[One Shot] When my best friend has girlfriend

JjongKey friendship

Main cast :

Kim Jonghyun | Kim Kibum

Author             : Song Eun cha

Length             : One shot

Genre              :  Friendship

Rating              : PG 15

Lelaki itu mendengus kesal, lalu melirik lagi arlojinya. Sudah lebih dari tiga puluh menit dari waktu yang ia janjikan, dan ia masih berada jauh dari tempat perjanjian. Lantas ia segera mengetik pesan singkat di ponselnya.

To : Key

Aku terlambat. Tunggulah di dalam dan pesan makan lebih dulu. Oh! pesankan aku Strawberry squash.

Hanya beberapa menit hingga pesan balasan dari Key masuk ke ponselnya.

From : Key

Ne, Hyung. Ah! Cepatlah datang! Aku sudah menunggu lama sekali.

Dua puluh menit berlalu, Jonghyun berjalan cepat memasuki halaman sebuah restoran pasta kecil tempat ia dan Key membuat janji makan siang.

“Selamat siang, mau pesan tempat untuk berapa orang?” tanya seorang pelayan saat Jonghyun baru sampai di daun pintu.

“Temanku sudah menunggu di dalam.” Ucapnya, lalu berlalu begitu saja. Berjalan ke satu tempat yang telah dikatakan Key beberapa menit lalu.

Jonghyun melirik sebuah meja di sudut ruangan dekat jendela. Lelaki berambut pirang itu tengah duduk bersandar pada sofa cokelat, ia terlihat begitu malas sambil mengotak-atik ponselnya. Jonghyun mendesah pelan, kelihatannya ia telah membuat Key menunggu terlalu lama. Lantas Jonghyun menaruh botol air mineral yang sejak tadi ia bawa ke atas meja, lalu duduk di samping Key.

“Oh! Hyung, sudah datang?” tanya Key. Lalu menaruh ponsel ke dalam saku denim-nya.

Mian. Aku harus membantu temanku tadi,” terang Jonghyun. “Oh! kau belum pesan?” tanya Jonghyun, melihat di atas meja tidak ada benda lain selain kotak tissue dan nomor meja.

“Aku menunggumu. Akan lebih baik jika kita makan bersama, bukan?” terang Key. lantas ia terkekeh.

Maka, keduanya memesan makanan yang berbeda. Dengan minuman kesukaan mereka. Jonghyun strawberry squash dan Key lemon squash. Keduanya berbincang asyik sambil menunggu pesanan mereka. Membicarakan begitu banyak hal karena keduanya sudah lama tidak bertemu. Sebenarnya, masih ada tiga orang teman lainnya. Tapi Jonghyun dan Key jauh lebih dekat. Di saat yang lainnya sibuk, mereka selalu meluangkan waktu untuk bertemu. Karena, bertemu sahabat bukanlah di saat kita memiliki waktu luang, tetapi di saat kita memerlukan mereka.

Makanan telah tiba, keduanya makan sambil kembali berbincang. Keduanya memang cerewet, tapi Jonghyun lebih sering bicara. Ia selalu menceritakan pengalaman-pengalamannya mengenai berbagai macam hal pada Key. Mungkin karena ia lebih tua dari Key, maka ia memiliki sedikit lebih banyak pengalaman dibanding Key.

Keduanya memang dekat, mungkin siapapun yang melihat akan berpikir mereka seperti penyuka sesama jenis. Tapi tidak! Kedekatan mereka adalah sebagai sahabat. Sahabat yang begitu dekat. Bahkan Jonghyun bingung, harus menyebut persahabatan mereka seperti apa. Karena mereka  sama-sama lelaki, maka ia tidak bisa mengatakan bahwa mereka berkencan. Tapi, persahabatan ini begitu erat dan tidak bisa dipisahkan. Merupakan serpihan kecil yang berharga bagi Jonghyun, begitu juga bagi Key. Bahkan lebih berharga dibandingkan seorang kekasih.

Key adalah tipikal yang menyenangkan, sedikit cerewet tapi ia selalu bisa diam untuk mendengarkan Jonghyun. Ia pun selalu ada untuk menghibur Jonghyun saat lelaki itu merasa sedih.

“Wah! Makanan ini enak sekali! Key, apa kau kenyang?” tanya Jonghyun. Ia melirik Key nakal, sambil menahan tawa.

Key tersenyum, jelas ia bisa membaca apa yang dipikirkan Hyung-nya. “Belum, Hyung. Bagaimana kalau kita mencari tempat lain untuk makan?” tawarnya dan langsung disetujui oleh Jonghyun.

Mereka selalu seperti ini. Menghabiskan waktu bersama sambil makan. Menceritakan kehidupan masing-masing, berbagi masalah atau kesulitan yang mereka hadapi. Tidak selamanya membantu memang, tapi setidaknya, keduanya selalu saling meyakinkan bahwa di dunia ini mereka akan selalu memiliki sahabat baik yang akan siap mendengarkan keluk kesah dan menghibur dikala gundah.

***

“Ah! Kalau begini terus, diet kita benar-benar gagal, Key.” Jonghyun menyandarkan punggungnya pada sandaran kursi sambil menyeruput minumannya.

Key terkekeh, “Benar! Ah! Tapi makanan-makanan ini enak sekali. Lain kali, kita lakukan ini lagi, Hyung. Kita ajak Onew hyung, Minho, dan Taemin. Akan menyenangkan!”

“Lagi pula, sudah lama kita berlima tidak makan bersama. Ah! Akan sangat menyenangkan.”

“Maka dari itu, kita harus melakukan ini lagi, Hyung!”

***

Beberapa bulan berlalu, Jonghyun dan Key sibuk dengan kegiatan mereka masing-masing. Bahkan sulit mencari waktu untuk bertemu dan menghabiskan uang jajan mereka untuk makan. Tiga orang yang lainnya pun sama-sama saling merindukan. Rindu akan waktu-waktu menyenangkan yang mereka habiskan dengan beberapa botol soju dan keripik kentang atau cokelat batangan. Waktu-waktu yang membuat mereka tahu indahnya dunia, yang membuat mereka melupakan kesedihan-kesedihan mereka.

Sore itu, Jonghyun melihat kalender di kamarnya. Menghitung sudah banyak hari yang ia lalui tanpa bertemu sahabat-sahabatnya. Dan satu-satunya orang yang selalu ia hubungi pertamakali adalah Key. Maka, lelaki itu meraih ponselnya dan jari-jarinya dengan cepat menari di atas layar sentuh ponsel.

To : Key

Hei, Key! Lama tidak bertemu. How’s life? Sepertinya semua orang sedang sibuk. Kapan kita akan menghabiskan waktu untuk menggagalkan program diet kita lagi?

Tak lama, ponsel Jonghyun berbunyi. Memunculkan sebuah pesan singkat dari Key.

From : Key

Hyung! Aku sangat merindukanmu juga yang lainnya. Baik, bagaimana denganmu, Hyung? Ayo kita rencanakan tanggal pertemuan.

Pesan singkat itu pun berlangsung cukup lama. Saling menulis dan membalas pesan. Mengetahui kesibukan masing-masing dan tentu saja merencanakan tanggal pertemuan.

From : Key

…. Btw, Hyung. Saat ini aku sedang dekat dengan seorang yeoja. Bagaimana menurutmu?

To : Key

Jinjja? Daebak! Ceritakan tentang yeoja itu! Apa kau menyukainya?

From : Key

Molla! Dia yeoja menyenangkan dan selalu menyapaku setiap hari. Ia juga begitu ceria. Ah! Aku bingung, Hyung. Kau tahu ini pertamakalinya bagiku, kan?

To : Key

Arasseo! Ini pertamakalinya kau jatuh cinta kan, Key? Oh! jika kau tertarik padanya, mulailah mengajaknya berkencan, atau namja lain akan mengajaknya lebih dulu.

Maka Jonghyun mulai menceritakan sedikit pengalamannya ketika Key menanyakan tentang apa yang dilakukan Jonghyun untuk mendekati yeoja dan hal-hal lain yang harus bisa ia atasi. Tidak terlalu banyak, yang jelas, Key perlu lebih banyak percaya diri dan keberanian untuk mendekati si yeoja.

To : Key

Berjuanglah, Key! ingat! Jangan menunggu hingga namja lain mengambilnya darimu, arasseo?

***

Waktu terus berputar, menggantikan jam dengan hari, dan hari dengan minggu. Terus berputar. Lelaki itu duduk di depan laptop kesayangannya. Mendesah ringan. Sama sekali malas mengerjakan pekerjaannya. Hatinya kacau, begitu buruk. Ditambah beberapa hal lain yang membuatnya sulit. Ingin rasanya menghindari fase ini dalam hidupnya, tapi ia tidak bisa menghindar. Tak ada seorang pun yang menolongnya dan kali ini, ia ingin menangis.

Ia menoleh, menatap kalender yang tergantung di dinding dekat pintu kamarnya. Menatap bulan dan tanggal. Sudah lama waktu berlalu, dan sudah selama itu pula ia tidak pernah bertemu dengan sahabat-sahabatnya, termasuk Key. Lantas ia meraih ponselnya. Mengingat lagi bahwa Key sudah lama tidak pernah mengiriminya pesan singkat hanya sekadar untuk menanyakan kabar. Mungkin ia sibuk, begitu juga teman-teman yang lainnya.

Hingga suatu hari, akhirnya sebuah pesan singkat masuk ke ponsel Jonghyun.

From : Key

Hyung! Oraenmaniyeyo! Aku sangat merindukanmu. Ah! Yang lainnya telah sepakat untuk berkumpul, bagaimana jika akhir bulan ini?

Jonghyun terlonjak, tentu saja ia senang sekali mendapat pesan singkat dari Key. terlebih lagi, Key mengatakan bahwa yang lainnya pun telah sepakat untuk berkumpul. Tapi lagi, sesuatu yang sedang dihadapi Jonghyun kembali membuatnya bingung. Ingin rasanya bertemu dengan sahabat-sahabatnya, melepas rindu dan berbagi cerita. Sayang, keadaannya saat ini tidak memungkinkan. Ia khawatir, tidak bisa mengenyahkan masalah-masalahnya saat berkumpul nanti. Ia takut menjadi satua-satunya orang yang tidak bisa tersenyum saat berkumpul nanti. Ia tidak mau memperlihatkan kepada sahabat-sahabatnya bahwa ia tidak baik-baik saja. Sudah terlalu sering rasanya, pikir Jonghyun. Lantas lelaki itu mengaibaikan pesan singkat Key dan baru membalas keesokan harinya.

To : Key

Key, I’m afraid I can’t. Sebaiknya kalian berkumpul dulu saja tanpaku dulu.

From : Key

Tidak bisa? Ah! Wae?

Jonghyun terkekeh, bisa membayangkan bagaimana ekspresi Key jika mengatakan kalimat itu langsung di depan matanya.

To : Key

I’ve something to do on the date.

Singkat. Memang bukan tipikal Jonghyun. Lantas pesan singkat antara keduanya berakhir begitu saja. Sedih, tentu saja Jonghyun sedih karena harus membohongi Key dan sahabat yang lainnya. Mungkin nanti, setelah semuanya baik-baik saja. Jonghyun akan kembali mendatangi mereka dan tersenyum seperti biasanya.

Setelah itu, tidak ada lagi pesan singkat dari Key. bagaimanapun, Jonghyun merindukan sahabatnya itu akan mengiriminya pesan singkat hanya untuk menanyakan ‘How’s life?’, tapi nyatanya, tidak ada.

Jonghyun berinisiatif untuk mengirimi Key pesan singkat lebih dulu. memulai percakapan kecil tentang tanggal di mana mereka akan berkumpul. Key mangatakan ia dan yang lainnya telah mengubah tanggal agar Jonghyun bisa ikut. Tapi lagi, Jonghyun hanya bisa menjawab ‘I’m afraid I can’t’.

From : Key

Wae? Ceritakanlah padaku jika kau ada masalah, Hyung.

To : Key

Aku menghadapi beberapa masalah dalam hidupku. Tidak! Masalah ini tentu akan selesai dengan sendirinya, semuanya hanya masalah waktu, Key. Tapi saat ini, suasana hatiku selalu buruk, aku hanya tidak bisa bertemu kalian dengan suasana hati yang buruk. Mungkin nanti, jika fase ini telah berlalu, aku akan kembali berkumpul bersama kalian. Kita akan bersenang-senang lagi seperti dulu.

From : Key

Hyung. Mungkin, kau bisa melakukan beberapa hal yang kusarankan. Dan untuk saat ini, aku bisa mengerti jika kau menolak untuk berkumpul. Menenangkan hatimu adalah hal yang paling penting. Kami akan menunggumu.

To : Key

Gomawo, Key. Kalian berkumpullah dulu tanpaku, okay?

From : Key

…..

Btw, Hyung. Sekarang aku dan yeoja yang kuceritakan waktu itu.. aish! Bagaimana mengatakannya ya? Ah! Pokonya sekarang sahabatmu ini sudah punya pacar.

Jonghyun terlonjak senang, ia memang sudah menduga Key akan bergerak cepat seperti yang dikatakannya. Tidak sia-sia bukan selama ini ia selalu menceritakan pengalaman-pengalamannya pada Key?

To : Key

Jinjja? Ah! Chukhae, Key! aku tahu kau akan melakukan ini. Jagalah yeoja itu dengan baik, ara?

Maka percakapan mereka terus berlanjut. Membicarakan bagaimana hubungan Key dan yeoja-nya, juga apa yang Key rasakan karena ini pertamakali baginya mempunyai kekasih.

***

Waktu terus berlalu. Siang itu, Jonghyun duduk di salah satu meja di sudut ruangan dekat jendela. Menatap ke jalanan lengang. Matanya menyipit kala melirik teriknya matahari. Lantas ia menyambar strawberry squash-nya dan menyeruputnya perlahan. Ditatapnya nomor yang tertera di atas meja lalu terkekeh pelan. Waktu sudah berlalu, ia begitu merindukan Key. Andai saja saat ini Key ada di dekatnya seperti waktu itu, tertawa bersama dan saling melempar cerita. Tentu hati Jonghyun tidak akan segundah ini.

Masalah yang ia hadapi memang belum selesai, tapi ia perlu seseorang untuk mendengarkannya, untuk mendengarkan bahwa ia sedang sedih dan memerlukan pegangan untuk menjadi lebih kuat. Tapi sayang, saat ini ia hanya seorang diri. Menyeruput strawberry squash dalam sunyi. Tidak lagi bisa mengatakan bahwa ia ingin mencicipi lemon squash milik sahabat yang duduk di sampingnya.

Namja itu, sahabat baiknya itu, tentu ia baik-baik saja dan tengah berbahagia. Tidak baik jika Jonghyun marah karena itu. Tapi Jonghyun begitu merindukannya. Perlahan, Jonghyun menaruh gelasnya. Merogoh saku denim-nya, menatap ponsel sunyi tanpa pesan singkat. Ia lalu terkekeh pelan, sudah berapa lama Key tidak pernah menanyakan lagi padanya tentang bagaimana Jonghyun menjalani hidup? Jonghyun tertunduk, mengaduk-aduk pasta yang baru sampai di mejanya. Setetes air mata meluncur bebas ke dalam mangkuk pasta.

Ia lantas mulai mengetik pesan singkat.

To : Key

Jika kau tidak sedang sibuk dengan pacarmu. Bisakah kapan-kapan kau mengirimiku lagi pesan singkat dan menanyakan, ‘How’s life, Hyung?’

Save to draft.

Ponsel itu ia taruh lagi ke dalam saku denim-nya. Lalu kembali menyeruput strawberry squash-nya.

=FIN=

22 thoughts on “[One Shot] When my best friend has girlfriend

  1. ‘Karena mereka tidak sama-sama lelaki, maka ia tidak bisa mengatakan bahwa mereka berkencan. Tapi, persahabatan ini begitu erat dan tidak bisa dipisahkan.’

    hihihi… eonni kelebihan ngetikny, y? Bella smpt tbayang kalo salah satuny g jd cowok d sini, kyk transgender gt… ternyata nggak… kalo iy kan jadinya… #NahLhoo

    bella rasa sih yg plg nyentuh wkt bagian akhir, alnya pesan itu malah disimpan di draft, g dikirim. jadi kesanny gimanaaaa gitu. tapi menurut Bella ceritany kurang menekankan kl Key g ada wkt krn dah pny cewek, eonn… justru lbh terasa kl Jjong yg menghindar dr semua ajakan Key. jd kurang cucok sama judul. maaf, y, eonn…

    tp yg kyk ginian mmg sering terasa kl udh g nginjak bangku sekolah lg, saat setiap org smkn bertambah dewasa. pertemuan2 untk melepas rindu n unek2 tuh berharga bgt jadiny, apalagi kl sibuk d tmpt yg berjauhan. bella suka kata2 eonni yg bilang kl bertemu sahabat bukan d waktu luang tetapi di waktu memerlukan mereka. itu bner bgt

    bella tunggu karya2 selanjutny, lho, eonn! Keep writing!!

    • Iya, Bella. waktu baru publish, terus aku baca lagi. Udah notice sih itu kelebihan nulis kata ‘tidak’ dan langsung aku edit. Tapi pas edit kayanya koneksi internet buruk dan masih ga berubah.hhe. jadinya kan terbaca aneh.hhe. ^^v maaf yaa, tapi sudah diperbaiki ko.

      Hemm.. iya sih yah. Kurang dijelaskan gimana Key ga punya waktu karna udah punya cewe. Tapi niatnya sih pengen menyampaikan, kalo saat sahabat punya pacar, perhatian2 kecil yang biasanya selalu ada *ga harus ketemu* jadi menguap sedikit demi sedikit. Tapi gagal nih kayanya ^^v

      Yup, sayang-nya, terkadang justru yang dipikirkan itu adalah waktu luang untuk bertemu. Bukan memikirkan bagaimana caranya bertemu di saat saling memerlukan.

      Gomawo yh Bella udah baca ff yang agak geje ini.hhe.😉

      • gak geje, kok, eonn. justru ff ini realita bgt d antara kehidupan bersahabat. mmg g bs dipungkiri kl udh punya pacar, maka perhatian k sahabat perlahan2 berkurang bahkan hampir hilang….

        still, good job, eonn~~

  2. Ya critanya nqantung, lgi asyik2 bca tau2 dah FIN. .

    Kshan Jonghyun masalah yg d-hadapina sngat berat, tapi alangkah baikna klau pesan tdi dkirim kpda key, tidak dsimpan d-draft dengan itu setidakna dia bisa certa masalah yg dihadapinya sama. Ya kalau key tidak bisa membantu paling tidak hatinya agak sedikit lega. .

    Oiya, key udah pnya pcar pasti Hyeri lagi

    hhhmmmm. . .
    Jadi snyum2 sendri nih

    • .hhe. iya nih, ceritanya emang agak gantung ga jelas gitu ^^v

      hemm.. mungkin Jjong-nya ga mau ganggu Key kali, jdi disimpen aja di drraft.

      .hha. lucu banget. ah! kamu tau ajh deh siapa pacarnya Key🙂

  3. lucu kalimat terakhir di komen heyri. hahahaha

    setuju sama komentar yg lain. aduuuh aku bingung mau komen apa.
    btw sedikit ngerasa beda pas bc ff ini, agk beda feelnya pas bc ff kamu yg lainnya. mgkn karena temanya sdkit berbeda ya

    karya yg lainnya tetep ditunggu

  4. aku rada bingung mau ngomen apa eon, yg jelas aku suka ceritanya. berasa jadi jjong deh! feelnya jjong berasa banget, apalagi pas pesan trakhir yg di save itu… asdfghjkl;%$@&^(
    huwaaaa aku tiba-tiba jadi rindu sahabat juga setelah baca ff ini😥 naisseuuu~

  5. aku baru sadar trnyata g pernah maen ke page one shoot xD

    Ihh endingnya it ngejleb bgt yaa ._. entah mngkin cm aku yg ngerasain, tp perutku rasanya ngilu lohh pas baca pesan jjong ke key. tapi ternyata cuma disimpan di draft.
    Aigo kasian uri jjongie sini dehh aku temenin biar g kesepian lg😀

  6. Endingnya
    Endingnya
    Ak suka banget sama.cerita ini. Kenapa? Krn.cerita ini sering terjadi d kehidupan nyata
    Ketika seorang sahabat punya pacar dan mulai sulit menjadwalkan waktu bersama kita
    Aku tahu bagaimana rasanyaaa
    -_-
    Ffnya keren banget

    • ffnya sebenernya biasa sih, ga terlalu bagus. Tapi emang kejadian seperti ini sering banget terjadi. Dan saat kita ga bisa dapet perhatian sahabat sebanyak dulu lagi, ya rasanya kaya Kim Jonghyun ini. hing….
      Makasih udah baca😉

      • Key mungkin ga bermaksud ngelupain Jonghyun. Tapi karena punya pacar, waktunya bareng Jonghyun jadi terbagi.
        Pasti kerennya itu karena smsnya disimpen di draft ya? .hihi.

  7. huaaaa…nyentuh bangeet…
    aku jg pernah ngerasain jd jonghyun…saking dekatnya kita, saking rindunya ma sahabat, mpek sesegukan nangis mlm2…wkkkk…
    aku suka berkunjung d blog ni, aku baru bc 3 ff, tp ketiganya dengan genre yg berbeda…baguuuus!!!

Gimme Lollipop

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s