Excuse me, Miss – Part 2

excuse-me-miss

Part 2 – Brother romance

Main cast :

Kim Kibum [Key] | Min Hyeri | Choi Minho

Supporting cast :

The rest of  SHINee’s members | Choi Minhee (OC)

Author             : Song Eun cha

Length             : Sequel

Genre              :  Romance, Life, Friendship

Rating              : PG 15

Credit poster : Jiell

Di part 2, mau minta maaf lagi yaa ^^v Kalo di part 1 itu pake point of view orang pertama, tapi di part 2 dan seterusnya bakalan dirubah dengan point of view orang ke-3. Maaf yaa labil, soalnya mungkin udah lama ga pake pov orang pertama lagi, jadinya agak susah bikin ff-nya.hhe. maaf yaa. Mudah2an masih mau baca😉

Gadis itu berjongkok di depan mesin pendingin yang terbuka lebar. Kedua tangannya sibuk menata minuman-minuman ringan ke dalamnya. Menyusunnya berdasarkan merek dan rasa.

“Hyeri-ya, ada pelanggan di sana.” serta merta suara lelaki paruh baya berkacamata itu memanggilnya. Si gadis beranjak, menutup lemari pendingin dan merapikan kardus berisi minuman yang belum sempat ia rapikan.

Setengah berlari, ia bergegas menuju meja kasir. Sebuah keranjang belanja telah berada di sana. Dengan cekatan Hyeri menghitung biaya yang harus dibayar pelanggan. “Empat ribu lima ratus won.” Di saat yang bersamaan, selembar uang sepuluh ribu won telah berada di meja kasir.

“Ambil saja uang kembaliannya, Nona.”

Suara lembut itu mengalihkan perhatian Hyeri. Lantas ia membulatkan mulutnya saat menatap si pemilik suara. Lelaki itu tersenyum ke arah Hyeri, memamerkan deretan giginya yang rapi. Hyeri tersenyum senang, rasanya seperti mimpi bisa bertemu lagi dengan malaikat yang turun dari langit. Malaikat yang sangat bersinar.

“Kau terlihat bahagia,” lelaki itu mencondongkan tubuhnya ke arah Hyeri lalu berbisik “bagaimana jika kau mentraktirku?” lanjutnya.

Lantas sepulang kerja, Hyeri dan lelaki itu bertemu. Duduk di pinggiran air mancur di taman kota, meneguk minuman soda dalam kaleng yang dibeli Hyeri.

“Jadi, kau senang bekerja di sana?” tanya lelaki bermata besar itu.

“Itu memperpanjang hidup kami.” Jawab Hyeri sekenanya.

Si mata besar terkekeh, lalu menaruh kaleng sodanya. “Maafkan Key, dia tidak bermaksud melakukan hal seperti itu,” terangnya, wajahnya memberenggut sedih.

Gwaencanhayo, kau tidak usah seperti itu, Minho-ssi. Bahkan si sombong itu sama sekali tidak meminta maaf padaku.” Hyeri lantas terkekeh, seketika mengingat lagi si mata rubah yang begitu congkak. Membuatnya ingin meninju lelaki itu jika saja ada di hadapannya.

“Key orang baik, hanya saja saat itu suasana hatinya sedang buruk.”

“Jika tidak bisa mengendalikan emosinya, berarti dia bukan orang baik, Minho-ssi.”

Minho tidak menanggapi, ia hanya terkekeh lalu meneguk lagi Cola-nya.

Hening. Selama beberapa menit keheningan menguasai keduanya. Hyeri merasa canggung, ia tidak punya topik untuk dibicarakan dengan si mata besar dan jujur saja suasana seperti ini membuat jantungnya mulai berdebar tak karuan.

“Euh, Hyeri-ssi,” Minho kembali membuka pembicaraan setelah menghabiskan Cola-nya. Hyeri menoleh. “Bisakah kau membantuku?” pintanya, membuat Hyeri mengernyitkan dahi.

Bagi Hyeri, di dunia ini hanya ada dua alasan bagi si menang untuk meminta bantuan pada si kalah. Pertama, karena si menang tidak mau mengerjakan pekerjaan-pekerjaan kecil yang seharusnya bisa ia kerjakan sendiri demi kelangsungan hidupnya. Yang kedua adalah jika si menang kalah oleh si kalah. Ah! Pilihan kedua memang sulit dijelaskan. Bagaimana bisa si menang kalah oleh si kalah? Tapi dalam beberapa situasi, analogi bodoh itu berlaku.

“Jika aku bisa membantumu, pasti akan kubantu.”

Sesaat Minho hanya diam, menatap Hyeri sambil menggigit bibir bawahnya. Menunjukkan bahwa sebuah pergulatan kecil tengah berlangsung dalam pikirannya. Sementara Hyeri tetap menatap Minho, menunggu lelaki itu mengatakan apa yang harus Hyeri bantu.

“Euh, lusa… teman baikku mengadakan pesta. Aku…” Minho menggantungkan kalimatnya, menatap Hyeri sedikit ragu. “Aku… tidak punya teman. Maukah kau menjadi temanku?” Minho mendesah, akhirnya kalimat panjang itu bisa ia ucapkan.

Hyeri terkekeh, “Hei! Bukankah sekarang aku sudah jadi temanmu?” guraunya.

“Tentu saja, tapi maksudku bukan seperti itu, Hyeri-ssi-“

Arasseo, kau memintaku untuk menjadi teman kencanmu di pesta itu, ‘kan?”

“Jika kau tidak keberatan.” Sambar Minho cepat, lalu memalingkan wajahnya dari Hyeri.

Hyeri tersenyum kecil, ia suka sekali melihat gerak-gerik Minho yang seperti itu. Bagaimana ia tersenyum malu seperti tadi. Ah! Andai saja Minho benar-benar akan menjadi pangeran berkuda putihnya suatu hari nanti, pikir Hyeri.

“Sebenarnya, aku tidak keberatan. Tapi, aku tidak punya pakaian bagus untuk datang ke pesta,” Minho kembali menatapnya. “Aku.. jarang sekali pergi ke pesta.” Hyeri mengangkat kedua tangan sebatas bahunya.

“Soal itu serahkan saja padaku, eoh?” Ekspresi wajah Minho kini berubah, seulas senyum menawan kembali menghiasi wajah tampannya.

Hyeri hanya mengangguk sambil tersenyum kecil. Jantungnya tak henti berdebar kencang. Ini seperti sebuah mimpi indah, di mana ia akan pergi bersama malaikat tampan yang pernah ada. Sungguh, Hyeri tak bisa menunggu lebih lama lagi hingga hari itu tiba.

***

Hari yang ditunggu tiba, Hyeri baru saja menyelesaikan shift malamnya saat si mata besar telah menunggunya di depan mini market. Lelaki itu bersandar pada kuda hitamnya, melipat kedua tangan di depan dada, lalu tersenyum saat melihat Hyeri ke luar. Sungguh! Hyeri merasa ia tengah berada dalam negeri dongeng, di mana pangeran tampan jelmaan malaikat langit tengah jatuh cinta padanya.

“Kita punya waktu dua jam lagi. Kuharap waktunya cukup.” Terang Minho saat keduanya telah berada dalam mobil. Minho menginjak gas, melesat menuju sebuah gedung dengan banyak lampu terang dan bermacam-macam hiasan.

Hyeri sempat terpana saat Minho telah menepikan mobilnya. Seorang petugas valet parking bahkan telah menghampiri mobil Minho, tapi Hyeri masih tenggelam dalam kekagumannya.

“Hyeri-ssi, kita sudah sampai.” Minho melambaikan tangannya ke hadapan Hyeri.

“Oh! Minho-ssi, kita-“ Hyeri belum sempat melanjutkan kalimatnya saat Minho menariknya keluar mobil. Minho terus membawanya ke dalam gedung tanpa menunggu Hyeri mangatakan apa pun.

Hyeri hanya bisa diam, kedua matanya memperhatikan tangan kanannya yang digenggam Minho. Jantungnya mulai berdebar tak karuan, tangan Minho terasa begitu hangat. Sungguh! Ia benar-benar jatuh cinta pada si mata besar Minho.

Keduanya melalui beberapa counter yang menjual pakaian dan sepatu. Juga beberapa counter yang menjual kosmetik. Mata Hyeri berbinar, mungkin ini pertamakalinya ia menjejakkan kaki ke dalam hypermarket seperti ini. Ada begitu banyak counter yang menjual berbagai macam produk berbeda, setiap counter memiliki konsep warna yang berbeda. Warna yang begitu cantik dan mempesona. Oh! bahkan para pelayannya pun begitu cantik, mengenakan pakaian resmi seperti orang kantoran dengan rambut digulung rapi ke belakang. Hyeri lantas memanjakan kedua matanya dengan barang-barang yang dipajang dalam etalase, ada begitu banyak benda cantik berkilauan. Seperti dalam mimpi! Lalu tanpa sadar, senyuman itu mengembang di wajahnya. Sepertinya memang menyenangkan menjadi pemenang dalam rimba ini, pikir Hyeri.

Lamunan Hyeri buyar saat mereka tiba di sebuah toko kecil di sudut gedung. Toko itu menjual pakaian-pakaian pesta. Minho meminta Hyeri duduk di dekat ruang ganti, sementara lelaki itu pergi entah ke mana. Hyeri tidak banyak bicara, menuruti apa yang dikatakan Minho. Sementara matanya tak henti menjelajah pakaian-pakaian cantik yang terpajang di dalam toko. Ada begitu banyak pakaian cantik berwarna-warni, semuanya begitu indah. Membuat Hyeri tak henti berdecak, andai saja ia bisa mencoba satu persatu pakaian yang ada di sana, ia yakin ia akan melupakan betapa kerasanya hidup menjadi si kalah.

Hyeri lantas berjalan menghampiri sederet pakaian yang digantung tak jauh dari ruang ganti. Semuanya cantik, tapi lantas tangannya meraih dress putih tanpa lengan dengan detil renda di bagian dada. Hyeri tersenyum kecil, sedikit ragu, tapi akhirnya memberanikan diri menempelkan dress itu pada tubuhnya sambil menatap cermin. Cantik! Pikirnya. Ia lalu memutar tubuhnya, membiarkan bagian bawah dress itu tertiup udara, lalu memutar lagi tubuhnya sambil tersenyum kecil.

“Nona, dress ini cantik. Mau mencobanya?” tanya seorang pelayan yang sedaritadi menunggu di dekat ruang tunggu.

“Oh!” lamunan Hyeri buyar. “Emm.. aku…” Hyeri menggigit bibir bawahnya. Sudah jelas ia ingin mencobanya. Hanya saja, apa yang akan ia lakukan setelah mencoba dress itu dan tidak membelinya?

“Bagaimana jika Anda mencobanya terlebih dulu?” tawar si pelayan lagi. Hyeri diam, ia masih menimbang, mungkin tidak akan apa-apa jika ia mencobanya sebentar, toh ada Minho yang akan melindunginya saat ia mengatakan tidak akan membeli dress itu.

“Oh! Baiklah.” Akhirnya Hyeri mengikuti pelayan itu ke ruang ganti.

Tapi, baru saja ia hendak masuk ke ruang ganti, Minho telah datang dengan setumpuk dress di tangan kanan dan kirinya. “Hyeri-ssi, kau coba ini semua.” Ucap Minho, membuat Hyeri terbelalak. Hyeri begitu senang, Minho membawa begitu banyak dress yang harus dicoba oleh Hyeri. Sungguh! mencoba satu dress-pun sudah membuatnya was-was sekaligus setengah mati, dan sekarang Minho datang meminta Hyeri mencoba dress yang entah berapa jumlahnya.

Hyeri mencoba satu persatu dress yang dibawa Minho. Baginya, setiap dress yang ia coba terlihat begitu cantik. Tapi lagi, Minho menggelengkan kepalanya saat Hyeri baru selesai memakai satu dress. Membuat Hyeri merasa kesal. Ia hanya memberenggut, tak berani melancarkan protes pada Minho. Toh bukannya ia sendiri yang merasa senang mencoba semua dress yang dibawa Minho?

Hyeri memaksakan seulas senyum setelah mengenakan dress -entah keberapa- berwarna ungu pucat. Dengan model tube cone sebatas lutut, di mana bagian bawahnya berbentuk seperti tiga rok yang ditumpuk. Bahannya begitu halus dan sedikit tipis, bagian dadanya berbentuk seperti hati dengan kerut-kerut di seluruh bagiannya. Hyeri memutar tubuhnya seperti yang sudah-sudah, membiarkan Minho menilai pakaian itu.

“Cantik sekali!” gumam Minho. Ia lantas beranjak dari kursinya dan menghampiri Hyeri.  “Benar-benar cantik!” gumamnya lagi, membuat Hyeri tertunduk malu.

“Menurutku, semua pakaian yang telah kucoba sangatlah cantik, Minho-ssi-“

“Bukan pakaiannya, tapi kau, Hyeri-ssi.” Potong Minho. Kini kedua tangan Minho berada di bahu Hyeri, memutar tubuh gadis itu menghadap cermin. “Look! Kau cantik sekali, bukan?”

Hyeri mengangkat wajahnya, menatap pantulan dirinya di cermin. Ia memang terlihat cantik dengan dress itu. Tapi baginya, yang membuat ia begitu cantik adalah keberadaan Minho di belakangnya. Keberadaan malaikat tampan tanpa cela yang kini memegang kedua bahunya. Kedua mata Hyeri berbinar, ini seperti dalam dongeng. Seekor itik buruk rupa menjelma menjadi angsa cantik. Dan malaikat itu, menjelma menjadi pangeran tampan bertubuh jangkung dan mata besar. Pangeran idaman seluruh wanita di dunia.

“Oh! Benar! Dress ini yang membuatku cantik, Minho-ssi.” Hyeri berusaha untuk tidak terbang terlalu tinggi. Ia tahu, setelah pesta usai, Cinderella akan kembali menjadi gadis miskin.

“Aku ambil yang ini!” ucap Minho pada si pelayan.

Perjalanan mereka berlanjut menuju toko tak jauh dari sana. Sebuah toko kosmetik yang menyediakan jasa seperti salon kecantikan untuk merias para pelanggannya. Sementara Minho berbicara dengan si penata rias, Hyeri hanya bisa terkagum-kagum melihat begitu banyak jenis kosmetik yang dikemas dengan elegan. Ia yakin, harga blush on berwarna orange itu lebih mahal dari gajinya sebulan di mini market.

Hyeri masih asyik memperhatikan berbagai macam kosmetik saat Minho menghampirinya bersama seorang penata rias. Minho tidak mengatakan banyak hal, ia meninggalkan Hyeri bersama penata rias tadi.

“Nah, sudah selesai. Aigo! Cantik sekali!” puji si penata rias. “Sekarang, kau boleh bercermin.” Ia menyodorkan cermin bergagang pada Hyeri. Sedikit berdebar, Hyeri mengarahkan cermin ke hadapannya. Bersiap melihat seperti apa rupa si  itik setelah memakai topeng milik si angsa.

Nyaris saja Hyeri menahan nafas, ia tidak percaya pada apa yang dilihatnya. Pantulan yang ada dalam cermin seperti orang lain yang belum pernah ia kenal sebelumnya. Begitu cantik dan mempesona. Ia masih terkagum-kagum pada pantulan dalam cermin saat suara lembut itu membuyarkan lamunannya.

“Nah, Tuan putri, sekarang pakailah sepatu kacamu.”

Hyeri lantas menoleh ke sumber suara, mendapati lelaki bermata bulat itu membawa sepasang sepatu cantik berwarna putih dengan hiasan berbentuk pita cantik di bagian depannya. Minho lantas memberi kode pada penata rias tadi untuk melakukan sesuatu dan kursi yang diduduki Hyeri menjadi lebih tinggi, membuat kedua kakinya menggantung di udara.

Minho lantas membungkukkan tubuhnya, lalu berdiri dengan lutut kanannya. Satu persatu, ia memakaiakan sepatu pada kaki Hyeri. Persis seperti di negeri dongeng. Minho lalu bangkit, mengulurkan tangan kanannya pada Hyeri. Gadis itu hanya bisa terkagum-kagum, ini benar-benar mimpi indah. Ia dan Minho seperti putri dan pangeran.

Malam ini, Hyeri akan melupakan bahwa dirinya adalah si kalah, ia akan melupakan bagaimana kerasnya hidup menjadi si kalah, ia juga akan melupakan  bahwa dirinya hanya seekor itik buruk rupa yang memakai gaun milik si angsa.

***

Gedung mewah itu dipenuhi banyak orang. Lampu-lampu terang menyala di setiap sudut, musik pun tak henti mengalun. Berbagai jenis makanan telah di hidangkan di atas meja panjang, di mana setiap orang yang datang diperbolehkan mengambil sesuka hati. Champagne dan jenis minuman keras lainnya ikut serta menghiasi meja.

Dengan jantung berdebar, Hyeri keluar dari mobil. Tangan kanannya tak lepas dari genggaman Minho. Sepanjang perjalanan, Hyeri hanya diam. Minho tahu bahwa gadis itu merasa gugup atau mungkin takut. Maka, ia berjanji untuk tidak meninggalkan gadis itu selama pesta berlangsung.

“Selamat datang, Tuan Choi.” Seorang penjaga pintu masuk membungkukkan tubuhnya saat Minho dan Hyeri tiba di pintu masuk.

“Kibum sudah datang?” tanya Minho.

“Tiga puluh menit yang lalu, bersama Nicole-ssi.” Terang si penjaga pintu.

Tak banyak bicara, Minho membawa Hyeri ke dalam ruangan pesta. Lagi, Hyeri terkagum-kagum akan apa yang ada di hadapannya. Apakah ini pesta pernikahan? Pikir Hyeri. Semua orang mengenakan pakaian yang rapi dan formal. Setiap gadis yang ada di sana mengenakan dress cantik berwarna-warni. Rambut mereka ditata begitu cantik. Lantas matanya liar mencari-cari pengantin pria yang biasanya menyambut tamu di dekat pintu masuk. Tapi nihil, tak ada pria yang terlihat seperti pegantin berdiri di dekat pintu masuk.

Hyeri begitu gugup, ia bahkan tidak bisa melangkahkan kakinya. “Tenang saja, ada aku di sini.” Minho mengeratkan lagi genggamannya pada Hyeri, berusaha membuat gadis itu tenang di tengah ketakutannya.

Keduanya kembali melangkah, baru beberapa langkah saat beberapa orang lelaki menghampiri Minho. “Hai Minho! Kau sudah datang rupanya. Oh! Dia pacarmu?” lelaki berambut cokelat terang dengan pipi penuh menghampiri mereka.

“Jinki hyung! Oh! Perkenalkan, namanya Min Hyeri.” Minho melepas genggaman tangannya pada Hyeri, mempersilakan Jinki berkenalan dengan Hyeri.

“Min Hyeri.”

“Namaku Lee Jinki, tapi panggil saja aku Jinki.” Jinki berjabat tangan dengan Hyeri. “Kau, pacar Minho?” Jinki menyipitkan mata sabitnya ke arah Hyeri, berusaha menginterogasi.

Hyeri terkejut, lantas menatap Minho bingung. “Euh… bukan… aku-“

“Jangan menanyainya seperti itu, Hyung. Kelihatannya ia belum terbiasa menjadi pacar Choi Minho.” sebuah suara di belakang Jinki menyita perhatian ketiganya. Lantas mereka menatap si sumber suara.

Seorang lelaki jangkung berambut kemerahan berjalan ringan ke arah mereka. Tangan kirinya ia masukkan ke dalam saku celana, sementara tangan kanannya sibuk menggenggam goblet berisi champagne.

Annyeonghaseyo, aku Lee Taemin. Senang bertemu denganmu.” Taemin lantas mengulurkan tangannya seperti pangeran yang menganjak seorang putri berdansa. Sedikit ragu, tapi lantas Hyeri mengulurkan tangan kanannya. Taemin menyambutnya sumringah, lalu mengecup punggung tangan Hyeri. “Kau cantik sekali. Siapa namamu tadi?” Taemin menatap Hyeri.

“Yaa! Dia itu pacar Minho, kau masih mau bermain-main? Dasar playboy!” Jinki memukul kepala Taemin. Membuat lelaki cantik itu mengerang. Ia lantas melepas tangan Hyeri dan mengelus kepalanya.

“Kasar sekali!” keluh Taemin.

“Maaf, Hyeri-ssi. Anak kurang ajar ini masih hangover sepertinya. Kurasa ia harus masuk panti rehabilitasi pecandu pesta dan wanita.” Terang Jinki datar. Membuat Taemin memanyunkan bibirnya kesal.

“Oh! gwaencanhayo, Jinki-ssi,” Hyeri lantas melirik Taemin yang masih cemberut. “Oh! namaku Min Hyeri, senang bertemu denganmu, Taemin-ssi.” Ia lalu tersenyum ke arah Taemin.

“Oya, mana Minhee?” Minho mengalihkan pembicaraan, matanya mulai menjelajah seisi gedung.

Jinki dan Taemin ikut-ikutan mengedarkan pandangannya mencari sosok yang dicari Minho.

Oppa! Kenapa baru datang?” tiba-tiba sebuah suara manja muncul dari belakang Minho. Si pemilik suara lantas berjalan mendekati Minho hingga mereka berhadapan.

“Oh! Minhee-ya, saeng il chukhae. Maaf, oppa masih ada pekerjaan tadi.” terang Minho, lantas ia memeluk Minhee. Hyeri diam, seharusnya ia merasa baik-baik saja saat gadis bernama Minhee itu memeluk Minho. Tapi kenyataannya, ada sesuatu yang membuatnya tidak nyaman. Cara Minhee memeluk Minho terlihat berbeda. Gadis itu mengalungkan kedua tangannya di leher Minho, berjinjit untuk bisa mencapai tinggi badan Minho. Lantas menyandarkan kepalanya manja di leher Minho, memejamkan mata sambil menghirup aroma tubuh Minho. Jadi, siapakah sebenarnya gadis ini? pikir Hyeri.

“Ah! Tidak adil! Ini kah hari ulangtahunku, harusnya oppa tidak pergi bekerja!” Minhee melepas pelukannya dari Minho, lalu mulai cemberut sambil melipat kedua tangan di depan dadanya.

“Maaf, oppa tetap harus bekerja. Jangan cemberut begitu, yang penting oppa sudah datang, kan?” Minho tersenyum, lantas mengelus rambut indah Minhee.

Minhee berdecak, mendelik ke arah Minho, berpura-pura masih marah, “Geurae, tapi malam ini oppa tidak boleh pulang!” pintanya manja.

“Hei hei! Mana boleh seperti itu, Nona cantik? Kau tidak lihat apa oppa tampanmu itu sudah menggandeng pacar?” sela Jinki, membuat Hyeri tiba-tiba terlihat di mata Minhee.

Minhee lantas menatap Hyeri dari ujung rambut hingga kaki, wajah manja yang sedari tadi ditunjukkan Minhee hilang, berganti dengan tatapan tajam. “Oh! Maaf aku baru menyadari keberadaanmu.”

“Oh! Gwaencanhayo. Annyeonghaseyo, aku Min Hyeri.” Hyeri membungkukkan tubuhnya, lalu mengulurkan tangannya.

Tatapan tajam Minhee hilang, kini ia tersenyum manis. “Annyeonghaseyo, aku Choi Minhee,” ia menyambut tangan Hyeri lalu berjabatan. “Benarkah kau pacar Minho oppa?” tanyanya sinis.

“Oh! Ani! Itu-“

“Minhee-ya, jangan seperti ini!” ucap Minho tegas.

“Dia belum selesai bicara, Oppa.” Minhee mendelik ke arah Minho, lalu kembali menatap Hyeri seolah meminta Hyeri melanjutkan kalimatnya.

“Aku dan Minho-ssi-“

“Minho-ssi?” sambar Minhee, gadis itu mencibir.

Kakaknya sudah sering membawa gadis dan memperkenalkannya sebagai kekasih. Tapi semua nya hanya gadis bayaran untuk menjadi kekasih Minho di hadapan Minhee. Mereka akan bergelayut manja pada Minho di depan Minhee, menunjukkan seberapa akrabnya mereka sebagai kekasih. Tapi kali ini lain, gadis yang dibawa Minho terkesan begitu sopan dan canggung pada Minho. Minhee tau, Minho sedikit pendiam dan akan bersikap sangat sopan pada lawan jenis. Kini jantung Minhee berdebar tak karuan, seperti ada lubang kecil yang lama-lama menjadi besar dan terasa perih. Perlahan hatinya tiba-tiba mengiyakan bahwa gadis bernama Min Hyeri ini benar-benar kekasih Minho.

Hyeri terdiam, tidak melanjutkan kalimatnya karena merasa ada yang salah saat Minhee mengulanginya.

“Kau memanggil kakakku dengan Minho-ssi?” tanya Minhee lebih jelas.

Hyeri kembali diam, lantas melirik Minho. Ia tidak mengerti ke mana arah pembicaraan Minhee yang kini ia tahu adalah adik Minho.

“Minhee-ya geumanhae! Ini hari ulangtahunmu!” Lagi, Minho berkata tegas. Membuat Hyeri bingung, tidak mengerti apa yang sedang terjadi.

Minhee tidak menggubris ucapan Minho, gadis jangkung itu mendekati Hyeri. “Kau benar-benar berpacaran dengan kakakku? Sejak kapan? Bagaimana dia menyatakan perasaannya padamu? Apa kau yakin ia tulus?” serentetan pertanyaan itu menghujani Hyeri, membuat gadis itu kebingungan setengah mati.

“Minhee-ya geumanhae! Ini tidak lucu!” kali ini Minho membentak Minhee.

“Eoh? Bagaimana? Kau harus menjawab pertanyaanku, Hyeri-ssi. Benarkah kau dan kakakku berpacaran? Apa saja yang sudah kalian lakukan? Oppa pernah menciummu? Memelukmu? Kalian pernah ti-“

“Hei MInhee-ya ini keterlaluan! Hyeri-ssi baru saja tiba, biarkan ia mempersiapkan diri untuk bertarung denganmu.” Celetuk Jinki. Lantas lelaki itu terkekeh, meraih goblet berisi wine dari baki yang dibawa pelayan yang melintas di antara mereka.

Hyeri menatap Jinki, mempertanyakan apa yang dimaksud Jinki dengan bertarung dengan Minhee. Ia bahkan baru mengenal Minhee, mengapa ia harus bertarung dengannya? Pikir Hyeri.

“Maaf, Minhee-ssi, aku tidak mengerti apa yang sedang kalian bicarakan.” Hyeri berusaha memperbaiki suasana yang terasa tidak menyenangkan.

Minhee terkekeh sambil memalingkan wajahnya. Apa yang dipertanyakan Hyeri memperkuat anggapannya bahwa Hyeri benar-benar kekasih Minho. “Hyeri-ssi, oppa tidak mengatakannya padamu?” tanya Minhee. “Jika kau mengira bahwa kami adalah adik kakak, kau salah-“

“Minhee-ya geumanhae!” sambar Minho, lelaki itu terlihat mulai naik darah. Tapi nyatanya, itu membuat Minhee senang.

“Aku dan Minho oppa punya hubungan yang lebih dari itu. Kami saling mencintai seperti wanita dan lelaki dewasa. Oh! mungkin Minho oppa belum memberitahumu bahwa kami bukan saudara kandung. Ka-“

“Minhee-ya, kembali pada teman-temanmu!” bentak Minho. Ia mulai kehabisan kesabaran.

“Bagaimana menurutmu, Hyeri-ssi? Apa kau masih akan tetap menjadi pacar oppa-ku?”

Hyeri hanya diam. Apa-apaan ini? Tidak! Mereka tidak saling mencintai. Hyeri tahu, hanya Minhee yang mencintai Minho. Jadi, itu alasannya Minho mengajak Hyeri ke pesta ini? hanya untuk memamerkan dirinya di hadapan adiknya yang sakit jiwa ini? pikir Hyeri. Sedikit kekecewaan mulai menderanya, di balik sikap manis Minho dua jam ke belakang, saat Minho menggandeng tangannya, dan saat Minho mengatakan akan tetap ada di sisi Hyeri sepanjang pesta. Itu semua scenario yang telah dibuat Minho.

Hyeri memang merasa kecewa, tapi lantas tersenyum kecil. Meski ia mengenakan gaun milik angsa yang cantik, ia tetaplah si itik buruk rupa, Cinderella yang miskin. Lagipula, ia sendiri yang bersedia membantu Minho. Tidak seharusnya ia kecewa. Karena memang seperti inilah hidup si kalah.

“Minho-ssi, aku mau pulang.” Hanya itu yang terpikirkan oleh Hyeri.

“Jinki hyung, tolong temani Hyeri sebentar.” Ucap Minho, lantas ia menarik Minhee menjauh. Tapi gadis itu tetap di tempatnya, seolah kedua kakinya tertancap di sana.

Sirheo!” teriak Minhee. Ia mengibaskan tangannya.

“Minhee-ya geumanhae! Jangan seperti ini! Kita akan bicara di belakang, eoh?” Minho melunak, membujuk Minhee untuk tidak membuat mata semua tamu tertuju pada mereka.

“Aku bukan anak kecil, Oppa! Bukankah aku sudah mengatakannya padamu? Aku menyukaimu, Oppa. Mengapa kau tak pernah berhenti membawa gadis yang berbeda ke hadapanku?” keluh Minhee.

“Sshhtt! Kita akan bicara di belakang, tidak di sini, ara?” Minho lantas menyeret Minhee. Tangannya menggenggam erat tangan kanan Minhee. Ia tidak peduli saat adiknya berontak, atau saat mata yang mereka lewati memeperhatikan. Yang ia inginkan saat ini adalah membawa Minhee menjauh dari para tamu.

***

Hyeri duduk di kursi kayu di dekat kolam renang. Kedua matanya menatap air dalam kolam yang memantulkan warna-warni terang dari lampu. Pikirannya menerawang, dan tiba-tiba saja merasa dirinya begitu bodoh. Ia baru saja mengenal Minho, lebih tepatnya karena lelaki bermata besar itu menyelamatkan hidupnya. Tapi, itu tidak berarti ia boleh menerima ajakan seperti ini dari Minho. Ia bukan siapa-siapa dan lantas memicu keributan antara Minho dan adiknya yang sakit jiwa itu. Hyeri lalu terkekeh, mengingat lagi apa yang diucapkan Minhee. Adik yang menyukai kakak tirinya. Tidak ada yang salah, lagipula mereka tidak punya hubungan darah sama sekali. Tapi kelihatannya Minho…

“Maaf menunggu, ini orange juice.” Lelaki bermata sipit itu menyodorkan gelas berisi orange juice pada Hyeri.

Gomawoyo, Jinki-ssi.” Hyeri meraih gelas itu, lalu mulai menyeruputnya. Sementara Jinki duduk di kursi di samping Hyeri, meneguk wine dalam goblet-nya.

“Kau terkejut? Atau merasa bersalah?” tanya Jinki tiba-tiba.

“Eh?”

“Kelihatannya kau mengalami shock karena kejadian tadi,” Jinki tertawa. “Lagipula, kurasa kalian memang berpacaran. Sudah berapa lama?” tanya Jinki.

Hyeri diam, menahan gelas yang nyaris menyentuh bibirnya. Ia belum sempat mendiskusikan hal ini dengan Minho dan semua orang telah mengira Hyeri adalah kekasih Minho. “Jinki-ssi, aku dan Minho-ssi, sebenarnya… sebenarnya kami hanya berteman.” Terang Hyeri akhirnya. Setidaknya itu membuatnya merasa lebih baik, meski pada kenyataannya ia senang jika semua orang menganggap dirinya dan Minho berpacaran.

Jinki kembali terkekeh, lalu meneguk lagi wine-nya.  “Minhee benar! Insting wanita yang sedang jatuh cinta memang tidak pernah salah dalam mendeteksi lawan. Baiklah, aku bukan tipe orang yang suka memaksa,” Jinki menatap Hyeri. “Aku akan menunggu sampai salah satu di antara kalian mengakuinya.” Lanjutnya, lalu kembali meneguk wine.

Hyeri diam, rasanya percuma menjelaskan panjang lebar pada Jinki. Kecuali dia menceritakan bahwa dirinya hanyalah seorang pelayan café yang diselamatkan Minho karena kekejaman si mata rubah yang congkak.

“Euh.. Jinki-ssi, apa yang terjadi antara Minho dan Minhee? Mereka saudara tiri ya?” tanya hyeri was-was. Ini hal baru baginya. Ia berasal dari keluarga miskin, dan jarang sekali menemukan adanya saudara tiri. Hyeri rasa, itulah yang membuat si kalah berbeda dengan si menang.

“Oh! Minho benar-benar tidak menceritakannya padamu ya? Tidak perlu ragu lagi! Kalian memang berpacaran rupanya.”

“Jinki-ssi!”

“Oh! Minhee adalah adik tiri yang dibawa istri baru appa Minho.  Usia Minhee baru 14 tahun saat ia pindah ke rumah Minho. Meski saudara tiri, tapi Minho sangat perhatian pada Minhee, melindungi dan mencintai layaknya seorang kakak pada adik,” Jinki meneguk lagi wine-nya. “Tapi rupanya Minhee mengartikan perhatian Minho lain dari yang seharusnya. Well, aku tahu ini bukan sepenuhnya salah Minhee. Bukankah semua orang tidak bisa menghindar dari cinta?”

Hyeri mengangguk. Kini ia sudah lebih paham dengan apa yang terjadi.

“Sejak mengetahui Minhee menyukainya sebagai lelaki, Minho mulai kelabakan. Ia tidak bsa menghilangkan seluruh cinta dan perhatian yang telah ia berikan. Dan dua tahun yang lalu, Minho rajin membawa gadis berbeda ke hadapan Minhee, memamerkannya sebagai kekasih,” Jinki terkekeh pelan. “Tapi rupanya insting Minhee sangat tajam, ia tahu bahwa gadis-gadis yang dibawa Minho hanyalah gadis bayaran untuk menjadi pacar sehari di hadapan Minhee. Tapi kali ini Minho benar-benar membawa kekasihnya. Kau lihat bagaimana Minhee marah tadi?”

Sejenak Hyeri hanya diam, meneguk lagi orange juice untuk membasahi kerongkongannya. Ia lalu menatap Jinki, “Apa Minho tidak mencintai adiknya? Maksudku, apa ia tidak menyukai Minhee sebagai wanita?”

Jinki diam, meneguk wine-nya sampai habis dan menaruh goblet ke atas meja di sampingnya. “Kami sudah membicarakan ini,” Jinki mengentikan kalimatnya, seperti tengah berpikir keras. “Kurasa Minho tidak menyukai adiknya sebagai wanita. Itulah sebabnya ia sering membawa gadis berbeda ke hadapan Minhee. Lagipula, jika Minho menyukainya, untuk apa ia repot-repot melakukan hal bodoh seperti ini? Maksudku, tidak ada yang salah jika ia menikahi Minhee. Mereka bukan saudara kandung dan tidak sepersusuan.” Terang Jinki panjang lebar.

“Ah! Geuroguna.” Hyeri hanya mengangguk.

“Eh, apa kau cemburu?” tanya Jinki.

“Oh! Ani! Aku ha-“

“Jinki Hyung!” suara itu tiba-tiba mengalihkan perhatian keduanya. Mereka lantas melirik ke sumber suara yang tengah melangkah menghampiri mereka. “Sedang menggoda gadis rupanya.” Tambah suara itu lagi.

Jinki bangkit dari kursinya, begitu juga Hyeri.

“Jangan sembarangan! Ini pacar Minho! Eoh, mana tunanganmu, Kim sajangnim?” Jinki lantas terkekeh. Kedengarannya ia sedang menyindir lelaki yang berjalan menghampiri mereka.

Lelaki itu makin mendekat, lampu-lampu terang yang memantul dari kolam renang perlahan membuat wajahnya semakin jelas. Senyuman di wajah Hyeri hilang, serta merta tubuhnya menegang, mencengkeram kuat gelas orang juice di tangannya. Dengan cepat ia membalikkan tubuhnya sebelum lelaki itu melihatnya dengan jelas. Sial! Ia lupa bahwa si mata rubah itu teman Minho. Bagaimana bisa ia tidak memperhitungkan keberadaannya di pesta ini? pikir Hyeri.

“Hei! Jangan menyindirku! Cepat atau lambat aku akan membatalkan pernikahan itu. Konyol sekali!”

“Haha… kemarilah Key, kau harus berkenalan dengan pacar Minho. Kali ini Minho serius!” terang Jinki antusia.

“Eoh? Benarkah?” Key merengsek mendekati Hyeri, kini berdiri di samping Hyeri. Sedikit menundukkan kepalanya agar bisa melihat Hyeri.

Annyeonghaseyo, Aku Key. Senang bertemu denganmu.” Key tersenyum sambil mengulurkan tangan kanannya untuk berjebatan.

Tapi Hyeri diam, ia semakin memalingkan wajahnya dari Key. Ia tidak tahu apa yang harus dilakukannya. Bukan masalah besar jika Key mengenalinya, hanya saja ia tidak pernah mau bertemu lagi dengan lelaki sombong yang telah menghancurkan hidupnya.

“Eoh, Annyeonghaseyo. Aku Key, sahabat Minho,” Key kembali menundukkan kepalanya agar bisa melihat wajah Hyeri. “Apa kau sakit?” tanyanya kemudian.

“Oh! Annyeonghaseyo. Senang bertemu denganmu.” Hyeri meyambut tangan Key, meski tetap memalingkan wajahnya.

“Hei, kau sakit, Hyeri-ssi?” tanya Jinki yang juga merasa aneh dengan perubahan sikap Hyeri.

“Siapa?” tanya Key.

“Mana boleh kau berkenalan tapi tidak menatap lawan bicaramu?” tanpa persetujuan Hyeri, Jinki memutar tubuhnya hingga ia benar-benar berhadapan dengan Key. Lalu Jinki memutar dagu Hyeri, hingga kini ia bisa menatap Key dengan jelas.

Hyeri membeku. Matilah! Key pasti mengenalinya dan akan menghinanya seperti yang sudah-sudah.

“Oh! Jadi, kau pacar Minho? Taemin benar, Hyung. Minho benar-benar mendapatkan pacar cantik yang sepadan dengannya.”

Hyeri terlonjak, serta merta kedua matanya membulat. Benarkah si mata rubah itu tidak mengenalinya? Ah! Pasti karena riasan hebat ini, pikir Hyeri. Inilah kesempatan baginya untuk melarikan diri sebelum si mata rubah menyadari kedoknya.

“Oh! Maaf. Aku harus ke kamar kecil.” Ucap Hyeri buru-buru. Ia lantas membungkukkan tubuhnya ke hadapan Jinki dan Key. Menaruh gelasnya dengan apik ke atas meja. Lalu dengan tenang melenggang meninggalkan keduanya.

“Hei! Excuse me, Miss,” tiba-tiba Key mencengkeram tangan kanan Hyeri. Lelaki itu berjalan mendekati Hyeri dan berdiri di hadapan Hyeri. Hyeri menunduk. “Sepertinya aku mengenalimu, Miss.” Lanjutnya, lantas menarik dagu Hyeri hingga mata mereka bertemu.

Hyeri terbelalak, Key menarik dagunya terlalu tinggi. Hingga kepala Hyeri mendongak sempurna. Kini jarak wajahnya dan wajah Key begitu dekat, bahkan ia bisa merasakan hembusan nafas Key menerpa wajahnya.

Key terkekeh pelan, lalu mendekatkan wajahnya ke wajah Hyeri. Berbisik di telinga kanan Hyeri, “Kau pelayan café itu, kan?” desisnya.

=TBC=

40 thoughts on “Excuse me, Miss – Part 2

  1. Andwee!! Minho,kau tidah boleh mengambil jodoh orang lain ! *sok tau*
    Sempet kesel ngebayangin sikap baiknya Minho ke Hyeri,coba itu abang konci,pasti udah melting sambil garuk2 tembok #eh?
    Tuuhh kan Nicole balik lagi buat gangguin hubungan orang. Untung aja abang konci mau ngebatalin pernikahannya.. Hohoho
    Aku kira abang konci ga ngenalin Hyeri. Ternyata dia inget.. Dikala Hyeri patah hati ama Minho,datanglah pangeran bermata rubah. Seru ni kayaknya. Walaupun udah kecolongan start sama Minho,kayaknya Kim sajangnim bisa ngejer ni.. Oppa fighting !!! ^^9

    Onnie,sengaja yaa TBC nya disitu? Super penasaran ni jadinya.. Lanjutannya jgn lama2 ya onn..hehe🙂

    • Calm down, Hwayong🙂
      so sweet-nya abang konci di simpen dulu buat part *ga tau part berapa*
      .hhe. sabar yaa. Abisan susah nih nyari karakter lain lagi buat jadi pengganggu *?* selain Nicole ^^v

      Eciyeehhh, Hawayong supporter sejatinya Key nih.hhe.

      Iya, TBC-nya memang sengaja di situ, biar penasaran *plaakkk*
      oKEY, gomawo ya. Part beriuktnya ga akan lama lagi ko😉

  2. lbh enak baca dgn sudut pandang yg sekarang. hehehe
    bener2 gaya penulisanmu yg udh sering kubaca.

    btw aku sedih sama hyeri di sini T.T
    gak tau knp, sedih aja gtu. kdg asa kasian. hiks hiks

    apakah akan trjadi cinta segitiga nih? atau jgn2 segiempat? atau bhkn segi bnyk? hehehe

    key bakal ngelakuin apa tuh sm hyeri? mau marahin hyeri lagi? emng pngn nonjok key. wkwkwk

    ditunggu lanjutannya

    • .hhe. ternyata nulisnya juga emang lebih enak yang begini ^^v

      hemm… kayanya bakalan cinta bersegi banyak deh *?* mudah2an ga bikin pusing jadinya.hhe.

      .hha. nanti barengan Hyeri aja nonjok Key-nya.hhe.
      gomawo, next part-nya ga akan lama lagi ko😉

  3. Aduh penasaran nih… cepet dilanjutin ya eon
    Apa yang akan terjadi dengan cinta segi 3 ini ya.
    Aduh ditunggu nih eon part selanjutnya.
    Cepetan ya eon
    Keep writing and Fighting Song Eunchan eonni ^^

  4. wadaaww XO hyeri dikenali..
    aku takut key ngebongkar rahasia :”
    aku serasa atut, jadi tegang nih ceritanya wkwk
    adduh pengen tau nih lanjutannya😄 jadi semakin seru!!! ditunggu eonn lanjutannya😀

  5. haduuuuhhh… kok key galak bgt ya…. tp jangan sampe hyeri sama minho…

    euncha sii makasih uda nglanjutin ff ini… hehe… ini ff yg paling kutungguu…
    ditunggu kelanjutannya ya.. fighting!!!!

  6. akhirnya lanjutannya keluar juga.. ^^
    yg kmrn itu serius sekalee, eonn. feel seru dari ceritanya baru bner2 terasa di bagian ini..
    knp sih minho selalu curi start dari Key, d Archangel juga s Hyeri suka ama Minho duluan… #usap2kepalaKey#
    tapi keren, deh. terutama cara beroukir dimana kalo jawabnya formal brrt pacar minho. mulai dari minhee sampe jinki pun mikir gtu… kekekekek…

    trus ga kebayang gimana suara sekseh Key waktu bilang ‘Excuse me, Miss…”
    itu rasanya bikin meltiing walaupun cuma bayangin doang. aduh, kenapa tbc-nya disitu…

    lanjut, eonn!!! keep writing! *Nunggu sambil guling2*

    • .hhe. part ini kayanya alur mulai berjalan yaa *?*
      kenapa coba? Minho bukan curi start ih *belain* tapi karena Hyeri-nya aja yang kenal Minho duluan *ngeles*

      Pasti seksi sekali! Jangan dibayangin, Bella. Lagi puasa ih *apa deh*

      oKEY, lanjutannya ga lama lagi ko. Gomawo, Bella😉

      • iy, sih, eonn… tapi pasti Heri punya perasaan ama Minho dulu baru ama Key, trus nnt perjuangan spy Key ama Hyeri bs nyatu tuh susaaaah bgt…. -_-

        lagi ga puasa, nih, eonn. jadi bisa bayangin sepuasnya, kekekekek… #plaak

        cepet lanjutinnya, eonn~~~~ #gaSabar #penasaran
        *guling2kelilingkamar*

      • .eheheheh. yang sabar yaa, Bella. namanya juga cinta sejati, pasti harus ada rintangannya *alesan*

        Yah, pantesan aja lagi g puasa, jadi bayanginnya sampe puas gitu.

        part 3 -nya udah publish ko, Bella. Silakan dibaca.hhe. ^^

  7. Nah, bagaimna kisah slanjutnya. ? Nantikan part brikutnya ya
    gomawo

    hehehe. . Mian eonni kata2 mu heyri pkai duluan jngan marah kidding kok.

    Dari awl bca ff ini jdi snyum2 ndri, tpi snyum itu hlang setelah baca “tiga puluh menit yq lalu brsama nicole ssi” aaaarrggghh. .
    Benarkan lgi2 nicole, knapa ya aku sepertinya brmusuhan skali sama nicole. .

    Dsini ada oranq bru minhee, klau dbaca trus namanya lucu. Tpi coment tntng minhee diabaikan dlu, cment na part dpart brkut aj, jdi part 3 nya cptan ya eonni

    • Ne, gwaencanha, Heyri. Makasih loh udah ngikutin ff ini, meski dibikin kesel dengan kehadiran nicole.hhe.

      Wah, HIgh five! Aku juga sepertinya bermusuhan dengan Nicole.

      Hee, kenapakah lucu baca nama Minhee? kan lucu gitu jadi kaya ‘Mini’ .hhe.
      oKEY, lanjutannya ga lama lgi ko. Thank u😉

  8. Eonni-ya~ mianhe baru sempat koment, baru ada kesempatan on di PC. dulu udah koment panjaaaaaannggggg banget di mobile, tapi tombol merah yang buat rejeck malah ke pencet, gendok banget sumpah, eh malah curcol

    Aigooo~ pangeran kodokku makin baik aja sama Hyeri, tapi inget ya kodok tampan! Hyeri hanya milik Key, walaupun Key disini masih nyebelinnya tingkat jidat onew(?), tapi Hyeri harus dengan Key, arraso (keukeuh)
    kamu mending cari yang lain aja ne! plaaakkkk

    aku ketawa sendiri pas bagian Hyeri gak ada kesempatan buat nyangkal, di serbu mulu sama Ontae dan Minhee,, ngebayangin wajah Hyeri yang bingung + gendok.ehhh xd
    lanjutkannn Eonni, aku tunggu Key nya tobat xd

    • Wah. gpp ko HIkma. santai aja..
      wah… itu mah gendok banget pastinya.kekekek.

      Wow! pendukung setia Key nih.hhe.
      Nantikan deh Key sama Hyeri nya.hhe.

      oKEY, gomawo yaa Hikma. Part 3-nya sudah publish ko😉

  9. Wah, andwae.. Key bkal nglakuin pa y ma hyeri? Bner2 bkin pnasarn nch! Ni ff critanya kykna g cm segitiga ja dch,tp brsegi2! Menegangkan..hehe..
    Lagi2 nicole jd pghalang key-ri couple nch.. Tp kykna g cm nicole dch, eumm..kr2 cpa lg y?
    Ending crita cinderellanya gmana nch?
    PENASARAAANNN..!!!
    Lebh baik Q lanjut dch, kbru mati pnasarn nch..
    Keep writing eun cha..

  10. Yah, tbc-nya kok pas bgt disitu sch Eun Cha😦

    Ngebayngin senyum Key di akhir itu, pasti seru kali yah. Senyum licik + lucu gimana gtu yah

    Next chpter🙂

  11. Wah! wah! momo telat baca..tau-tau udh ada part 2 sm part 3-nya😀
    hiii.hyeri sm key ajalah eonni.gk cocok kl sm minho😀
    oKEY,,momo.penasaran lanjutannya eonni..lansung ke part 3 ya eonni😀 *lambai2tangan :))

  12. penasarannnn….. #gigit jari
    jujur crita yg eonni buat keren”, alurnya nggak gitu” aja…. deabak deh buat eonni….
    untuk part ini kliatannya pengganggu hyeri banyak bgt yahh….

    fighting ya eon

  13. Hwaaaaa ini seruuuu!!!!!
    Pemikiranku soal cinta segitiga jgn2 bener. atau mungkin g cuma segitiga? hyeri suka minho. minhee suka minho. minho g tau suka siapa. key djodohin sm nicole (ngomong2 aku langsung senyum pas nemu nama nicole disini xD)
    Hyeri ketahuan key..eottokhaji??
    *lari ke part 3

  14. kl key benci ama hyeri kenapa sikapny jd manis gitu coba??
    si minong pula ada acara ninggalin hyeri segala, jadilah ketahuan key. aq bingung mau nulis komen panjang apa ya? soalnya dichap ini blm greget. kl udh greget pasti cerewet komennya keluar. lanjut!

  15. knp selalu trjadi cinta segi”an antara key-hyeri-minho?? wkwkkwk. mrk bertiga mmg selalu d takdirkan terlibat cinta segit”an.. wkwkwkwk..

    ngebayangin key.. pelislahh. si key dibayangan ak cwo yg ga trduga bgt,, bener” kebayang gmn dia ngomong “excuse me miss”.. hehhe

    baca lagii😉

      • dibayangan ak s key bilang’a dgn sexy english’a dia, gtu eon pkok’a.. muka’a yg nyebelin penuh dgn keplayboy’an di tambah tatapan mata’a yg runcing menusuk.. kwkwkk apasih ak th?? -,-?

        iya eon,, sbnr’a ak th ska bkin ff dr dlu.. cma ga berani ngpost gtu..
        ak th org’a agak bosenan.. kalo bkin ff, cma awal’a doank rada bagus kata”nya.. k blkang malah bngung mau nulis apa T_T

        mka’a sblm ak nulis ff ak sok baca” ff orla dlu, trmasuk ff’a eonni yg paling sangat menginspirasi.. wkwkwk

      • Waktu itu ada juga yang bilang ngebayangin Key pas bilang excuse me, Miss pasti seksi banget. Tapi aku ga kebayang masa? .hahah.

        Eh, naha atuh? sok di-post, nanti aku baca.
        Wah, ff aku mengisinpirasi. Terima kasih banyak yaa😉

  16. Wahh seruuuu~
    Minho malu2 bgt ngajak Hyeri kepesta Minhee kekeke sepertinya Minho suka sama Hyeri😀
    Key nyebelin yah:/ kyknya pensaran bgt sama Hyeri yg diajak Minho ke acara itu…hadeww
    #semangat baca lg🙂

  17. Yeeee yeeeee laaaa laaaa laaaaaaa….kibeom mti gaya kekekekekeke….ah key blang aje elu cmbru liat hyeri digandeng minong ono sking pnsarannya smpe dikjar ke kmar kcil..kjar dahhh kejar smpe lubang semut jga ga apa apa key wkwkwkwkw….minhye tu cma obsesi elu pi hti elu udah cndong ke
    hyeri…….n gee….knpaaa knpaaa #kunyah pchan kaca, knpa muncul nicole….oh my wow….nae sarang nae maeum jgan smpai ahrna ma nicole………,,, jinki ane ska peran elu……Song Eun Cha ssi thanks for this nice FF…..i’m really amused….excited….gomawo…

  18. Wah makin seru nih,,, ini bakalan ada cinta segita antara key minho sama hyeri ya??
    ceritanya gak ngebosenin nih.. seru (Y)🙂

Gimme Lollipop

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s