Excuse me, Miss – Part 10

excuse-me-missPart 10 – D-Day

Beta Reader  : Hwayong Kim

Credit poster : Jiell

 

Choi Minho mendesah pelan sambil berusaha memejamkan kedua matanya. Ia begitu lelah. Kepalanya pusing seolah mengalami jet lag, sementara tubuhnya seperti baru saja dijatuhkan dari langit. Ia kembali mendesah, bersamaan dengan kedua matanya yang terbuka. Lalu mengerang, menendang botol kosong Bacardi yang tergeletak di dekat kaki kirinya. Lantas meneguk lagi Bacardi di tangannya. Berharap bisa merasa lebih baik. Tapi nihil. Botol kedua masih saja membuatnya terjaga, bahkan kesadarannya hanya berkurang setengah.

Hari ini ia begitu kacau. Yang terjadi benar-benar tidak menguntungkan dirinya. Semua orang pasti akan menyalahkan dirinya karena keadaan Minhee. Selain itu hatinya pun hancur karena sahabatnya -Key- mempermainkan cinta yang baru tumbuh antara ia dan gadisnya. Sebentar, cinta? Minho menegakkan punggungnya yang bersandar pada sandaran sofa. Lalu kedua sikunya bertumpu pada paha, merenungkan lagi kata yang baru saja terlintas dalam kepalanya? Sejak kapan Choi Minho mempunyai cinta? Ia lalu terkekeh, meneguk lagi Bacardi-nya.

Sudah sejak lama ia kehilangan cinta. Ia tidak bisa mencintai seorang gadis sepenuh hati dan semuanya karena Choi Minhee. Minho membatasi dirinya, ia takut gadis yang dicintainya justru akan mendapat kesialan karena Minhee tidak akan tinggal diam. Entah adik tirinya itu memiliki indra keenam atau sejenisnya, karena dia selalu mengetahui gadis mana yang benar-benar memiliki hubungan istimewa dengan Minho. Dan yang sudah-sudah, tak ada yang bertahan lama. Mereka mundur, seolah berkata pada Minho bahwa mereka lebih baik mencari cinta yang lain dibandingkan berakhir konyol.

Minho terlonjak saat ponselnya kembali berdering, memunculkan nama yang sama-Choi Mija-. Ia mendengus sebal, lalu kembali meneguk Bacardi-nya tanpa ada niat menjawab panggilan ibu tirinya. Minho benci ibu tirinya, karena wanita itu, hidupnya menjadi kacau. Tidak! Karena wanita itu membawa Choi Minhee. Lantas Minho tiba-tiba saja mengingat lagi masa lalu. Masa-masa di mana hidupnya mulai berubah menjadi sebuah kepalsuan karena Choi Minhee.

Ia mendengus, menendang lagi botol kosong Bacardi yang berada beberapa meter dari kakinya. Ia masih kesal, menendang karpet beludru sekuat tenaga.

Cling…cling…

Minho melirik ponselnya, bunyi yang menandakan sebuah pesan masuk itu mengacaukan amarah Minho. Ia meraih ponsel dan segera membaca pesan singkat yang masuk. Pesan itu bertuliskan bahwa Minho memiliki satu pesan suara yang dikirim dari Afrika. Minho menegakkan lagi punggungnya, segera mendengarkan pesan suara itu.

“Minho-ya, aku mengirimkan pesan penting melalui email. Segeralah membacanya setelah kau mendengar pesan ini!”

Minho terdiam, kepalanya semakin pusing. Ia mengira-ngira kabar apa yang akan didapat saat ia membuka email nanti. Minho meneguk lagi Bacardi-nya sampai habis sebelum melangkah gontai menuju kamar mandi. Guyuran air dingin akan mengembalikan kesadarannya.

Nyaris satu jam berlalu dan Minho baru saja keluar dari kamar mandi. Berkat guyuran air dingin, kesadarannya telah kembali. Lelaki itu hanya mengenakan celana panjang tidur, membiarkan bagian atas tubuhnya tak tertutupi sehelai kain. Ia melangkah –menuju laptop-nya di atas meja- sambil menggosokkan handuk ke rambutnya.

Laptop mulai dinyalakan saat pikirannya tertuju pada ponselnya. Ia melirik ke arah sofa dan tak perlu waktu lama untuk menemukannya. Matanya mulai membuka-buka pesan masuk yang beberapa jam lalu dihiraukannya. Minho menarik kursi di depan meja laptop, lalu duduk di sana. Jari-jarinya mulai menekan tombol ‘read’ pada salah satu pesan singkat dari ibu tirinya yang dikirim kurang dari satu jam lalu.

Minho-ya, kenapa kau tidak menjawab panggilan Eomma? Minhee sudah bangun dan ia ingin bertemu denganmu. Demi kesembuhan Minhee, segeralah datang kemari.

Minho mendengus. Pikiran kacaunya satu jam yang lalu kembali muncul dan meracuni kerja saraf otaknya. Mengapa kali ini adik tirinya bangun lebih cepat dibanding yang lalu-lalu? Minho sama sekali belum memikirkan bagaimana menghadapi adiknya setelah bangun. Minho masih berpikir untuk menghindar dari kenyataan ini saat ponselnya berdering, memunculkan nama ibu tirinya. Minho kembali mendengus, lalu kembali melempar ponselnya ke atas sofa. Menghiraukan bunyi ponsel yang terus menjerit dan mulai membuka email yang khusus ia buat untuk berhubungan dengan orang -orang terdekatnya.

Ada satu pesan masuk di kotak email. Minho segera membacanya.

 

Minho-ya, bagaimana kabar Korea? Beberapa waktu lalu aku tidak sempat menghubungi kalian karena kesibukanku di Zimbabwe. Oh! Apa kau tahu bahwa tempat ini begitu menyenangkan? Lima bulan lagi aku akan dipindahtugaskan ke Madagaskar. Kuharap aku diberi waktu untuk pulang ke Korea terlebih dulu.

Minho-ya, kau menjaga Ibu dan Adikmu dengan baik, kan? Aku khawatir karena kau harus mengurusi banyak hal di saat kau seharusnya sering pergi keluar rumah bersama gadis yang kau suka.

Minho-ya, sebelum aku pergi ke Madagaskar, sejujurnya aku ingin berbicara denganmu. Yeah! Hanya kita berdua. Pembicaraan antar lelaki. Aku tahu ini akan memberatkanmu, tapi aku berharap kau bisa ikut denganku dalam tugas berikutnya. Sajangnim bilang ia perlu merekrut banyak orang cerdas dan tangguh, dan kupikir kau salah satu di antaranya. Jika kau tidak keberatan, tinggallah bersamaku di Madagaskar selama 6 bulan. Mengenai siapa yang akan menjaga perusahaan selama kau pergi, kita akan membicarakannya jika kau setuju.

Minho-ya, beberapa minggu ini aku teringat akan Mikyung. Ia selalu muncul dalam mimpiku. Kami berada di halaman belakang rumah, ia begitu cantik dengan dress putih selututnya. Saat aku menghampirinya, ia tengah menggendong Minho kecil. Ah! Ternyata aku kembali ke masa lalu, saat semuanya begitu menyenangkan. Minho-ya, jika kau ada waktu, datanglah ke makam Mikyung dan letakkan bunga Lili kesukaannya. Katakan padanya bahwa aku begitu merindukannya hingga aku selalu menangis seperti bayi. Kuharap aku bisa bertemu denganmu dalam waktu dekat ini, Minho-ya. Setidaknya aku masih merasa hidup saat kau bersamaku. Karena dengan melihatmu, aku melihat mata dan senyum milik Mikyung.

Jaga kesehatanmu dan jangan melewatkan makan.

Aku menunggu email balasanmu.😀

 

Minho terdiam, bibirnya terkatup rapat menahan getaran yang bisa saja membuat air matanya jatuh. Ia menelan ludah beberapa kali, berusaha menahan suara dramatis yang bisa saja muncul. Kini air matanya telah menetes. Sudah lama sekali sejak terakhir kali Appa-nya memberi kabar dari Afrika. Lelaki itu terlalu sibuk dengan tugas sosialnya. Minho tahu, Appa-nya tidak mendapatkan kebahagiaan saat menikahi Choi Mija. Tapi demi Minho, ia berpura-pura bahwa semuanya baik-baik saja. Hingga ia memutuskan untuk menyerahkan perusahaan pada Minho dan terbang ke berbagai negara untuk melakukan tugas sosial. Minho tahu itu dan ia tetap bertahan demi Appa-nya.

Minho mengusap air matanya, lalu tertawa hambar. Semuanya hanya sebuah kepalsuan. Ia dan Appa-nya hidup dalam kepalsuan demi satu sama lain. Padahal kenyataannya, keduanya sama sekali tidak bahagia dengan kehidupan baru mereka. Keberadaan Ibu dan adik tirinya kini hanya menjadi beban terberat dalam hidup Minho.

Lalu, sebuah ide hebat muncul dalam kepalanya. Benar! Inilah kesempatan terbesarnya untuk melarikan diri dari Choi Mija dan Choi Minhee. Melarikan diri ke tempat yang tidak bisa dilacak siapapun.

Minho mulai menggerakkan jari-jarinya di atas keyboard, menulis balasan email untuk Appa-nya. Minho yakin, kali ini ia benar-benar bisa melarikan diri dari Minhee. Dan jika gadis itu masih bisa menemukannya, ia akan melarikan diri lebih jauh lagi.

***

Key mengetukkan jari-jari tangannya ke atas meja, kedua matanya sibuk menengok ke arah pintu cafe, sementara bibirnya menyedot frappe cappuccino. Ia berdecak, karena lagi-lagi yang datang bukanlah si pelayan café. Oh! Ralat. Kali ini Key harus mulai membiasakan diri untuk menyebutnya sebagai calon istri. Bagaimanapun, ia tidak mau salah bicara dengan menyebut Hyeri dengan panggilan ‘si pelayan café’ di hadapan orang lain selain Jinki dan Taemin. Baiklah! Key tahu bahwa Jinki juga mengetahui apa yang diketahui Taemin tentang pernikahan ini. Yang jelas, Key harus lebih hati-hati karena ia telah memasuki level baru dalam permainan ini.

Tiing…

Seseorang kembali mendorong pintu café dan Key sudah malas menengok lagi ke sana. Ia yakin betul bahwa itu bukanlah calon istrinya. Ia menghela nafas panjang sambil meraih ponselnya di atas meja, dengan malas berusaha menghubungi Hyeri.

Bunyi nada sambung mulai terdengar, seiringan dengan lagu milik band Indie Accoustic Collabo – My bashful love yang terdengar di belakangnya. Key menoleh, mendapati Hyeri berjalan malas menuju mejanya. Key memutus sambungan telepon saat Hyeri duduk di hadapannya.

“Kau tahu berapa lama aku menunggu, Miss?” tanya Key tanpa basa-basi.

Hyeri menghela nafas sambil mengipas-ngipaskan tangannya karena panas. “Kukira aku sudah mengatakan bahwa hari ini adalah jadwal kontrol untuk Jaesun.” Hyeri mendelik sebal, lalu melambaikan tangannya pada pelayan.

 Seorang pelayan segera menghampiri, menyodorkan buku menu saat Hyeri menolaknya. “Bisa minta air mineral?” dan Key bisa melihat bagaimana ekspresi pelayan itu berubah menjadi tidak senang.

Mungkin Key terlalu tidak sabar untuk segera membahas soal kontrak, sehingga ia lupa bahwa semalam Hyeri memberitahunya akan hal ini. Oh! Bahkan semalam ia tidak  bisa tidur karena ingin segera bertemu si pelayan café. Hal yang aneh memang, tapi sejak malam itu. Malam di mana ia justru kehilangan keberaniannya untuk menindas Hyeri, ia merasa ada sesuatu yang tidak bisa dijelaskan. Membuatnya merasa senang sekaligus tak nyaman.

“Kau hemat sekali ya, Miss? Mau pesan yang lain? Aku yang traktir.” Key berusaha mengalihkan pembicaraan dari topik bahwa ia lupa hari ini adalah jadwal Hyeri membawa Jaesun ke rumah sakit.

Hyeri menatap Key, cukup lama. Hingga membuat lelaki itu salah tingkah.

“Apa?”

“Tidak usah. Aku tidak akan bisa membayar traktiranmu. Hutangku sudah terlalu banyak.” gerutu Hyeri. Ia berdecak sebelum mengeluarkan sebuah map tembus pandang dari dalam tas belelnya.

“Hei! Hei! Bicaramu ini tidak menyenangkan sekali, Miss. Aku tulus mentraktirmu. Jika kau tidak mau ya sudah.” Key lalu melambaikan tangannya pada pelayan dan memesan lagi frappe Cappucino.

Hyeri memanyunkan bibirnya sekilas, lalu segera mengeluarkan kertas dari dalam mapnya. “Ini perjanjian kontrak dariku!” Ia menyodorkan selembar kertas berukuran A4.

Key yang sedaritadi duduk bersandar, menatap tulisan yang berderet pada kertas di atas meja. Ia berpikir sejenak, mengira-ngira apa yang ditulis si pelayan café karena hanya terlihat beberapa baris tulisan saja. Key menegakkan punggungnya lalu meraih kertas di atas meja.

 

No. 1 Kontrak berlaku selama 3 tahun. Apabila ada perubahan di tengah kontrak, maka akan dibuat kontrak baru dan kontrak ini tidak berlaku.

No. 2 Tidak ada kontak fisik.

No.3 Saling menghargai privasi & saling melindungi untuk menjaga rahasia.

No. 4 Min Hyeri akan menerima gaji sebesar lima juta won setiap bulan.

No. 5 Setiap hari Sabtu Min Hyeri akan pulang ke rumah orangtuanya.

No.6 Saling memberitahukan keberadaan satu sama lain dan sedang bersama siapa.

No. 7 Min Hyeri tidak akan mencuci pakaian dalam Kim Kibum.

 

Key terkekeh, mati-matian menahan agar tawanya tidak meledak. Bagaimana lagi? Apa yang ditulis si pelayan café ini terlihat seperti sebuah lelucon. Key menghentikan kekehannya saat melihat Hyeri mendelik tajam ke arahnya. Oh! Mungkin saja ia akan melayangkan lagi tinjunya ke wajah Key.

“Baik! Baik! Aku harus membacanya lagi.” Key berusaha mengulur waktu karena ia masih ingin terkekeh. Selain itu, ia tidak mau memar yang lain muncul di wajahnya yang mulai kembali normal.

“Ini adalah tujuh dosa mematikan. Jika melanggarnya, kau dalam bahaya!” ucap Hyeri selagi menunggu Key kembali membaca isi kontrak yang ia buat.

Key menurunkan kertas dari hadapan wajahnya. Ia tidak mengira bahwa Hyeri hanya akan membuat persayaratan sesingkat ini. Padahal ia sudah mengantisipasi jika Hyeri memberinya ratusan syarat yang sudah pasti malas untuk dibaca.

“Haha. Ini saja? Ngomong-ngomong, kenapa aku tidak bisa berhenti tertawa di No.7, ya? Oh! Hei! Aku akan mengubah point No.2. Dan ya Tuhan! No.4! Kau ini lintah darat ya, Miss?”

“Tidak ada yang boleh diubah! Itu adalah persyaratan dariku. Sekarang berikan kontrakmu!” Hyeri mengulurkan tangan kanannya.

“Aku akan memberikannya setelah kita mengubah point No.2 dalam kontrakmu.”

“Kau berniat mengerjaiku?” tanya Hyeri skeptis.

“Dengar, Miss. Saat kita menikah nanti, pengantin pria harus mencium pengantin wanitanya, kan? Itu adalah hal yang harus dilakukan. Dan jika ‘tidak ada kontak fisik’ tertulis dalam kontrak, maka aku melanggarnya di hari pertama kontrak ini berlaku. Menggelikan sekali! Aku tidak suka kalah!”

Hyeri berdecak. “Kau kan bisa mengatakan pada orang-orang bahwa aku ini gadis yang pemalu dan tidak suka melakukan skin ship di depan umum.”

“Hei! Hei! Mana bisa aku mengatakan alasan murahan seperti itu setelah Eomma dan Appa memergoki kita di dalam lift dan beranda rumah sakit, Miss?”

Hyeri menghela nafas. Si mata rubah baru saja mengingatkannya pada hal paling memalukan yang terjadi dalam hidupnya. Hyeri memincingkan matanya, menatap Key penuh curiga. “Jadi, kau bermaksud melakukan lagi hal memalukan seperti itu setelah kita menikah?”

Key mencondongkan tubuhnya ke arah Hyeri, menopangkan kedua lengannya di atas meja. “Excuse me, Miss. Bagian mana yang kau maksud dengan memalukan?” Key semakin mencondongkan tubuhnya ke arah Hyeri, bahkan kini ia setengah berdiri agar wajahnya bisa begitu dekat dengan wajah Hyeri.

Dan seperti yang Key duga, bahwa Hyeri akan segera lumpuh dengan hal seperti ini. Key terus mendekat, meski ia sama sekali tidak berniat untuk mencium Hyeri. Bukan masalah jika ini adalah tempat umum dan akan ada banyak orang yang melihat. Tapi masalahnya adalah jantungnya yang kembali berdebar tak karuan saat ia terus mendekat dan mencium aroma campuran patchouli dan bergamot dari tubuh Hyeri.

Key segera menjauhkan dirinya saat ia nyaris menyentuh bibir Hyeri. Key kembali duduk, lalu meraih kertas berisi persyaratan kontrak dari Hyeri. “Jadi, aku akan mengubah point No.2 dengan ‘tidak ada hubungan sex’.” Ucap Key mantap. Ia tahu apa yang ada dalam pikiran seorang gadis seperti si pelayan café.

Hyeri menghela nafas pelan, pelan sekali dan berusaha keras agar Key tidak menyadarinya. Karena sesungguhnya ia merasa gugup saat Key mendekatinya seperti tadi. Ia tidak mengerti, tapi tiba-tiba saja bayangan saat Key memakaikan bowler dan mengusap pipinya malam itu  kembali muncul dan membuatnya tentu merasa tidak baik-baik saja.

Key mengulum senyum, ia tahu bahwa Hyeri tidak baik-baik saja karena tindakannya barusan. Key senang karena bukan hanya jantungnya saja yang berdebar tak karuan karena hal seperti tadi.

“Jika diam, maka kuanggap kau setuju. Lalu untuk point No.4, apa ini tidak keterlaluan? Kau menikah denganku untuk melunasi hutang. Bagaimana bisa kau tidak punya malu dengan meminta gaji?”

Hyeri segera kembali pada kesadarannya saat mendengar kalimat yang selalu dan memang akan selalu tidak menyenangkan di telinganya.

“Aku memang menikah denganmu untuk membayar hutang. Tapi, jika selama tiga tahun gajiku hanya dua puluh juta won, itu keterlaluan sekali. Setelah kita bercerai aku akan jadi gelandangan. Aku kan nanti mengerjakan pekerjaan rumahmu, anggap saja kau menggaji seorang pembantu. Lagipula, tidak mudah menjadi pembantu orang kaya sepertimu,” Hyeri menekankan nada bicaranya pada kalimat ‘orang kaya sepertimu’. “Oh! Aku setuju dengan point No.2 yang kau ubah. Terdengar lebih menjanjikan.” Tambah Hyeri buru-buru.

Key diam sejenak, memikirkan apakah ia harus setuju dengan gaji lima juta setiap bulannya. Memang tergolong mahal untuk membayar seorang pelayan. Tapi Hyeri akan berperan lebih dari seorang pelayan rumah tangga, Hyeri akan berperan menjadi istri seorang Kim Kibum. Pastilah tak mudah baginya. Tapi bukan itu masalahknya. Melainkan dari mana ia akan mendapatkan lima juta won setiap bulannya untuk menggaji si pelayan café? Saat ia menikah, seluruh fasilitasnya yang dicabut paksa oleh Appa-nya akan kembali. Tapi Key yakin akan ada sesuatu yang lain. Yeah! Ia tahu Appa-nya akan memaksanya untuk bekerja. Benar-benar menyebalkan.

“Sekarang mana milikmu?” Pinta Hyeri lagi.

“Aku sudah memikirkan point 4.”

Hyeri memutar bola mata. “Kau ini kan orang kaya. Lima juta won setiap bulan itu adalah angka yang kecil.”

Key menatap Hyeri. “Jika satu bulan kau mendapat lima juta won, artinya kau bisa melunasi hutangmu hanya dalam waktu empat bulan. Kau pikir aku bodoh ya, Miss?”

Seorang pelayan menghampiri meja mereka. Menyodorkan segelas air mineral dan frappe cappuccino di atas meja lalu pergi.

Hyeri meneguk air mineralnya. “Kau memang bodoh! Kita kan sudah ada kontrak selama tiga tahun. Tiga tahun ini akan kulakukan untuk mengembalikan dua puluh juta wonmu. Anggap lima juta won setiap bulan untuk menggaji pembantu.”

Key berdecak. “Rumit sekali! Seharusnya dua puluh juta won sudah menjadi bayaran untuk tiga tahun.”

Hyeri menghela nafas. “ Baiklah! Jika kau tidak mau menggajiku lima juta won setiap bulannya, aku akan tetap bekerja sebagai pelayan mini market setelah menikah denganmu. Eottae?

Key berdecak. Pandai sekali si pelayan café mengancamnya. Baiklah, anggap saja menyewa seorang istri itu harganya sangat mahal. Toh nantinya ia akan mendapatkan bayaran setimpal untuk ini.

Key lalu meraih map berwarna coklat dari kursi di sampingnya, lalu mengeluarkan selembar kertas berukuran A4.

“Ini milikku! Baca baik-baik!” Ia menyodorkannya pada Hyeri.

Hyeri meraih kertas yang disodorkan Key dan mulai membacanya. Ia memutar bola mata saat membaca baris pertama dalam kontrak itu.

 

Kontrak Pernikahan Kim Kibum dan Pelayan café-Min Hyeri

No. 1 Kontrak akan berjalan selama tiga tahun. Setelah itu kedua belah pihak akan melanjutkan hidup masing-masing.

No. 2 Tidak mengganggu urusan pribadi masing-masing.

No. 3 Kontrak ini tidak boleh bocor pada pihak kelima setelah Kim Kibum, Min Hyeri, Lee Taemin dan Lee Jinki.

No. 4 Min Hyeri akan melakukan semua pekerjaan rumah untuk Kim Kibum. Termasuk memasak, mencuci pakaian, dan  membersihkan rumah.

No. 5 Min Hyeri harus bersedia menghadiri acara-acara penting perusahaan atau keluarga dan bersikap sesuai yang diperintahkan Kim Kibum.

No. 6 Min Hyeri tidak boleh dekat dengan Kim Jonghyun.

 

“Bagaimana? Lebih mudah, bukan?” tanya Key.

Hyeri mendengus. “Bagaimana jika Lee Taemin atau Lee Jinki membocorkan rahasia ini pada pihak lain?” tantang Hyeri.

“Kujamin tidak akan! Mereka tanggung jawabku. Kau jaga saja mulutmu sendiri!”

Hyeri kembali menatap isi kontrak milik Key. “Apa maksudmu aku harus besikap sesuai yang diperintahkan Kim Kibum? Ini terbaca seperti perbudakan!” protes Hyeri.

“Aku berusaha melindungimu, Miss. Dalam pertemuan perusahaan atau keluarga, ada banyak orang yang harus kau hadapi dan aku tahu itu tidak akan mudah bagimu. Jadi aku memintamu untuk melakukan hal-hal yang kuperintahkan saja agar kau tidak usah berurusan dengan orang asing.” Jelas Key panjang lebar. Dan Hyeri hanya menganggukkan kepala.

Beberapa detik keduanya hanya diam, membiarkan lagu Lalala milik Standing Egg mengisi atmosfir mereka.

“Aku penasaran. Sebenarnya siapa itu Kim Jonghyun? Sepertinya ia bukan orang baik.” Tanya Hyeri akhirnya.

Key menyedot frappe cappuccino-nya. “Aku kan sudah memberitahumu bahwa dia itu adik sepupuku.” Jawab Key acuh tak acuh.

“Bukan itu! Aku hanya merasa aneh dengan caramu membicarakannya. Kelihatannya dia orang yang paling kau benci. Apa kalian pernah berebut seorang gadis?”

Key berdecak. “Kau ini terlalu banyak bertanya, Miss. Kuberitahu, Kim Jonghyun itu adalah orang yang sangat tidak boleh mengetahui rahasia ini. Dan kau,” Key menyedot lagi frappe cappuccino-nya. “tidak boleh sama sekali dekat denganya. Mengerti?”

Hyeri memutar bolamata, sepertinya lelaki bernama Kim Jonghyun ini bisa ia jadikan sebagai ancaman untuk Key. “Dia kan keluargamu juga, mana bisa aku tidak dekat dengan keluargamu?” Hyeri sengaja memancing Key.

“Pokonya kau tidak boleh dekat-dekat dengannya. Dia itu playboy dan ya sudah pokonya aku sudah memberitahumu, Miss. Jika kau melanggarnya, aku tidak mau membantumu saat kau menanggung akibatnya.” Key menyedot frappe cappuccino-nya sampai habis. Sementara Hyeri memanyunkan bibirnya karena tidak mendapatkan informasi yang ia inginkan mengenai Kim Jonghyun.

“Jika tidak ada yang ingin kau ubah, aku akan membuat kontrak gabungan milikmu dan milikku. Kita akan bertemu lagi besok di sini untuk menandatanganinya,” Key menarik kertas di tangan Hyeri, menggabungkannya dengan kertas milik Hyeri. Lalu memasukkannya dengan apik ke dalam map coklat. “Aku akan menunggu jam 10 dan jangan terlambat.”

Key bangkit, merogoh saku denim-nya dan mengeluarkan beberapa lembar won dari dalam dompet. Lalu menaruhnya di atas meja. “Sampai jumpa!” ucapnya dan tanpa menunggu Hyeri mengatakan apa pun, ia berlalu begitu saja meninggalkan café.

Hyeri baru saja menyandarkan punggungnya ke sandaran kursi sambil menghela nafas dalam-dalam saat Key berbalik. “Oh! Sore ini aku akan menunggumu di Apgujeong. Hemm,” Key menatap ponselnya. “Jam 4 dan jangan terlambat. Di depan café ‘Fantasy’, aku yakin kau tahu tempatnya.” Lelaki itu berbalik dan kali ini benar-benar melangkah meninggalkan Hyeri.

Hyeri kembali menghela nafas dalam-dalam, ia benar-benar tidak suka dengan sikap Key yang seenaknya dan memperlakukannya seperti seorang pembantu. Tapi, mau bagaimana lagi? Ini sudah terlanjur terjadi. Orang miskin pun lama-lama akan mulai terbiasa saat ia tiba-tiba mendapatkan lotre sebesar dua puluh juta won dan menjadi kaya. Hyeri terkekeh, ia harus menyusun sebuah rencana agar bisa mendapat setidaknya jaminan setelah kontrak ini selesai.

***

Lelaki bertubuh atletis itu berjalan menyusuri kawasan Apgujeong yang selalu ramai setiap hari. Sudah lama rasanya ia tidak berjalan-jalan ke tempat ini dan menghabiskan uang untuk membeli beberapa pakaian bagus. Ia biasanya datang ke tempat ini bersama Lee Taemin, lalu mereka akan makan dan minum sampai mabuk setelahnya. Taemin adalah partner yang menyenangkan untuk diajak melakukan hal seperti ini. Lelaki cantik itu tahan untuk tidak mengomeli dirinya yang memilih satu jenis pakaian dalam waktu lebih dari satu jam. Selain itu, Taemin memiliki banyak kenalan gadis cantik yang jika ia mau bisa dijadikannya sebagai ‘teman bermain’.

Ia melangkah memasuki salah satu butik di sana. Matanya tertarik oleh coat berwarna beige yang dipajang pada sebuah manekin untuk persiapan musim gugur. Beberapa pelayan menyambutnya dengan ramah dan penuh senyum. Setia menunggui lelaki itu mencoba beberapa coat dan bahkan pakaian lain yang menarik matanya.

“Tolong bungkus yang ini!” Akhirnya lelaki itu menyodorkan coat berwarna putih dengan model sama seperti yang dipajang di etalase.

Ia lalu berjalan menuju meja kasir saat matanya menangkap sebuah coat bulu berwarna putih. Tiba-tiba saja ia teringat akan kakak sepupunya yang akan menikah dekat-dekat ini. Hubungan mereka memang tidak baik, tapi Jonghyun ingin bertemu dengannya untuk memulai kembali pertengkaran mereka.

“Oh! Bungkuskan juga yang itu,” Ia menunjuk ke arah coat bulu tadi. “ukurannya sama dengan yang tadi. Dan tolong bungkus menggunakan kotak dan pembungkus kado berwarna merah muda.”

Ia tersenyum. Rasanya tidak sabar menemui kakak sepupunya dan memberi selamat atas pernikahannya. Ia tahu, ada sesuatu yang aneh dengan pernikahan itu. Terlebih lagi yang ia dengar bahwa kakak sepupunya tidak akan menikah dengan sahabat kecilnya.

Lelaki itu mengeluarkan dompet, menarik kartu kredit berwarna hitam dan menyerahkannya pada petugas kasir. Selagi menunggu petugas kasir memproses barang belanjaannya, matanya kembali menjelajahi isi butik. Mencari kalau-kalau ada benda menarik yang bisa ia beli untuk calon istri kakak sepupunya. Tapi, ia tidak tahu seperti apa rupa dan selera gadis itu. Ia benar-benar tidak punya ide.

“Kim Jonghyun-ssi, silakan tanda tangan di sini.” Petugas kasir meminta Jonghyun membubuhkan tanda tangan pada mesin kartu kredit. “Terima kasih dan kami tunggu kunjungan Anda berikutnya.” Ucap si pelayan setelah Jonghyun menenteng barang belanjaannya.

Lelaki itu melangkah santai keluar butik. Suasana di kawasan Apgujeong masih sangat ramai dan ia ingin menikmati hari ini sampai usai. Jonghyun melirik arlojinya, jam setengah empat sore. Perutnya terasa lapar. Lantas ia berjalan menyusuri beberapa butik dan tiba di deretan café dan restoran. Ia terus berjalan sambil melihat-lihat café atau restoran yang menarik hatinya. Tidak ada tempat khusus yang biasa ia datangi di sini, ia akan makan di mana saja yang menarik perhatiannya.

Sebuah café cukup besar bernama Uncle Mc.Donald’s barn menarik langkah Jonghyun. Ia melangkah masuk, mengedarkan pandangannya pada isi café yang cukup ramai. Seorang pelayan menghampiri, lalu mengantarnya ke sebuah meja kosong di bagian café yang lebih dalam. Meja itu berbentuk persegi, terbuat dari kayu, dengan dua buah kursi saling berhadapan. Terletak di bagian tengah ruangan.

Menu yang disajikan beragam, dan kebanyakan adalah menu western. Sebenarnya Jonghyun ingin makan masakan Korea, tapi apa boleh buat, ia terlanjur masuk ke dalam café ini tanpa memperhitungkan jenis makanan yang disajikan di dalamnya. Jonghyun memesan stik daging sapi dengan bumbu lada hitam dan jus jeruk dengan tambahan satu skop es krim rasa vanilla.

Selagi menunggu pesanan, Jonghyun kembali mengecek ponselnya kalau-kalau Taemin memberinya kabar. Tapi nihil. Jonghyun mendengus kesal. Matanya mulai menjelejahi café bernuansa gudang peternakan ini. Warna dinding yang didominasi warna putih dan cokelat tua, serta seluruh furnitur yang terbuat dari kayu. Melirik ke meja lain, Jonghyun melihat beberapa jenis minuman disajikan menggunakan jar.

Sudah sepuluh menit berlalu dan pesanan Jonghyun masih belum datang, lelaki itu beranjak. Merasa dirinya harus pergi ke kamar kecil di ujung koridor mejanya. Tak perlu waktu lama bagi Jonghyun untuk kembali ke mejanya karena tak banyak orang mengantri di kamar kecil. Ia melangkah ringan sambil melirik kanan-kiri, mencari sesuatu yang menarik.

Bruuukkkkk… praaangggg….

Jonghyun baru saja menabrak seseorang. Ia mengalihkan mata liarnya pada gadis yang kini menunduk mengamati kemeja merahnya yang terkena cake rasa lemon. Jonghyun tahu cake itu memiliki rasa lemon karena aroma lemon yang menguar jelas memasuki hidungnya.

Sementara beberapa pasang mata tertuju ke arah mereka karena suara pecahan piring. Dari arah pintu belakang dekat kamar kecil tadi Jonghyun melihat seorang pelayan menghampirinya sambil membawa sapu kecil dan pengki.

“Maaf.” Ucap Jonghyun cepat. Ia merogoh sapu tangan dari saku belakang celananya, menyodorkannya pada si gadis.

Gadis itu menyambar sapu tangan, membersihkan cake yang menempel pada bagian dada kemejanya.

“Kau tidak apa-apa?” tanya Jonghyun, ia menundukkan kepalanya sedikit agar bisa melihat wajah si gadis.

“Tidak. Hanya saja cake ini-“ gadis itu mengangkat wajahnya dan menatap Jonghyun. Gerakan tangan sekaligus kalimatnya terhenti begitu saja saat ia melihat kedua mata Jonghyun. Ia terdiam, seperti baru saja bertemu seseorang yang sudah lama tidak ia jumpai.

Anehnya, bukan gadis itu saja yang mengalami keterkejutan. Jonghyun pun sama, ekspresi khawatirnya menguap begitu saja. Tergantikan dengan ekspresi sedikit terkejut, lalu terdiam memandang mata bulat di hadapannya.

Keduanya saling menatap tanpa suara. Seolah memikirkan dan merasakan hal serupa. Jonghyun tidak mengerti, ia jelas tidak mengenal gadis di hadapannya dan ini kali pertamanya mereka bertemu. Tapi sepasang mata bulat itu, ia merasa begitu dekat dengan si gadis. Seperti seseorang di masa lalu, atau seseorang di kehidupan yang lalu. Jonghyun merasa ia memiliki suatu hubungan yang tak bisa dijelaskan dengan gadis di hadapannya. Ia merasa gadis itu adalah bagian dari dirinya. Tidak! Jonghyun merasa bahwa gadis itu adalah dirinya dan dirinya adalah gadis itu. Sulit dijelaskan! Seperti sebuah perasaan yang begitu dekat, terpisahkan oleh dimensi alam bawah sadar dan terlupakan begitu saja.

Mereka terus berpandangan, bahkan menghiraukan pelayan yang tengah merapikan kekacauan yang mereka ciptakan. Gadis itu pun seperti tengah memikirkan sesuatu yang serupa seperti Jonghyun. Mengingat benang merah yang diciptakan oleh temu pandang yang tak disengaja. Ini bukan perasaan seperti jatuh cinta, tapi perasaan seperti baru saja menemukan bagian yang hilang dari sebuah puzzle yang telah terlupakan.

“Kau ini lama sekali, Miss. Hei apa yang terjadi?” Sebuah suara rendah menginterupsi pikiran keduanya. Suara itu muncul dari balik punggung si gadis.

Jonghyun sempat menghiraukan suara itu dan menatap mata si gadis beberapa detik lebih lama sebelum akhirnya ia menatap suara rendah di balik punggung si gadis.

“Maaf, aku tidak sengaja me-“ Jonghyun mendapati sepasang mata rubah yang sudah lama ingin ia temui. “Key!” serunya. Jonghyun berusaha tersenyum seperti biasanya, karena sebenarnya ia merasa kedatangan Key mengganggunya.

“Kim Jonghyun?” Key menatap Jonghyun tak percaya. Ia tahu adik sepupunya sudah pulang dari Jepang satu hari setelah kejadian di mana ia menolong Hyeri. Tapi sebisa mungkin ia tidak menemui atau ditemui lelaki itu. Bagaimanapun, ia telah merencanakan agar ia tidak bertemu Jonghyun sebelum hari pernikahannya.

“Akhirnya kita bertemu juga, Key,” Jonghyun meninju pelan bahu kiri Key yang disambut dengusan oleh lelaki itu. “Kudengar kau sibuk dengan persiapan pernikahanmu. Selamat! Oh, apa dia,” Jonghyun menatap lagi gadis yang tadi ditabraknya. Dan lagi, perasaan seperti tadi muncul saat ia menatap lagi sepasang mata bulat yang terasa sangat tidak asing baginya. “pengantinmu?” Jonghyun tersenyum kecil pada gadis itu, lalu kembali menatap Key. Seolah meminta pengakuan dari Key bahwa lelaki itu telah kalah.

“Bukan urusanmu! Kau akan tahu di hari pernikahan nanti.” Key sama sekali tidak mengantisipasi hal seperti ini. Dan ia benar-benar tidak suka saat Jonghyun menatap Hyeri seperti tadi. Lelaki itu seperti seekor harimau yang bersembunyi di semak-semak dan mengintip calon mangsanya. “Sejujurnya, aku tidak senang bertemu denganmu sebelum hari pernikahanku. Tapi, apa boleh buat. Kita sudah bertemu, kuharap kau senang kembali tinggal di Korea.” Key melirik Hyeri yang masih saja terpaku seperti orang bodoh. Menatap Jonghyun dengan wajah seperti seorang induk kucing yang baru saja menumkan anaknya yang hilang. “Ayo, Miss. Kita pergi!” Key menarik lengan Hyeri.

Fokus Hyeri buyar, ia menoleh ka arah Key dan sama sekali tak sempat berpikir untuk melakukan perlawanan.

“Tunggu!” Jonghyun menarik lengan Hyeri yang satunya lagi. Membuat langkah Hyeri terhenti.

Hyeri berbalik, menatap lagi mata Jonghyun. Berusaha mencari apa yang sebenarnya membuat perasaannya seperti ini.

“Namaku Kim Jonghyun. Senang bertemu denganmu.” Ucap Jonghyun begitu manis. Ia lalu melepas genggamannya dari lengan Hyeri. Lalu menyodorkan tangannya untuk bersalaman.

“Hyeri. Namaku Min Hyeri.” Tanggap Hyeri singkat. Ia tak bisa mengatakan hal lain karena kedua matanya hanya ingin menatap mata Jonghyun. Otaknya tak bisa memikirkan hal lain selain apa yang membuatnya merasa kembali ke masa lalu yang telah lama ia lupakan.

Keduanya bersalaman sambil terus saling menatap. Lalu tak mengucapkan kalimat apa pun. Hingga Key menarik lengan Hyeri, memutuskan jabatan tangan antara Hyeri dan Jonghyun.

“Nanti saja berkenalannya! Kami harus mengambil cincin!” Key menarik tangan Hyeri menjauh dari Jonghyun.

Hyeri menurut begitu saja, membiarkan langkahnya diseret oleh Key. Hyeri masih berpikir apa yang sebenarnya terjadi saat ia kembali menoleh ke belakang dan menatap Jonghyun yang masih berdiri di tempatnya. Lelaki itu tidak tersenyum, hanya menatap Hyeri seperti bagaimana tadi mereka saling bertatapan.

***

Hyeri kembali menghela nafas dalam, sudah hampir tiga puluh menit ia berusaha menghilangkan rasa gugupnya dengan menghela nafas dalam atau berjalan-jalan di ruang tunggu. Tapi itu tidak membantunya. Kedua tangan berbalut sarung tangan putihnya terasa dingin, sementara buket bunga yang ia genggam nyaris menjadi rusak karena rasa gugupnya.

 Hari pernikahannya dan Key datang. Beberapa mingggu ke belakang ia memang sering pergi bersama Key untuk mengurus hal-hal yang berhubungan dengan pernikahan mereka. Seperti memilih cincin, gaun pengantin, bahkan memilih warna dekorasi untuk ruangan pernikahan. Sejujurnya, ada dua perasaan yang Hyeri rasakan bersamaan. Senang dan takut. Ia senang karena bisa merasakan menjadi seorang pengantin, merasakan kesibukan mempersiapkan segala sesuatunya meski ini bukanlah pernikahan yang sebenarnya. Tapi, ia merasa takut karena telah membohongi banyak orang.

Ia telah bertemu dengan beberapa anggoota keluarga Key, Nyonya Kim selalu membawanya ke banyak tempat. Memang tidak mudah bagi Hyeri, terutama saat mereka menanyakan perkejaan dan latar belakang keluarganya. Nyonya Kim dengan cekatan menutupi semuanya, mengalihkan topik dengan elegan agar mereka tidak lagi menanyai Hyeri dengan pertanyaan klasik yang memuakkan.

Ini terlalu berat bagi Hyeri. Ia juga tidak suka saat Key membawanya ke berbagai butik, menyuruhnya mencoba banyak pakaian. Memaksanya untuk berjalan dengan cara yang diperintahkan Key. Ia memang pernah mengidamkan kehidupan seperti ini, di mana ia memiliki banyak pakaian cantik, memakai sepatu cantik dan menjadi pusat perhatian saat ia berjalan. Tapi kenyataannya tidak sama dengan apa ia yang dibayangkan. Semuanya memuakkan dan penuh kepalsuan.

Selain itu, ia juga merasa sedih karena masih tidak bisa menemukan Minho. Apa lelaki itu baik-baik saja? Benarkah ia akan membiarkan pernikahan ini? Kadang, selama Hyeri bepergian bersama Key, ia selalu membayangkan bahwa Minho akan tiba-tiba muncul dan membatalkan pernikahan ini. Bahkan hingga detik ini pun Hyeri masih berharap lelaki itu akan datang dan membatalkan segalanya.

“Kau baik-baik saja?” sebuah suara rendah membuyarkan lamunan Hyeri.

Hyeri menoleh ke belakang, mendapati si rubah tua berjalan ke arahnya. Lelaki itu menggunakan setelah jas hitam dengan hiasan bunga di saku atas bagian kiri jas. Ia juga mengenakan sarung tangan putih.

“Oh!” Hyeri bangkit dari sofa ruang tunggu. Berusaha terlihat baik-baik saja meski kedatangan calon ayah mertua palsunya itu membuatnya semakin gugup.

“Kau terlihat gugup. Tapi kita tidak punya waktu lagi. Kibum sudah menunggumu.” Tuan Kim melangkah dan berdiri di samping kanan Hyeri. Menegakkan punggungnya dan membentuk lengan kirinya sedemikian rupa hingga memberikan sudut untuk Hyeri jadikan sebagai pegangan.

Hyeri diam sejenak, merasa canggung di dekat Tuan Kim. Karena Hyeri sudah tidak memiliki Ayah, maka Tuan Kim menggantikan posisi itu dalam pernikahan ini. Selain itu, yang membuat Hyeri canggung pada rubah tua ini adalah sebuah perasaan bahwa lelaki itu tidak menyukainya. Hyeri bisa melihat dengan jelas bagaimana lelaki tua itu berbicara sedikit padanya, dan selalu menghilang menuju kamarnya –dengan alasan kesehatan- saat Hyeri berkunjung. Tapi karena alasan yang belum Hyeri ketahui, si rubah tua tetap membiarkan pernikahan ini berlangsung.

Seorang pelayan berseragam khusus membuka pintu ruang tunggu. “Sudah waktunya.” Ucapnya singkat, dan membuka pintu hingga batas maksimal.

Hyeri merasa jantungnya berpacu cepat bukan main. Suara ramai terdengar saat kaki berbalut heels putih-nya menapaki koridor menuju ruang utama.

“Min Hyeri-ssi, jangan terlalu gugup.” Sebuah suara dari samping kiri Hyeri terdengar ramah. Hyeri menoleh dan itu adalah seorang fotografer. Ia membidik Hyeri dengan kamera profesionalnya.

Hyeri menghela nafas dalam sekali lagi saat pelayan yang bertugas membuka pintu utama menatapnya, seolah menanyakan kesiapan Hyeri. Hyeri mengeratkan pegangannya pada lengan Tuan Kim, menatap lelaki itu sebentar, berusaha mencari sebuah perlindungan. Dan Hyeri segera mengangguk saat Tuan Kim mengangguk sambil tersenyum kecil padanya.

Pintu utama terbuka. Suara riuh mulai terdengar, diikuti blitz kamera yang muncul dari berbagai sudut. Hyeri mengerjapkan matanya, ia bahkan tidak bisa melihat dengan jelas siapa saja yang ada di sana.

Suara riuh itu mulai mereda saat Hyeri dan Tuan Kim melangkah lebih jauh mendekati altar. Di sana, ia bisa melihat Key yang berdiri di hadapan pendeta dengan setelan jas hitamnya. Ia sedikit terkejut karena rambut hitam si mata rubah. Lelaki itu menoleh ke belakang, lalu menatapnya, seolah mengatakan pada Hyeri bahwa ia telah lama menunggunya di sana.

Hyeri menatap lantai karena tiba-tiba saja ia merasa sesak. Ini konyol! Tapi mengapa ia merasa Key jauh terlihat lebih tampan dengan rambut hitamnya? Tidak! Lebih manusiawi tepatnya. Ia melihat Key seperti sosok lain yang lebih ramah dan menyenangkan. Sungguh! Hyeri tidak menyangka bahwa warna rambut akan berpengaruh begitu besar pada pemikirannya terhadap Key.

Hyeri akhirnya tiba di hadapan Key. Tuan Kim meraih tangan Hyeri dan menyerahkannya pada Key. Dan saat itulah suasana menjadi hening. Seperti tak ada kehidupan selain desisan pengeras suara yang menangkap suara udara.

Janji pernikahan yang seharusnya menjadi hal paling sakral itu terasa bagai sebuah lelucon bagi Hyeri dan Key. Keduanya begitu lancar mengatakan kalimat ‘Aku bersedia’. Seolah mereka berdua adalah sepasang kekasih yang saling mencintai dan tak bisa menunggu waktu lebih lama lagi untuk disatukan dalam kesucian. Tapi nyatanya, ini hanyalah sebuah kepalsuan. Hyeri hanya mengikuti apa yang diucapkan Key.

“Jika kita menikah dengan cepat, maka pernikahan ini pun akan lebih cepat berakhir. Kau mengerti maksudku kan, Miss?”

Suasana yang tadinya hening berubah menjadi seperti pasar kaget pada Sabtu malam. Semua orang berteriak, blitz kamera semakin sering muncul. Hyeri dan Key berdiri saling berhadapan.

“Kau boleh mencium pengantinmu.” Ucap pendeta melalui pengeras suara.

Hyeri tahu, dalam sebuah acara pernikahan, inilah yang paling dinantikan oleh para tamu. Dan seharusnya pun menjadi hal paling dinantikan olehnya. Tapi itu tidak berlaku lagi karena pernikahan ini palsu.

Key membuka tudung penutup wajah Hyeri dan maju satu langkah. Ia menatap Hyeri dan Hyeri dengan cepat menghindar saat mata mereka bertemu. Meski sebelumnya ia sudah merencankan untuk tidak terlihat seperti orang bodoh saat ciuman ini terjadi, itu sia-sia. Karena rambut hitam Key membuat lelaki itu berbeda. Seperti pangeran tampan yang tiba-tiba saja bersedia menikah dengan Hyeri.

Key terus mendekat saat Hyeri berusaha menahan diri untuk tidak mundur. Hyeri menghela nafas pelan, lalu memberanikan diri menatap mata Key. Kali ini saja! Ini adalah pernikahannya –meski pernikahan palsu- dan ia ingin merasakan kebahagiaan menjadi seorang pengantin.

Hyeri merasakan terpaan nafas Key di wajahnya saat matanya menangkap sosok Jonghyun berdiri beberapa meter di belakang Key. Ia berdiri di tempat khusus keluarga. Fokus Hyeri teralihkan, ia kembali merasakan perasaan yang aneh. Merasa bumi berputar terbalik dan membawanya ke masa lalu yang sama sekali tidak bisa diingatnya.

“Tatap aku!” bisikan rendah dari Key membuat Hyeri terperangah. Lelaki itu menarik dagu Hyeri.

Hyeri menatap mata Key, merasa lelaki itu mengetahui apa yang baru saja dilakukannya. Dan buruknya, ia tidak senang dengan itu. Hyeri kembali menatap mata Key dengan perasaan gugup yang berlipat-lipat dari sebelumnya.

Key terus mendekat, dan rasanya Hyeri ingin memegangi dadanya sendiri. Ia memang membenci Key, tapi ia adalah wanita normal di mana hormonnya akan aktif saat melihat lawan jenis yang dianggapnya menarik. Dan Hyeri harus mengakui bahwa hari ini Key begitu menarik di matanya. Hyeri menatap lagi mata berlapis lensa hazel milik Key sebelum ia memutuskan untuk menutup kedua matanya. Ia merasa ini lebih aman.

Hyeri mendengar suara riuh dari berbagai sudut bersamaan dengan nafas hangat yang menerpa wajahnya. Ia juga bisa merasakan bahwa Jonghyun masih menatapnya seperti tadi. Kini ia merasakan kedua tangan Key yang memegang kedua pipinya. Lalu menariknya dan sebuah kecupan di kening membuat mata Hyeri terbuka sempurna.

“Manis sekali!” teriak seseorang dari barisan keluarga yang entah siapa.

“Tahan sebentar!” teriak seorang fotografer yang kini berjalan ke hadapan mereka dan mengabadikan pose bodoh ini sedemikian rupa.

Hyeri seharusnya memejamkan kedua matanya agar hasil foto tadi sempurna, tapi ia kehilangan banyak akal sehatnya karena apa yang dilakukan Key. Mengapa lelaki itu menciumnya di kening? Ini seperti bukan Key, batin Hyeri.

Key menjauhkan dirinya dari Hyeri. Lalu mereka saling bertatapan beberapa saat. Hyeri masih seperti orang bodoh. Bahkan saat Key seolah berusaha menyampaikan sesuatu melalui tatapannya, ia tidak bisa menangkapnya.

“Ayo!” bisik Key, menarik tangan Hyeri dan menyelipkannya di antara siku Key. Keduanya lalu berjalan menuju pintu lain yang telah terbuka lebar.

Semua tamu berdiri saat mereka melangkah, sorak sorai, tepuk tangan, serta tangis haru dari Eomma-nya yang duduk di salah satu kursi keluarga membuat segalanya terasa begitu nyata bagi Hyeri. Setelah ini, permainan sesungguhnya baru akan dimulai dan Hyeri harus siap.

 

Hyeri akhirnya bisa mengembangkan senyum saat kesadarannya kembali. Ini adalah pernikahannya dan sudah seharusnya ia menikmatinya. Mereka terus melangkah saat tiba-tiba Key mencondongkan kepalanya ke telinga Hyeri.  Lelaki itu lalu berbisik.

“Kau suka?”

“Apa?”

“Ciuman di kening.”

 

=TBC=

 

 

A.N :

Hello, bertemu lagi di part 10. Eh, eottae part yang ini? Nah, di sini Jonghyun akhirnya muncul meski malah makin banyak misteri. Bagi yang mungkin kurang ngeuh, di sini Jonghyun lebih muda dari Key, ya. Kenapa aku buat begitu? Pasti akan terjawab kalo kalian setia mengikuti ff ini.hehe. ^^v
oKEY, sampai jumpa di part berikutnya, ya.
Mau part 11-nya cepet muncul? Komen yang banyak! hahah😉

28 thoughts on “Excuse me, Miss – Part 10

  1. first??
    Akhirnyaaaaa! Key sama Hyeri nikah juga! Oh btw, itu Minho jadi ngikutin kata ayanhya???
    Kim Jonghyun ada masalah apa yah sama Key, terus hubungan dia sama Hyeri juga apa? Well, kayaknya harus tunggu next chapter!

    Good job kak!

    • Almira, aku penasaran deh. Jerman sama Indonesia bedanya berapa jam, ya? Kayanya pas ff ini publish, di kamu masih siang hari ya? .heheh.
      Hemm, Minho-nya nanti bakalan diceritakan lagi ko. Terus Jonghyun sama Hyeri masih misterius.heheh. ^^v
      Thank u😉

  2. Minho kasian jg yaa ._. yaudhlh minho ikit ke madagaskar aj. ato klo g ke indonesia aj. aku brsdia mnmpung(?) koq djmin g bkln dtmuin sm minhee xD

    Akhirnyaa yaa.. nikah juga.. chukkae ^^ smoga langgeng g cm sbts 3thn doang.
    Hmm.. seburuk ap sihh hbgn spu2 in? koq key smpai sgitu g sukanya sm jonghyun. Trs ad apa dg hyeri-jonghyun? ap mngkin mrk prnh ktmu/knl? wkt kcil mngkin cm g ingt aj ._.
    Ehh ap mngkin ayhnya key tau yaa klo prnikahannya cm pura2 makanya dia sllu mnghindari hyeri? trs sprti yg dblg hyeri krn suatu alsn dia ngbiarin prnikahn it trjdi._.

    oiya eun cha, aku bkn mau ngoreksi yaa, aku sndiri jg kurang ngerti masalah ginian.. soal penggunaan tanda titik sama koma. kyak yg ini nihh ->
    “Jadi, aku akan mengubah point No.2 dengan ‘tidak ada hubungan sex’.” Ucap Key mantap.
    Sbnrnya kpn pake tnda titik kpn pake tanda koma?
    Aku dl prnh baca komenan ff d.sf3si.. kalo g salah (in klo g slh yaa soalnya udh lama bgt) katanya klo d.dpnnya ad kata kayak ‘ucap Hyeri’ ‘kata Hyeri’ ‘jawab Hyeri’ it ktanya pake koma. Mis. “…………….(koma)” kata Hyeri.
    yg bnernya gmna yaa? ._.a dr dl aku sllu bingung soal ini..

    • Eciyeehhh… Ummul sama Minho nih.heheh. ^^v
      Hyeri-Jonghyun nya bakalan misteri dulu *digampar*

      Eh, iya iya. Aku juga pernah baca soal tanda baca akhir itu, cuma bukan di sf3si sih *lupa di mana*
      Nanti deh aku caritahu lagi soal ini, kalo udah ada pemahaman, kita bahas lagi, okey? .heheh.
      Eh, makasih loh sudah mengingatkan yang ini.
      Thank u😉

  3. waah… nikah juga akhirnya. haha
    itu point no 7 mmg bikin tergelak berkali2… btw, kayaknya Hyeri bner2 lintah darat deh. lima juta won? per bulan? gileeeeee….. *geleng2*

    hmm…. kok jonghyun ama hyeri kayak soulmate yg baru ketemu aja sih? trus, Minho terlupakan gitu aja nih? brrt saingan Key nnt si Jonghyun doang?

    eonni, buat saingan cinta hyeri juga dong. biar seru~~

  4. akhirnya muncul jg hari H nya.. so sweet… tumben si rubah gak asal nyium hyeri.

    tp penasaran bgt nih sapa itu jonghyun. tebakkan sih jjong itu saudaranya hyeri. hyeri ama key itu seumuran gak? kl seumuran berarti jjong itu adiknya hyeri dong? pokoknya jjong itu ada hubungan darah ama hyeri. atau pacarnya hyeri waktu dulu ya? wah… kl pacarnya hyeri bisa gawat. apa dulunya hyeri punya pacar jjong terus amnesia? hehe kebiasaan nih suka nebak2 sendiri..

    part depan lbh romantis eon… konfliknya jangan key yg disakiti. gantian aja.. kan waktu dazzling key yg terlihat tersiksa hehe

    • Hehe. Iya nih, tumben. Lagi kemasukan kali *?*

      Widih. Seperti biasa, tebakan Hana selalu WOW!.heheh.
      Pokonya nanti satu persatu terungkap deh.

      Santai. Ceritanya masih panjang *digampar* ko. Nantikan ya.
      Thank u, Hana😉

  5. akhirnya nongol juga part 10-nya… waaahhhhh….. KeyRi dah nikah ya? kok g undang aku c? hehehe…….
    minho g dateng ?? jadi kabur ma appa-nya ya?? syukur deh jd g da halangan, hahaha…..
    jjong adiknya Key?? tumben… tapi g apalah..dia kan lebih pendek,hehehe…. #tablok blingers sedunia
    tapi apa hubungan hyeri ma jjong??? hubungan masa lalu?? jangan2 da hubungannya ma keluarga kandung hyeri?? atau apa y?? semoga bukan mantan pacar… saya tidak relaaaaa!!!!!
    next part ku tunggu thor, g sabar menanti marriage-life nya KeyRi.. pasti seru deh!!

  6. waaahh so…. sweet… key keren deh….
    penasaran ama hubungannya hyeri ama jonghyun masa lalu
    trus si minho itu dmn ya??? pingin tahu alasan ayahnya minho nikah ama choi mija padahal katanya gg bahagia,, aku mau nanya eon masalah itu ntar dijelasin ngga? soalnya kasihan tuh si minho..

    oh ya eon aku mau koreksi typo boleh kan eon ….
    waktu di key masih mempertimbangkan uang lima juta won di kalimat
    (Tapi bukan itu masalahknya)

    udah cuma itu aja kok eon yg lainnya keren deh!!
    next part ya eon ^^ fighting ^_^v

    • Boleh banget ko!
      Iya, aku waktu baca lagi dari hp, nemu juga typo yang itu. Kalo ga salah sih ada satu lagi, cuma pas ol di pc lagi langsung ga ketemu *plaaakkk*
      Makasih loh, Celia. Akan aku perbaiki pas koneksinya bagus *lagi hujan badai*

      Thank u, part berikutnya harap ditunggu ya😉

  7. spt biasa eonn.. ff’a sll seru :’) ak bca tengah mlm ini.. iseng” maen k sni eehh udh ada EMM part 10.. wkwkkwwk

    akhr’a key sama hyeri nikah (lagi) wkwkwkkwk

    jjong ada apa ya sama hyeri?? penasaran hayo,, bsa” jjong malah jd pihak ketiga selepas minho hilang entah kmn.. apa jgn” hyeri ade’a jjong? ga mungkin. wkwkwk

    ayo eonn lanjut part 11😀

  8. waaahhhh part 9 dan 10 udah post…
    BURU-BURU BACA…

    kyaknya aku ktinggalan jauh nhe “pasang muka sedih tngkt dewa”.. mdah2an part brkutnya ngak ktingglan lgi…
    AMIIINN

    M”f ya eonni, part 9 heyri ngak cment, krna part 9 n 10 bcany brngan jdi cmentnya ti2p sma part 10 ja..
    heheheheh….

    kyakny abg kodok akn k-mdgaskar ne..? bgus minho, heyri d-sni akan sllu mndukung mu dri blkang buat mnghndar dri minhee…
    HAHAHA.. KETAWA IBLISSSS…

    Ada apa dgn hyeri dan jonghyun eonni,,? pa mrka prnh brtmu sblumny..??
    KEPOO BANGEETTT..

    aku udh ngak sbr pngen bca crta sluk bluk rmah tnga key-ri,, pasti akn sring adu mulut nhe..

    yadah eonni, part brkutnya heyri tngu ya…

    • Santai aja Heyri, boleh ko komen di part mana aja.heheh. Tapi lebih baik di smua part *plaakkk*
      Masih banyak misteri di ff ini, jadi ffnya masih panjang banget. Mudah2an ga cape.heheh. ^^V
      Thank u, Heyri😉

  9. OMFG! eonnie! aaih, udah lama galiat blog eonnie,
    apakabar?woah, kayaknya aku ketinggalan banyak banget posting-an eonnie niiiiy hahaha
    btw,eonnie masih inget kan ya sama aku? reader mu yang sangat tergila2 sama fict eonnie yang judulnya archangel ituuu hahahahaha,
    okey, sekarang aku bakalan pantengin blog eonnie terus, aku suka niy sama fict eonnie yang sekarang. key nya………bad boy sekali hahahahaha,

    ditunggu, postingan eonnie selanjutnyaa. euncha eonnie j-jang!^^V

    • Hallo, bila. Kemana aja nih? lama tak jumpa.heheh.
      Oh! Pasti inget dong sama readers Archangel ^^
      Yup! Udah banyak postingan, terutama ff bang kunci.heheh.
      Ne, silakan.
      Thank u, ya😉

  10. akhirnya si Minho melarikan diri juga,hahaha *ketawasetan

    ininih,, pertemuan Key-Hyeri d’cafe bikin aku senyum2 geje, knapa juga yg dbahas Hyeri ko pakaian dalam., wkwkwkk

    …’Jonghyun ingin bertemu dengannya untuk memulai kembali pertengkaran mereka.’ kayanya rese amat ya anak ini, bsa jadi pengganggu sejati tuh, bahaya! #keepstrongkibumie
    Jonghyun tu sepupunya Key, tapi siapa sih dia?

    ‘..aku suka,,
    apa?
    …ciuman di kening,,,’
    wkwkwk,, siiiplah
    ditunggu lanjutannya ya, teman^^

  11. Eonni mianhe baru sempet koment. .😦

    wah aku jadi kasian sama kehidupan Minho, dikejar adik tiri stres, ayahny yg pura” bhagia, benar-benar miris. jd hyong masihan beas.eh
    tp agak seneng jg sih dia pergi nyusul ayahnya ke afrika. wkwkwkwk biar Hyeri ny fokus jth cinta ke Key,. gak k pangeran tampan ini.

    Eonni dri skian bnyk FF yg eon buat pasti penuh misteri,dan membuat reader pnsaran, jago bgt bwt yg misterius gni. krna ska ya sma bnyk bc novel genre it kah?. . itu Jonghyun siapa? apa hub sama Hyeri? pernah brtmu kah? apa reinkarnasi.plak
    ini misterius bgt. . *apadeh
    sepertinya jonghyun jd saingan Key brkut nya stlh minho pergi. so tahu ya

    kyaaaa aku jg ska kcupan di kening, *tos hyeri. manis bgt. . akhrnya kalian menikah, smga cpt jath cnta. jgn pd nyangkal, hentikn kntrak nya. nikah bnr ya . hdp bhagia pny anak. eh mlah doa
    part slnjtny udah pub kan. okesip lgsg meluncur ksna😉

    • Kyaa…. Hikma, kamu ke mana aja? .hehe. Ga deng, santai aja.

      Jiah, aku ngakak pas kamu nulis ‘hyong masihan beas’, dikasih beras juga adiknya tetep gangguang jiwa yeey.hahah. ^^v

      Hemm, sebenernya sih ada misteri biar pembaca penasarn aja. Kalo ga bikin penasaran kan ga seru *plaakkk*

  12. masih penasaran sampe sekaran apa hubungan si jonghyun sm si hyeri yaaa .ahahahhahaha si key oppa kali ini jadi badboy lagi entah mengapa tapi dsitu letak menariknya (>,<) aaaaaaa dan gara gara FF euncha aku jdi seneng key sm onew oppa *loveeeeeeeee

  13. Oohh jadi Key lebih tua dr Jonghyun:/ kok bisa??
    Okey seneng liat Key dan Hyeri nikah? Hahaha peraturan2 nya koplak! eciyeee….Key tampan ya Hyeri?🙂
    Jonghyun sama Hyeri kenapa klo bertatapan kyk ada keterkaitan??? *penasaran semuaaaa*😄
    Semangat buat ka euncha! (y)

  14. Jyaaa akhirna bca jga part 10….., Ommona Kim Jong hyun ssi sdah muncul & pnuh gaib bgtu #bca misteri kekkekeke, trus Minho mau kmne? Siapa jga cnta yg hlang dri hti Minho? Sayakah? #jebrett jedotin pala, dan yang bkin saya seeneeeeeng Key akhirna nikah sma Hyeri……wuaaaa ni pzti rmbut Key item ni keana jman everybody gtu huhuhuhu Key emang ckep bgt alo rmbutna item,saya sbg lil freak slalu mrasa dpt bnus klo Key rmbutna item scra Key rmbut item sthun sekali kea keajaibn luarbiasa alo lhat Key dg rmbut item #ooops curcol…mianhaeyo,,…Hyeri Hyeri nkmatilah prnkahanmu ni & ciuman dikning tu wuaaaaaa so sweeee eeeee eeeetttt….kali kea didrama B&C pas Key nyium lucky fangirl #ikut mjamin mata…aishhh…..,, this FF manhi saranghaechusseo….

Gimme Lollipop

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s