bahkan tidak sedikitpun nama Hyeri terlintas dalam pikiran Key saat ini. Benar! Mengapa Hyeri begitu bodoh?

The times we stayed together like lovers flying free

I still love you

Seems like I should forget you but when I see the picture that we took together, I can’t ever forget you

Hyeri beranjak, membuka laptop abu-nya. Mungkin ia bisa melakukan sesuatu untuk membuatnya lupa pada Key. Bermain game, atau mungkin menulis fiksi. Yeah! Itu bisa mengalihkan pikirannya dari Key. Yeah! Mulai saat ini Hyeri harus melupakan Key. Ia harus berhenti mencintai Key. Juga melupakan masa-masa indah mereka berdua yang begitu manis. Masa-masa di mana mereka layaknya kupu-kupu yang saling mencintai dan melayang bebas kemanapun.

Hyeri baru saja lima menit berkutat dengan laptop-nya, menulis fiksi pendek yang membuat fantasinya bergejolak. Kesepuluh jarinya tiba-tiba saja berhenti mengetik, pikirannya buntu. Ide yang baru saja meluncur tiba-tiba terputus. Hyeri berdecak kesal, ia tertegun beberapa menit hingga layar laptop-nya memunculkan screen saver.

Hyeri terdiam, memandangi foto-foto yang melayang ke sana kemari di layar. Beberapa foto membuatnya tersenyum, ada begitu banyak foto konyolnya bersama sahabat terbaiknya-Eunyoung. Oh! ia rasa ia perlu menghabiskan banyak waktu bersama Eunyoung. Ia yakin Eunyoung hanya memberinya waktu sendiri, tidak bermaksud mengacuhkan Hyeri yang tengah patah hati.

Senyum di wajah Hyeri pudar saat ia melihat sebuah foto muncul di layar. Foto itu melayang dari sudut kanan dan berhenti di tengah layar, ukurannya membesar dan hampir memenuhi layar. Selama beberapa detik foto itu termpampang di layar, menampilkan satu-satunya selca yang dimiliki Hyeri bersama Key. yeah! Hanya itu foto dirinya bersama Key yang Hyeri miliki. Tak ada yang lain!

Dilihatnya senyum itu, senyum yang begitu manis dan begitu Hyeri rindukan. Selca yang menampilkan seragam putih mereka, serta pepohonan yang tertangkap kamera di belakang mereka. Itu adalah saat paling menyenangkan yang pernah Hyeri alami. Pikiran Hyeri melayang, kembali pada masa itu, masa di mana ia dan Key berkencan ke tempat yang begitu sejuk dan tinggi. Menghirup udara segar dan melepas penat.

Bibir Hyeri bergetar, seiringan dengan air mata yang menetes membasahi keyboard laptop-nya. “Kim Kibum.” bibirnya menggumamkan nama Key. Benar! Ia seharusnya melupakan Key yang tidak lagi menjaga hatinya untuk Hyeri. Tapi pada kenyataannya itu tidak mudah karena Hyeri masih sangat mencintai namja itu. Dan apa yang baru dilihatnya di layar justru membuat Hyeri sama sekali tidak bisa melupakan Key. Membiarkan rasa sakit itu menderanya lagi, menyiksa batinnya.

What is it I lack that your new man has?

I could have been better to you than anyone

Hyeri menutup wajah dengan kedua tangannya, menangis sebanyak yang ia bisa. Ia tidak peduli jika tangisannya mengganggu, yang ia tahu adalah menangis hingga hatinya merasa lega.  Pikirannya tak lepas dari Key, mengapa? Mengapa Key memilih Nicole dan tidak kembali padanya? bukankah Key mengatakan bahwa ia masih mencintai Hyeri? Bukankah Key telah berjanji untuk tidak berpaling dari Hyeri meski mereka tidak memiliki hubungan itu lagi?

Lalu mengapa? Apa yang dimiliki Nicole dan tidak dimiliki Hyeri? Bukankah Hyeri jauh lebih sempurna dibandingkan Nicole? Hyeri lebih tinggi dari Nicole, wajahnya lebih cantik dan lucu, Hyeri juga lebih pandai dalam bahasa Inggris dibanding Nicole, dan hanya Hyeri lah yang bisa membuat Key merasa lebih baik saat ia dalam masalah.

Tangisan itu semakin menjadi, menyayat sunyinya malam. Seharusnya Key tahu bahwa tidak ada yang lebih baik dibanding Hyeri. Yeah! Tidak ada siapa pun! Hanya Hyeri lah satu-satunya yeoja yang begitu sempurna bagi Key.

Tapi mengapa?

Hanya pertanyaan itu yang terus berputar dalam kepala Hyeri. Membuat isakannya semakin menjadi, dan lukanya semakin merajai.

“Kim Kibum…” gumam Hyeri di tengah isakannya. “Saranghae, saranghae jeongmal.” lanjutnya kemudian kembali terisak.

=FIN=

[NJ – the story of 2007]

26 thoughts on “[SongFic] Graze

  1. apakah Key belum menyadari betapa berharganya keberadaan min hye ri di sisinya?? maybe.
    biasanya kita akan merasakan sesuatu dapat dikatakan berharga itu, setelah kita kehilangannya.
    hemmmmm nyesek T^T gmn gk sembuh2 lukanya coba, tiap hari hye ri harus liat Key-Nicole mondar-mandir? a love story isn’t always happy ending ya hhe

    pesan singkat dari Key.. sederhana, tapi romantis eonni🙂🙂 love it!!

    keep writing~🙂😀🙂😀

    • That’s right!
      sesuatu baru dikatakan berharga setelah kita kehilangan, semoga “Key” merasakan hal yg serupa *plaaakkk*
      Klo jdi Hyeri, serasa pengen bakar Nicole deh >.<
      Yes, a true love doesn't have a happy ending, cause true love will not end forever.
      Thank you, Eunyong-ah😉

  2. huwaa…
    Min hyeri.. Aku tau rasanya semua ini.. Bagaimana sulitnya melupakan sesuatu yg slalu b’putar di skitar kita.. Bagaimana sulitnya menghilangkan kenangan yg bahkan masih t’cetak jelas stelah skian waktu b’lalu.. Berusaha tersenyum di balik tangisan.. Merasa bahagia di balik rasa perih luar biasa..
    Huuh.. Jadi curcol dch.. Habis ceritanya ga jauh sama kisahku.. Hehe..
    Terus berkarya, Unnie..

    • Wow, Hyora! ff ini sama kaya kisahmu? pasti kmu sedih banget deh wktu ngalamin kejadian ini. *puk puk*
      Ga kebayang sakitnya waktu harus tetep senyum meskipun hati tersayat liat orang yang paling disuka sama orang lain😦
      Tapi tenang, udah berlalu kan? .kekekek.
      Thank you😉

  3. So sad menjadi hyeri…
    Euncha ad sdkt typo yg Hyere >> hyeri
    Tp aku msh bingung, *loading kumat
    kenapa key jadi sama nicole? Dan ninggalin atau g sengaja ninggalin hyeri..
    Aduuuhhh otak gue lambat bgt…
    Buat key pov nya.eh
    *kabuuuurr

    • wah, gomawo Hikma buat koreksinya. Nanti aku edit lagi ^^!
      .hha. engga ko, emang ini ceritanya aja gantung dan ga jelas.
      Nah, kenapa Key sengaja/ga ninggalin Hyeri? biarkan itu tetap di simpan di hati Hyeri *plaaakkkkk*
      Thank you😉

  4. Pertama kali baca cast-nya udah ngira ini bakal jadi happy ending…tapi😦

    Kasian sama Hyeri. Hahahaha masih kebawa archangel dan ngebayangin Key sama nicole beneran-______- tapi serius ini bagus banget. Feelnya dapet banget, apalagi pas kata-kata “Mengapa Key seperti udara yang selalu melewatinya di manapun Hyeri berada?”

    Tenang kok Hyeri, pasti kamu dapet jauhhhh yang lebih baik *walaupun sebenarnya gak rela key sama nicole* /plak hahahahaha. Dan aku suka sama isi sms Key, romantis pake BANGET!🙂

    • Thank you, Almira😉
      .hha. aku juga g rido banget klo Key sama Nicole >.<
      Pastinya Hyeri bakalan dapet yang jauh lebih baik dari Key. Nah, tapi siapa yah? .kekekek.
      romantiskah? .hhe.

  5. hemm, selalu aja nicole yang jadi penghalang
    hehe

    galaunya hyeri ga ketulungan tuh
    key gimana sih, kenapa dia lebih milih nicole? milih aku aja kali bang (?) ^^v

  6. kenapa???
    kenapa hyeri bisa putus sm key?
    key yg mutusin karena tergoda sm nicole? /kok berasa nicole itu cewe penggoda ya-.-“/

    eh eh
    perasaan key gimanaaaa?
    aduuuh
    2 hari ini key bikin sy sewot mulu.. pengen nendang pantat key jadinya…

    klo g slh lagunya itu yg skit hati si cowo kan?
    tp ini yg skit hyeri.. berarti key yg mutusin gtu ya?

    maaf bnyk tanya.. abisnya penasaran + kesel sama kunci… -.-”
    hahahaa

    nyesek pagi2
    huuuuaaaaaa
    nice ff

    • Huh? kenapkah Key bkin Rahmi sewot? ada pa dgn my baby? .kekekek.

      iyh, itu lagunya emg tntang cowo yg sakit hati. berhubung ak cewe, jdi dibalik ajh *plaaakkk*

      .hhe. gpp ko, ini emg ceritanya ga terlalu detil. biarkan siapa yang mutusin dan alesannya tetap tersimpan di hati Min Hyeri *plaakkk*

      Thank you, Rahmi. udh nyempetin baca FF galou ini.hha.😀

  7. Andweee T___T
    Knp Euncha bikin akhirnya sad ending sih?
    Kasian kan Hyeri ga couple-an sama Key..
    Atau jangan2 mau dibikin sequelnya ya?
    Ikkhh.. Bete banget liat Nicole.. Pengen aku jambak deh jadinya.. #anarkis

    Keep writing yaa..
    Key-Hyeri couple kalo bisa..hehe🙂

  8. yah udah selesai nih eon ffnya? padahal blm dijelasin knp mrk bisa putuuus._. kalo gini malah kusimpulkan nicole itu adalah yeoja penggoda-_- apalagi skrg aku msh kebawa cerita archangel=.=a

    eh tapi spt biasa ffnya eun cha eonni selalu dapet feelnya… dan utk ff ini, sakit hati ala graze nya dapet bngt cuma dituker aja yg sakit hati itu ceweknya.

    oiya! tambahan nih, key nyebelin jg yaaa eon! pengen digetok nih abang konci *esmosi*

    • .hha. iyh, udahan. pasti gendok yah? .hha.
      hemm, biarlah jawaban dri pertanyaan itu tetap tersimpan di hati Min Hyeri. *plaaakkk*

      Wah, gomawo yah😀 ini bikin FFnya sambil dengerin lagu Graze biar lebih mendalami *plaaakkk*

      sekalin getokin jg buat aku dong, Mahdaa ^^v

  9. Kyaaa.. Pagi buta nemu FF yg kebetulan OnKEY jd nyebelin semuaaa#asah golok

    Itu Eun Young kog bs komen yah?
    Kkk~
    jgn2 selain dr lagu, terinspirasi dr kisah nyata juga nih..
    Feelnya dapet sih, Cha..

    TT
    aku gak suka Nichole, sering banget dijadiin orang ketiga di dlm hubgnnya Key.
    Tp kasian juga sih, dinistain muluu, kkk~

  10. nyesek huwaa….aq jd ngerasa kl hye ri sama kyk aq -walaupun aq gk prnh pcrn- tp rasa rindu hye ri pas bgt.. jd aq jg ikut merasakan perasaan hye ri😦

    kok nanggung? jd beneran key milih nicole? aigoo baca ff eon terus, aq jd makin cintrong ama key. eon pintar bgt ngedeskripsiin sbgi key yg sempurna, ngebuat aq pengen ketemu dgn cwok kyk dia. yah walaupun pendeskripsian eon trhdp key rada berlebih, seperti hmm.. hidung key yg mancung dan terlihat manly dgn itu. hahaha kenapa ya aq malah ngelihat hidung key itu pesek hahaha #plak

    keseluruhan sih bagus, seru sumpah. tp yaa itu rada nanggung🙂

  11. sebenernya aq salah satu pembaca pertama ff ini tapi baru sekarang sempet komen…

    ff ini ngingatin k masa2 SMA, waktu romansa percintaan masih kental dan diri masih blm terlalu dewasa… haha..

    super nyesek kalo jadi Hyeri di sini… #gak bisa bandingin sama Hyeri di Archangel#
    sabar deh buat semua orang yang ngalamin hal kyk gt… itu semua wajar, kok. hitung2 pegalaman aja… #curcol

  12. yampun sedihnya jadi Min Hyeri~ ㅠㅠㅠㅠㅠ
    kenapa ga dijelasin mereka putus?? aish…ff sebelum2nya cerita KeyRi happy ending knpa ini sad ending?!!😦

    Daebak ka euncha bisa banget bikin tulisan bergenre sad begini😀

Gimme Lollipop

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s