Excuse me, Miss – Part 3

excuse-me-miss

Part 3 – Savior

Main cast :

Kim Kibum [Key] | Min Hyeri | Choi Minho

Supporting cast :

The rest of  SHINee’s members | Choi Minhee (OC) | Nicole (KARA)

Author             : Song Eun cha

Length             : Sequel

Genre              :  Romance, Life, Friendship

Rating              : PG 15

Credit poster : Jiell

Gadis itu mendesah, kupingnya memerah, gejolak dalam dadanya terus bergemuruh, ocehan yang dilontarkan si mata rubah membuatnya tak bisa lagi menahan hasrat untuk melemparkan bogem mentah ke wajahnya.

“Jadi, berapa kau membayarnya, Minho-ya?” tanya Key lagi. Ia terlihat tidak sabaran karena Minho tidak menjawab pertanyaannya.

“Key sudahlah! Aku sudah cukup pusing dengan Minhee, sekarang aku sedang tidak ingin berdebat apa pun denganmu!” Minho menarik tangan Hyeri, berusaha meninggalkan Key seorang diri.

“Hei jangan main-main, Minho-ya!” Key mengejar keduanya, lalu menahan tangan Minho yang satunya lagi.

Langkah Minho dan Hyeri terhenti. Minho dan Key saling menatap tajam, seolah saling menghunuskan samurai dan bersiap untuk perang. “Lain kali saja, Key. Aku sedang tidak ingin bertengkar.” Ucap Minho malas. Lantas kembali menarik Hyeri.

“Kutanya berapa kau membayar pelayan ini?” Lagi, Key menahan langkah Minho.

Minho diam, ia memejamkan kedua matanya sambil menghembuskan nafas. Sepertinya lelaki itu berusaha meredam emosinya. “Geumanhae, Key! Dia bukan pelayan!” desis Minho. Kali ini ia mulai kehabisan kesabaran.

Key terkekeh, “Dia pelayan café itu, kan?” cecar Key.

“Tidak lagi karena kau yang membuatnya kehilangan pekerjaan! Tidak ingat?” Emosi yang sedaritadi dipendam Minho telah mencapai ubun-ubunnya dan bersiap untuk meledak.

Key diam, rahangnya mengeras. Apa yang diucapkan Minho terasa seperti sabetan samurai di lengannya. Tipis, tapi meninggalkan rasa perih yang menjalar ke seluruh tubuh. “Lalu kau memungutnya?” Key melempar tatapan sinis.

“Tutup mulutmu, Kim Kibum!” benar saja! Minho akan segera meledak. Ia tidak suka setiap kali Key melontarkan kalimat yang merendahkan Hyeri. Dalam benaknya, ia kembali memutar ulang hal apa yang baru saja menimpa Key. Lalu terkekeh pelan dalam hati, wajar saja jika Key menerima takdir seperti itu. Toh ia masih tetap lelaki egois yang tidak tahu bagaimana caranya menghargai orang lain. Ia hanya bisa memandang seseorang dari kelas sosialnya.

“Aku akan tutup mulut setelah kau menjawab pertanyaanku!”

Minho mendesah sambil memejamkan kedua matanya. Ia tidak memperkirakan bahwa membawa Hyeri ke pesta ulangtahun Minhee akan membawa dua bencana sekaligus. “Baiklah, apa pertanyaanmu?” akhirnya Minho mengalah.

“Berapa kau membayar gadis pelayan ini untuk menjadi pacar semalammu?” bisik Key tajam.

“Key, aku dan Hyeri-“

“YAA!!! KAU PIKIR APA YANG SEDANG KAU LAKUKAN, MANUSIA CONGKAK?” kalimat Minho terpotong saat Hyeri yang sedaritadi diam kini maju menghadang Key. Ia bahkan berjinjit agar wajahnya bisa sejajar dengan wajah Key. “KAU PIKIR KAU HEBAT DENGAN SEMUA YANG KAU PUNYA? KAU PIKIR KAU BISA TERUS MENGINJAK ORANG SEPERTIKU? KAU MASIH BELUM PUAS SETELAH MEMBUAT HIDUPKU BERANTAKAN? KAU MASIH INGIN MEMBUATNYA LEBIH BERANTAKAN? DASAR MANUSIA CONGKAK! LELAKI BRENGSEK! TIDAK PUNYA OTAK! IDIOT!” Kini kalimat terpendam itu rilis sudah tepat di depan wajah si mata rubah.

Mwo? Kau bilang apa? YAA! KAU TAHU SEDANG BERBICARA DENGAN SIAPA?” amarah Key tersulut dengan mudah. Ia mendekatkan wajahnya ke wajah Hyeri, seolah akan menelan Hyeri saat itu juga.

“Siapa? Siapa dirimu? Tuan congkak. Aku tidak takut. Apa yang akan kau lakukan? eoh?” Hyeri semakin menantang Key. Membuat Key geram.

Jinjja! Neo-“ tangan Key hendak menarik Hyeri saat Minho menahannya.

Geumanhae! Ini tidak lucu, Kim Kibum! Kita selesaikan besok. Ini antara aku dan dirimu, jangan bawa-bawa gadis ini!” bisik Minho tajam. Ia serius dengan ucapannya.

Sesaat hanya keheningan yang meliputi ketiganya. Sibuk dengan pemikiran masing-masing.

“Maaf, Hyeri-ssi. Tapi aku akan mengantarmu pulang sekarang.” Minho menarik tangan Hyeri perlahan. Membimbingnya untuk pergi meninggalkan Key. Terdengar desahan nafas Key yang sarat akan kemarahan saat keduanya berlalu begitu saja.

***

Waktu belum menunjukkan pukul 12 malam, tapi sihir Ibu peri telah hilang. Cinderella kembali menjadi gadis miskin. Lantas Cinderella menatap langit tanpa bintang, berbisik dalam hati agar suatu hari diberi kesempatan lain untuk menjelma menjadi putri cantik dan pergi bersama pangeran tampan.

“Hyeri-ssi, maaf untuk yang tadi.” Minho kembali dari kamar kecil, lalu duduk di bangku kayu di hadapan Hyeri. Lamunan gadis itu buyar.

“Oh! Gwaencanhayo. Aku hanya…” Hyeri terdiam, tangan kanannya mengepal, amarah itu kembali menguasainya. “Haha… rasanya aku ingin meninju Key.” lanjutnya sambil tertawa bodoh.

Arasseo, mianhae.” Gumam Minho. Ia menundukkan kepalanya, menatap taplak putih. Sebuah pergulatan hebat tengah berlangsung dalam kepalanya.

“Tidak usah meminta maaf padaku, Minho-ssi. Kau tidak punya salah,” seorang pelayan membawakan pesanan mereka ke atas meja. “Terimakasih.” Ucap Hyeri. Ia menatap Minho lagi, lelaki itu masih termenung menatap taplak meja. “Dwaesseo. Ayo kita makan. Yang tadi itu kita lupakan saja ya.” Bujuk Hyeri. Ia tahu, Minho sedang memikirkan adiknya.

Ne.” Minho tidak mengatakan apa pun lagi, lantas ia meneguk jus stroberinya. Memulai makan malamnya dalam diam.

Tidak ada yang bisa dilakukan Hyeri. Jika ia bertanya, sama saja artinya dengan berusaha ikut campur dalam urusan Minho. Lagipula, mereka baru saja saling mengenal. Maka, Hyeri memutuskan untuk menghabiskan makanannya. Perutnya begitu lapar karena makan malam yang terlalu larut ini. Padahal makanan yang dihidangkan di pesta tadi sepertinya enak, andai saja tidak terjadi insiden-insiden tadi, pikir Hyeri.

“Sepertinya kau sangat lapar.” Suara Minho membuyarkan lamunannya. Ia lantas menatap Minho.

“Apa?”

Minho terkekeh, raut kesedihan yang sedaritadi ditunjukkannya mulai sirna. “Kau seperti melamun, tapi cepat sekali melahap makanan. Kau mau pesan lagi?” tawar Minho.

Tentu saja kata ‘ya’ telah sampai di ujung lidah Hyeri. Tapi entah mengapa, ia merasa malu untuk mengatakannya. Lagipula, makanan yang baru ia pesan harganya sudah lebih dari cukup. Ia akan meneruskan makan di rumah jika masih ada kimchi dalam kulkas.

Hyeri belum sempat menjawab saat Minho telah memanggil seorang pelayan dan memesankan lagi makanan lain untuk Hyeri. “Hemm.. kau suka pasta? Ah! Ani! Nanti perutmu kembung. Bagaimana kalau kimbab tuna? Kau suka tuna?” Minho membolak-balik buku menu. “Ah! Ani! Kau bekerja seharian ini…hemm… aku pesan bulgogi dan Sundubu jjigae.” Ucapnya pada pelayan. Si pelayan telah mencatat pesanan dan berlalu.

“Eh, Minho-ssi, aku sudah kenyang.” Tentu saja itu bohong. Bahkan terlihat jelas di wajahnya, sebuah tulisan ‘bohong’ yang begitu besar.

Minho terkekeh, “Kau tidak usah malu denganku, Hyeri-ssi. Bukankah aku sudah berjanji untuk mentraktir makan?”

Hyeri membeku, seketika ia merasa dirinya begitu bodoh di hadapan Minho. Ia mengerang pelan, bisa-bisanya ia berbohong untuk urusan yang satu ini. “Oh! Kau benar! Aku sangat kelaparan. Kalau begitu, aku mau pesan yang lain lagi, eottae?” Hyeri mencondongkan tubuhnya ke arah Minho.

Minho tersenyum, “Pesan sesuka hatimu.” Ujarnya, membuat Hyeri bersorak senang. Lantas Hyeri memanggil lagi pelayan dan memesan makanan yang ia suka. Ah! Benar-benar seperti surga, pikir Hyeri.  Wajahnya begitu senang setiap kali melihat nama-nama menu yang bahkan belum pernah ia ketahui sebelumnya. Ia tidak menyadari bahwa diam-diam Minho menopangkan dagunya sambil memperhatikan Hyeri. Seulas senyum tersungging di wajah Minho.

***

Siang itu cukup terik, sudah beberapakali pintu lemari pendingin di sudut mini market dibuka-tutup. Dan ini kedua kalinya Hyeri memasok minuman ringan ke dalam lemari pendingin. Musim panas ini memang waktu yang paling tepat untuk menjual minuman dingin, terlebih lagi sekarang ini banyak sekali mereka yang menawarkan harga murah dengan rasa berkualitas. Membuat prospek penjualan minuman ringan sangat menguntungkan.

“Hyeri-ya, ada pelanggan di meja kasir. Ken sedang sibuk di gudang.” Teriak si pemilik mini market.

Neeee.” Hyeri beranjak dari hadapan lemari pendingin, menggeser kardus berisi minuman ringan yang belum sempat ia rapikan ke sisi lemari pendingin. Lalu beranjak menuju meja kasir. Dua kaleng bir telah berada di meja kasir. “Dua ribu li-“ kalimat Hyeri terputus saat ia melihat sepasang mata rubah menatapnya dari seberang meja, menatapnya sambil memegang dompet. Hyeri berdecak, takdir sungguh kejam. Bagaimana bisa ia bertemu lagi dengan makhluk congkak itu? Pikir Hyeri.

“Oh! Jadi sekarang kau bekerja di sini?” tanya Key dengan intonasi yang bagi Hyeri terdengar merendahkan.

“Anda ingin memakai kantong plastik?” tanya Hyeri, mengacuhkan pertanyaan Key.

“Tidak usah! Aku akan langsung meminumnya,” Jawab Key. “Jinjja! Kukira kau tidak punya pekerjaan setelah hari itu. Oh! tapi mini market ini cocok juga untukmu.” Key lalu terkekeh. Sangat menyebalkan!

“Terimakasih sudah berbelanja. Kembaliannya dua ribu lima ratus won. Kami tunggu kunjungan Anda berikutnya.” Ucap Hyeri dengan intonasi datar. Berusaha mengukir senyum palsu.

“Hei! Kau belum menjawab pertanyaanku! Ngomong-ngomong, ambil saja kembaliannya. Kelihatannya kau lebih memerlukannya dariku.” Ucap Key enteng.

Hyeri menghela nafas sambil memejamkan matanya. Sungguh! rupanya si mata rubah ini sudah bosan hidup, pikir Hyeri. Hyeri mengedarkan pandangannya ke sekitar, bosnya sedang tidak di dekat meja kasir, dan Ken sedang sibuk di gudang. Ini adalah kesempatan emas untuk melayangkan bogem mentah ke wajah si mata rubah, pikir Hyeri.

“Yaa! Yaa! Tidak usah sok jual mahal. Ambil saja kembaliannya.” Suara Key benar-benar mengganggu Hyeri. Ia tidak bisa lagi menahan amarahnya.

Lantas uang kembalian itu ia lemparkan ke arah Key, hingga berceceran ke lantai. Mata mereka kembali bertemu, si mata rubah melayangkan tatapan seperti hendak memangsa. Sementara Hyeri tersenyum puas dengan apa yang telah dilakukannya.

“Ada apa ini, Hyeri-ya?” bos mini market tiba-tiba menghampiri mereka. Ia menatap uang yang berceceran di lantai.

“Oh! Pelanggan ini terburu-buru, Sajangnim. Sampai-sampai menjatuhkan uang kembaliannya.” Terang Hyeri, ia tersenyum ke arah Key. Senyum paling menyebalkan yang ia punya.

Key berdecak, memalingkan wajahnya sekilas. “Benar! Aku sangat terburu-buru. Tapi pelayan ini tidak membantuku memungutnya.” Key menyeringai. Membuat Hyeri berdecak kesal, rupanya si mata rubah benar-benar mencari perkara.

“Oh! Cwisonghamnida. Biar aku bantu memungutnya.” Bos mini market berjongkok dan memungut uang kembalian yang tercecer di atas lantai. “Ini uang kembalian Anda. Kami tunggu kunjungan berikutnya.” Ucap bos mini market, lantas menyodorkan uang kembalian pada Key. Tapi lelaki itu bergeming, masih menatap Hyeri dengan seringai tajamnya.

Gomawo. Aku pasti akan berkunjung lagi ke mari.” Ucapnya tanpa sedikit pun mengalihkan pandangan dari Hyeri, seolah mengatakan pada gadis itu bahwa Key akan kembali menghantuinya.

Uang kembalian itu diraih Key secara asal, lalu memasukkannya ke dalam saku celana dan berlalu.

***

Lelaki itu berjalan gusar menuju mobil yang ia parkir di seberang mini market – di depan halte bus. Wajahnya memerah, dadanya naik turun menahan amarah. Dengan kasar membuka salah satu kaleng bir, lalu meneguknya penuh amarah. Lantas ia membanting pintu mobil dan duduk sambil meneguk bir tanpa ampun.

Gadis yang sedari tadi menunggu di dalam mobil menatapnya heran. Oh! bahkan mungkin lelaki itu lupa akan keberadaannya di dalam mobil. “Is there somethin’ wrong?” tanya si gadis penasaran.

Lelaki itu menoleh, baru sadar ia telah melupakan gadis yang menunggunya di dalam mobil. “Oh! Ini birmu.” Ia menyodorkan kaleng bir yang masih utuh, mengabaikan pertanyaan si gadis. Pikiran lelaki itu menerawang, menapaki lagi beberapa klise yang baru saja terjadi. Lantas ia terkekeh geli.

“Apa yang terjadi, Key?” Nicole –nama gadis itu- kembali bertanya.

Yang ditanya tetap diam, memandang ke luar jendela. Lantas ia meneguk birnya sampai habis, melempar kaleng ke waste bin di bawah dashboard. “Pakai sabuk pengamanmu, kita pergi sekarang.” Ucapnya enteng, lalu mulai menyalakan mesin mobil.

Nicole terperanjat, ia baru saja membuka kaleng bir dan meneguknya sedikit, tapi Key sudah akan melanjutkan perjalanan mereka. “Oh! aku belum menghabiskan birku, Key.”

“Habiskan saja di jalan. Aku tidak punya banyak waktu.” Jawab Key, dan tanpa persetujuan Nicole ia telah menginjak gas.

Pikiran Key sibuk, mengatur ke mana saja tempat dan orang yang harus ia datangi. Tentu saja semuanya harus dipikirkan baik-baik. Ini menyangkut hidupnya.

“Key, hari ini eomma-“

“Bukankah sudah kubilang aku akan membatalkan pernikahan konyol ini?” sambarnya ketus.

Nicole diam, lantas terkekeh kecil dan meneguk birnya. “Kau benar-benar akan melakukannya, Kim Kibum?” tanyanya diiringi tawa menantang.

“Jika aku bilang ‘ya’, maka artinya ‘ya’.”

Nicole kembali terkekeh sambil memalingkan wajahnya sekilas. “Apa itu artinya kau tidak menyukaiku?”

“Sudah kubilang, kita hanya bersahabat. Sahabat tidak boleh menikah, Nicole.” Terang Key datar.

“Itu menurutmu. Lagipula, orangtua kita sudah merestui jika kita menikah. Kurasa kau tidak punya alasan untuk menghindar.” Terang Nicole santai, ia kembali meneguk lagi birnya.

Key terkekeh, sepertinya Nicole lupa alasan yang mengharuskan Key segera menikah. “Listen, Nicole. Kita sudah saling mengenal sejak kecil, dan aku menganggapmu sebagai sahabat terbaikku. Apa kau lupa jika aku tidak suka mencampurkan urusan lain dengan urusan hatiku?”

Nicole tertawa, “Urusan hati? Ah! Aku lupa,” lantas ia meneguk bir. “Kedua orangtuamu memaksa kau menikah karena-“

“Tidak perlu dijelaskan, aku sudah tahu!” sambar Key cepat.

“Baik! Baik! Kau bilang akan melamar gadis yang kau suka, bukan? Tapi, Choi Minhee menolakmu, kan? Lagipula, sepertinya kau sudah lupa pernah mengatakan bahwa aku adalah pilihan kedua.” Nicole memberenggut kesal.

Key diam sesaat, mendengar apa yang diucapkan Nicole membuat hatinya bergolak. Benar! Sudah lama ia menyukai Choi Minhee –adik Minho. Ia juga sudah tahu bahwa mungkin Minhee punya kelainan jiwa dengan menyukai kakaknya sendiri. Tapi, selama ini Key selalu bersikap baik pada Minhee. Memberikan perhatian yang tak kalah sempurna dari Minho. Berusaha agar gadis itu mau mempertimbangkannya.

Key lantas tersenyum hambar, mengingat lagi bagaimana Minhee menolak lamarannya beberapa bulan lalu. Gadis itu terang-terangan mengatakan bahwa dia hanya akan mencintai kakaknya. Sinting!

“Nah, karena pilihan pertama telah menolakmu. Kau tidak punya pilihan lain selain mengambil pilihan kedua.” Nicole membuyarkan pikiran Key.

Lelaki itu melirik Nicole sekilas, melihat Nicole tersenyum menang. Baiklah! Mereka memang sahabat baik sejak kecil, tapi Key tidak suka saat gadis itu terang-terangan mengatakan akan menjadi satu-satunya wanita yang dipilih orangtua Key. Konyolnya, Nicole senang dengan itu.

“Bagaimana menurutmu?” tanya Nicole.

Key menyeringai, nyaris saja melupakan apa yang sudah disusun dalam kepalanya. Lantas ia tersenyum, “Kau benar! Aku sendiri yang mengatakan bahwa Minhee adalah pilihan pertamaku, dan kau akan jadi pilihan yang kedua. Tapi,” Key menggantungkan kalimatnya, lantas menatap Nicole sesaat. “Sepertinya aku lupa mengatakan bahwa aku punya pilihan ketiga.” Lanjutnya santai.

“Pilihan ketiga?” Nicole terkekeh, merasa Key sedang mempermainkannya. “Apa ini upaya untuk menghindar? Come on! Aku tidak yakin kau akan benar-benar menolakku.”

Key menginjak rem mendadak, menepikan mobil mereka di tepian jalan tol. Ia diam, lantas menatap Nicole. “Aku lupa mengatakan padamu, Nicole,” lagi, Key tersenyum penuh kemenangan. Kali ini, ia bukan hanya akan menang dari Nicole dan kedua orangtuanya yang merencanakan pernikahan konyol ini, tapi juga dari Choi Minho yang membuat cintanya ditolak Minhee.

Nicole menatap Key, menunggu lelaki itu melanjutkan kalimatnya. Meski pada kenyataan jantungnya mulai berdebar tak karuan. Menerka apa yang akan dilakukan Key untuk membatalkan pernikahan yang disebut-sebut sebagai pernikahan konyol.

“Jika pilihan pertama menolakku, tidak berarti aku akan memilih yang kedua. Arrangement doesn’t matter.  Setelah urutan pertama, urutan berikutnya tidak bermakna bagiku. Aku bisa memilih nomor berapa pun yang kusuka.” Lanjutnya, lalu kembali menginjak gas. Melesat menuju tempat tujuannya.

***

Langit malam musim panas begitu cerah, bersih tanpa setitik bintang menghiasi. Gemerlap malam baru saja dimulai, lampu-lampu pub dan bar mulai dinyalakan, satu persatu pelanggan dengan pakaian kurang senonoh memasukinya.

Lelaki dengan setelah denim dan tshirt putih itu berjalan malas. Sesekali menendang kerikil yang dilihatnya. Ia baru saja keluar dari sebuah pub. Karena gadis yang akan dinikahkan dengannya, rencananya hari ini berantakan. Nicole mengatakan hanya ingin ditemani minum, ia juga mengatakan untuk mempertimbangkan pembatalan pernikahan mereka. Tapi kenyataannya, gadis itu mabuk berat. Meracau tak jelas tentang ketidaksukaannya terhadap penolakan Key.

Lantas yang dilakukan Key adalah memaksa Nicole berhenti minum. Bersusah payah memaksa Nicole untuk pulang. Tapi gadis itu telah kehilangan banyak kesadaran, lagi-lagi yang dilakukannya hanyalah meneguk alkohol dan menepis tangan Key.

Key kesal, waktunya sudah banyak terbuang karena Nicole. Padahal ia harus menemui orang penting. Yeah! Kini orang itu menjadi orang penting bagi Key. Dialah satu-satunya orang yang bisa menyelematkan Key dari takdir terkutuk, meski dengan cara mengorbankannya.

Yeah! Gadis pelayan itu, Min Hyeri. Key tidak bisa menahan emosinya saat Minho membawa gadis itu ke ulangtahun Minhee. Minho memang tidak mengatakan  bahwa ia dan Hyeri berkencan, tapi semua orang mengatakannya. Tentu saja ia marah pada Minho. Minhee menolaknya karena Minho, sementara Minho justru terang-terangan melukai perasaan Minhee dengan membawa Hyeri. Tidak bisa dibiarkan, pikir Key.

Satu hari setelah ulangtahun Minhee, Key kembali bertemu Minho. Memaksa lelaki itu menjelaskan apa hubungannya dengan Hyeri. Satu-satunya hal yang ingin didengarkan Key adalah penjelasan bahwa Minho memang membayar Hyeri untuk jadi pacara seharinya. Tapi kenyataannya, Minho justru mengatakan bahwa ia benar-benar berkencan dengan Hyeri. Ia mengatakan bahwa diam-diam ia suka memperhatikan Hyeri sejak mereka sering datang ke café tempat Hyeri bekerja. Setelah insiden di mana Hyeri kehilangan pekerjaan, Minho sering menemuinya dan jatuh cinta padanya.

Key kembali terkekeh. Lucu sekali, pikirnya. Benarkah Minho akan menyakiti MInhee dengan memacari seorang gadis yang bahkan bukan dari kelas mereka? Tapi hal bodoh inilah yang membuat Key bangkit. Ia mendapatkan ide paling hebat sedunia. Balas dendam.

Sirheo! Lepaskan!” jeritan itu serta merta membuyarkan pikiran Key. Lelaki itu melongok ke kanan dan kiri, mencari-cari sumber suara.

“Hei jangan sok jual mahal! Kami tahu kau gadis murahan. Layani kami malam ini, Sayang.” Suara berat seorang lelaki mengikuti jeritan tadi.

Key menajamkan telinganya sambil berjalan cepat, mencari-cari dari mana suara itu berasal. Ia tahu, seorang wanita sedang dalam bahaya.

Sirheo!!! Dasar lelaki brengsek! Biarkan ak..hmmpp.. TOLONGGGGG!!!!!”

Key berlari, berbelok ke sebuah gang sepi beberapa blok dari pub. Pemerkosaan! Ini pemerkosaan! Ia tidak boleh terlambat! Bagaimanapun, ia tidak suka melihat wanita tak berdaya tersiksa, terlebih lagi jika hal ini berhubungan dengan sesuatu yang sangat berharga.

“Tenaganya kuat juga! Hei tahan tangan dan kakinya!” suara laki-laki lain kembali terdengar di telinga Key. Kali ini makin dekat.

SIRHEO!!! TOLOOOONGGG!!!”

Kini di hadapan Key terlihat jelas seorang gadis yang dipegangi tangan dan kakinya, tubuhnya meronta. Sementara empat orang lelaki mengelilinginya. Satu orang memegangi kedua tangan si gadis, dua orang memegangi kakinya, sementara satunya lagi menyentuh wajah si gadis, berusaha menempelkan tubuhnya pada si gadis.

Key melangkah cepat, berusaha tidak mengeluarkan suara agar keempat lelaki brengsek itu tidak menyadari keberadaannnya.

“Ssshhhttt!!! Tidak usah berteriak, Sayang. Tidak akan ada yang mendengar. Lagipula, nanti kau lelah.” Ucap lelaki yang tengah membelai wajah si gadis.

“Lelaki brengsek! Bajingan! Pergi kau!” si gadis berteriak, lalu meludahi lelaki di hadapannya.

Lelaki itu diam, menatap si gadis penuh amarah. “Dasar wanita jalang! Hei tidurkan dia di sana!” serta merta ketiga orang lelaki yang memegangi si gadis segera bergerak. Menyeret si gadis ke sudut gang, mendorongnya sekuat tenaga hingga gadis itu jatuh dan tubuhnya terlentang di atas aspal.

“Sudah siap, Bos!” teriak salah satu dari mereka.

Si gadis meronta, menendang-nendang sekuat tenaga, berusaha berteriak. Tapi usahanya sia-sia, salah satu dari mereka membekap mulutnya, sementara yang lainnya mencengkeram erat kaki dan tangannya.

Lelaki tadi lantas mendekat, menatap si gadis penuh nafsu sambil mulai melucuti jaketnya. “Jangan takut, Sayang. Aku akan melakukannya dengan cepat, seperti dalam mimpi.” ucapnya, lantas ia berjongkok di samping si gadis. Tangannya kembali membelai wajah si gadis, lalu dalam hitungan detik, ia merobek kemeja merah si gadis, hingga bagian kiri dadanya terlihat. Memperlihatkan kulit mulus dengan collar bone yang menonjol.

Si gadis ketakutan, ia mulai menangis. Tubuhnya meronta sekuat tenaga, mengharapkan ada sedikit tenaga yang bisa membuat keempat lelaki brengsek itu menyingkir darinya.

“Pegang lebih kuat!” perintah lelaki itu, lalu ia mulai bergeral. Memposisikan dirinya di atas si gadis.

Langkah Key semakin cepat, lantas meregankan otot tangan dan lehernya. “Hei brengsek!” teriaknya, lalu dalam hitungan dektik sebuah tinju mentah mendarat di wajah salah satu lelaki yang memegangi kaki si gadis.

Tiga lelaki lain menyadari keberadaan Key. Dua yang lain segera menyerang Key. Sementara si ketua menatap Key tajam, merasa kegiatannya terusik oleh kehadiran orang tak dikenal. “Siapa kau?” tanyanya lantang.

“Tidak perlu tahu, Brengsek!” tantang Key, lalu melayangkan lagi tinjunya ke salah satu lelaki yang menyerangnya.

Si ketua terkekeh, “Sialan! Habisi dia!” serunya, diikuti serangan dari ketiga lelaki yan sedaritadi berhadapan dengan Key.

Pergulatan sengit tengah berlangsung, si gadis segera mengambil kesempatan ini untuk melarikan diri. Dengan kaki bergetar, ia berlari. Tapi sayang, si ketua menangkapnya lebih dulu. menyudutkannya ke tembok gang, dan kembali menggerayanginya.

***

“Lepaskan! Brengsek! Lepas!! Andwaee!!!” si gadis memukul, menendang sekuat tenaga. Tapi tidak lantas membuat lelaki itu lepas dari tubuhnya. Justru yang ia rasakan adalah himpitan yang lebih kuat. Tubuhnya benar-benar menempel pada dinding gang yang dingin, sementara lelaki itu semakin merapatkan tubuhnya ke tubuh si gadis.

Si gadis menangis pilu, ia tidak menyangka hidupnya akan berakhir seperti ini. Sungguh kejam! Ia benar-benar tidak ingin hidup jika sampai lelaki yang tidak dikenalnya ini merenggut harta paling berharga yang ia punya. Ia kembali meronta saat lelaki itu merobek bagian lain kemejanya, berusaha keras menyingkirkan tangan kotor itu dari tubuhnya. Tapi tenaga yang ia punya tidak seberapa, sekeras apa pun ia berusaha, lelaki itu selalu lebih kuat.

Si gadis hanya bisa menangis, berdoa dalam hati agar Tuhan menyelamatkannya.

BUUUUKKKKK

Sebuah tinju mendarat di wajah si lelaki. Si gadis membuka mata, menatap lelaki brengsek itu tersungkur ke aspal. Lantas ia melihat lelaki dengan kemeja hijau kotak-kotak kembali melayangkan tinjunya. Pergulatan kembali terjadi, si gadis kembali mengambil kesempatan. Siapapun lelaki itu, ia berdoa semoga Tuhan menyelamatkan dan membalas jasanya. Ia berlari kecil, menuju tampat sampah besar di ujung gang, besembunyi di samping tempat sampah sambil menekuk lututnya. Ia terlalu lemah untuk berlari dari gang.

Ketiga lelaki yang lain menyerang lagi. Di sinilah, pertarungan yang sesungguhnya terjadi. Dalam gelap, si gadis memperhatikan bagaimana lelaki itu menghajar gerombolan yang hampir memperkosanya satu persatu. Lelaki itu kembali meninju, menendang tanpa ampun. Meski sesekali keempat yang lain menyerangnya dari belakang, tapi ia selalu bisa menguasai pertarungan.

Pertarungan semakin sengit, meninju dan menendang ke sana ke mari membuat lelaki itu merasa gerah. Mau tak mau ia melepas kemeja hijaunya, menyisakan t-shirt putihnya. “Rupanya kalian senang bermain-main. Belum tahu siapa diriku, ya?” ucapnya sangar, lalu kembali melayangkan tendangan pada salah satu di antara mereka.

Kini tersisa satu lelaki, si ketua yang tadi menggerayangi tubuh si gadis. “Kuberi kau pilihan,” ucap lelaki dengan t-shirt putih, ia mendekat perlahan. “Pergi ke rumah kalian, atau pergi ke akhirat?” lanjutnya.

Si ketua terlihat ketakutan, tapi ketakutannya segera menguap saat ia melihat salah satu dari ketiga temannya bangkit dan bersiap menyerang lelaki t-shirt putih dari belakang. Si ketua bangkit, lalu terkekeh. “Kau yang akan pergi ke akhirat!” serunya, lalu melayangkan tinju bersamaan dengan salah satu temannya yang menyergap si lelaki dari belakang.

SYUT!

Tinjunya meleset, lelaki t-shirt putih lebih sigap. Kedua tangannya memang telah terkunci oleh lelaki di belakangnya. Tapi ia justru menggunakannya sebagai pegangan, melayangkan tendangan seperti sedang melayang. Si ketua tersungkur ke aspal. Lantas dua yang lain datang, menyerbu dari sisi kanan dan kiri. Lelaki t-shirt putih kembali melayangkan tendangan ke kanan dan kirinya, tendangan hebat di mana kedua kakinya tidak menyentuh tanah dalam hitungan sepersekian detik.

Tinggal satu lagi. Tenga lelaki t-shirt putih telah terkuras habis. Inilah saatnya mengeluarkan jurus andalan sebagai akhir pertarungan. Ia kembali menendang, tapi kali ini menendang udara sebagai aksesnya untuk meraih leher si musuh.

SYUT! HUP!

Berhasil! Kedua tangannya terlepas dari cengkeraman si musuh, sementara kedua kakinya mengalung di leher si musuh. Dalam satu gerakan, ia memutar kakinya, membuat tubuhnya terbalik sekaligus membuat si musuh terjungkal kasar ke atas aspal.

BUUUUUKKKK

Debuman itu membuyarkan perhatian si gadis. Dalam gelap, rasanya ia baru saja melihat film action, di mana gerakan slow motion terjadi saat si lelaki t-shirt putih menjungkalkan musuh dengan memutar kaki di leher musuh. Dan debuman itu menandakan berakhirnya gerakan slow motion. Ia terkesima, tidak menyangka ada lelaki seperti itu di dunia nyata. Jika bukan ahli taekwondo, pastilah lelaki itu ahli berkelahi, pikirnya.

“Masih mau bermain?” tanya lelaki t-shirt putih. Keempat lelaki yang tersungkur di aspal tidak mengatakan apa pun. Mereka segera lari tunggang langgang.

Si gadis bernafas lega, nyawanya selamat. Ia benar-benar berhutang nyawa pada lelaki itu. Ia menunggu keadaan benar-benar aman, sebelum keluar dari balik tempat sampah dan meninggalkan tempat mengerikan ini.

“Ah Sial! perih sekali.” Gumam lelaki t-shirt putih sambil memegangi sudut bibirnya. Ia mengedarkan pandangannya, berjalan perlahan mendekati tempat sampah, lalu memungut kemeja hijaunya. Dengan santai, ia mengenakan kemejanya.

Ia diam, melongok ke samping tempat sampah yang gelap. “Kau baik-baik saja, Miss?” tanyanya.

Si gadis diam.  Jelas ia harus berterimakasih pada lelaki itu, tapi tubuhnya masih bergetar. Ia perlu menenangkan diri.

“Kau baik-baik saja? Apa kita perlu ke rumah sakit?” tanya si lelaki lagi, lantas mendekati si gadis. Tapi si gadis semakin merapatkan tubuhnya ke dinding. Seolah enggan melihatnya. Lantas ia mengedarkan pandangannya, berjalan beberapa langkah dan memungut tas selempang si gadis.

“Ini tasmu, Miss. Kau baik-baik saja?” tanyanya lagi sambil menyodorkan tas. Si gadis meraihnya cepat.

“Aku tidak jahat, kau tidak usah takut. Aku hanya perlu tahu apa kau harus ke rumah sakit atau tidak?” Terangnya.

Go…goma..wo…” ucap si gadis pelan. Tapi ia masih enggan menampakkan dirinya.

Geurae, jika kau masih mau diam di situ. Aku akan ke rumah sakit untuk mengobati luka kecil ini. Berhati-hatilah.” Ucapnya, lantas bangkit dan melangkah meninggalkan si gadis.

Si gadis memperhatikan punggung lelaki yang menjauhinya. Dalam hatinya, ia baru menyadari bahwa seharusnya ialah yang mengobati luka si lelaki. Ia yang membuat lelaki itu melakukan pertarungan seperti dalam film action.

Si gadis bangkit. Sambil merapatkan kemeja ke bagian yang telah robek, ia memanggil si lelaki.

Jogiyo!” (Yang di sana!)

Si lelaki berbalik, menatap gadis itu dalam gelap. Gadis itu mengenakan denim dan sneaker lusuh. Sementara kedua tangannya merapatkan kemeja untuk menutupi bagian yang robek. Ia berjalan mendekati si gadis sambil melepas kemejanya. “Kau mau ke rumah sakit? Pakailah kemeja i-“ kalimatnya terhenti saat cahaya temaram dalam gang memperlihatkan wajah si gadis. “Kau..” bisiknya.

Si gadis tak kalah terkejut, ia mendapati sepasang mata rubah yang menatapnya. Tapi kali ini, mata rubah itu tidak menatapnya dengan tatapan seolah akan memangsa, melainkan menatapnya dengan tatapan seolah akan melindungi dan menjaganya. Ia terpana, tidak percaya bahwa si mata rubah, orang yang paling ia benci sedunia telah menyelamatkan nyawanya.

“Key?” bisiknya, merasakan bahwa kesadarannya telah kembali.

=TBC=

30 thoughts on “Excuse me, Miss – Part 3

  1. Assaaa !!!! Abang konci pinter berantem juga yaa… aku baca bagian actionnya ampe cape sendiri. deg2an takut kalah..haha

    And perempuan yg ia tolong adalah Hyeri. “menatapnya dengan tatapan seolah akan melindungi dan menjaganya” . pasti Hyeri tersepona yaa.. #terpesona woooyy

    kayaknya sih pilihan ketiga itu akan jatuh pada Hyeri.. iya kan onn?? *kepo*
    Nicole disini lebih nyebelin daripada di Archangel ni kayaknya..

    ayo onnie dilanjut lagi ahh.. biar ngisi kegiatan di bulan puasa ini..hehehe
    onnie fighting !!!😀

    • .ehehe. keren juga kan kalo Key jago berantem?

      wah, udah ketebak nih siapa cewe yang diselamatkan Key😛

      Nah, nah, di part selanjutnya akan dijelaskan ko.
      Ah! mau di mana2 juga Nicole pasti nyebelin *dendam pribadi*

      oKEy, nantikan yaa. ga lama lagi ko. Gomawo Hwayong🙂

  2. Plhan k-tiga sudah pasti jtuh kpda hyeri. . Tpi aku lucu aja cih eon, tdi smpat mkir bentar biasanya key mlihat hyeri dngan tatapn meremehkan skarang dgan tatapn ingin mlindungi.. Ngak kbyang deh nanti klau mreka ktemu lagi bkal sperti apa. . ? Apa akan baikan atau lbih parah dri kucing dgn anjing.
    Wkwkwkwk. .

    Tpi eonni wlaupun akhirnya key dgn hyeri, minho jngan smpai dngan minhee ya, knpa ya aku ngak rela aja gtu klw pangeran kodok dngn minhee. . Aplagi mreka saudra wlaupun tiri
    @ aduh sebnarnya aku plih mna sih, key atw minho? Dua2nya ajalah eon. .
    Hehehehe @

    jdi ngak sabar deh lhat nicole hrus klah saing lagi oleh hyeri. .
    Wah senangnya lalalalalalalala

    part brkutnya buruan ya eonni

    • .hhe. ketauan nih. Nah, ntr ketemu gmna yaa kira2? ^6v

      Hayoo, Heyri sebenernya dukung Key apa Minho nih?
      oKEY, part berikutnya ga lama lagi ko. Nantikan yaa. Gomawo😉

  3. ini … yang berantem K-e-y ??? Key? Kim Ki Bum?
    cieeee berantem buat ngelindungin hyeri. Tapi keren lah action nya disini, penjabarannya jelas padat dan tepat (?)

    penasaran gimana reaksi minho tahu key bakal jadiin hyeri pilihan ketiga. Apa dia benar-benar suka sama hyeri atau sebatas karena rasa kasihan aja. Lanjuttttt

    • Yup! He is almighty Key! yeayy!!!
      .hhi. ini sebenernya terisnpirasi VCR-nya SHINee yang dark mode killer, di situ Key-nya keren dan laki banget.hhe.

      Nah, next part ada penjelasannya nih kayanya.hhi. Gomawo Almira😉

  4. Ya ampun, tuh kata-kata ngejek nusuk banget, aigoo Key kapan lu tobat bang?
    Jangan mandang kelas sosial, kelas sains aja. Loh kok xd

    hmmm…. Sepertinya akan ada cinta segitiga, walaupun baru Minho yang merarakannya, Key Hyeri belum, woaaaa kalo begini aku tetep dukung Hyeri Key, walaupun Minho baik banget,.. (digampar Minho)

    Key berantem?
    OMG keren, jinja gak nyangka seorang ibu tiri,plaaakk action nya patut di acungi jempol,.. Kayanya Key bukan hanya punya sabuk hitam, tapi sabuk pelangi, eh emang ada? Plaak
    ini nih daya tarik nya muncul, walaupun sombong,angkuh,egois,nyebelin,tapi Key bisa melindungi perempuan… WAhhh~ makin love ke kamu bang..
    Komentarku kepanjangan.. End dlu deh, intinya bagus Eon, apalagi yg actionnya, penjabaran kata”nya jelas dan ngefeel, daebak pkoknya.. Ditunggu kmbli next chap nya Eonni ^^

    • .hhe. iya nih, di sini Key-nya dibikin beda sama di Archangel. lumayan keren juga Key kalo jadi ahli berantem. .hhe. sabuk pelangi lucu juga yaa kayanya? cocok gimana gitu buat Key🙂

      oKEY, nantikan yaa part berikutnya. Gomawo Hikma😉

  5. aduuh itu semangat sekali hyeri marah2 sm key. yg baca jd ikut semangat juga. wkwkwk

    endingnya sweet juga nih. hehehe
    beneran berasa nonton film action. wkwkwk
    hyeri berhutang budi sm key.. cieee
    dan key…. ternyata baik juga ya. hohohoho

    ah pokoknya syuka ending part ini. dugeun dugeun gimana gitu

    ditunggu lanjutannya

    • .hhe. biasalah, emosi yang diredam. sekali keluar langsung meledak *alesan*

      iya nih, Hyeri jadinya hutang budi sama orang yang paling dia benci *kasihan*

      oKEY, nantikan yaa. Gomawo Rahmi😉

  6. kekekek… Hyeri emosi abis dsini, sampe ngebuat Key jadi panas membara kyk gt…. hahahaha….

    adegan actionnya bikin teringat adegan Key naik palang di Makbanshi sama adegan actionnya di Japan Arena Tour kmrn, d…. super kereeeennnnn~~~

    dsini feel romancenya masih blm kerasa, tp feel actionny dapet bgt. ga sabar deh gmn Key bakal jadiin Hyeri sbg pilihan ketiganya. apa hyeri mau, atau malah Key ngegunain insiden ini untuk maksa hyeri mau bantu dia. lalu gmn Minho-Minhee? aaah… karena namanya minhee jadi teringat Minho wkt jadi cewek….

    lanjut lanjut, eon~~~

    • wah, wah, aku blm liat nih actionnya di JAT. pasti keren yaa, Bella? ini aku inspirasinya dari VCR yang dark mode killer itu, yang pada berantem terus Key-nya ngelumpuhin lawan pake kaki yang diputer di leher itu.

      iya, romance-nya blm terlalu kerasa memang. semoga di part selanjutnya udah mulai terasa sedikit ^^v
      Eh, Minho pas jadi cewe namanya Minhee yaa? lupa, ingetnya cuma Gweebon aja *plaaakk*

      oKEY, nantikan yaa Bella😉 Gomawo.

      • iy, eonn. maksud bella itu. alnya kan vcr-nya dimainin di konser JAT SHINee.

        eonni masa ingatnya ama gweebon aja? kan kasihan minhee-nya. haha…

        d SF3SI bella ngirim cerita baru, lho~~ eonni baca juga, y~~ #promosi

      • .hhe. keren kan Key di VCR-nya?

        soalnya Gweebon yang palingc antik, jadi gampang diinget *plaakkk*

        sudah aku baca yaa, ditunggu loh lanjutannya😉

  7. Sumpah,part key yg brantem bkin deg degan bgt! Jd ingt vcr shinee yg dark mode killer (eh, td dh dbilangin y?:-/ )
    wlaupn awlnya msh ksel jg c ma sfat key,tp bgitu bca yg akhr kq jd trharu y?! Key, you’re so cool..
    Jdi ni critanya nicole suka ma key? (nicole kykna bneran ngibrin bndera perang nih, huh.. ;->), tp key suka ma minhee?,tp minhee suka minho?,tp minho dh suka ma hyeri?, trz ntr key mw nikah ma hyeri? Trz hyeri suka ma cpa donk?!
    Ahh,pusing nch eun cha..:-/
    Pkoqna Q tetp dkung Key-ri,wlaupn ntr kyk jun pyo ma jan di, g msalah! Key-ri forever pkoqna dah..
    Ku tnggu next chap ya..
    Lo bsa jgn lma2,(maksa, hehe)
    Keep writing eun cha..
    I like this ff.. Good job! B-)

    • .hhe. iya nih, sisca. ini terinspirasi dari vcr yang dark mode killer itu, sempet bkin mangap juga liat scene key berantem di situ.hhe.

      Nah, Hyeri taunya suka sama Onew *jeng jeng* Agak complicated juga ini soal suka2annya.hhe. mudah2an ga membingungkan nantinya.
      .hhe. makasih loh udah dukung Key-Ri couple.hhe. nantikan yaa lanjutannya😉

  8. Pertma ngebayangin Key berkelahi itu sempat kmntar dlam hati gini ‘Key asli dgn key di ff beda jauh ya?’ Hehehe Tapi hebat’a eun cha bisa ngalahin image key sebenar’a. Jadi serasa liat key beneren yg bertrung.

    Ah, muka cengok si hyeri bikin penasaran. Trnyta si bawel Key emg bener baik hati

    Next next Cha😀

    • iya nih, Neng. memang karakter Key selalu beda di ffku.hhe. aku kalo bikin ff jarang Key sebagai Key SHINee, pengennya Key jadi orang yang lain *maksudnya?* .hhe.

      oKEY, nantikan yaa part berikutnya. Thank u, Neng.
      Oya, suka liat d fb, kamu suka nulis ff juga yaa? tapi dipublish di mana sii? kayanya di blogmu jarang ada ff, iya ga sih? .hehe. ^^v

  9. hua.hua.hua.hua!!! key.key.key. ye ye ye la la la!😀 eonni.johae! meskipun driskripsi pukul-pukulannya masih krg greget.momo tetep bisa bayangin kok eonni😀 .hore.key.hore! lanjut eonni.singkirkan aja tuh si nicole sm minho.biarkn key-hyeri aja.
    ohya eonni.kmrin terakhirnya onew-hyeri kn? si minho blm ada kn ya eon? tp disini.paragraf awal minho udh ada.😀
    okey deh. cemunguth lanjutannya eonni🙂

    • hallo momo. iya nih, key berantem di sini. kurang greget yaa? hemm… next dh mungkin bisa lebih greget.hhe.
      iya, terakhir itu di part 2 scene Key ngenalin Hyeri pas lagi sama Onew. dan di part ini adalah scene selanjutnya dari scene itu, bisa dibayangkan sndiri kalo Key langsung nyeret Hyeri dan datengin Minho. Part sambungan itu ga harus melanjutkan scene di part sebelumnya kan? tapi bisa juga langsung menceritakan scene berikutnya.
      makasih Momo udah baca. Lanjutannya tolong dinantikan yaa😉

  10. Huwaaaaaaaaaaaaaaa!!!!! itu scene berantemnya keren banget!! aku bisa ngebayangin tiap scene nya, tp…syng nya g bisa kebayang muka nya key masa, entah kenapa ._.v
    Ternyata bukan cinta segitiga tp segi banyak(?)
    Jadi key suka sama minhee? trus minho jg udh suka sama hyeri. aigoo.. key bklan ngemanfaatin hyeri buat bls dendam ke minho sekaligus buat ngebatalin prnikahannya dg nicole. okehh aku mendukungmu kim sajangnim. lanjutkan rencana mu!! hohoho

  11. aaaa seruu… action nya keren!! gk nyangka kibum yg kyk ank orkay manja gitu bisa sakti gitu ya wkwkwk. ciee.. ciee.. tebakannya key bakal pura2 pacaran ama hyeri trus mereka jatuh cinta beneran deh. padahal niat awal keynya bedakan? selalu main tebak2an aku ini hehe

  12. haah….ternyata itu Hyeri yg hampir diperkosa😮 aiiisshhh…..Key cool banget! 😀
    Jiahhh…Key pengen bales dendam ama Minho?? Hyeri sepertinya yg akn jadi korban?😮 #penasaran kaa eunchaaaaaa~
    Lanjut🙂

  13. Wuiiihhh hyeri cakep cakep…..#big hands for hyeri…brani bntak key….”manusia congkak…..” kekkekekeke kbyang muka key pzti kesel bgd disembur bgtu kali kea di HB pas brshin salju dicipratin ama jjong,, pi keana jdoh niiiihhh hyeri jd shopkeeper ktmu key masa….,, aduhhhh kibeom_ahh udah tu si cwe ya ngintilin kmu ditnggal ja deeeh alo ga titipn ja ke halmoni kmu…#aish,,hyeri mau diapa2in preman jyaaaahhh kibum dg gagah brdiri bak caleg mnta diplih..#oopsss salah…bak pahlawan mnyelmatkan sang
    putri itu bru bner hahahahaayyy dan ommo..ommo key brkelahi pzti mukana manly……saya ska dibag akhir part ni…tatpn si mata rubah wuaaaa let me close my eyes to imagine it #brakk jedorin pala….pasti ttpannya kea difancam dramus
    catch me if u can pas singing seven wonders…

Gimme Lollipop

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s