I need romance #1 – Tears on love [1.2]

I need romance #1 – Tears on love

Main cast :

Kim Ki bum [Key] | Min Hye ri

Author             : Song Eun cha

Length             : Two shoot

Genre              : Romance

Rating             : PG 15

I need romance. Adalah tulisan berisi romance yang dibuat sebagai ajang latihan Euncha membuat kisah2 romance. Sejujurnya sedang dalam proses membuat sequel Archangel yang akan memunculkan kisah karakter lain yang belum diceritakan. Berhubung otak Eucnha telah kembali dipenuhi hal2 berbau horror dan psycho.*Enam hari yang lalu nonton film mutilasi sambil makan* maka tulisan ini akan sangat membantu Euncha to set the mind into romance. Harap maklum untuk kesalahan dan kekurangannya. Saran dan masukan yang membangun sangat Euncha harapkan and patronizing is not allowed!!

Yeoja itu melirik lagi ke sampingnya. Lantas ia mendesah ringan, berusaha mengenyahkan perasaan tidak nyaman yang menderanya sejak beberapa hari kemarin. Namja itu masih tetap sama. Berbaring di sampingnya, membelakanginya. Tak bergerak sedikitpun, atau minimal mengatakan kalimat cinta seperti yang biasanya ia lakukan sebelum terlelap. Namja itu mulai mendengkur halus. Si yeoja mendesah lagi, merasa kecewa karena suaminya bersikap dingin beberapa hari ini. Ia mendekatkan tubuhnya, menyentuh pundak suaminya. Menahan tubuh bagian atas dengan sikut kanannya, memastikan bahwa suaminya memang telah terlelap.

Ia beranjak, lalu duduk di tepi ranjang. Suaminya telah terlelap, tanpa mengucapkan sepatah katapun. Ia lantas melirik box bayi yang berada beberapa meter di hadapannya. Memandangi dua makhluk serupa yang tengah terlelap di sana. Ia lantas beranjak, menghampiri bayi kembarnya yang kini telah berusia enam bulan. Kedua bayi itu tengah terlelap, begitu damai tanpa beban. Satu tangannya terulur, merapikan tangan kiri Jaesun yang menyentuh wajah Jaehwa.  Jaesun sedikit terusik, ia mengerang pelan sambil mengerutkan dahinya. Tapi tak lama, ia kembali terlelap.

Hyeri tersenyum. Setidaknya tingkah laku bayi kembarnya selalu bisa membuat hatinya lebih baik. Ia merapikan selimut Jaesun dan Jaehwa lalu beranjak meninggalkan kamar. Kedua kakinya terus melangkah, menyusuri koridor lantai dua dan menuruni tangga mahogani berlapis karpet merah darah itu. Lampu-lampu redup yang tertempel di dinding seolah menyapanya, membawa Hyeri ke alam di mana hanya ada dirinya dan sisi lain dirinya.

Blam

Ia menutup lemari pendingin setelah meraih jus jeruk. Duduk di salah satu kursi kayu dan mulai membasahi kerongkongannya dengan jus jeruk tadi. Ia mendesah, rasanya begitu segar. Hanya detik jarum jam yang terpajang di ruang tamu yang terdengar oleh telinganya. Detakan yang bergerak teratur, dan selalu sama. Hyeri diam, menundukkan kepalanya sambil menatap gelas yang masih ia genggam. Merasakan bahwa dirinya merasa lelah dengan kegiatan yang dilakukannya setiap hari. Yeah! Setiap hari dan selalu sama. Merawat bayi kembarnya dan menjadi istri seorang Kim sajangnim pada acara tertentu. Tentu saja itu kewajibannya. Tapi ia merasa lelah, ia bosan dengan hidupnya yang berubah begitu drastis sejak ia memiliki bayi. Tidak ada lagi tumpukan design yang harus diselesaikan sebelum Jinki-ssi menelepon dan mengomenlinya, tidak ada lagi waktu lebih dari tiga puluh menit yang selalu ia habiskan hanya untuk memilih pakaian mana yang akan dikenakan esok hari. Ia benar-benar merindukan semuanya. Terlebih lagi waktunya bersama Key semakin sedikit. Membuatnya merasa hidup seorang diri.

“Ooooooaaaaaaaaa……”

Tangisan itu tiba-tiba terdengar. Memekakan telinga di tengah sunyinya malam. Hyeri menengadahkan kepalanya, menatap langit-langit dapur seolah tengah memperhatikan sesuatu yang berada di atas sana. Hyeri mendesah, menyandarkan punggungnya pada sandaran kursi. Lagi, hal ini selalu terjadi setiap hari. Di mana salah satu di antara bayi kembarnya akan menangis.

“Ooooooaaaaa….ooaaaa”

Dan bayi satunya lagi akan ikut menangis. Hyeri memijat antara kedua matanya, diam beberapa detik dan meneguk lagi jus jeruknya sebelum ia beranjak. Sedikit berlari ia menaiki tangga mahogani berlapis karpet merah darah, menyusuri koridor lantai dua dan segera membuka pintu kamar. Suara Jaesun dan Jaehwa segera memenuhi gendang telinganya. Ia berhambur ke arah box bayi.

“Jaseun menangis. Kau dari mana?” tanya Key yang tak Hyeri sadari telah terduduk di tepi ranjang. Namja itu menutupi kedua wajahnya dengan tangan, menumpukan kedua sikutnya di atas paha. Mendesah ringan seolah terusik dengan tangisan bayi kembarnya. “Mianhae, aku dari dapur.” Jawab Hyeri, ia menggendong Jaesun yang kini wajahnya telah memerah.  Tangisan Jaesun terdengar semakin kencang, keningnya dibanjiri keringat. Hyeri segera menepuk-nepuk pantat Jaesun sambil bersiap menyusui bayinya.

Hyeri meniupkan udara ringan dari mulutnya ke kening Jaesun, kini tangan kanannya mengelap keringat di kening Jaesun. Sementara bayi itu makin tak sabaran untuk segera mendapatkan air susu dari ibunya. Tangisan Jaesun segera reda begitu ia mendapatkan air susu yang ia inginkan. Hyeri masih meniupi kening Jaesun, sementara matanya melirik lagi Jaehwa yang masih menangis di box bayi. Oh! bahkan kini bayi itu terlihat frustasi karena tak ada yang menanggapinya. Ia mulai menggerak-gerakkan tangan dan kaki mungilnya ke udara sekuat tenaga.

Hyeri melirik lagi Key, suaminya masih terduduk di tepi ranjang. Seolah tidak mendengar tangisan Jaehwa. “Baby, bisa bantu aku menenangkan Jaehwa? Mungkin dia harus ganti popok. Atau mungkin dia haus, aku-“

“Hyeri-ya, aku lelah.” Jawaban itu yang terlontar dari mulut Key. Bahkan sebelum Hyeri sempat menyelesaikan kalimatnya. Hyeri tercengang, menatap wajah kusut Key. Tentu saja ia merasa kesal dengan apa yang diucapkan Key. Tidak biasanya Key seperti ini. Justru Key lah yang biasanya akan segera menggendong salah satu di antara bayi kembar mereka. “Aku akan menanganinya setelah aku selesai dengan Jaesun. Tanganku Cuma ada dua.” Akhirnya itu yang Hyeri ucapkan. Ia tidak mau membuat suasana menjadi semakin keruh.

Key beranjak setelah ia berdecak kesal. Berjalan malas menuju lemari es kecil di dekat lemari pakaian. Mengeluarkan satu botol berisi air susu Hyeri yang telah didinginkan, lalu menaruhnya di mesin penghangat susu.

Aigo! Kau haus?” Key meraih Jaehwa. Menggendong bayi itu sambil mengucapkan kalimat-kalimat lucu. Jaehwa terus menangis hingga Key mengecek popoknya. Tak lama, Key memberikan susu pada Jaehwa, membuat tangisan itu kini berubah menjadi isakan kecil. Hyeri duduk di tepi ranjang, menghadap ke jendela. Ia telah membuka tirai dan kini menatap langit malam yang gelap. Pikirannya menerawang, membayangkan dirinya terbang mencapai langit dengan perasaan yang begitu ringan. Hyeri memejamkan matanya, membayangkan hal itu tengah terjadi. Membiarkan tangan mungil Jaesun menyentuh wajahnya.

Mata Hyeri terbuka saat menyadari seseorang duduk di sampingnya. Ia menoleh ke arah Key yang kini duduk di sampingnya sambil menggendong Jaehwa. “Sedang apa?” tanya Key. “Oh! aku berusaha tertidur sebentar.” Sangkal Hyeri, ia tidak mau mengatakan bahwa ia tengah membayangkan dirinya terbang jauh dan meninggalkan beban yang membuatnya lelah.

Key menatap Hyeri, lalu berpindah pada Jaesun yang justru semakin senang memainkan tangan mungilnya di wajah Hyeri. “Lihatlah! Jaesun justru asyik memainkan wajahmu. Kurasa dia tidak akan tidur cepat.” Ungkap Key, ia terkekeh. Lalu menatap Jaehwa yang justru kian terlelap sambil menggenggam botol susu dengan kedua tangan mungilnya. Key melirik Hyeri lagi, yeoja itu kini memejamkan matanya lagi. Tersenyum kecil seolah sedang membayangkan sesuatu yang menyenangkan. “Membayangkan sesuatu?” tanya Key, membuat Hyeri membuka lagi matanya.

“Oh! Ani! Aku hanya mencoba untuk tertidur sebentar, Key. Aku… lelah.” Ucap Hyeri, ia mengulum senyum. Rasanya ingin mencurahkan isi hatinya yang merasa lelah pada Key. Tapi sayang, sikap dingin Key beberapa hari ke belakang membuat Hyeri enggan menceritakannya. Terlebih lagi Key yang belakangan ini pulang dan segera naik ke atas ranjang, tanpa menanyai Hyeri apa yang terjadi di rumah hari itu. Perlahan tangan kanan Key menyentuh dahi Hyeri. Menyibakkan anak rambut yang menghalangi di sana. Hyeri menatap Key, mata mereka bertemu. “Kau pasti sangat lelah.” Bisik Key, lalu mengecup kening Hyeri singkat. Mata mereka kembali bertemu. “Aku hanya lelah, Key.” tanggap Hyeri. Ia mengalihkan matanya pada Jaehwa, menatap wajah bayi yang tengah terlelap itu.

Baby, aku sangat merindukanmu.” Bisik Key tiba-tiba. Lantas tangan kanannya merengkuh rahang Hyeri. Hyeri menatap Key, ia tahu apa yang akan dilakukan suaminya. Wajah Key terus mendekat, hingga nafas hangatnya menerpa wajah ngantuk Hyeri. Sedikit lagi bibir Key akan mencapai bibir Hyeri, saat Hyeri justru mengacaukan apa yang ingin dilakukan Key. Yeoja itu mengalihkan matanya pada Jaehwa. “Sepertinya Jaehwa sudah tidur, Key. Kau pasti sangat lelah, istirahatlah. Aku akan menunggu sampai Jaesun tidur.” Hyeri kemudian beranjak, melangkah menuju jendela. Kini ia menepuk-nepuk pantat Jaesun agar bayi itu mau segera memejamkan kedua matanya. “Kau ingin bermain bersama eomma? Tidurlah, sayang. Besok pagi kita akan bermain” Ucap Hyeri, ia tersenyum pada Jaesun, membuat bayi itu menatap matanya lekat.

“Tidurlah, my baby.” Bisik Hyeri, lantas ia mengecup pipi bulat Jaesun. Bayi itu melepaskan bibirnya yang sedari tadi menempel pada tubuh Hyeri. Lalu terkekeh sesaat. Hyeri tersenyum, meski lelah, tapi hatinya merasa senang. Hyeri terus berbicara pada Jaesun, hingga ia meyakini bahwa Key telah kembali ke atas ranjang. Diliriknya namja itu. Benar saja! Key telah kembali ke atas ranjang, tidur menghadap ke jendela. Hyeri menatap Key, terlihat gurat kelelahan di wajah suaminya. Ingin rasanya mengucapkan selamat malam seperti yang selalu diucapkannya pada Key. Tapi sayang, ia merasa begitu lelah hingga tidak mampu mengucapkan kalimat singkat itu.

***

Namja itu menggigit roti panggang yang telah diolesi selai kacang. Sementara kedua tangannya sibuk mengenakan jas abunya. Di hadapannya, yeoja dengan pakaian tidur selutut –bermotif bunga- itu tengah memakaikan dasi. “Aku sudah membangunkanmu berkali-kali.” Ucap Hyeri. Key meraih roti panggangnya, “Aku terlambat! Dan kalimatmu sama sekali tidak membantuku.” Tanggap Key, ia menggigit rotinya dan menelannya kasar. “Baiklah! Aku tidak akan bicara apa pun.” Tandas Hyeri.

Key meraih cangkir kopinya, meneguknya sampai habis. “Jyaa. Aku pergi.” Ucapnya sambil meraih tas hitamnya di kursi. “Hati-hati.” Tanggap Hyeri, lantas ia merapikan lagi kerah kemeja Key. “Baik-baiklah,” Bisik Key sambil mengecup kening Hyeri. “Katakan pada jagoan-jagoanku bahwa ayahnya sedang mencari uang.” Key melanjutkan, membuat Hyeri terkekeh.

Hyeri mengantar Key sampai ke halaman rumah. Melambaikan tangan saat mobil Key meninggalkan rumah Elizabethan mereka. Hyeri mendesah ringan saat mobil Key menghilang dari pandagannya. Pikirannya menerawang pada masa-masa awal pernikahannya dengan Key. Ia tidak pernah mengantar Key sampai halaman, apalagi melambaikan tangan hingga Key menghilang dari pandangannya. Ia mendesah ringan, menatap langit musim panas Korea. Rasanya ingin pergi ke suatu tempat yang menyenangkan dan melepas penat.

Tapi pikiran itu segera ia enyahkan. Masih banyak yang harus dikerjakannya sebelum sore tiba. Memandikan Jaesun dan Jaehwa, memberi mereka sarapan, mengajak bermain, merapikan rumah dan oh! Hyeri bahkan baru ingat bahwa ia masih memakai pakaian tidur.

***

“Oaaaa….oooaaaa….” Jaesun melempar mainan plastik berisi cairan dengan bentuk angka delapan. Ia mengerang lalu menangis kencang, bibirnya bahkan menolak bubur bayi yang baru saja disodorkan Hyeri. Kedua kakinya menendang udara. Hyeri membiarkan Jaesun melakukan apa yang diinginkannya beberapa detik. Lalu ia kembali menyuapkan bubur. Tapi sayangnya, Jaesun tidak senang dengan itu. Bubur yang telah masuk ke mulutnya ia muntahkan, mengotori celemek yang menggantung di lehernya, juga pakaiannya. Hyeri berdecak, Jaesun sama sekali tidak memakan buburnya. Bayi itu justru menangis semakin kencang, seolah menginginkan sesuatu yang tidak Hyeri mengerti. Hyeri mendesah, membiarkan Jaseun menangis sampai puas. Matanya kemudian melirik Jaehwa di samping kanannya, bayi itu tengah asyik menumpahkan bubur ke atas lantai. Ia tertawa kecil setiap kali bubur berwarna kecoklatan itu jatuh dari sendok.

Hyeri menarik nafas dalam, menghembuskannya sambil memejamkan mata. Ia benar-benar lelah, dan tangisan Jaesun membuat kepalanya sakit. Kini Jaesun menangis semakin kencang, kedua tangannya memukul-mukul pegangan kursi bayi tempat ia duduk. Berusaha melepas celemek yang menggantung di lehernya. Hyeri mendesah, tidak mengerti apa yang diinginkan Jaesun. Ia lantas menggendong Jaesun, menyentuh wajah merah Jaesun. Ah! Ternyata bayi itu demam. “Aigo! Kau demam, sayang?” Hyeri menepuk-nepuk pantat Jaesun, jarinya mengusap air mata Jaesun. Kini ia bersiap memberikan air susu pada Jaesun. Bayi itu dengan cepat menerima air susu, menghisapnya cepat seperti tidak minum untuk waktu yang lama.

Masih menyusui Jaesun, Hyeri menghampiri Jaehwa. Menahan tangan bayi itu saat hendak menjatuhkan lagi bubur ke atas lantai. Hyeri mengambil alih sendok, lalu menyuapkan bubur pada Jaehwa. Bayi itu tersenyum melihat Hyeri, menerima setiap suapan cepat yang diberikan Hyeri. “Makanlah dengan baik. Hyung-mu sedang sakit, jadi jangan buat eomma marah, okay?” Hyeri memberikan lagi sendok pada Jaehwa, saat bubur di mangkuk kecil itu tidak lebih dari seperempatnya.

Hyeri berjalan cepat menuju ruang tengah, meraih telepon wireless dan kembali ke dapur. Matanya tetap mengawasi Jaehwa selagi ia menelepon. “Eomma, Jaesun demam. Kurasa aku harus segera membawanya ke dokter. Eomma bisa membantuku menjaga Jaehwa?”

***

Tiga puluh menit berselang. Hyeri tengah mengendarai mobilnya menuju klinik terdekat. Matanya terus mengawasi Jaesun dan Jaehwa dari kaca spion di atasnya. Jaesun tertidur dalam pangkuan eomma-nya, sementara Jaehwa asyik bermain-main di kursi bayinya. “Semalam Jaesun menangis terus. Tapi kemudian ia jadi tidak tidur. Aku membawanya ke dekat jendela untuk melihat hal-hal yang ada di luar. Kurasa ia terkena demam malam itu.” Terang Hyeri. Eomma-nya memandangi Jaesun yang tertidur pulas, malaikat kecil itu memejamkan kedua matanya, mulutnya setengah terbuka. “Seharusnya kau lebih berhati-hati dengan angin malam. Bayi bisa saja terkena sesuatu yang lebih dari demam.” Nyonya Min mulai mengomel dan tidak ditanggapi oleh Hyeri.

Kini mereka telah tiba di klinik. Hyeri menggendong Jaesun dan Nyonya Min menggendong Jaehwa. Jaesun terbangun saat mereka tiba di klinik, dan itu membuatnya menangis tanpa henti. Susah payah akhirnya ia bisa membawa Jaesun untuk diperiksa. Bayi itu tak henti menangis, bahkan meraung saat dokter memeriksanya.

“Kim-ssi, bayi Anda hanya terkena demam. Pastikan ia istirahat dan makan dengan baik. Hindarkan dia dari angin, tiupi saja jika ia merasa kepanasan. Dan obatnya,” Dokter menuliskan sesuatu di kertas resep. “campurkan pada makanannya. Jika ia memuntahkannya, paksa saja. Bayi memang seperti itu.” Lanjutnya. Lalu ia menyerahkan kertas resep pada Hyeri. “Kamsahahamnida, Sonsaengnim.” Ucap Hyeri seraya membungkukkan tubuhnya. Ia menggendong Jaesun ke luar ruang periksa, kembali menenangkan Jaesun dengan air susu dalam botol.

Dua puluh menit berselang. Hyeri dan eomma-nya tengah berada di supermarket. Mereka sedang berbelanja keperluan si kembar juga beberapa bahan makanan. Hyeri berdecak, sudah berkali-kali ia menghubungi Key. Tapi tak ada satu pun dari panggilannya yang dijawab, pesan singkatpun entah sudah berapa banyak yang ia kirim. Ia berharap Key bisa pulang lebih cepat karena Jaesun sedang sakit. Hyeri menggembungkan pipinya, menghebuskan udara dari mulutnya. “Ck! Apa ia sedang ada meeting?” tanya Hyeri pada dirinya sendiri. Dilirknya jam di ponsel, jam makan siang. Hyeri menekan tombol lain “Yeoboseyo. Eonni, maaf mengganggumu. Sedang makan siang?” tanya Hyeri. “Ah! Apa Key sedang ada meeting? Oh! atau mungkin dia sedang bersama kalian?” tanya Hyeri lagi.

Hyeri terdiam mendengar apa yang dikatakan Aeri di seberang sana. “Ah! Ne,ne,ne. gomawoyo eonni, katakan padanya aku menelepon jika kalian bertemu nanti.” Hyeri memutus sambungan telepon. Pikirannya menerawang. Key bahkan meninggalkan kantor pada pukul Sembilan? Dan ia belum kembali? Apa yang sedang dilakukannya? Pikir Hyeri. Berbagai pemikiran negatif sempat muncul di benaknya, tapi segera ia enyahkan. Mungkin Key sedang menemui rekan bisnis baru.

***

Yeoja itu melirik lagi dari jendela kamar. Melongok ke bawah, melihat halaman rumahnya yang sepi. Jam makan malam sudah lewat tiga jam yang lalu, dan suaminya masih belum pulang. Tanpa kabar sedikitpun! Ia berdecak kesal, ke mana perginya Key? bahkan Jinki pun tidak tahu keberadaan Key. Hyeri menutup tirai jendela kamar kasar, meluapkan kekesalannya di sana.

Ia turun ke lantai satu setelah memastikan bahwa Jaesun dan Jaehwa telah tertidur. Kedua bayi itu tidur terpisah, karena takut Jaehwa akan ikut-ikutan demam. Jaehwa dalam box bayi, sementara Jaesun di atas ranjangnya.

Hyeri diam di dapur, duduk menunggu Key sambil meneguk jus jeruk. Entah mengapa perasaannya buruk, ia merasa ada sesuatu yang tidak beres. Ia berjalan menuju ruang tengah, meraih telepon wireless dan segera menghubungi Key. Nada sambung itu terdengar beberapa kali hingga panggilan Hyeri akhirnya mendapat respon. “Key, kau di mana? Mengapa sulit sekali menghubungimu? Kau tahu Jaesun-“ Hyeri menghentikan kalimatnya saat yang ia dengar justru suara seorang wanita.

Hyeri terdiam, mungkin ia salah menekan nomor. “Oh! Mianhaeyo. Aku menelepon sua-“

“Oh! ponsel Kibum-ssi tertinggal.” Wanita itu memotong kalimat Hyeri. “Tertinggal?” hanya satu pertanyaan singkat itu yang mampu Hyeri ucapkan. Pikirannya terlalu sibuk mengira-ngira siapa wanita yang tengah berbicara dengannya. “Agassi. Boleh kutahu siapa dirimu? Dan di mana Kibum meninggalkan ponselnya?”

Hyeri menutup sambungan telepon. Ia diam, mendudukkan dirinya di sofa putih dekat perapian.Toko perhiasan? Key datang dengan seorang wanita? Siapa? Seketika pikiran Hyeri menerawang jauh. Sepasang cincin? Apa yang akan dilakukan Key dengan itu? Dada Hyeri tiba-tiba terasa sesak, ia merasa sulit untuk benafas. Setetes air mata meluncur bebas di pipinya. Benarkah? Benarkah Key tengah bermain di belakangnya? Pikir Hyeri.

***

Hyeri terbangun dari tidurnya saat ia merasakan seseorang naik ke atas ranjang. Ia membuka matanya perlahan, mendapati Key tengah mengendap ke atas ranjang. “Oh! kau.” Gumam Hyeri tak jelas. Ia mencium aroma pembersih wajah Key, bisa dipastikan namja itu baru pulang kurang dari dua puluh menit yang lalu. Mata Hyeri menangkap jam yang ada di nakas, pukul 11 malam. “Jaesun sakit?” tanya Key, ia menyentuh kening Jaesun yang ada di sampingnya. Hyeri mengerang pelan, “Aku menghubungimu berkali-kali tapi-“

Mianhae. Aku ada urusan penting dengan rekan bisnis baru.” Potong Key buru-buru.

Deg! Seketika kesadaran Hyeri kembali. Ia merasa Key tengah membohonginya. “Rekan bisnis? Seharian ini kudengar kau tidak ada di kantor.” Tandas Hyeri, ia bersabar untuk tidak mebahas soal ponsel Key yang tertinggal di toko perhiasan. “Geurae, negosiasi dilakukan di restoran sekitar Apgujeong.” Jawab Key, kini ia merebahkan tubuhnya.

“Seorang wanita?” tanya Hyeri begitu saja, ia tidak bisa berputar-putar untuk sampai pada intinya.

Ne?” tanya Key datar.

“Rekan bisnis yang baru itu seorang wanita?”

“Ah! Ne, dia teman lamaku semasa kuliah. Baru pulang dari Amerika dan baru memulai bisnis di Korea.” Terang Key. Ia terlihat kikuk.

Hyeri menatap Key, berusaha menelisik kedua mata Key. Memastikan apa yang disembunyikan suaminya. “Dia… sudah menikah?” pertanyaan itu meluncur dari mulut Hyeri begitu saja. Kedua matanya memandang Key penuh selidik. Mata mereka bertemu. Key sempat terdiam sebelum akhirnya ia menjawab “Oh! Ani. Dia belum menikah.”

Deg!

Lagi, tiba-tiba saja Hyeri didera perasaan aneh yang membuatnya tidak nyaman. Tidak seharusnya ia terganggu dengan itu, karena memang seperti itu lah pekerjaan Key. Tapi, mengingat lagi bahwa seharian ini Key menghabiskan waktu dengan wanita itu. Juga tentang sepasang cincin di toko perhiasan. Itu membuat Hyeri merasa tidak nyaman. “Apa hari ini kalian-“

“Aku lelah. Besok saja kita lanjutkan.” Sambar Key. Namja itu lantas membalikkan tubuhnya – membelakangi Hyeri dan Jaesun- kemudian memejamkan matanya. Hyeri membeku di tempatnya, menatap tak percaya bahwa Key benar-benar menghindari pembicaraan itu. Ingin rasanya ia berteriak dan menarik Key, memaksa namja itu agar menceritakan apa yang sebenarnya terjadi. Tapi tentu saja itu hanya emosi belaka. Itu bukan sikap yang baik. Ia bukan anak kecil lagi, ia seorang ibu yang harus jadi teladan bagi anak-anaknya. Maka Hyeri memutuskan untuk merapikan selimut Jaesun, memeriksa lagi suhu tubuh Jaesun yang berangsur normal. Lalu memejamkan kedua matanya.

***

Namja itu terlihat buru-buru merapikan jasnya, bahkan dasi yang menggantung di lehernya masih berantakan. Ia memakai kaus kakinya cepat, menyambar tas hitamnya dan berlari menuju pintu depan. “Aku pergi.” ucapnya singkat. “Jamkamman!” Hyeri menahan lengan Key, memaksa namja itu untuk menghentikan langkahnya yang telah sampai di daun pintu. Key memandang Hyeri, seolah tak sabar menunggu apa yang ingin disampaikan Hyeri.

“Bisakah kau pulang lebih awal? Apa kau tidak cemas pada Jaesun?” tanyanya ragu. Key tersenyum, “Aku sangat mencemaskan Jaesun. Tapi hari ini aku tidak bisa pulang cepat. Mungkin akan larut, tapi tidak selarut kemarin.” Key menarik tenguk Hyeri, lalu mengecup kening istrinya. Hyeri hanya diam, membiarkan Key menghilang dari pandangannya. Ia membeku. Benarkah Key tengah menangani kontrak kerjasama baru? Hingga ia mengesampingkan Jaesun? Batin Hyeri.

Matahari semakin naik, memancarkan teriknya musim panas. Gelisah, Hyeri berusaha menenangkan Jaesun dengan membawa bayi itu ke ruang bayi di samping kamarnya. Menunjukkan berbagai jenis mainan pada Jaesun. Tapi nyatanya, bayi itu sama sekali tidak tertarik pada mainan-mainan yang ditunjukkan Hyeri. Ia menangis hingga wajahnya memerah, bahkan hingga ia terbatuk-batuk karena lelah.

Hyeri mendesah, tidak mengerti apa yang harus ia lakukan untuk membuat Jaesun berhenti menangis. Ia kembali ke dalam kamar, satu-satunya yang terpikirkan olehnya adalah memberi Jaesun susu. Ia duduk di tepi ranjang, bersiap  menyusui Jaesun. Kedua matanya mengawasi Jaehwa yang tengah asyik bermain dalam box bayi. Bayi itu berdiri, berpegangan pada pagar kayu box. Menatap Hyeri dari celah-celah pagar kecil. Sesekali ia menggumamkan sesuatu yang tidak jelas, seolah mengajak Hyeri berbicara. Suara kecilnya yang nyaring seolah terus memanggil Hyeri untuk bermain. “Hyung sedang sakit. Setelah Hyung tidur, eomma akan bermain denganmu. Ara?” ucap Hyeri, lalu Jaehwa tertawa. Ia menjatuhkan tubuhnya hingga terduduk, kemudian mengacak-ngacak bantal dan selimut.

Hyeri mendesah, berharap Key bisa pulang lebih cepat atau minimal menelepon dan menayakan keadaan Jaesun. Tapi sayang, Key sama sekali tidak menghubunginya. Oh! Hyeri bahkan baru ingat bahwa ponsel Key tertinggal di toko perhiasan. Lagi, perasaan itu menderanya. Memeluknya begitu erat. Hyeri berdecak, ingin rasanya meluapkan kekesalannya. Tapi itu segera menguap saat sepasang tangan mungil menyentuh wajahnya, Hyeri baru sadar bahwa ia melupakan Jaesun yang tengah ia susui. Hyeri menatap Jaesun, bayi itu sudah berhenti menangis dan tengah menatap Hyeri dengan mata sembabnya. Hyeri tersenyum getir, “Tidakkah kau merindukan appa? Seharusnya appa ada di sini saat kau sakit.”

Hyeri masih mengusap keringat di wajah Jaesun saat suara itu membuyarkan lamunannya. Ia melongok melalui jendela. Sebuah mobil baru saja memasuki halaman rumahnya. Hyeri menyipitkan matanya dan segera megetahui siapa dua orang yang baru saja keluar dari mobil. Hyeri menghampiri Jaehwa “Jangan ke mana-mana. Dan jangan berusaha memanjat. Ara? Eomma akan kembali.” Jaehwa hanya memandanginya, lalu kembali bermain.

Setengah berlari, Hyeri menyusuri koridor lantai dua, menuruni tangga mahogani dengan hati-hati karena Jaesun berada dalam pangkuannya tanpa gendongan. Suara bel telah terdengar saat ia baru memasuki ruang tamu.

Eonni!” pekik Hyeri begitu melihat sosok wanita berambut pirang. Ia menggandeng anak lelaki berusia lima tahun. Seorang lelaki di belakangnya menjinjing beberapa tas. Kini Hyeri, Hyoyeon dan putranya –Kyungsan- berada di kamar. Sementara suami Hyoyeon berada di ruang tengah di lantai satu. Kyungsan duduk di karpet beludru, bermain bersama Jaehwa. Sementara Hyoyeon berbincang di dekat mereka. “Mungkin aku akan menginap beberpa hari hingga Jaesun sehat. Itu jika kau tidak keberatan.” Terang Hyoyeon, mengutarakan maksud kedatangannya. “Gomawoyo, Eonni. Aku memang sangat memerlukan bantuan. Akhir-akhir ini aku merasa lelah.” Keluh Hyeri, ia memijat tenguknya.

Gwaencanha. Aku senang bisa membantumu. Lagi pula, Kyungsan bisa sekalian liburan di sini. Aigo! Mengapa rumah ini bagus sekali?” Hyoyeon berdecak kagum. Meski ini bukan pertamakalinya ia mendatangi rumah adiknya, ia akan selalu kagum dengan rumah ini.

Waktu makan siang telah tiba. Hyoyeon tengah mempersiapkan makan siang di dapur. Jaehwa dan Kyungsan duduk berdampingan. Mereka bermain-main selagi menunggu makan siang. Hyeri melirik lagi Jaesun yang tengah terlelap di sofa panjang di ruang tamu. Sementara tangannya tak henti memainkan ponsel layar sentuhnya. Berpikir apakah ia akan memberanikan diri untuk kembali menghubungi Key. Ia masih menimbang saat tangannya begitu saja menekan tombol di ponsel. Hanya nada sambung yang terdengar, membuat Hyeri berdecak kesal. Ia nyaris melempar ponsel saat ponselnya berbunyi. Ia terlonjak, mengira bahwa yang meneleponnya adalah Key. Semangat di wajahnya sirna saat yang dilihatnya bukanlah nama Key.

Ne, Eonni. Ah! Ne. Jinjjayo? Oh! arayo. Ne. Nan gidarilkeyo.” Sambungan terputus.

Selang tiga puluh menit, Aeri dan Jinki datang. Sesuai yang dikatakan Aeri di telepon bahwa hari itu mereka pulang lebih cepat. Aeri dan Jinki mengikuti Hyeri ke ruang makan, bergabung dengan Hyoyoen dan suaminya. “Sebenarnya kami sudah makan.” Terang Aeri, ia lantas menyodorkan tas plastik yang ukurannya cukup besar. Hyeri menerimanya, “Ada sashimi dan camilan bayi.” Terang Aeri lagi.

Gomawoyo, Eonni.” Hyeri memaksakan seulas senyum. Meski kini hatinya benar-benar tidak nyaman. Yeah! Apa yang dikatakan Aeri jujur saja membuatnya semakin merasa tidak baik. Hari ini, adalah perayaan kerjasama dengan Seoguk corporation. Tidak ada jadwal kerja seperti biasanya. Para pegawai hanya merayakannya dengan makan-makan dan diperbolehkan pulang pada jam makan siang. Sementara Key? Hyeri tidak tahu di mana keberadaan suaminya. Seharusnya Key sudah lebih dulu tiba di rumah, mengingat Aeri mengatakan namja itu segera menghilang setelah perayaan selesai.

***

Namja itu pulang pukul 11 malam. Merapikan dirinya dan naik ke atas ranjang. Mengendap seolah tidak ingin diketahui keberadaannya. “Kau dari mana?” tanya Hyeri yang sedari tadi pura-pura tertidur. Key terkejut, ia terlihat sedikit salah tingkah. “Oh! ada yang harus kuurus mengenai kontrak baru.” Jawabnya enteng.

“Sampai larut?” kali ini Hyeri tidak mau berhenti begitu saja. Kini ia bangkit, lalu duduk menghadap Key. Mau tidak mau Key ikut bangkit, lalu duduk menghadap Hyeri.

“Kau tahu. Dia teman lamaku. Mengobrol mengenai banyak hal membuat waktu berlalu begitu saja.” papar Key membela diri. Hyeri tersenyum hambar. Sungguh! Kali ini ia ingin meledak di hadapan Key.

“Mengobrol? Kau tahu kau telah membuang waktumu!” desis Hyeri. Membuat Key terbelalak.

“Hyeri-ya, aku tidak suka dengan apa yang kau bicarakan. Kami teman lama, dan me-“

“Kau memilih untuk menghabiskan waktu seperti itu dibanding merawat Jaesun? Bagimu Jaesun tidak penting?” cecar Hyeri. Ia tidak bisa mentolelir lagi jika Key mengesampingkan Jaesun dan Jaehwa.

Geumanhae! Aku lelah!” tandas Key cepat. Ia lantas segera merebahkan tubuhnya dan membelakangi Hyeri. Hyeri mendesah, menggembungkan pipinya sambil menghembuskan udara dari mulut. Ia tidak mau amarahnya sampai membangunkan Jaesun yang telah terlelap. Sungguh! Ia tidak tahu bahwa kini Key telah berubah menjadi sosok yang tidak bertanggung jawab. Dengan perasaan kesal dan sedih, akhirnya Hyeri memutuskan untuk tidur. Meski pada kenyatannya ia tetap terjaga hingga dini hari.

***

Namja itu pergi tergesa-gesa dan pulang larut malam. Selalu alasan yang sama yang ia lontarkan. Apa yang dilakukannya setiap hari semakin membuat Hyeri jengah. Ia tidak mengerti dengan jalan pikiran Key yang makin absurd dan tidak bertanggung jawab. Dan setiap kali Hyeri berusaha membicarakan hal ini, Key selalu mengakhirinya dengan alasan lelah.

Pagi itu, waktu menunjukkan pukul 10. Hyeri telah selesai merapikan diri. Denim dan kemeja longgar tidak terlalu buruk untuk tubuhnya yang semakin menyusut. Jaesun baru saja terlelap, dan Jaehwa tengah bermain dengan Kyungsan di ruangan bayi. “Eonni, tolong jaga Jaesun dan Jaehwa sebentar. Aku akan segera pulang.” ucap Hyeri sebelum akhirnya ia meninggalkan rumahnya.

Hyeri mengendarai mobil ungunya. Bermaksud mendatangi toko perhiasan di mana beberapa hari yang lalu Key sempat meninggalkan ponselnya. Sebuah toko perhiasan mewah di sekitar Apgujeong. Tidak salah lagi! pastilah wanita yang datang bersama Key adalah teman lamanya yang kini menjadi rekan bisnis barunya. Sepanjang perjalanan, pikiran Hyeri melayang. Ada begitu banyak hal yang ia duga, dan semuanya membuat perasaan Hyeri semakin buruk. Ia masih diam di halaman parkir toko, menimbang apakah ia akan benar-benar masuk dan menanyakan tentang salah satu pembeli bernama Kim Kibum. Kakinya melangkah begitu saja, memasuki toko perhiasan yang belum terlalu ramai itu. Jantungnya berdebar tak karuan, menebak-nebak hal apa yang akan ia ketahui setelah ini. Langkah cepatnya terhenti saat ia menangkap sosok yang bahkan tidak ia duga akan berada di sana.

Namja itu mengenakan kemeja beige lengan pendek, ia mengamit jas hitamnya di tangan kiri. Tertawa pada wanita di hadapannya yang tengah mencoba sebuah cincin berlian yang begitu berkilau. Hyeri tertegun, memincingkan matanya. Berharap bahwa namja itu hanya namja yang terlihat seperti Key. Tapi nyatanya, namja itu memang Key. Kini ia mengambil kotak cincin. Mengambil cincin pasangan yang ada dalam kotak, lalu memakainya. Keduanya lalu tertawa.

Saat itu, Hyeri merasa dunianya berputar-putar. Berputar cepat dan semakin cepat, membuatnya seolah tengah menaiki jetcoaster dan tak lama lagi Hyeri akan muntah, lalu pingsan. “Agassi, gwaencanhayo?” seorang security menahan tubuh Hyeri yang limbung. “Oh! Kamshahamnida.” Ucap Hyeri, ia menaruh tangan di dadanya. Ia rasa ia akan benar-benar pingsan saat ini.

Hyeri melangkah, meski itu tidak menyenangkan. Tapi ia sudah terlanjur melihatnya. Akan lebih baik jika ia mengetahui semuanya. Key dan wanita itu masih asyik berbincang sambil tertawa, belum menyadari keberadaan Hyeri yang kini hanya berjarak beberapa langkah di belakang Key. Namja itu kini mengeluarkan sesuatu dari dalam saku jasnya, sebuah kotak berukuran lebih besar dari kotak cincin. Warnanya ungu. Dan itu membuat Hyeri berang. Key.. memberikan hadiah lain pada wanita itu dan dibungkus dengan kotak berwarna ungu. Warna kesukaan Hyeri sepanjang masa.

Key membuka kotak itu. Hyeri melongok karena pandangannya terhalang oleh punggung Key. “Bagaimana menurutmu?” tanya Key pada wanita itu. Si wanita terkagum-kagum pada benda dalam kotak yang diperlihatkan oleh Key. Matanya berbinar. Ia hendak mengatakan sesuatu saat matanya menangkap sosok Hyeri di belakang Key. “Oh!” pekiknya tertahan, ia memandang Hyeri dengan kedua alis bertautan. Key mengikuti arah pandang wanita itu, ia terkejut mendapati Hyeri berada di sana.

Key lantas segera memasukkan kotak tadi ke dalam saku jasnya. Ia lalu beranjak dan menghadap Hyeri. “Hyeri-ya, apa yang kau lakukan di sini?” tanya Key, dan tentu saja itu membuat Hyeri semakin geram. Hyeri memandang Key dan wanita di belakangnya bergantian. Hyeri jelas tidak mengenali wanita berambut ikal panjang itu. Tapi yang jelas, wanita itu cantik dan tubuhnya jauh lebih langsing dibanding Hyeri. “Seharusnya aku yang bertanya seperti itu.” Desis Hyeri, ia memandang Key tajam. Kedua matanya telah digenangi benda cair, dan tak lama lagi cairan itu akan tumpah.

“Jadi ini yang kau katakan dengan meeting bersama rekan bisnis barumu?” cecar Hyeri. Ia menatap benci Key. “Oh! Hyeri-ya, ini-“

Sikkeuro! Kau bahkan lebih mementingkan wanita itu dibandingkan Jaesun,” sambar Hyeri. Kini bibirnya bergetar, ia tidak bisa lagi menahan air matanya. Key terkekeh, “Hyeri-ya, listen! Aku bisa menjelaskan ini.” Key berusaha menenangkan Hyeri dengan menyentuh pundak istrinya. Tapi terlambat, Hyeri sudah terlanjur melihat semuanya. Mata Hyeri berpindah pada cincin yang dipakai Key. Cincin yang bahkan bukan cincin pernikahan mereka. Hyeri tidak mampu mengucapkan kalimat lagi, bibirnya terlalu sibuk menangis. Ia hanya memandangi Key dan wanita itu bergantian sebelum akhirnya ia berlari kecil meninggalkan toko perhiasan.

Key mengejar Hyeri, berusaha meraih lengan Hyeri sebelum wanita itu benar-benar pergi dengan kesalahpahaman. Tapi Hyeri terlalu cepat, ia telah menaiki mobilnya. “Hyeri-ya, kumohon. Kita bisa bicarakan ini.” Key menggedor jendela mobil, berharap Hyeri mau mengikuti kemauannya. Tapi Hyeri sama sekali bergeming, ia terus mengendarai mobilnya. Oh! ia bahkan nyaris menabrak Key karena namja itu terus berusaha menghentikannya.

Hyeri mengendarai mobilnya dengan kecepatan tak terkendali. Ia menangis sepanjang perjalanan. Hatinya begitu sakit seperti teriris. Jelas-jelas Key sedang bermesraan dengan wanita itu, di toko perhiasan dan tengah mencoba cincin. Oh! apa mereke berencana untuk menikah? pikir Hyeri. Hyeri menginjak gas semakin dalam. Dalam pikiannya saat ini adalah membawa Jaesun dan Jaehwa pergi dari rumah. Ke mana saja, asalkan mereka tidak bertemu dengan Key. Bayi kembar itu pastilah akan sedih jika tahu apa yang dilakukan ayah mereka.

***

“Hyeri-ya. Sebaiknya kau mendengarkan penjelasan Key dulu. Mungkin saja wanita itu hanya mengantar Key untuk membeli sesuatu.” Hyoyeon berusaha mencegah Hyeri untuk meninggalkan rumah. Meski pada kenyataannya ia pun ragu tentang apa yang dilakukan adiknya di toko perhiasan bersama seorang wanita.

“Tidak usah. Aku tidak mau mendengar jika hanya untuk dibohongi.” Tukas Hyeri, ia merapikan pakaian-pakaian si kembar lebih cepat. Bahkan beberapa tidak terlipat dengan rapi. Kini Hyeri beranjak, membuka lemari pakaiannya. Mengeluarkan beberapa helai pakaian yang diambil acak oleh kedua tangannya. Pakaian-pakaian itu ia masukkan ke dalam kopor, beberapa jenis kosmetik segera mengikuti.

Hyoyeon menghampiri Hyeri, “Tapi ada baiknya kau tahu dulu cerita dari sisi Key. Jika seperti ini, kesalahpahaman sangat mungkin terjadi. Kau hanya tahu cerita dari satu sisi.” Terang Hyoyeon, membuat Hyeri berhenti memasukkan barang-barang ke dalam kopor. “Lalu apa yang akan eonni pikirkan jika melihat ayah Kyungsan berada di toko perhiasan bersama seorang wanita?Mereka mencoba sepasang cincin dan tertawa bahagia. Padahal anaknya tengah sakit di rumah,” ucap Hyeri tajam, matanya kembali berkaca-kaca. Ia menundukkan kepalanya sesaat. “Neomu himdeulda.” Hyeri melanjutkan. Lalu ia kembali merapikan barang-barangnya.

Hyoyeon hanya diam, ia tidak bisa melakukan apa pun. Ia tidak bisa ikut campur terlalu jauh dalam urusan rumah tangga adiknya. Kini ia melirik lagi ponselnya, mengirimi adiknya pesan singkat yang mengatakan bahwa sebaiknya Key segera tiba di rumah sebelum Hyeri benar-benar membawa bayi mereka pergi.

Kini Hyeri memasukkan barang-barang ke dalam bagasi mobil. Jaehwa telah duduk di kursi bayinya di jok belakang. Wajahnya sedikit mengantuk karena sebenarnya ia sedang tidur saat Hyeri membawanya ke dalam mobil. Ia menatap heran Kyungsan yang ada di luar mobil bersama Hyoyeon. Menatap tak mengerti pada dua orang dewasa yang berbicara dengan intonasi tinggi.

Semua barang sudah siap. Hyeri meraih Jaesun yang ada di pangkuan Hyoyeon. “Eonni, aku tidak bermaksud mengusrimu. Tapi sebaiknya eonni segera pulang. Kyungsan tidak ada teman bermain jika ia tetap di sini.” terangnya.

Hyeri baru saja berbalik dan hendak mendudukkan Jaesun di kursi bayinya di jok depan – di samping jok pengemudi- saat matanya menangkap sosok Key berlari dari luar pagar. Namja itu tergopoh-gopoh, kedua matanya liar mencari sesuatu. Hyeri mempercepat langkahnya, karena pembicaraannya dengan Hyoyeon membuatnya bergerak lebih lambat.

“Hyeri-ya. Apa yang kau lakukan?” tanya Key setengah berteriak panik. Ia lantas menghampiri Hyeri yang nyaris mencapai jok mobil. “Hyeri-ya, listen! Dia itu teman lamaku, dan dia menjadi rekan bisnis yang baru perusahaan kita. Bukankah aku sudah mengatakan ini padamu?” Key menahan tangan Hyeri, membuat Hyeri berbalik dan menghadap Key.

“Di toko perhiasan? Meeting dengan teman lamamu di toko perhiasan? Mencoba sepasang cincin? Kau bahkan selalu pulang larut hanya untuk itu, Key. Kau tidak peduli meskipun Jaesun sedang sakit.” Hyeri mulai terisak. Mengingat lagi bagaimana kelakuan Key beberapa hari ke belakang, juga kejadian pagi tadi yang baru saja di lihatnya.

Key tersenyum hambar, apa yang direncanakannya benar-benar gagal. “Baiklah. Aku memang menghabiskan waktuku di sana bersama Yeorin. Namanya Han Yeorin, dia teman kuliahku dulu. Tapi aku di sana untuk membantunya menyelesaikan pesanan cincin pernikahannya.” Terang Key. Ia berharap amarah Hyeri akan reda setelah mendengar penjelasannya. Meski ia tahu itu adalah alasan kacangan yang selalu ada di drama.

“Pernikahan? Kau pikir aku akan percaya dengan excuse murahan seperti itu? Kau memakai cincin itu bersamanya!” Hyeri berbalik dan hendak mendudukkan Jaesun ke kursi bayi. Tapi tangan Key dengan cepat menahannya, ia menarik tangan Hyeri hingga wanita itu berbalik dan kembali berhadapan dengannya.

“Hyeri-ya geumanhae! Aku lelah!” pekik Key, ia berusaha menahan amarahnya. “Lelah? Kau pikir aku tidak? Kau tidak pernah tahu betapa lelahnya aku merawat bayi-bayi kita tanpa dirimu. Kau tidak tahu betapa lelahnya aku seorang diri memikirkan bagaimana lagi caranya agar Jaesun segera sembuh. Kau tidak tahu betapa lelahnya aku menunggumu pulang larut setiap malam. Dan kau tidak tahu betapa lelahnya aku dengan tingkah lakumu yang memuakkan itu, Kim Kibum!” pekik Hyeri, membuat Jaesun terbangun dari tidurnya. Bayi itu lantas menangis kencang. Key diam, ingin rasanya mengatakan sesuatu. Tapi posisinya tidak menguntungkan. Lagipula kini Jaesun tengah menangis. Bayi itu akan trauma jika melihat orangtuanya bertengkar.

“Hyeri-ya geumanhae! Kita akan bicara setelah kau tenang. Biarkan Jaesun dan Jaehwa tidur. Eoh?” Key berusaha menenangkan Hyeri. Hyeri menatap Key tajam, seolah dengan tatapannya itu ia bisa membuat Key terjengkang. Ia ingin meluapkan emosinya, tapi tangisan Jaesun yang semakin menjadi membuatnya menahan ego. Didudukkannya Jaesun di kursi bayi. Lalu ia hendak menutup pintu saat Key menahannya.

“Tidak ada yang pergi kemanapun!” tukasnya, ia kemudian meraih Jaesun.

“Apa yang kaulakukan?” Hyeri merebut Jaesun dan berusaha mendudukkannya lagi di kursi bayi.

I said no one!” dierebutnya lagi Jaesun dari tangan Hyeri. Kini ia menjauhkan Jaesun dari Hyeri. Membuat bayi itu menangis semakin kencang. Hyeri dan Key diam, membiarkan suara tangisan Jaesun-yang disusul tangisan Jaehwa- menguasai atmosfir.

Keduanya saling berpandangan, sibuk dengan hal dalam kepala mereka. Key menghela nafas panjang, “Bawa Jaehwa masuk!” tukasnya, kemudian berlalu ke dalam rumah.

=TBC=

48 thoughts on “I need romance #1 – Tears on love [1.2]

  1. lagi-lagi kita itu pnya persamaan. Eun cha tau, aku juga sedang coba-coba bikin cerita romance gtu. kita jodoh kali ya hehehe

    aku gak bnyak komentar tentang karya di atas, karena aku juga gk begitu pham tentang kisah romance. tapi cerita eun cha di atas ngingatin aku sama film sandra bullock. cuma gak ingat judulnya apa ….

    • Hi, Neng~ High five untuk yang entah ke berapa kalinya.
      Ah! kita kalo ktmu bkalan asiik bgt nih ngobrolin bnyk hal yang kita sukai. apalagi kl ngomongin film2 ato cerita2 pembunuhan *plaakkk*

      .hhe. sama Neng. Neng publish fiksi jg kah di blog? ak udh lma nih g pernah main k blogmu.
      Wah, film apa kah itu? mgkn bsa jadi referensi.hhe.

      • hahahahaha, mungkin bisa jadi heboh kalo berdua ngbrol …..

        Aku gak publish sich, cuma simpan di laptop aja. Gak pede😦

        Hm, aku lupa judulnya. crta’a bermula pas sandra dapat kabar suami’a meninggal. Nah saking syok’a dy, pingsan. Pas kebangun dari tidur’a dia kembali ke masa pas suami’a masih hidup.

        Pokoknya seru, ntar kalo aku udah tau jdul’a aku bakal kasih tau eun cha ….

      • Akhirnya aku dapat juga judul filmnya, udah agak lama sich. Tapi kalo eun cha nonton pasti ketagihan ~keke

        Hm, tapi mungkin cerita di awalnya agak ngebosanin🙂, jadi jangan berhenti di tengah janlan nontonya😄

        Judulnya PREMONITION pemeran utamanya sandra bullock.

  2. huuufffttttt ff pemanasan yang menegangkan >< …

    aiiihhh g nyangka setelah nicole berlalu masih ada yg lain yg bkn hye ri cemburu ke Key ….
    ngmng2 hye ri tuh cemburuan bngt y ternyata !!!!!

    setelah 2 orng baby nya. setelah semua konflik yg terjadi … ternyata masih ada jg hal yg bikin mereka g harmonis …

    penasaran nih cha^^ g yakin key selingkuh sampai sejauh itu. klo boleh nebak. kayanya key mo bkn kado kejutan y buat hyeri tp kburu ktauan iya ga …

    ah g tau ketang .. penasaran nih ada apa ma key .. ehmnnnn …

    ngebayangin setiap adegan berantemnya bikin tegang..

    • Eh, benerkah Hyeri cemburuan? Ah! menurut aku mah biasa ajh eonn, wajar wanita seperto itu *plaaakkk*

      That’s right! setelah menikah, justru hidup yg sesungguhnya baru di mulai. kekekek.
      Nah, mari nanti dilihat bersama di part selanjutnya yaa eonni.
      Gomawo udah baca I need romance yg agak absurd ini ^^v

  3. eh gk nyangka bakal di publish secepat ini FF nya eon😀

    persoalan rumah tangga gk pernah beres-beres ya? selalu ada.
    Hyeri cemburuan sma kim sajang bner2 to the max. *gemes*
    eh, tpi gmn gk gemes jga sih yah setiap ditanya, excusenya kim sajang selalu blg “aku lelah!” arrrgh -__-

    hmmm… pasti kerasa cape, ribet banget ngurusin anak kembar seorg diri, apalagi dulunya Hyeri berprofesi sbg wanita karir dan skg dia hrs ngurus si kembar sekaligus sendirian beserta kerjaan2an rmh yg bisa nyita wkt bgt. itu pasti rutinitas yg berat buat hyeri.
    Ah! tpi kebayang jga sih gmn cpenya kim sajang cari uang bwt jagoan2annya hhe segalanya memang hrs seimbang, terutama dibarengi dukungan, keterbukaan, sma team work dri keduanya. biar hub. mrk berdua tetep harmonis🙂 *kok jdi kyk pidato yah ^^v

    —>“Katakan pada jagoan-jagoanku bahwa ayahnya sedang mencari uang.” Key melanjutkan. *ternyata sedikit2 kim sajang ada sisi humorisnya yah*

    setuju tuh sma aeri eon, psti kim sajang lg bkin surprise bwt hyeri.😀 key pasti ngerasain jga klo hubungannya sma Hyeri mulai dingin..

    udah ah kepanjangan nih komennya hhe ^^v
    keep on writing eon ^^~

    • .hhe. iya nih. takut keburu lupa *excuse*

      Ah! msa sih Hyeri cemburuan to the max? menurutku biasa ajh cemburu model begitu *pembelaan diri* .hhe.
      Yah, abisan laki2 sih kaya begitu. jdi kn bkin pengen ninju.hhe.

      Wah, Eunyoung-ah, itu sih bkan kaya pidato. Tapi kaya curhat gitu *ehem* ^^v

      mungkin ketularan Jjong jg jdi ada sisi humorisnya *selain kelakuan, lubang idung, dll ^^v *

      Nah, nantikan part selanjutnya yaa. Thank u😉

  4. Hyeri tingkat cemburunya tinggi bgt ya..
    Masih belum belajar mendengar penjelasan orang lain,langsung nyimpulin gtu aja…

    Key krja smpe larut malam demi hyeri dan anak”nya kan? trus yg cincin itu emang bwt hyeri? Ap key ny bntu tmn ny skaligus rekan bisnis milih cincin prnkahannya…
    Intinya Key gak selingkuh..

    Euncha, pembuatan karakter Hyeri yg bikin aku gereget ngeuna bgt,berhasil pkoknya.. Chukkae …

    Aduuuuhhhh knapa aku jadi mendadak pengen bnuh hyeri,ehek
    ngeselin bgt tuh, kasian Key…

    Secara ga langsung ini belajar berumah tangga,plaaakkk
    *masih muda woy*

    daebak cha,feelnya ngeuna,dapet,gereget,wah pokoknya TOP..
    tp ada typo hehehe
    menayakan >> menanyakan
    beberpa >> beberapa
    mereke >> mereka
    dierebutkan >> diperebutkan/direbutkan?
    Udah masukannya(?) gitu aja..

    Next chapnya d tunggu, sama monlight sonata nya ya.eh
    wkwkwk

    • Waahhh Hikma… tolong Hyeri nya jgn dibunuh. Nanti ga akan ada lagi kisah Key-Ri couple ^^v

      Yah, mungkin mereka kurang komunikasi. Namanya juga suami-istri baru, jdi masih labil dan egois. *sotoy*
      .kekek. klo soal keras kepala-nya Hyeri aku stuju nih. Watak Hyeri itu memang agak menyebalkan yaa.hhe. Meski gitu, Kim sjang ttp suka *apa deh -_-a*

      Wah, Hikma. Thank u u.koreksiannya. pas ak baca lagi, trnyta memang bnyk bgt typo bertebaran di mana2. ke depannya akan diperbaiki, smoga tidak mengiritasi mata yah typo-nya ^^v

      oKEY, nantikan juga yh moonlight sonata-nya. Semoga ga lama lagi~ Thank u😉

  5. Siapa lagiii itu??? Aku nebaknya sih Key ada rencana gitu….eh tapi gatau itu tebakan bener apa gak-_-

    Paling mantep waktu Hyeri bilang “Lelah? kau pikir aku tidak? …..” Feelnya kerasa banget, dan disitu ngerasa banget posisi Hyeri. Sabar yaaaa jadi istri Kim Sajangnim :’))

    Ditunggu Eun Cha eonnie lanjutannya

    • Tambahannnn: Aku suka banget karakter Key yang tegas. Bukan lagi Key dulu yang bentar-bentar mikir harus apa….sekarang sifat dia lebih pemimpin lah. Archangel 24 dan I Need Romance #1 ini bikin melting liat sifat Key😀

    • Nah, nah, penasarannya ntar dijawab di part berikutnya yaa. ga lama lagi publish ko ^^v

      .kekekek. perubahan sifat Key emang terasa banget di sini. Beda banget sama Key di Archangel yg terkesan lemah dan takut mengambil keputusan.hhe.
      Semoga ceritanya menghibur yaa, Almira-ssi😉

  6. wahhh…. ff ini baru part 1 ja dah tegang kayak gini.. aduh.. kok Key jdi berubh gitu.. kn kasian Jaehwama Jaesun..Hyeri juga!! aduh… kyakna there’s something important yg disemubunyikan Key deh… jadi penasaran!! moga g cerai ya..
    aku harap happy ending.. hehehehe🙂

  7. oh my god! asli ini seru bngt eon… rada kesel sm key, tp jg pnsrn sm apa yg bikin dia berubah gt, mngkn krn emg capek kah? atau ada hal lain? tapi aku sih yakin kalo dia gak selingkuh #sokyakin-_-

    suka nih sm krkter kim sajang yg tegas gini, tp gak suka kalo dia nyuekin hyeri apalg bayinya T.T

    next chapter asap eonnn~~ 😚😘

  8. Wahhh ada Chronicles nya archangel..kangen aku ama couple ini..

    Rumah tangga itu ribet yaa. ga selamanya bahagia psti ada aja masalah yg muncul..
    Dua²nya sama² lelah. Hyeri lelah & bosan dg rutinitasnya menjaga 2 baby nya sendiri. Key lelah dgn kerjaannya. Tp aku ykin sebenernya mereka tuhh saling merindukan. Smenjak ada bayi, mereka jd jarang sama² kn. Hyeri trlalu sibuk ngurus bayi nya, key slalu brgkat pagi pulang malam. Bener² g ada wktu buat ber2.

    Ini nihh sifat jeleknya Hyeri yg ‘keras kepala’ g mau denger penjelasan. Aduuhhh Hyeri-ya ini cuma salah paham taukk. Key g mungkin selingkuh, dia pasti ngerencanain sesuatu. ->” Key tersenyum hambar, apa yang direncanakannya benar-benar gagal”
    Kado yg bungkusan warna ungu itu pasti buat Hyeri dehh.. Tp key jg sihh keseringan keluar ama Yeorin klo tiap hari kayak gt siapa yg g curiga coba..

    Oiya aku suka banget ama Jaehwa, pinter, g rewel trus ceria dikit² senyum dikit² ketawa. ngegemesin ><. dia kayaknya mirip key. Eumm klo Jaesun mgkin mirip Hyeri..

    Okey eun cha sekian dl komenku kayaknya ini udah kepanjangan.. next part ditunggu ne^^ fighting!! p(^0^)q

    • .hha. Chronicle, lucu banget deh ummul. sebenrnya ga niat bgtu sih, tapi kbetulan jadinya begitu *?*

      Iyah, kl rumah tangga selamanya bahagia. aku mau da cepet2 nikah.hha. *curcol*

      Wah, kayanya karakter Hyeri ini selalu sukse bkin readers gemes. Asal jangan dimutilasi ajh deh si Hyeri-nya.kekeke. ^^v

      Nah,nah,nah, tebakannya ntar samain sama part dua nya yaa. ga lama lagi😉

      Ih, lucu deh ummul soal komen kamu sama si kembar.kekeke. Aku jadi senyam-senyum ngebayanginnya. How cute Jaehwa is.hhe.

      Gomawo juga udah baca dan meninggalkan komentarnya😀

  9. eonni, ini ff pertama buatan eonni yang kubaca🙂
    naik turun emosinya dapet banget, feelnya oke. cuma ada beberapa hal yang mau aku tanyain eon. sebenernya aku juga selesai baca udah sekitar 20 menit yang lalu tapi bingung nyusun kata, mudah2an sih eonni nggak sampai mikir kalau aku patronizing. aku cuma penasaran aja sama beberapa hal
    pertama, selelah apa pun itu, key sebagai org yg mencintai hyeri dalam logikaku seharusnya meluangkan waktu untuk ngobrol meski sebentar sama hyeri. key ini cuek banget banget sama hyeri, tapi bikin bingung pas dia blg “kangen sm hyeri”. terus sikap key yang acuh tak acuh pas anaknya nangis itu rasanya gimanaaaa gitu, kaya ayah yang gak menginginkan anaknya. mereka itu kan anak pertama dan kedua (kembar, jadi bingung mau bilang anak pertama tapi ada dua hehehehe), bukannya setiap orang tua biasanya masih excited dan over protective gitu ya eon? key malah keliatan gak peduli.
    kedua, kibum ini sajangnim lho, orang kaya. kenapa nggak pake jasa baby sitter gitu? meski nggak menangani anak kembarnya langsung, seenggaknya bisa bantu Hyeri.
    ketiga, dialog dua orang ada yang dalam satu paragraf. mungkin emang style eonni gitu ya? aku belum terbiasa aja sih sebenernya. Karena kalau baca novel jarang yang kaya gini, mungkin kebetulan juga novel yang kubaca semuanya beda style penulisan dg eonni.
    nah itu sih eon yang bikin aku penasaran. oh ya, eon, misalnya bahasaku terlalu nggak ngenakin buat eonni tolong ditegur ya. biar lain kali bisa lebih diperhalus lagi ^^

    • Hi, Kiran. salam kenal🙂 makasih udah main k sini dan sempetin baca FF ini.

      berikut jawaban u/pertanyaan kamu.

      1. Dalam logika umumnya, memang begitu. Tapi ada, maybe cuma 10%, di mana laki2 itu akan lebih mengutamakan kebaikan dirinya. intinya sih egois, apalagi laki2 yang kerja keras u/anak-istrinya. kemungkinan u/egois itu ada banget. dan hal ini pun aku buat, berdasarkan hal yang pernah aku lihat.
      2.Begitu juga jawaban buat pertnyaan Key yang keliatan ga peduli waktu Jaehwa nangis. Tapi pada akhhirnya, dia mau kan gendong Jaehwa dn bkin bayi itu tidur lagi.
      3. Sikap key acuh tak acuh, tapi tiba2 bilang rindu sama Hyeri. Di sini sbenernya pgn menyampaikan bahwa sikap Key yang kaya gitu tuh dia lakukan not in purpose. Tapi, mungkin cara menulis ak perlu diperbaiki yah. Jadi terbaca aneh.
      4. Aku ngacungin jempol sama kamu, karna kmu udh langsung notice bahwa kim sajang itu orang kaya. u/ini ga akan aku jelasin di sini, karna nanti bakal kejawab di part duanya.
      5. soal dialog dua orang dalam satu paragraf itu. Itu memang kekurangan aku yang masih belajar dalam menulis. terimkasih u/masukannya dan akan diperbaiki dalam tulisan2 berikutnya.

      Thank u ~

  10. akhirnya muncul romance lagi
    dan cast.nya KeyRi!!
    kekeke

    Ga nyangka ada sequel buat couple ini
    aku kira mau buat ff romance dg coupe baru
    aku setuju sama comment Kim Ae Ri, kayanya Key mau kasih Surprise buat Hyeri ya? ^^
    Semoga Key ga selingkuh deh, jangan sampe!!
    ditunggu next partnya eun cha

    pst: kenapa cuma dibikin 2 shoot doang?
    kayanya kurang panjang deh

    • eh, bukan sequel sih maksudnya. Sequel Archangel mah bkan yang ini ko *seriusan* ini cma I need romance ajh, belajar bkin romantis2an. *excuse*
      Nah, bner g key bkin surpise? nantikan part dua nya yaa😀
      Kalo key Selingkuhnya sama aku, gmna? *plaaakkk

      .kekekek. kalo kepanjangan ntar cape dong bacanya *alasan* ^^v

  11. Eun Cha-ssi, abis baca ini kok perasaan saya melas banget… Penjabaran kamu tentang apa aja yang dilakukan Hyeri sebagai ibu untuk si kembar cukup detail. Mulai dari pagi sampe malem, belum lagi klo tengah malem si kembar terbangun dr tidur… Kamu seperti yang sudah berpengalaman ngurus anak loh😉
    Tapi si Key kenapa kyk lepas tangan ya dari ngurus si kembar, pulang kerja langsung tidur, bangun pagi langsung ngantor lagi.. ckckck… Kesannya tiada lagi romantisme waktu pacaran dulu.. *plak** ayolah Key, Hyeri butuh kasih sayang tuh *dorong Key ke Hyeri**
    Jadi ngaco deh saya.. Saya melas banget sama Hyerinya, udah cape ngurus anak dan rumah, ehh si Key kepergok lagi duaan, lg milih cincin pula… *geleng2 pala** Tapi berharap bangetlah cuma salah paham.. Ok Eun Cha, saya belum pengalaman soal rumah tangga nih, berharapnya masalah mereka bisa selesai dan gak pake pisah ya.. ditunggu part selanjutnya…🙂
    Lupaa, ini modelnya kayak season 1 part 1 gitu ya? Kayak serial2 di tv…?

    • eonni, main lagi k blog aku. Gomawoyo :))

      aish? aku seriusan belum berpengalaman lah eonni, aku masih lajang looh *apa deh -_-a* cuma merhatiin beberapa kejadian ajh *gayanya*
      .kekek. iyh nih, kenapa kah sama Key?
      mudah2an rasa penasarannya terjawab yah eonn di part dua. mohon dinantikan klo ga keberatan.

      Season? ga juga sih eonn, tadinya mah ak mgkin bkalan sering2 bkin I need romance dengan kisah berbeda dari pasangan dan setting yang mungkin beda juga. ah! jdi istilahnya apa yah? lebih kaya episode kayanya *plaakkk*

      Thank u, eonni😉

  12. Aaish. .
    Laqi2 luapan emsi Q trpenqal dqn adnya TBC yq mncul scara tba2 d-tnqah2 crta. .

    Euncha eonni, knpa prasaan Q tba2 nqak enak kyx qni ya. ? Rsa mrah trhdap key mncul stlah mmbca ff ni, pa cih maw na key itu. ? Pdhal dhlukan dia yq brsha mti2n mmbuat hyeri mncntaina, tpi kox skranq key mlah trlhat sprti inqn mmprmainkan hyeri,
    kshan jqa mlhat hyeri mlpas kbiasannya sblum pnya bayi dan mnjdi ibu rmh tnqqa hnqa akhrnya mlah mrawt bayi mrka seoranq dri. .

    Dan lqi2 stlah nicole ada pla yq dtanq hnqa mmbuat hyeri cmburu smpe sqtu na, bhkan maw prqi dri rmah. .

    Aaahh, crtana snquh mnrik skli bsa mmbuat prsaan yq mmbca na cmpur aduk dan ikut hnyut trbwa olh alur crta

    • Duh, mf yh komen di part satu-nya baru dibales ^^v
      wah,wah, jangan marah dulu sama Key. Emang sih Key menyebalkan sekali di sini, tapi mungkin dia punya alasan di balik ketidaklogisan kelakuannya itu.hhe.
      Thank u, Heyri😉

  13. eoh.. bolehkah komen di sini lagi setelah bbrp minggu gak ngunjungin blog kamu? hehehe

    udh bbrp minggu ke belakang gak mood bc ff.
    dan skrg muncul lagi mood buat bc ffnya.. hehe

    bc ini.. emosinya dpt bgt..
    rasanya tuh pngn mukulin key gr2 dy ky gak bertanggung jwb gtu.
    tp klo dipikir2 kynya key punya rncana.. enth mgkn pngn ksh kejutan buat hyeri. tp cara dy aj yg slh gtu ya.. smpe bw2 wanita lain. nyobain cincin pula.. ckck key key..

    lanjut deh ke part 2.. hehe

  14. wah….
    key mempunyai bayi kembar???
    weire key…
    apa yang sedang dia rencanakan???
    hyeri sprt nya hrs lbh sabar u suami dan si kembar….

  15. hueeeee jangan brantem.
    Ayoayo d bicarain baikbaik yaahh..
    Hyeri jgn pergi ninggalin key sih, kasian jaesun sm jaehwa T.T

  16. wwwoooooo.. udh lama nih ga berkunjung k blog ini. hahha..
    pas balik lagi eeh ada judul cerita yg menarik.. tau’a ini tuh kya sambungan dr archangel dlu yaa??😀

    ini pas baca bikin deg”an lg.. serasa dunia kembali bersinar *plak
    hahhaa.. keren bgt thor😀😀

    tp asa sedih ya jd hyeri.. hiks..
    apalagi si kembar.. kasian tuh lg sakit jaesun’a..
    T.T

    • Haaa… Feby, kamu kmna ajh coba ih baru main k sini lagi? .kekeke.

      ini sbenernya buat latihan romance ajh sih, tapi tapi pengen pake Key-Ri couple.hhe. *mengobati kangen sama Archangel*

      Serasa dunia kembali bersinar? serasa baca Archangel lagi kah? .hhe.

      *puk puk* don’t cry ^^v

      • iya,. sibuk sekali eonni T.T udh mulai kuliah lg.. jd mahasiswi lg deh.. hahhaha..
        iya” kangen archangel donk.. Key-Ri couple.. kangen pisaaaannnn >.<
        wkwkwkwk..

        kerasa bgt lanjutan archangel'a.. hahha..
        hayu atuh eonni bikin lg cerita'a..😀😀
        keren soal'a.. (y)

      • .hhe. eciyeeh yang jdi mahasiswa lagi. Semangat yaa ^^9
        Btw, kmu kul-nya dmna? di Marnat bukan? apa Unpar? .hhe.

        nantikan dh FF Key-Ri couple lainnya yah. skarang mau fokus dlu ke Jin-Ri couple *gayanya* :p

  17. Hwaaa onniiee !!! Long time no see.. ^^
    Setelah lama berkutat dengan tugas2 perkuliahan,akhirnya bisa mampir juga di blog onnie.. Dan yg bikin loncat2 kegirangan *eh? , ditemukan FF abang Key ama Hyeri lagi..
    Ihhh nyesek banget, pasti aja ya onnie bisa bikin aku galau segalaunya deh *lagi lebay
    Makan ati ya jadi Hyeri, emang ga cape pa ngurus anak kembar sendirian. Gimana sih abang Konci. Ngerti dikit napa? *sambil jewer telinga Key

    Udah ah, jadi kebawa emosi ni..😀
    Yu ahh lanjut part selanjutnyaa..

    • Eh, Hwayong kmna ajh nih? lama g ada email darimu.kekek. lagi sibuk kul ya? semangat yaa ^^9

      Waduh, jangan galou dong. ini kan cuma cerita.hhe.
      sabar, sabar, getokin juga Key biar tambah asiik.kekek.

      Thank u udah baca😉

  18. Hello~ I need romance saya jelajahi hehehehehe
    Aishhh…sediiihhh bacanyaaa T.T
    Setelah melahirkan Hyeri jadi ibu yang baik yah, merawat sikembar dgn penuh cinta. Tapiiii kenapa dengan Key????? Aishhh….ga suka banget sama tingkah laku Key yg dingin ke Hyeri…??!
    Key selingkuh bukan sih ituuuuu???!!! Huwaaaaa Hyeri kacau deh mau ninggalin Key,,, penasaran!
    Lanjut baca aja🙂 semangat buat la euncha,.tulusannya daebak!

Gimme Lollipop

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s