Excuse me, Miss – Part 5

excuse-me-missPart 5 – Another one

Main cast :

Kim Kibum [Key] | Min Hyeri | Choi Minho

Supporting cast :

The rest of  SHINee’s members | Choi Minhee (OC) | Nicole (KARA)

Author             : Song Eun cha

Length             : Sequel

Genre              :  Romance, Life, Friendship

Rating              : PG 15

Credit poster : Jiell

Part 5 is out! Yeah!
Mohon maaf untuk kesalahan yang ada, aku ga sempet ngedit lagi tulisan ini. Buat yang udah nunggu lama mohon maaf yaa. Part berikutnya mudah2an ga selama part ini.hhe.

Enjoy! ^^

Part 5

“Aku penasaran,” ucap seorang lelaki bermata sabit. Ia menyomot potongan buah kiwi yang menjadi topping cake berwarna putih di hadapannya. Lantas mengunyah potongan kiwi lembut. “Apa yang akan dilakukan Key untuk mendapatkan kembali hak-haknya yang dicabut paksa itu?“ lanjutnya, lantas terkekeh geli.

“Key hyung pernah mengatakannya padaku. Ia bilang, ia bersumpah akan membuat semua orang kalah.” Tanggap lelaki dengan rambut kemerahan yang duduk di sampingnya. Lantas ia menyendok cake putih tadi, menyuapkannya ke dalam mulut.

“Kalah?” tanya lelaki bermata sabit. “Come on! Hanya Kim Jonghyun yang bisa kalah dari Key. Menggelikan!” tanggapnya enteng. Kali ini ia menyomot potongan buah persik.

“Jinki hyung, menurutmu, apa itu artinya Key hyung akan menikahi Nicole noona?” tanya lelaki bernama Taemin itu. Ia menatap Jinki serius.

“Jika di dunia ini tidak ada lagi makhluk hidup selain dirinya dan Nicole, kurasa ia akan melakukannya.” Terang Jinki.

“Jangan bercanda, Hyung! Aku serius!” Taemin memanyunkan bibirnya kesal.

“Dia bilang akan membuat semua orang kalah, kan? Kemungkinannya adalah ia akan menikahi Nicole dan membuat semuanya berantakan, atau ia akan membuat sebuah kejutan.” Papar Jinki santai. Ia kembali menyomot potongan buah persik.

“Kejutan?”

Jinki menatap Taemin, menangkap raut penasaran yang begitu besar menggelayuti wajah lelaki muda itu. “We’ll see. Key tidak mungkin diam saja. Bayangkan! Rumah, mobil, uang saku, kartu kredit. Semua itu adalah barang-barang kesayangannya. Kedua orangtuanya akan mengambil semua itu darinya jika Key tidak segera menikah. Kau tahu sesuatu, Taeminie?”

Taemin menatap Jinki, ia sama sekali tidak punya ide atas apa yang akan dikatakan Jinki. Lelaki cantik itu lalu menggedikkan kedua bahunya.

“Key akan melakukan apa pun untuk mendapatkannya kembali. Apa-pun.” Jinki menekankan kata terakhirnya.

Taemin menyesap cocktail di dekat cake, “Sepertinya ini menarik, Hyung.” Ujarnya.

Jinki tersenyum kecil, “Mau bergabung denganku?” tanyanya.

“Apa?”

“Bergabung untuk menjadi pengamat dalam permainan ini. Ah! Sudah lama aku tidak menemukan hal semenarik ini.” papar Jinki riang. Ia meregangkan tubuhnya, lalu meneguk cocktail di hadapannya.

***

Gadis itu beranjak dari sofa lusuh ruang tengahnya, suara berisik yang berasal dari dapur menarik perhatiannya. Lantas ia melempar remote tv, lalu berjalan menuju dapur.

Pabo! Harusnya kau menaruh telur dadar dulu, baru sayuran!” ucap anak lelaki berusia 13 tahun. Rambutnya dipotong rapi sebatas bagian atas kerah baju.

Noona bilang tidak masalah mana yang akan diletakkan lebih dulu. Sudah! Gulung saja! Kita akan terlambat!” tanggap anak lelaki satunya lagi. Oh! ternyata mereka memiliki rupa yang sama.

Si gadis menghampiri keduanya. “Apa yang kalian lakukan?” tanyanya.

Kedua anak laki-laki itu terkejut, “Oh! Noona, kami sedang membuat bibimbap untuk bekal.” Jawab salah satu di antara mereka.

“Biar noona yang buatkan. Kalian siap-siap saja.” ucap si gadis. Ia lantas mengambil alih bibimbap setengah jadi yang dibuat anak kembar tadi.

Gomawoyo, Noona. Jaehwa, ayo kita merapikan perlengkapan kita!” ucap salah satu di antara mereka. Lantas keduanya berlari kecil, menghilang di balik pintu dapur.

Dari dapur, si gadis bisa mendengar suara-suara bising dari dalam rumah. Suara decitan anak tangga yang dijejaki cepat dan kasar, juga suara pintu yang dibuka dan ditutup sembarangan. Gadis itu, Min Hyeri, hanya tersenyum kecil. Ia mulai menggulung bibimbap. Lantas dalam hatinya ia memikirkan banyak hal. Kasihan adik kembarnya, hanya bisa membawa bekal bibimbap setiap saat. Bekal ke sekolah, bekal untuk latihan sepak bola, hanya bibimbap. Rasanya ingin memberi mereka bekal yang sedikit lebih enak di lihat mata.

Saat itu, tiba-tiba dalam pikirnnya kembali melintas tawaran Minho. Tawaran menggirukan yang begitu sulit baginya. Kesenangan dan kesengsaraan adalah dua hal yang begitu tipis, bahkan mungkin nyaris tanpa batas. Ia tahu, akan ada banyak kesenangan yang ia dapatkan jika menerima tawaran Minho. Tapi lantas berbagai kesengsaraan segera menyeruak memenuhi pikirannya. Jika semuanya terbongkar, sudah jelas akan ada banyak orang yang membencinya. Tapi yang terburuk baginya adalah kesengsaraan saat hatinya benar-benar mencintai Minho.

Bisakah si miskin ini mengesampingkan persoalan hati demi materi? Seharusnya ia bisa, karena selama ini ia hanya mengejar materi. Menghabiskan nyaris 24 jam dalam satu hari untuk mengejar materi yang akan memperpanjang hidupnya. Tapi…

Noona, kenapa bibimbap-nya belum dipotong?” Suara Jaehwa membuyarkan pikiran Hyeri. Anak lelaki itu berdiri di daun pintu dapur, ia menenteng sepatu sepak bolanya yang telah aus.

Hyeri terlonjak, ia menatap sepatu Jaehwa. Sepatu berwarna hitam yang sudah aus, mengelupas di beberapa bagian. Tapi terlihat bersih karena Jaehwa merawatnya dengan amat baik. Hyeri lantas tersenyum miris, seharusnya ia bisa membelikan sepatu yang lebih bagus untuk adiknya itu.

Noona…” Jaehwa melambaikan tangannya di hadapan wajah Hyeri.

“Hei, Jaehwa! Cepat bawa bekalnya! Lama sekali! Kita bisa dihukum jika terlambat!” teriak Jaesun dari pintu depan. Hyeri bisa membayangkan bahwa Jaesun tengah mengikat tali sepatunya.

“Oh! Jaehwa-ya, bisa ambilkan dompet noona di kamar? Di dalam tas, menggantung di lemari pakaian.” Akhirnya itu yang diucapkan Hyeri untuk mengulur waktu.

Jaehwa tidak mengatakan apa pun, ia beranjak, mengikuti perintah Hyeri. Suara decitan dari anak tangga yang terinjak tertangkap oleh telinga Hyeri, ia bisa memperkirakan bahwa Jaehwa berlari menuju kamarnya. Saat itulah, Hyeri memotong bibimbap cepat, menatanya dalam dua kotak makan berwarna biru dan hijau. Biru milik Jaesun dan hijau milik Jaehwa. Lantas dengan cepat meraih tas bekal, menyusun kotak bekal dengan rapi. Terakhir, ia meraih kotak kimchi dalam lemari pendingin, memasukkannya ke dalam tas bekal.

“Ini, Noona.” Jaehwa telah kembali. Ia mengulurkan dompet berwarna cokelat tua. Hyeri meraihnya cepat, lalu mengambil beberapa lembar won dari dalamnya.

“Ini bekal makanan kalian dan ini jika kalian ingin membeli tteokpokgi sepulang nanti.” Hyeri menyodorkan tas bekal dan uang pada Jaehwa.

Wajah Jaehwa beseri melihat lembaran won lusuh yang disodorkan padanya. “Wah! Noona baru dapat bonus ya? Banyak sekali, Noona! Aku dan Hyung bisa membeli ramen dan jus.” Terang Jaehwa, kedua matanya berbinar. Memancarkan perasaan bahagia yang muncul tiba-tiba.

“Cepat pergi! Nanti kalian terlambat. Ingat! Jangan menggunakan uang itu untuk hal yang tidak-tidak, ya!”

Jaehwa hanya mengangguk, lalu bergegas menuju pintu depan. Hyeri hanya mengekor hingga daun pintu dapur. Memandangi adik kembarnya.

Hyung! Noona memberi kita uang untuk bekal. Lihat! Jumlahnya banyak sekali.” Terang Jaehwa.

Mwo? mana? Wah! Banyak sekali! Hei! Noona tidak sedang sakit, kan? Kenapa rasanya aneh ya?”

Noona bilang jika kita ingin membeli tteokpokgi nanti. Tapi, kita bisa makan ramen, Hyung!” sahut Jaehwa. Kini ia duduk di samping Jaesun, mengenakan sepatu sepak bolanya cepat.

Lalu keduanya segera menghilang dari pandangan Hyeri. Hanya kesunyian kecil yang melingkupinya. Hyeri diam, memandangi pintu depan. Hatinya kembali merasa sedih. Mengapa rasanya Tuhan tidak adil? Setiap hari, oh! bahkan si mata rubah yang sombong itu bisa dengan mudah mendapatkan apa yang ia inginkan. Bahkan tak jarang membuang-buangnya, sementara dirinya…

Hyeri diam, setetes air mata meluncur tanpa permisi di wajahnya. Mengapa rasanya begitu menyakitkan? Saat bekerja di café, ia selalu membuatkan pesanan para tamu. Pesanan berupa kopi dan cake nikmat yang harganya tidak murah. Orang-orang itu datang dan pergi, mengeluarkan lembaran-lembaran won tanpa perlu cemas apakah esok hari ia masih bisa makan atau tidak. Sementara dirinya, akan ada begitu banyak pertimbangan saat ia akan membelanjakan uang untuk membeli keperluannya sendiri. Mengapa semuanya terasa sangat tidak adil baginya?

***

Lelaki bermata rubah itu menatap layar datar 40 inch di ruang santai rumahnya. Matanya nyaris tak berkedip menyaksikan adegan yang ditampilkan di sana. Lantas ujung bibirnya tertarik, menghasilkan senyuman kecil. Perih, itu yang dirasakannya saat tersenyum kecil. Ada luka di ujung bibirnya, tapi lantas itu membuat senyumnya semakin terkembang. Tanpa sadar, ia menyentuh pelan bibirnya. Menatap adegan di layar datar, bersamaan dengan sebuah klise yang berputar dalam kepalanya.

Ia membayangkan lagi bagiamana ia mencium gadis itu. Rasanya memang aneh karena ia mencium gadis yang bahkan tidak dikenalnya dengan baik. Tapi lantas ia tersenyum lagi, mengingat bagaimana ekspresi si gadis saat menerima ciumannya. Gadis itu pastilah gadis paling beruntung karena menerima ciuman pertama seorang Kim Kibum cuma-cuma.

“Sedang apa, Hyung?” sebuah suara membuyarkan lamunan Key. Lantas ia menatap sosok jangkung dengan rambut kemerahan.

“Oh! sedang menonton.” Jawabnya datar.

Lelaki jangkung tadi lalu terkekeh, ia berdiri di samping sofa sambil melipat kedua tangan di depan dadanya. “Tapi daritadi kau memutar ulang adegan ini, Hyung.” Lelaki cantik itu mulai menggoda.

Key menatap lelaki bernama Taemin itu, “Tidak boleh? Inikan rumahku.” Tanggapnya ketus.

Taemin terkekeh geli, “Kau sedang belajar caranya berciuman, Hyung?” tanya Taemin, ia duduk di samping Key. “Siapa yang akan kau cium?” tanyanya lagi penuh rasa penasaran.

“Bukan urusanmu!” jawab Key. Ia kembali menekan tombol rewind pada remote yang digenggamnya,  memperlihatkan kembali adegan ciuman di layar tv.

Taemin diam, menatap Key yang begitu serius memperhatikan adegan ciuman dalam tv. Adegan ciuman itu memang tidak terlalu ekstrim. Hanya ciuman hangat dan mendalam penuh cinta. Tapi sebagai seorang player, bagi Taemin ciuman itu hanya ciuman jebakan bagi si gadis. Itu adalah ciuman pembuka sebelum ciuman lain terjadi. “Hyung, melihatmu seperti ini. Sudah bisa ditebak kalau kau ini ingin melakukan adegan seperti dalam tv.”

Key terkekeh, menekan lagi tombol rewind pada remote. “Kau benar, Taeminie! Rasanya tidak buruk juga.”

Taemin tersenyum, apa yang diucapkan Key memberikan banyak pesan rahasia bagi Taemin. Pertama, lelaki itu mulai kecanduan dengan rasanya berciuman. Kedua, lelaki itu baru saja mendapatkan ciuman pertamanya. Taemin tertawa geli, selama ini Key cukup terkenal sebagai seorang player, ia sering menggandeng gadis berbeda setiap bulannya. Gelagatnya memperlihatkan bahwa dia adalah seorang expert dalam menaklukkan gadis. Tapi sebuah kenyataan baru saja terungkap, Key yang selama ini dikenal Taemin ternyata begitu polos. Bahkan ciuman pertama saja baru ia dapatkan.

“Bagaimana rasanya?” Taemin mulai mengorek informasi.

Key tersenyum kecil, mengingat lagi bagaimana rasanya berciuman. “Manis.” Jawabnya singkat.

“Seperti apa?”

Key mengerutkan dahinya, mengingat lagi rasa apa yang ia kecap saat melumat bibir gadis pelayan café itu. “Sesuatu yang sedikit menyengat,” ia diam, memejamkan matanya. “Lemon!” ia melanjutkan.

“Lemon?” lantas Taemin tertawa. Membayangkan gadis yang dicium Key menggunakan lipstick dengan aroma lemon. Oh! Atau mungkinkah… “Hyung, apa kalian baru makan es krim rasa lemon? Atau kalian berciuman sambil makan es krim?” cecar Taemin.

Key terkekeh, “Berciuman sambil makan es krim? Mana ada waktu untuk makan es krim. Gadis pelayan café itu menatapku terus-menerus. Membuatku ingin…” Key menghentikan kalimatnya. Menyadari bahwa Taemin tengah menjebaknya.

Awalnya Taemin hanya tersenyum menang, tapi lantas salah satu memori dalam kepalanya membeberkan sesuatu. Gadis pelayan café, bukankah itu gadis yang datang bersama Minho saat ulang tahun Minhee? Bahkan Minho dan Key sempat bertengkar karena keberadaan gadis itu. Yeah! Taemin ingat betul bagaimana Key menyebut gadis bernama Hyeri itu dengan sebutan pelayan café.

“Hyeri-ssi?” tanya Taemin tanpa basa-basi. Membuat Key membeku sseketika.

“Oh! Ada keperluan apa kau datang ke mari, Taeminie? Tidak mengetuk pintu dan telah berada di sini menggangguku.” Ucap Key ketus. Ia berusaha mengalihkan topik pembicaraan.

“Aku datang karena kau lupa bahwa hari ini seharusnya kita berempat merayakan sesuatu.” Taemin memilih untuk menyimpan rasa penasarannya. Yang terpenting ia telah mengetahui bahwa gadis yang mendapatkan ciuman pertama Key adalah Hyeri.

“Apa?” Key melirik Taemin tajam.

“Jonghyun hyung hari ini pulang dari Jepang. Dia kan sudah janji akan membayarkan makan siang untuk kita. Hanya kau yang belum datang dan tidak menjawab telepon, Hyung. Jinki hyung memintaku untuk menjemputmu.” Terang Taemin.

Key berdecak, baru saja hari kemarin ia mendapatkan hukuman terkurung dalam rumah karena pembatalan pertemuan dengan keluarga Nicole. Lantas hari ini ia harus ke luar rumah demi merayakan kembalinya musuh bebuyutan. “Lelaki sialan itu sudah kembali? Kau kembali saja ke sana, Taeminie. Aku tidak akan datang. Aku tidak mau berkelahi dengan Jonghyun dan aku tidak mau menemui Minho.”

“Kenapa?”

“Kau tidak lihat? Wajahku masih babak belur begini!” Key mempelihatkan wajahnya yang terluka.

Taemin terkekeh, “Kenapa tidak mau menemui Minho hyung? Kau takut karena telah mencium pacarnya diam-diam?”

Key terlonjak, lantas ia bangkit. “Aku sedang tidak mau bertemu siapa pun. Cepat pergi!” ia menarik tubuh Taemin. Memaksa lelaki itu untuk beranjak dan meninggalkannya sendiri.

Hyung, mana bisa seperti itu? Kami sudah menunggumu?” Tuntut Taemin kesal.

“Sudah, cepat pergi! Nanti saja jika kalian ingin makan dan minum sepuasnya,” Key mendorong Taemin, memaksa lagi lelaki itu untuk meninggalkannya. “Nanti, di hari pernikahanku kita akan berkumpul. Kalian bisa makan dan minum sepuasnya, ara?

***

Gadis itu masih duduk di ranjang kamarnya, menyandarkan punggung ke dinding sambil menulis sesuatu dalam catatan kecilnya.

Tok tok tok

Ketukan itu membuyarkan konsentrasinya pada angka-angka dalam buku. Ia menoleh malas ke arah pintu saat pintu terbuka perlahan. Menampilkan sosok wanita paruh baya dengan pakaian rumahan berwarna kuning.

“Hyeri-ya, ada yang mencarimu.” Ucapnya singkat.

Lantas Hyeri menutup buku catatannya, lalu menaruhnya di bawah bantal. “Siapa?” tanyanya penasaran.

“Seorang namja. Ia bilang kau menyimpan sesuatu miliknya.” terang wanita yang merupakan eomma Hyeri.

Hyeri diam, tapi lantas dalam kepalanya terdengar suara ‘klik’. Ia beranjak, berlari menuju lemari pakaian. Sedikit tergesa ia mencari kotak berwarna kuning kecokelatan. Jantungnya mulai berdebar tak karuan, lantas ia membuka kotak itu sebelum membawanya. Dress cantik berwarna ungu pucat dan sepatu putih cantik. Yeah! Itu adalah pakaian yang dikenakan Cinderella malam itu. Ia belum punya kesempatan untuk mengembalikannya pada pangeran tampan.

Ia lalu berlari, mengabaikan eomma-nya yang masih berdiri di ambang pintu. “Siapa dia?” tanya eomma-nya.

“Temanku! Eomma tidak ingat?” tanggap Hyeri sambil berlari menuruni tangga. Rasanya ia tidak bisa menunggu lebih lama lagi untuk melihat pangeran tampan itu. Ia tahu, begitu ia membuka pintu, ia akan melihat pangeran tampan berdiri sambil bersandar pada kuda hitamnya, melipat kedua tangan di depan dada. Ah! Alangkah tampannya, pikir Hyeri.

“Ya sudah, Eomma pergi dulu, ya. Eomma mau belanja untuk besok. Hati-hati di rumah!” wanita itu berlalu, meninggalkan rumah tanpa mempertanyakan banyak hal.

***

Lantas ia tiba di depan pintu, menghentikan langkahnya dan merasakan dadanya berdegup tak karuan. Ia menarik nafas, menghembuskannya melalui mulut. Baiklah, yang perlu ia lakukan adalah tenang. Hyeri merapikan rambut dan pakaiannya, lalu berdeham pelan untuk menghilangkan rasa tegang.

Klek

Pintu terbuka, membuat senyum di wajah Hyeri makin terkembang. Ia melihat sosok itu berdiri bersandar pada mobilnya membelakangi Hyeri. Hyeri melangkah, tapi lantas terhenti saat ia menyadari bahwa itu bukan si pangeran tampan. Tidak ada kuda hitam, melainkan kuda berwarna merah yang begitu terang diterpa sinar matahari musim panas.

Senyuman di wajah Hyeri hilang, tergantikan dengan perasaan kesal bercampur rasa bersalah yang menyeruak begitu cepat memenuhi rongga dadanya.

“Hai!” sosok itu berbalik, tersenyum sambil melambaikan tangannya ke arah Hyeri.

Hyeri memejamkan kedua matanya sambil mendesah ringan. Mengapa ia harus bertemu lagi dengan si mata rubah? Ratapnya pilu.

***

“Hei! Aku ini tamu, setidaknya persilakan aku masuk.” Celetuk Key.

Sirheo! Kau tamu tak diundang. Cepat katakan apa yang kau inginkan, lalu pergi!” tanggap Hyeri ketus.

Key berdecak, sudah jelas ia tidak suka dengan perilaku Hyeri. Tapi lagi, ia harus mengerahkan segenap jiwa dan raganya untuk memenangkan peperangan ini. Tak peduli jika harus bermandikan darah, yang jelas ia harus menang.

Geurae! Ada sesuatu yang harus kukatakan padamu. Tapi,” Key menggantungkan kalimatnya, ia melirik Hyeri yang berdiri di sampingnya. Gadis itu menoleh saat menyadari Key menatapnya. Lantas ia melemparkan tatapan seolah mengatakan apa? Key bergeming, ia tersenyum sambil mencondongkan tubuhnya ke arah Hyeri. Hyeri menjauhkan tubuhnya dari Key. “tidak di sini.” Lanjut Key, lantas ia semakin mencondongkan tubuhnya ke arah Hyeri.

Hyeri tidak bisa bergerak, merasa lututnya bergetar karena mengingat lagi kejadian saat ia terakhir kali bertemu Key. Key terus mendekat, membuat Hyeri mengerjapkan kedua matanya. Hyeri tidak mengerti, ini bukan pertamakalinya Key menindasnya seperti ini. Tapi, ia tetap tidak bisa melakukan perlawanan. Seluruh anggota geraknya terasa lumpuh. Padahal, dalam hatinya ingin sekali melawan, meneriakki dan memaki Key, mencurahkan seluruh kekesalannya pada lelaki itu.

Key terus mendekat, bahkan Hyeri bisa merasakan hembusan nafas Key menerpa wajahnya. Dalam hitungan sepersekian detik, Hyeri berhasil menggerakkan tangan kanannya. Menghalangi wajahnya dengan kotak berisi dress dari Minho, bersamaan dengan bibir Key yang menempel pada kotak tersebut.

Keduanya membeku, sedikit terkejut dan sibuk dengan pikiran masing-masing. Satu, dua, tiga, hanya suara udara yang menguasai keduanya.

Noo..noona…” serta merta suara itu membuat Hyeri terhenyak. Tanpa menjauhkan kotak dari hadapannya, ia menoleh ke sumber suara. Terkejut mendapati adik lelakinya berdiri terpaku seperti orang bodoh.

Hyeri sempat membeku, hanya mampu membulatkan pupil matanya. Keadaannya saat ini sungguh memalukan! Yeah! Meskipun ia tidak sedang berciuman dengan si mata rubah sialan itu, tapi Jaehwa… Jaehwa masih di bawah umur dan posisi seperti ini bisa saja membuatnya berpikiran macam-macam. Membuat Hyeri merasa bahwa Jaehwa sedang memergokinya memakai pakaian dalam.

“Min Jaehwa?” Hyeri lantas melirik Jaesun yang dipapah Jaehwa. “Kenapa kalian sudah pulang? Jaesun, terjadi sesuatu?” Hyeri mendorong kotak yang masih menempel di bibir Key. Mendorongnya sekuat tenaga hingga lelaki itu terjungkal. Lalu berhambur ke arah adik kembarnya. “Museun iyeyo?” tanyanya cemas saat ia menyadari wajah Jaesun yang pucat.

Hyung sakit. Ia bilang perutnya sakit. Di sini.” Jaehwa menempelkan tangan kirinya ke perut atas bagian kanannya, seolah menunjukkan di mana letak rasa sakit yang Jaesun rasakan.

“Bagaimana bisa?” tanya Hyeri lagi. Ia mulai mengusap pelipis Jaesun yang dibanjiri keringat.

Mollayo… aku sudah merasakannya beberapa minggu yang lalu.” Terang Jaesun.

“Ayo! Bawa Jaesun masuk! Mungkin ia salah makan.” Dibantunya Jaehwa memapah Jaesun. Tapi, baru saja kaki-kaki mereka menjejaki halaman rumah saat tubuh Jaesun ambruk. “Ya Tuhaann!” Pekik Hyeri panik. Lantas ia dan Jaehwa berusaha menggendong tubuh Jaesun.

Tapi anak lelaki berusia 14 tahun itu memiliki tulang-tulang yang kuat, tinggi serta berat badannya membuat Hyeri dan Jaehwa sedikit kewalahan menggendong Jaesun. “Bantu naikkan ke punggung Noona.” Perintah Hyeri, lalu ia berbalik dan berjongkok.

Tubuh Jaesun telah siap di punggung Hyeri, sekuat tenaga gadis itu berusaha membawa tubuh adiknya. Tapi sayang, kenyataan tidak selalu sesuai dengan keinginan. Baru saja berdiri, Hyeri merasa punggungnya nyaris patah. Ia tidak menyangka adiknya akan tumbuh secepat ini. Satu langkah, dua langkah, lantas langkah gemetar itu terhenti. Hyeri hanya mampu menundukkan kepalanya, merasa marah pada dirinya karena tidak mampu menggendong Jaesun.

Noona, biar aku saja yang menggendong Hyung.” Jaehwa menatap miris Noona-nya.

Pabo! Tubuhmu sama dengan Jaesun. Menggendongnya sama saja dengan menggendong berat tubuhmu sendiri. Dengar! Noona tidak punya uang untuk ke rumah sakit jika punggungmu patah!”

Jaehwa mengulum senyum, ia tahu, Noona-nya tidak benar-benar tidak punya uang untuk membawanya ke rumah sakit jika saja hal buruk itu terjadi. Sebenarnya, Noona-nya hanya bersikap sok jago dengan terus-terusan berusaha menjadi kepala keluarga. Padahal, ia adalah seorang wanita yang tentu saja kekuatannya tidak bisa disamakan dengan lelaki.

“Biar aku saja!” serta merta suara itu membuyarkan pikiran Hyeri dan Jaehwa. Key telah berada di antara mereka, menyelip di antara mereka. “Naikkan ke punggungku!” katanya tanpa persetujuan.

Jaehwa menatap si mata rubah, memperhatikan penampilan rapi dan keren lelaki yang ia perkirakan seumuran Noona-nya. Rambut pirangnya yang berkilau membuat Jaehwa berpikir bahwa lelaki itu adalah orang kaya, terlebih lagi kendaraan merah yang berkilau itu.

“Hei! Kalian tuli ya?” tanya Key saat menyadari tubuh Jaesun yang tak kunjung mendarat di punggungnya.

Noona, siapa dia?” tanya Jaehwa akhirnya.

“Dia…” Hyeri tidak punya kalimat yang tepat untuk menjelaskan siapa Key pada adiknya. Mungkin lebih tepatnya ia tidak bisa memikirkan sebuah kebohongan untuk mengelabui adiknya.

“Sudahlah! Kita berkenalan nanti saja ya, Adik kecil. Sekarang, naikkan Hyung-mu di punggungku. Dia perlu istirahat. Palli!

Lalu tanpa sepatah kata pun, Hyeri membiarkan Jaesun berpindah ke punggung Key. Membiarkannya berhutang lagi pada lelaki yang paling ia benci sedunia.

“Lewat sini!” Hyeri membuka pintu depan tergesa-gesa, lantas berlari menuju tangga. “Jaehwa, tunjukkan kamar kalian. Noona akan mengambil air.” perintahnya pada Jaehwa. Lalu Hyeri berbelok menuju dapur sempitnya.

***

Noona, dia itu… lelaki itu… pacar Noona, ya?” ragu-ragu, Jaehwa mempertanyakan apa yang sejak beberapa menit lalu berputar dalam kepalanya.

Hyeri yang tengah mengompres perut Jaesun segera menghentikan kegiatannya. “Ck! Jangan berpikir macam-macam!” decaknya, lalu kembali melanjutkan kegiatannya.

Jaehwa memanyunkan bibirnya, “Aku tidak berpikiran macam-macam, Noona. Hanya saja, tadi aku melihat lelaki itu,” Jaehwa menatap Hyeri ragu, menggigit bibir bawahnya. “Lelaki itu hendak mencium Noona. Iya, kan?” Jaehwa menatap Hyeri antusias.

Mwo?” Hyeri menatap Jaehwa kaget. Benar saja! Adegan tadi itu menimbulkan kesan ‘macam-macam’ bagi adiknya. Tapi bagaimanapun, kata ‘mencium’ membuat Hyeri teringat lagi akan kejadian itu.  Jujur saja, itu membuatnya sedikit gugup dan tidak  bisa mengendalikan diri. “Kau terlalu banyak menonton tayangan dewasa! Dia hanya bercanda, maksudku, dia berusaha untuk menggodaku dengan gerakan seperti itu.” Terang Hyeri salah tingkah.

“Menggoda Noona dengan gerakan seperti itu? Bukankah itu artinya ia berusaha menggoda Noona dengan mencium Noo-“

Dwaesseo! Jangan berpikiran macam-macam!” Hyeri memukul ringan kepala Jaehwa. Ia tahu pikiran adiknya tengah melayang semakin liar. “Rawat Jaesun sebentar. Noona harus mengusir orang itu.”

***

Gomawoyo sudah membantu adikku. Tapi aku tidak punya waktu untuk mendengarkan hal bodoh yang akan kau sampaikan. So, you better leave.” Hyeri datang, membuyarkan lamunan Key yang sedaritadi duduk di ruang menonton tv.

“Wah! Kau bisa bahasa Inggris juga ya?” celetuk Key, lantas ia memindahkan lagi channel tv.

Hyeri baru menyadari bahwa lelaki itu sudah menyalakan tv tanpa persetujuan pemilik rumah. Tidak sopan! Pikir Hyeri. “Kita tidak punya urusan lagi. Sebaiknya kau berhenti mengganggu hidupku, Tuan congkak!” dengus Hyeri. Lantas ia berjalan sambil melipat tangan di depan dadanya, duduk di samping Key.

Key mematikan tv, “Oh! aku lupa! Sebenarnya aku datang ke mari karena sesuatu,” wajahnya berubah serius. Membuat Hyeri entah mengapa merasa takut. “Kau tahu? Yeah! Sikapku memang sangat buruk padamu. Kita memang tidak saling mengenal dengan baik, hanya saja sekarang aku sudah terlanjur mengenalmu. Aku-“

“Katakan saja intinya!” sambar Hyeri.

Geurae! Aku datang untuk menebus kesalahanku padamu, menebus sikap burukku padamu. Aku membuatmu kehilangan pekerjaan yang sangat berharga bagimu. Jadi…” Key mengangkat kedua tangan sebatas bahu. “Aku menawarimu sebuah pekerjaan dengan gaji yang tidak bisa kau tolak.” Lanjutnya.

Hyeri diam, entah mengapa apa yang dikatakan Key membuat jantungnya berdegup kencang. Ia merasa kehabisan oksigen. Sebuah pekerjaan? Sudah pasti dengan gaji yang menjanjikan. Tapi, mengapa si mata rubah tiba-tiba sebaik ini? apa ia punya firasat bahwa ia akan segera mati? Batin Hyeri.

Key tersenyum kecil, “Kau tahu? Ini bukan pekerjaan sembarangan. Semua gadis menginginkan pekerjaan ini. Dan kau sangat beruntung karena aku menawarimu pekerjaan ini.” Lagi, Key merayu Hyeri untuk terjebak dalam perangkapnya.

“Pekerjaan? Kau sakit jiwa? Kau pikir aku akan percaya padamu?” Hyeri mendelik, meski pada kenyataannya ia memang tertarik. Yeah! Bisa saja pekerjaan yang ditawarkan Key jauh lebih baik dari pelayan hypermarket atau pacar palsu seperti yang ditawarkan Minho.

Key lantas mengedarkan pandangan ke setiap penjuru ruangan itu, memastikan bahwa tidak ada yang menguping pembicaraan mereka. Lalu ia mendekat, berbisik di telinga Hyeri. “Kau tidak ingat aku pernah bilang aku mulai menyukai gadis sepertimu?”

Hyeri bergidik, firasatnya semakin buruk.

“Aku menyukai tipe sepertimu. Jadi, menikahlah denganku.” Bisik Key lagi, membuat Hyeri terkejut bukan main. Lantas ia mendorong tubuh Key agar menjauh darinya.

MWO??? Kau sinting?” pekik Hyeri. Ia tidak menyangka si mata rubah akan mengatakan hal itu. Baiklah! Ini terdengar begitu gila karena Minho dan Key menawarkan hal yang tidak jauh berbeda, meski pada kenyataannya jelas Hyeri lebih tertarik dengan tawaran Minho.

Key terkekeh, “Kau pikir aku bercanda? Look! Aku, Kim Kibum. Gadis mana yang tidak terpesona dengan karismaku? Semua gadis berebut untuk bisa menjadi pacarku. Dan detik ini, aku memintamu, mantan pelayan café, utuk menjadi istriku. Lantas kau bilang aku gila?” Key tertawa tertahan. “Well, aku memang gila! Tapi tawaran ini serius!” lanjutnya sambil terkekeh.

“Yaaa!!! Saat berkelahi malam itu, apa kepalamu terbentur? Yeah! Kurasa kepalamu terbentur hebat saat kau melumpuhkan lawan dengan kedua kakimu itu. Benar! Aku pasti melewatkan kejadian itu. Sekarang, pergi dari rumahku, Orang sinting! Meski kau adalah lelaki kaya dan digemari para gadis, aku tidak mau menikah denganmu. Aku, mantan pelayan café dan pekerja mini market ini sama sekali tidak tertarik pada pesonamu!” Hyeri mulai naik pitam, ia beranjak, lantas menunjuk arah pintu. Nafasnya tak beraturan menahan amarah, dadanya naik turun.

Key tersenyum kecil, lalu beranjak. “Hei, Miss! Aku tidak bercanda. Mungkin kau akan menjadi wanita kaya jika kau menikah dengan Minho. Tapi perlu kau tahu, kau akan lebih kaya jika menikah denganku. Jadi, pikirkanlah! Itu pekerjaan hebat yang kutawarkan padamu! Menjadi istri Kim Kibum.” Terang Key santai.

“PERGI DARI RUMAHKU!!!” Amarah itu nyaris mencapai ubun-ubun. Hyeri rasa Key memang terganggu secara mental. Bagaimana bisa… bagaimana bisa… aish! Hyeri rasa ia mulai gila.

Key tidak mengatakan apa pun, ia berbalik, memasukkan kedua tangan di saku denim-nya. Lalu melangkah santai. Menghiraukan teriakkan Hyeri yang memakinya. Satu, dua, tiga. Baru tiga langkah saat Key berbalik. Ia tahu ini adalah perjuangannya menuju kemenangan, tapi sungguh! gadis itu benar-benar menyebalkan dengan harga diri tinggi dan makian yang terus menerus keluar dari mulutnya.

Hyeri masih terus memaki Key saat lelaki itu telah tiba di hadapannya, menyergap pinggang mungilnya. “Listen! Aku hanya memintamu menjadi istriku. Jangan berpikiran bahwa aku tergila-gila atau jatuh cinta padamu. Ini hanya sebuah pekerjaan! Pekerjaan!” Terang Key. Ia berusaha untuk menahan amarahnya. Lantas ia melanjutkan  “Kau tahu? Ini bukan cinta. Jadi, berhenti memakiku seperti itu, Miss. Karena aku bersumpah, kau akan menarik semua kata-kata kotormu itu.” Lalu mendekatkan wajahnya ke wajah Hyeri, membuat gadis itu mematung dan kehilangan kata-kata. “Aku jamin, ini adalah tawaran yang paling baik yang pernah kau miliki. Hanya tiga tahun, lalu semuanya akan berakhir menyenangkan. Sesuai dengan keinginanmu.” Tanpa menunggu tanggapan Hyeri, Key kembali memutuskan untuk merasakan hangatnya bibir tebal itu. Sedikit berharap bisa merasakan aroma Lemon yang membuatnya entah mengapa merasa terhibur.

Hyeri diam, betapa bodohnya ia karena akhirnya lelaki itu lagi-lagi memperlakukannya seperti ini. Membungkam mulutnya dengan ciuman hangat. Sungguh! Hyeri rasa ialah yang terganggu secara kejiwaan, membiarkan lelaki yang paling ia benci mencuri lagi ciumannya.

=TBC=

36 thoughts on “Excuse me, Miss – Part 5

  1. Akhirnya part 5 keluar juga… makasii ya eun cha-ssi uda nge post part 5 ini,, jujur, uda tak tunggu2 dari kemaren hehe…
    trnyata disini jaesun dan jaehwa jadi adiknya min hyeri ya.. wah key gak basa basi langsung nawarin min hyeri untuk jadi istrinya, istri kontrak tepatnya..
    jadi gak sabar nunggu part selanjutnya, gak tau kenapa aku jadi suka banget sama couple key-hyeri, walaupun di setiap cerita dibikin karakter yang beda…
    pokoknya ditunggu kelanjutannya ya euncha-ssi… fighting😄

    • .hhe. iya, maaf yah lama banget ^^v
      yup, si kembar tetep muncul, cuma beda peran aja.
      Wah, makasih looh udah suka sama Key-Ri couple meskipun karakternya dibuat beda.hhe.
      oKEY, lanjutannya tolong dinantikan yaa. Thank u😉

  2. Ulalaaa.. Akhirnya dipublish juga part 5 nya.. Walaupun ada typo sedikit,tapi ga ganggu ceritanya koq🙂
    “Aku, Kim Kibum. Gadis mana yang tidak terpesona dengan karismaku? Semua gadis berebut untuk bisa menjadi pacarku.” Hahaha kumat deh penyakit pangerannya abang konci😄
    Hyeri hyeri.. Katanya suka ama Minho? Eh pas dikasih kisseu sama abang konci ga bisa nolak. Hayoo loohh dilema yaa..
    Aseeekkk bakalan ada nikah kontrak ni. Seneng deh kalo ceritanya after marriage gitu. Key-Hyeri nikah boongan? Bisa2 perang mulu setiap hari.
    Ahhh ga sabar baca lanjutannya.. Eonni jangan lama2 ya pubilshnya😀

    • Huu.. maaf yaa typo-nya banyak banget deh kayanya. Aku ga sempat edit nih, lagian ga tau kapan bisa diedit, makanya aku publish dengan banyak kekurangan ini. Tapi udah aku perbaiki ko, mudah2an udah ga ada lagi typo-nya ^^v

      Eh, tapi karakter Key lebih bagus kan daripada yang di Archangel? .heheh.
      Siippp, mohon dinantikan yaa part berikutnya. Mudah2an ga lama.hhe.
      Thank u, Hwayong😉

  3. kyaa kyaaa kyaaaa
    akhirnya nongol juga part 5,,
    kibum diem2 udah demen ma hyeri tuh kayanya,, ato??kkkk
    hyeri juga, benci tapi mau aja dicium,,kkkk
    tak tunggu lanjutannya^^

  4. Yaaaaaa. . .
    Lagi2 TBC na tidak pda tempat na nih, spertinya euncha eonni memang ska ni membuat tbc yg menggantng. .
    Wkwkwkwk. .

    Mian eonni, krang mungkn kmen heyri tdak bnyak karna skrang heyri lgi khabisan kta2 nhe. , jdi part brkut na hrap lbih cpat ya eon. . ?
    #ngarepbanget.com#

  5. akhirnya setelah ditunggu keluar juga eon…
    aku suka part ini eon… apalagi si kembar ada adegan mainnya..
    waaah si hyeri galau tuh..
    penasaran nih eon,, aku suka kalo eonni buat cerita.. konfliknya dapet,,
    cuma kadang aku baca sampe 2x baru bisa ngerti …. tapi itu yang bikin ceritanya menarik eon

    fighting yaa eon ^^

    • Makasih, Celia. udah suka sama part ini dan menunggu publishnya😉

      Wah, masa? aku sampe terharu nih. Di luar itu, mudah2an ceritanya menghibur yaa.
      .huhu. iya nih, tulisanku kadang masih suka bikin bingung juga, jadi harus beberapa kali baca baru ngerti.hhu. maaf yaa, mudah2an ke depannya lebih baik ^^
      Thank u😉

  6. eh si Kibum udah main nyosor aja sekarang. Suka sama karakter Taemin disini deh *eh -____-
    Aku gak kebayang gimana keluarganya Hyeri, kasihan banget adek-adeknya. Kalo aku jadi Hyeri bakal ngambil tawaran Minho sih, cumannnnn pesona Kibum siapa sih bisa ngalahin /plak

  7. Akhirnya keluar jg part 5 nya, Q nggu mpe dah lumutan nch, hehe..
    Waduhh.. Key bneran dah ktagihan nch ciuman ma hyeri, mnurutQ kalian brdua dah sma2 trganggu jiwanya, g sma2 suka, tp diam ja wktu kisseu.. :->
    Ehmm..it taemin ma jinki kakk adk y? Mreka mw jd pngamat? Kyk ge n0ntn spak bola ja, hehe..
    Kra2 hyeri mlih twaranya cpa y? Minho atw key?
    Bkin penasaran ja..
    Ayo thor, lanjuuuttt…

    • waduh, sampe lumutan? maaf ya, SIsca part ini nongolnya lama banget -_-
      Setuju! kayanya dua2nya yang keganggu jiwa. sampe ngakak baca komenmu.
      kakak adik? eh, engga ko. Meraka sahabatan aja.
      Lanjutannya mohon ditunggu yaa. Mudah2an ga sampe lumutan *plaaakkk*
      Thank u😉

  8. mian eonni… skip d part lalu n langsung comment d part ini…

    iiih… key genit, ngulang adegan kyk gt berkali2. emg kalo g pengalaman jadinya susah sendiri… hahahaha…

    makin seru nih kayaknya. tapi g bs terbayang deh gmn lanjutanny. kan dsini minho ama nicole blm muncul. pasti mereka bakal ganggu rencana key, d…

    • Hi, Bella. Santai aja, gpp ko😉

      .hha. iya, ga ada pengalaman emang susah sih *plaaakkk*

      Musuh2nya bakalan lebih sengit nih dari Archangel.kekekek. Semoga Key-Ri bisa bersatu.
      Thank u, Bella😉

  9. Widih… Gak nyangka Key langsung ke inti, tanpa pendekatan… Ya walaupun memang istri kontrak,, jahat lu key. Nanti kamu juga akan menarik kata-kata kotormu itu, kamu pasti jatuh cinta ke Hyeri. Dan menjadikan Hyeri istrimu selamanya.. *buat alur sendiri* kekeke
    penyakit Percaya Dirimu memang tak pernah hilang Key, melekat selamanya. Hahaha dan itu daya tarikmu. *aneh*
    eonni~, next chap kembali ditunggu.. Aku gak bisa koment apa-apa, karena tak ada yang harus di komentar. Hehe

    • Waaaww! Semoga Key yang kena sama ucapan sendiri. Amiiinnn *berasa dendam sendiri sama Key*
      Wah, benarkah ga ada komen? apa part ini terlalu biasa? .kekek.
      oKEY, lanjuutannya harap dinantikan yaa. Thank u😉

  10. Aku suka banget dgn gaya pnulisan mu chingu! Aku jd bnyak bljar drinya. Lnjutin trus ffny ne? Tapi jgn lama”… Aku gk sbar buat nnggu karya mu ini…sungguh daebak!

  11. Aaiishh Key …. Minta cewek jadi istri kok kayak gtu sch. Romantis donk kekekekuh ….

    Brrt yang di akhir itu, Key nyium hyeri lagi ya? Itu doyan atau apa sch key😄 kayaknya senang bgt nempelin hyeri, jadi ke ingat foto Key sama Dana yang lagi hot haha, kayak gtu kali yah Key ciuman

    Lanjut … Lanjut cha😀

    • Namanya juga Key. Kalo romantis mah Minho dong😛

      .hahah. yah, kurang lebih kaya begitu lah, Neng. Yup, tapi mungkin versi yang ini lebih hot dibanding Key sama Dana.ahahahah.

      oKEY, harap dinantikan yaa lanjutannya.
      Thank u😉

  12. nah taemin, jd key hyung itu ciuman sm hyeri bukan sambil makan eskrim ya. wahahahaha ngakak bgt pas taemin mnjebak key itu

    hyeri n key kynya ntar kemakan omongan sendiri deh. wkwkwk

    komen apa lagi ya…. ._.
    pokoknya ditunggu lanjutannya (9^^)9

  13. Duh..duh..! eonni..momo ketinggalan..momo ketinggalan >,< ternyata eonni sudah publish sampe ke part 5.duh..duh,,momo malah baru baca dari part 4😀 duh,duh,momo terlalu lama semedi n puasa ngenet, jadi dampaknya ketinggalan ekekekeke *curhat
    Eonni..momo penasaran..ayo eonni lanjut.. gak sabar entar Hyeri jadi milih siapa u,u tapi momo pengen kalo hyeri milih key, cz kalo minho bakalan biasa-biasa aja deh gak seru, cz minho kan orangnya manis gitu perilakunya,😀 gk kyk key kwakwakwakwak😄
    ohya eonni,, momo komment disini aja ya eonni..😀 di part 4 gak usah ya eonni..
    makasih eonni..semangat ya eonni! momo akan selalu menanti, walau badai menghadang #halah

    • wah, Momo, gpp ko santai aja. ninggalin komen bebas mau di part mana aja.heheheh. yang penting memberi masukan🙂
      oKEY, nantikan yaa lanjutannya. Mudah2an ga kelamaan ^^v
      Thank u😉

  14. Lee jinki-ssi boleh aku ikut bergabung, menjadi pengamat sepertimu? *gandeng lengan jinki xD
    Aku kasian sama hyeri😦 eoh..apa dia jadi kepala keluarga dsini? appa nya kemana? udh mninggalkh??

    Aahh jd wkt minkey adu mulut dpesta it ad taemin, brrti ad jinki jg kn yaa?! ngomong2 aku penasaran sama jonghyun..apa dia bkln ambil bagian jg dlm cinta segi bnyk in ato cm jd pengamat brg jinki & taemin??

    Ahh jinja ini makin seruuuuu!!!!!
    Min hyeri siapa yang akan kau pilih? Minho yg menawarkan u/ jd pacar pura2nya atau key yg menawarkn u/ jd istrinya?? Klo dr segi materi, keuntungannya lbh bsar klo milih key..tp mesti bnyk2 bersabar..
    Klo minho, psti lbh menyenangkan soalnya minho suka sma hyeri dia psti bkln memprlakukan hyeri sprti pacar sungguhan. dan ad kemungkinan hbungan mrka bkln brlanjut dgn resiko hyeri hrs mnghadapi minhee…
    Tp klo milih key kayaknya bakaln lebih seru dehh..tp minho nya gimana? ckk jd ikutan galau ╮(ˇωˇ)╭
    Euncha next partnya ditungguuuu!!!

    • Eciyeeehhh, Ummul gandeng tangannya Jinki *ehem*

      Oh! itu masih rahasia. Nanti akan ter-reveal kisah keluarganya Hyeri *sok misterius*

      Iya, waktu itu ada Taemin dan Jinki juga. Hemm, Jjong bagusnya jadi penonton ato terlibat juga yaa? We’ll see.

      Wah, syukurlah kalo seru. Tapi maaf nih lanjutannya belum ada. Suerr belum ada banget.heheh. kalo di otak sih udah ada ^^v
      Mudah2an next part-nya bisa segera publish.kekek.
      Thank u😉

  15. 😮 ternyata Key player??? tapi belom pernah ciuman??? yampun…Hyeri beruntung serius??!! Wkwkkwk~
    Kirain nawarin pekerjaan apa si Key? ternyata oh ternyata Hyeri adalah pilihan ketiganya hahayy~
    Menarik ff nya ka eunchaaaaa~🙂

  16. Jaesun skit apa?…., & Taemin_ahh yaa kau si lelaki cuantik jd kau playboy kkkkkkkk lbih brpngalman dri key lntas siapa yg udh kau cium #semga yg dah dicrain tu ga da dilist…amin, i jin ki oppa…jgn ngajakin tae wat krjasama ngmatin dramana keyri klo tae ceroboh begimane???, ah smga di acc hyeri ajaknnya key wlopun kta2 ngeselin gtu jga cbalah rsakn hangatnya kisseu na key kali ja dri kisseu nya da ungkapn kejujuran sebuah cnta suci yg amat dlam…. #duarrrr jederrr ane ngarang bangat, hehehe,,smga next part nkah mreka….

Gimme Lollipop

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s