The Tokyo Zodiac Murders by Soji Shimada

Tokyo Zodiac Murders

Judul    : Tokyo Zodiac Murders

Penulis : Soji Shimada

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama

Tebal   : 354 halaman

Harga  : Rp. 55.000

ISBN     : 978-979-22-8591-8

Pembantaian misterius itu mengguncang Jepang, menyibukkan pihak berwenang dan para detektif amatir, namun tirai misteri tetap tak terpecahkan selama lebih dari 40 tahun.

Seperti kutipan di atas, novel ini menyuguhkan misteri pembunuhan berantai yang tidak terpecahkan selama 40 tahun.
Cerita dimulai dari sebuah surat wasiat dari seorang seniman -Heikichi Umezawa- yang ditemukan tewas 40 tahun yang lalu di studionya. Heikichi dibunuh dengan cara dipukuli kepalanya hingga tewas dari belakang. Wasiat itu berisi rencana besarnya untuk menciptakan sebuah maha karya bernama ‘Azoth’- sang wanita sempurna- yang diciptakan dari potongan-potongan tubuh para wanita muda kerabatnya.

Kasus pembunuhan zodiak Tokyo yang menggemparkan Jepang 40 tahun lalu kembali muncul ke permukaan saat seorang wanita -Mrs.Iida- mendatangi kantor Kiyoshi Mitarai -seorang ahli astrologi, peramal nasib, sekaligus detektif amatir- dengan sepucuk surat rahasia milik mendiang Ayahnya. Surat tersebut menyebutkan keterlibatan mendiang sang Ayah dalam kasus pembunuhan zodiak Tokyo. Mulailah Mitarai membuka catatan mengenai pembunuhan zodiak Tokyo yang menggemparkan itu. Dibantu sahabatnya, Kazumi Ishioka-seorang ilustrator-, detektif Kitarai berhasil menguak misteri pembunuhan zodiak Tokyo yang terpendam selama 40 tahun ini.

Waktu baca halaman awal novel ini, semangat gw sebagai seorang yang haus akan cerita misteri seperti kondisi batere hand phone yang fully charge! Begitu bersemangat dan ga mau berhenti. Jangankan dari halaman awal, dari cover novel-nya aja, mungkin kalo Ines eonni, Aee, sama Oghi bakalan bilang “Song Euncha banget!”
Surat wasiat Heikichi yang panjang ga menghalangi gw untuk terus melanjutkan cerita.

Kalo boleh jujur, kasus dalam novel ini menurut gw begitu jenius. Pembunuhan terencana yang disusun berdasarkan zodiak dan astronomi ini bener-bener bikin kening berkerut. Ditambah lagi penjelasan mengenai garis lintang wilayah-wilayah di Jepang yang bikin otak semakin pusing untuk membaca clue-clue yang sebenarnya sedang ditebar si penulis.

Tokyo Zodiac Murders (2)

THIS!!!

Selesai membaca surat wasiat panjang dari Heikichi, penyelidikan kasus dimulai dari perkenalan tokoh-tokoh utama. heheh. Di setiap cerita detektif, siapa pun penulisnya, dan gw ga tau dari mana pola seperti ini berasal- sang detektif pasti akan memiliki partner yang sangat setia. Seperti Dr.Watson pada Holmes. Begitu juga Kazumi Ishioka pada Kiyoshi Mitarai. Seluruh cerita menggunakan sudut pandang Kazumi Ishioka. Dan lucunya, begitu baca baris pertama perkenala Kazumi ini, gw langsung ngakak. Seperti yang bisa dilihat di gambar. Kalian pasti tau gimana perasaan gw hingga mengganti nama yang ada di sana.ahahahah.

Di halaman-halaman awal, pokonya setelah selesai baca surat wasiat Heikichi yang mengerikan, setiap halaman yang dilalui terasa cepet. Apalagi setelah baca surat rahasia Ayah Mrs.Iida. Dan fokus gw terpusat pada Azoth yang merupakan hal inti dari surat wasiat Heikichi ini.
Azoth yang dituliskan Heikichi merupakan obsesi terbesar dalam karya seninya. Merupakan wanita paling sempurna yang akan diciptakannya dari potongan-potongan tubuh anak-anak dan kerabatnya yang tinggal dalam satu rumah bersama Heikichi. Jumlah korban yang telah ditulis Heikichi u.menciptakan Azoth adalah 6 orang gadis. Satu gadis dari istri pertama yang telah ia ceraikan, 3 gadis dari istri kedua, dan 2 keponakan yang menumpang di rumahnya. Rencana penciptaan Azoth ini terkesan begitu menyeramkan dan ga masuk akal. Begitu baca rencana awal, kita udah bisa tau bahwa si Heikichi ini gangguan jiwa.

Yang membuat kasus ini semakin misterius adalah, terjadinya pembunuhan berantai atas keenam gadis yang disebut Heikichi sebagai bahan-bahan Azoth tak berapa lama setelah Heikichi ditemukan tewas di studio seninya. Kasus yang disebut sebagai pembunuhan zodiak Tokyo ini menggemparkan Jepang. Bahkan banyak buku yang ditulis mengenai berbagai spekulasi terhadap kasus ini. Jasad para gadis yang masing-masing kehilangan anggota tubuh yang berbeda telah ditemukan, hanya Azoth-lah yang masih misterius keberadaannya.

Sepanjang baca novel ini, ada satu nama dalam pikiran gw yang terlintas sebagai pelaku. Tapi motif dan caranya masih belum ketebak mengingat gender si pelaku ini sepertinya mustahil melakukan pembunuhan besar itu seorang diri. Hingga memasuki tengah-tengah, bermunculan banyak orang-orang terkait yang bisa saja jadi pelaku, dan ini justru mengaburkan tebakan gw. Clue yang terus ditebar sama sekali ga ketebak.
Uniknya novel ini adalah adanya dua intermezzo berupa surat penulis untuk pembaca. Surat singkat dari Soji Shimada ini simple tapi unik. Yaitu memberi waktu pada pembaca untuk memikirkan siapa pelakunya hingga di titik itu.

Akhir dari kasus ini bener-bener mencengangkan. Pelakunya adalah orang yang sama sekali tidak diduga. Itulah sebabnya gw bilang ini jenius! Dan uniknya lagi, pemecahan dari kasus ini sangat-sangatlah sederhana. Secara ga langsung novel ini memberikan pelajaran bagi gw, bahwa :

Terkadang sesuatu yang kita cari-cari justru ada di depan mata dan kita tidak menyadarinya karena terlalu terobsesi mencari ‘sesuatu’ itu

Ketika menghadapi suatu hal, ada baiknya jika kita berusaha untuk melihatnya dari dua sisi yang berbeda.

Meskipun novel ini menakjubkan! Tapi jujur, ada bagian yang bikin gw bosen. Yaitu, saat Kiyoshi dan Kazumi pergi ke Kyoto selama satu minggu untuk memecahkan kasus ini. Mungkin karena seluruh cerita menggunakan sudut pandangn Kazumi, makanya titik terang dari kasus malah terasa semakin buram. Ini istilahnya nonton seri Sherlock Holmes, dan nyeritain Dr.Watson yang ditinggal Holmes nyari petunjuk, terus Dr.Watson berusaha nyari-nyari petunjuk semampu dia yang nyatanya jauh dari pelaku kasus pembunuhan.

Yang menariknya adalah novel ini menggambarkan keadaan Kyoto, pembaca seolah diajak berjalan-jalan ke Kyoto, mengunjungi tempat wisata dan berjalan-jalan menikmati alam yang sejuk bersama Kazumi.

Untuk ending-nya sendiri, ga mengecewakan! Pemecahannya sungguh begitu sederhana. Terus, kayanya baru kali ini deh gw baca novel detektifan, pembunuhan begini yang ujung-ujungnya gw meneteskan air mata. Bukan terharu karena ceritanya keren, tapi emang bagian epilog-nya itu terasa menyayat hati. Ga mewek bombay lebai sih,  cuma meneteskan air mata karena bener-bener terharu atas motif si pelaku ini.

Sekian review-nya, bagi yang suka misteri ataupun yang cuma mau kepo. Silakan baca novel-nya.
Tetap waspada dan cintailah keluarga Anda! *halah*

Tokyo Zodiac Murders (1)

Sedikit curhat 

Akhirnya, setelah beberapa waktu lalu ngebet banget pengen baca novel ini gegara nemu banyak tulisan yang merekomendasikan ‘Tokyo Zodiac Murders’ sebagai bacaan wajib bagi penggemar misteri. Dapetlah buku ini dengan susah payah.
Dulu, waktu pertama buku ini nangkring di toko buku, cuma senyum aja liat cover-nya yang sederhana tapi ‘menggugah’ hati. Dan sekarang, giliran menggebu2 banget pengen baca. Novelnya udah susah ditemuin. Bahkan sampe nyari di dua toko buku langganan. Yang satu toko bilang kosong, dan satu lagi hanya tersisa satu, Sodara-sodara! Itu pun pembungkus plastiknya udah ga utuh, udah sobek atas dan kanan, tapi bukunya masih bagus.
Selain itu, untuk buku terjemahan berhalaman 300 sekian dan terbitan Gramedia, buku ini bisa dibilang cukup affordable dibandingkan buku misteri sebelumnya yang gw baca.

8 thoughts on “The Tokyo Zodiac Murders by Soji Shimada

  1. kkkk Eun Cha aku g bisa berenti senyam senyum masa xD
    G ush org2 trdekat km dehh..aku aj yg cm kenal km lwt dunia maya, bisa tau klo novel ini Eun Cha bgt cm dgn baca review ini..
    Apalg pas liat tuhh gambar yg namanya km ganti, aku lngsung ngakak xD
    Enth gmna cm dg baca ini aku bisa ngerasain gmna smangatnya km pas baca tuhh novel xD
    Rasanya jd ikut semangat jg, brasa sprti nemuin bacaan yg kerenn xD Trs mncul prasaan tertarik+penasaran pengen baca novel it jg kkk xDD

    • Hehehe. Ga tau nih,pas baca bagian awal itu juga aku sampe ngakak sendiri dan sampe aku baca berkali2.dan emang langsung dalam hati “wah,ini harusnya Namaku Nesya Juliana nih.”

      Ini seru,Ummul. Baca juga kalo penasaran. Dijamin ga akan nyesel deh.hehehe. d^^b

      • Krn review km ini aku jd penasaran jg.. ntr dehh aku cari novelnya.. skrg lg puasa(?) beli novel.. ad keperluan lain soalnya ╮(ˇωˇ)╭
        In aj nunggu bln januari biar bisa nukar placebo xD

  2. iyaa..mau nuker dg Always with me.. dl wktu ke toko buku aku liat harganya 70rbuan, mahal bgt -_- jd mending bersabar nunggu bulan depan aj biar bisa dpt gratis xD

  3. after read this review, i’m so excited with this book. and now i’ve got it from online book store, can’t wait to read it🙂 *i’m so curious*

Gimme Lollipop

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s