[Midnight Stories] Late

clock and diary

Lee Taemin melangkah memasuki café tempatnya dan Minho membuat janji hari itu. Sebuah meja di dekat jendela tak jauh dari pintu masuk menjadi incarannya. Ia segera duduk di salah satu kursinya, bersandar pada sandaran kursi sambil mengatur nafasnya yang terasa berat.

Hari itu, waktu masih menunjukkan pukul 11 siang. Taemin mengedarkan pandangan,merasa aneh karena café masih begitu sepi. Ia bahkan tidak melihat pelayan yang biasanya berdiri di balik meja kasir atau pelayan yang biasa datang menghampiri meja pelanggan. Sepertinya ia datang terlalu pagi, batinnya.

Taemin melirik lagi jam tangan hijaunya, ia rasa, tak lama lagi Minho akan segera datang. Lantas, sambil menunggu Minho dan mungkin pelayan yang sedang mengerjakan sesuatu di dapur, Taemin mulai mengedarkan pandangannya ke seisi café yang sepi. Tak ada yang menarik, karena bahkan tak ada musik yang biasanya selalu diputar tanpa henti di café ini.

Taemin memutuskan untuk mengambil ponsel di saku jaketnya dan mulai memainkan beberapa game yang belakangan ini menjadi teman pengusir penatnya. Taemin tengah memasuki kecepatan di 12 km temple run saat menyadari kaki kirinya tidak bisa bergerak. Taemin mendengus, terpaksa menghentikan permaianannya dan melongok ke kolong meja. Ternyata tali sepatu kirinya terlepas dan terinjak oleh kaki kanannya.

Taemin berjongkok, mengikat kembali tali sepatunya. Ia lalu kembali menegakkan tubuhnya, segera tersontak karena Choi Minho telah duduk di hadapannya.

Hyung! Mengagetkanku saja.” Protes Taemin. Ia mengelus dadanya.

Minho tak menanggapi dan hanya tersenyum tipis. Hari ini ia terlihat tidak biasa dengan coat panjang dan syal tebal yang melilit lehernya. Wajahnya sedikit pucat seperti sedang terkena flu berat.

“Jadi, aku ingin dengar hasilnya, Hyung.

Minho tersenyum, lelaki itu bersandar pada sandaran kursi. “Aku telah mengumpulkan beberapa data dan penyelidikan,” Taemin bersedekap, memerhatikan Minho dengan nafas tertahan. “Hantu yang sering dibicarakan warga setempat sepertinya memang benar hantu dari lelaki bernama Lee Jinki.” Lanjutnya pilu.

Taemin mengerutkan dahi, kedua bibirnya terkatup rapat, sementara tanpa sadar tubuhnya mulai condong ke arah Minho, tak sabar mendengar kelanjutan cerita Minho.

Ia dan Minho merupakan penggemar cerita hantu dan tak jarang mereka memburu sendiri cerita hantu yang bisa memuaskan kegemaran mereka. Sebenarnya, selain mendapat kepuasan pribadi, keduanya tak jarang menjual penemuan mereka pada beberapa media cetak yang berani membayar mahal. Nama Lee Taemin dan Choi Minho sudah cukup terkenal di kalangan redaksi beberap media cetak.

Dua bulan yang lalu, Taemin dan Minho yang sedang berburu mendengar dari warga setempat mengenai hantu lelaki salju yang sering muncul di malam hari setiap musim salju. Konon, lelaki itu merupakan korban yang tertabrak kereta api.

Beberapa warga mengaku pernah melihat hantu lelaki salju pada malam hari. Menurut cerita warga, lelaki itu bertubuh tinggi, menggunakan coat panjang dan syal tebal berwarna merah yang melilit lehernya. Ia berjalan menembus salju pada malam kematiannya. Lelaki itu terburu-buru menemui kekasihnya. Menurut kabar yang berhembus, lelaki itu hendak melamar kekasihnya karena ditemukan kotak berisi cincin di saku bagian dalam coat.

“Tiga tahun yang lalu, seorang lelaki bernama Lee Jinki berjalan di tengah hujan salju. Ia berlari meskipun salju turun semakin lebat,” Minho mulai menceritakan temuannya pada Taemin. “ia begitu mencintai kekasihnya dan hendak melamarnya malam itu. Ia terlambat karena harus menyelesaikan pekerjaan tambahan di tempat kerjanya. Sementara si gadis sudah terlalu lama menunggu dan mulai tak sabaran.” Minho menghela nafas. Ia terlihat mengiba pada lelaki bernama Lee Jinki yang tengah ia ceritakan.

“Malam itu, saat ia berlari melewati rel kereta api…” Minho memberi jeda sejenak, ia menarik nafas dalam sebelum melanjutkan. ”ada seseorang yang mengikutinya. Ia baru sadar ada seseorang yang mengikutinya.” Minho diam, seolah menunggu reaksi dari Taemin.

Nyatanya, Taemin hanya menyipitkan kedua matanya. Seolah meminta Minho untuk segera melanjutkan ceritanya.

“Saat itu gelap, penerangan di tempat itu sangat sedikit. Tapi, sebuah kereta melintas, lampunya menyorot ke arah lelaki itu dan orang yang sedaritadi mengikutinya,” Mata Minho membulat, ia terlihat berapi-api. “lelaki itu terkejut melihat siapa yang mengikutinya. Ia mengenaglinya-“

“Siapa?” Potong Taemin.

“Orang itu membawa sebilah pisau, lalu menusukkannya ke lambung lelaki itu.”

“Perampok?”

“Si lelaki terkejut bukan main, ia sama sekali tidak menyangka bahwa orang itu akan membunuhnya. Orang itu mendekat, memeluk tubuh si lelaki sambil berbisik parau…” Minho menghentikan kalimatnya. Wajahnya yang tadi berapi-api berubah menjadi begitu sendu.

“Apa? Apa yang orang itu bisikkan?” Taemin mulai tak sabaran karena Minho tak kunjung melanjutkan ceritanya.

Minho tertunduk sesaat, lalu menatap Taemin dengan wajah pucatnya. Bibirnya sedikit bergetar. “Aku… tidak pernah mencintamu.” Bisiknya tertahan.

Taemin terdiam, entah mengapa ia merasa seluruh tubuhnya menegang. Ada semilir angin yang tiba-tiba membuat punggungya dingin.

“Ja…jadi orang itu…”

Taemin menatap Minho seolah meyakinkan bahwa tebakan yang akan ia lontarkan adalah benar.

“Kekasihnya.” Jelas Minho.

“Bagaimana bisa, Hyung? Cerita ini mengerikan.”

“Gadis itu tidak pernah mencintai Lee Jinki. Ia hanya berpura-pura menjadi kekasihnya agar bisa membunuh Lee Jinki.”

Keduanya lalu diam. Sungguh! Baru kali ini Taemin menemukan kisah misteri yang begitu memilukan.

“Malam itu, Lee Jinki tidak tewas di tangan kekasihnya. Ia berlari menyeret tubuhnya yang mulai kehabisan darah setelah si gadis mencabut pisau yang menancap di lambungnya. Tapi gadis itu terus mengejar, merasa tugasnya belum selesai sebelum ia benar-benar melihat Jinki tewas malam itu.”

Tanpa sadar Taemin menelan ludah, ia begitu tegang mendengar fakta dari kisah yang diburunya bersama Minho ini.

“Mereka berlari di sepanjang rel kereta api. Lalu, saat sebuah kereta lain melintas, Jinki memutuskan untuk membantu gadis itu di sana.”

“Membantu?”

“Benar! Lee Jinki melangkah menuju rel di mana kereta akan melintas, berlari mendekati kereta api hingga tubuhnya terlindas kereta api. Tubuhnya tercerai berai, terlontar bermeter-meter jauhnya dari tempat itu…” Minho menggigit bibir bawahnya. “dengan begitu, tugas si gadis selesai dan orang-orang akan menganggap kematiannya sebagai sebuah kecelakaan.” Minho melanjutkan dengan suara parau.

“Menyedihkan sekali.”

Sesaat, Taemin dan Minho diam. Seolah turut berduka atas kepergian lelaki bernama Lee Jinki.

“Aku sudah menyelidikinya. Hantu Lee Jinki mengatakan untuk tidak mencaritahu lagi mengenai hal ini, Taeminie. Ia hanya ingin bertemu lagi dengan gadisnya dan memberikan cincin itu.” Minho menambahkan.

“Tapi Hyung, cerita ini masih belum jelas kebenarannya. Lagipula, kita belum tahu mengapa gadis itu harus membunuh Lee Jinki. Kita-“

“Aku sudah bertemu dengan hantu Lee Jinki!” Bentak Minho.

“Oh! Hyung, kau pikir aku akan percaya? Ayo kita selidiki lagi bersama-sama. Kuharap malam ini hantu Lee Jinki akan kembali muncul di dekat rel kereta api.” Taemin terlihat begitu bersemangat. Ia beranjak dari kursinya dan hendak melangkah.

“Tidak, Lee Taemin! Lelaki itu bilang hentikan!” Bentak Minho.

Taemin berbalik sambil terkekeh geli. “Ayolah, Hyung! Ini tidak menyenangkan. Apa hantu Lee Jinki mengancam akan membunuhmu? Kau terlihat seperti anak kecil. Baru kutinggal satu hari saja untuk perburuan ini, kau sudah seperti ini.” Taemin lalu melangkah meninggalkan Minho.

“Tidak! Aku sudah memperingatkanmu, Taeminie!”

Minho kembali mengingatkan. Tapi entah mengapa terdengar seperti orang yang sedang marah bagi Taemin. Mungkin hari kemarin Minho mengalami hal yang berat mengenai kisah ini. Taemin memang keras kepala jika sudah berhubungan dengan kegemarannya yang aneh ini. Tapi mau bagaimana lagi? Ia tidak akan merasa puas sebelum membuktikannya sendiri. Meski seharusnya ia tahu bahwa tindakannya akan membuat Minho merasa usahanya tidak dihargai. Toh ini bukan kali pertamanya ia berbuat seperti ini, seharusnya Minho sudah terbiasa, batin Taemin.

“Aku akan tetap pergi, Hyung!” Taemin bahkan sama sekali tak menoleh lagi ke arah Minho.

Taemin terus melangkah penuh semangat, hari masih siang dan ia bisa mencaritahu lebih banyak sebelum perburuan hantu yang sebenarnya tengah malam nanti. Taemin baru saja hendak membuka gagang pintu café saat seseorang dari luar mendahuluinya.

“Oh! Taeminie? Kau sudah mau pergi, ya? Maaf, aku terlambat. Kau tahu kan, aku tidak bisa bangun pagi.”

Lelaki yang baru saja membuka pintu café tersenyum lebar ke arah Taemin. Mata bulatnya yang sedikit bengkak menunjukkan bahwa lelaki itu kurang atau terlalu banyak tidur semalam.

Taemin terkejut bukan main. Bagaimana bisa Choi Minho yang ia tinggalkan di salah satu meja café tiba-tiba saja berdiri di hadapannya dan mengatakan bahwa ia baru saja datang? Sepersekian detik kepala Taemin terasa berputar, ia tak percaya dengan akal sehat yang baru saja memberitahunya mengenai apa yang sebenarnya terjadi.

“Taeminie, kau baik-baik saja? Ayo kita masuk! Aku belum sarapan. Oh! Sudah berapa lama menungguku?” Minho mengibas-ngibaskan tangan kanannya di depan wajah Taemin.

Taemin lalu berbalik, mengikuti arah Minho yang berjalan ke salah satu meja dekat kasir. Taemin lalu menatap meja tempat di mana ia baru saja meninggalkan Minho. Seperti sebuah mimpi, Minho yang tadi berbicara dengannya tidak ada di meja. Seolah itu hanyalah khayalan Taemin.

Minho yang telah duduk di salah satu meja melambaikan tangannya ke  arah Taemin, meminta lelaki itu untuk duduk bersamanya. Taemin menghampiri Minho, lalu duduk di hadapannya. Ia lalu menatap Choi Minho dengan coat panjang cokelat dan syal berwarna biru tua yang melilit lehernya. Bedanya, wajah lelaki itu tidak terlihat pucat seperti yang dilihat Taemin sebelumnya.

Minho yang tengah membuka-buka buku menu menyadari Taemin yang terus-terusan menatapnya. “Oh! Taeminie, maaf, hari kemarin aku tidak mendapat hasil apa pun. Aku menunggu hantu lelaki salju hingga pukul 11 malam. Tapi, tidak ada apa pun. Lagipula salju semakin lebat dan aku tidak tahan berdiri di luar. Jadi, malam ini kita akan melakukan perburuan bersama-sama. Tapi titdak usah cemas, ada warga setempat yang memberitahuku bahwa itu adalah hantu dari lelaki bernama Lee Jinki yang tewas terlindas kereta api.”

Apa yang diucapkan Minho terang saja membuat Taemin terlonjak bukan main. Choi Minho yang ditemuinya sebelum ini benar-benar bukan Choi Minho.

Alih-alih menanyakan pembicaraan Minho yang terasa aneh bagi Taemin. Taemin justru semakin penasaran dengan hal lain.

Hyung… apa kau punya syal warna merah?” Tanya Taemin.

Minho menatap Taemin heran karena wajah lelaki itu terlihat sedikit pucat dan seperti kehilangan konsentrasinya. Taemin seperti orang yang baru saja melihat hantu di siang bolong.

Minho kembali memikirkan pertanyaan Taemin, lalu ia menggeleng pelan. “Tidak.” Wajah Taemin terlihat semakin aneh. “Kenapa?”

Wajah Taemin menegang, serta merta ia kembali merasakan semilir angin melewati punggungnya.

“Kau baik-baik saja, Taeminie?”

=SELESAI=

A.N:

It has been a long long time ago since the last time I wrote horror.
Nyehe… sebenernya cerita ini terinspirasi waktu aku lagi jalan-jalan di toko buku dan lihat anak kecil lagi duduk di lantai sambil baca komik. Ga nyambung sih ya sama sumber inspirasinya, tapi begitu aku liat anak kecil itu, aku langsung kepikiran buat ceruta ini. Maaf kalo rada ga jelas dan ga seru.heheh.
Mau cerita horror yang lainnya? Jangan lupa komen yang banyak!!! .heheh.
Kritik dan sarannya aku tunggu. ^^

11 thoughts on “[Midnight Stories] Late

  1. jadi itu ceritanya hantu jinki yg ngomong ama taemin? trus, motif s cewek blm ketahuan dong… bikin sekuelny dong, kk… gantung banget cerita ini soalnya…

  2. mauuuuu cerita horror lagi…

    kangen sama cerita model gini😀

    si Jinki pake syal merahkan ya? berarti hantu Jinki nyamar jadi Minho buat jelasin kenapa dia meninggal? tapi yg bikin saya penasaran, kenapa si hantu Jinki sampe ngejelasin ke Taemin knapa dia meninggal. trus alasan pacarnya Jinki ngebunuh dia kenapa…

    Seperti kata Bella, enaknya ada sekuel deh Euncha🙂

  3. Wahh udh lama g baca cerita horrornya Eun Cha..
    Ehh bener kata bella in gantung bgt critanya..
    Motif nya si cwe ngebunuh jinki, trs knp Jinki pke nyamar jd Minho sgla trs mnceritakan hal in ke Taemin. Jinki jls g mau 2min nyelidikin ttg kematiannya. Dia ngelindungin cwe nya yaa?!

  4. Wah sereem banget ya ceritanya.
    Dari awal emang agak curiga sama si minho tpi ternyata dia itu hantu ya teh.
    Jinki nya jg kasihan banget, masa di bunuh sama pacarnya sendiri, enggak nyangka😦
    Tapi keseluruhan aku suka kok sana ceritanya😀
    terasa banget horor nya

  5. jadi yg nemuin taemin itu hantu lee jinki y?!!
    seremm jg.. tp krna bacanya siang hari jd agk kurang aura horornya, hahaha…
    jinki segitu cintamya ma kekasihnya mpe berkorban demi nama baik cewek itu…
    bener-bener tragis..
    Q jd kasian ma jinki, hikss… #pukk..pukk.. dipeluk hantu jinki, hehe…

Gimme Lollipop

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s