I need Romance #5 – A Before Sleeping Story

colorful jar

Langit malam semakin kelam, tak menampakkan indahnya taburan bintang atau pertemuan dengan rembulan. Pun tak menampakkan kemendungan yang akan menyuramkan kelam. Dunia tengah terlelap dalam pelukan malam saat Hyeri membuka kedua matanya cepat, nafasnya mulai memburu, dan jantungnya berdegup kencang. Mimpi buruk. Ia berusaha menguasai dirinya, meyakinkan bahwa ketakutan itu hanyalah bunga tidurnya. Ia bangkit, meraih gelas di atas nakas dan segera meneguk isinya tanpa ampun. Mengatur nafas saat menyadari peluh menetes dari sudut keningnya.

“Mimpi buruk?”

Suara parau di sampingnya mengagetkan. Hyeri hanya menoleh sambil mengangguk meski tahu mata lelaki di sampingnya masih setengah terbuka. Lelaki itu bangkit setelah menguap beberapa kali, meregangkan otot-ototnya sebentar lalu meneguk air mineral di nakas.

“Tidurlah, ini sudah jam,” ia melirik jam dinding di seberang, dekat pintu kamar. “2 malam.” lanjutnya.

“Mungkin aku akan terjaga. Menakutkan.” Tanggap Hyeri serak. Ia mengingat lagi mimpinya barusan.

Ia bermimpi berada di tempat yang tidak pernah ia datangi. Sebuah rumah sederhana dengan loteng yang memiliki tangga dari luar. Tidak tahu apa yang sedang ia kerjakan di sana, hanya saja ia sedang menunggu seseorang dengan perasaan was-was. Seperti sedang menunggu seseorang yang akan menentukan hidupnya. Tak kunjung bertemu dengan orang yang dimaksud, ia akhirnya memutuskan untuk pergi. Bertemu beberapa orang yang sudah lama tak dijumpainya. Mereka menyapanya riang, bergegas meninggalkan tempat itu karena hari sudah larut dan mereka telah menyelesaikan urusannya di sana. Hyeri terkejut karena baru menyadari hari sudah gelap, bahkan ia pikir sudah masuk dini hari. Semua orang yang tadi menyapanya segera pergi satu persatu, melambaikan tangan dan mengatakan sampai jumpa padanya.

Ia bergegas, mengenakan sneaker birunya dan berusaha meraih sepedanya. Serta merta ia merasa ketakutan karena semua orang telah meninggalkannya lebih dulu dan hanya tersisa dirinya di tempat itu. Ia mulai berlari menghampiri sepedanya, ingin mengatakan pada orang-orang itu untuk menunggunya, tapi ia tak kuasa. Hingga dirinya seorang diri menatap kesunyian malam di tempat yang ia lalui bersama banyak orang. Hanya dirinya, seorang diri, ditinggalkan.

A terrible dream?” si lelaki bertanya. Ia menatapnya. Hyeri hanya tersenyum, sejurus kemudia ia mulai terisak kecil. “Mimpi buruk tidak seharusnya diceritakan. Tapi, jika itu bisa membuatmu merasa lebih baik, aku akan mendengarkannya.”

Hyeri menggeleng sesaat, menyeka lagi air matanya. Hatinya terasa kacau, merasa masih ada ketakutan dari mimpinya barusan. Mimpi yang terasa tidak jelas tapi sangat jelas menunjukkan suatu hal yang selama ini ia takutkan dan ia pendam seorang diri.

“Aku akan mendengarkanmu, Baby girl.” Bisik si lelaki.

Masih terisak, Hyeri berusaha bercerita. “Aku hanya…hiks… semua orang meninggalkanku dalam kesepian. Aku sangat…” jeda beberapa detik hingga Hyeri bisa mengendalikan nafasnya. “takut. Aku sangat takut, Key.” ia kembali terisak.

Key merangkul bahu Hyeri, merangkulnya erat, sementara tangan kirinya meraih tangan kiri Hyeri. “Tidak apa-apa, semuanya akan baik-baik saja,” ia berusaha menenangkan. Tapi gadisnya masih terisak. “Dengar, Baby girl,” ia meraih dagu Hyeri hingga mereka bertatapan. Merasa hatinya terkoyak saat melihat cucuran air mata di wajah gadisnya. “setiap manusia akan ditinggalkan dan meninggalkan. Semuanya akan terjadi dan tidak ada yang bisa mencegahnya. Dan satu-satunya hal yang bisa kita lakukan adalah melakukan yang sebaik-baiknya saat kita masih bersama.”

Hyeri hanya mengangguk pelan, berusaha tersenyum meski bibirnya bergetar karena isakan, dan itu membuat wajahnya terlihat jelek.

Listen, Baby girl. Ditinggalkan adalah hal yang paling menakutkan. Dan lebih menyedihkan saat kau seorang diri berada di tempat yang dulu kau lalui bersama orang-orang yang telah meninggalkanmu. Mengenang kebersamaan seperti orang bodoh. Maka dari itu,” Key meraih kedua bahu Hyeri, memaksanya untuk berhadapan sempurna dengannya. “Lakukan yang terbaik dan jangan pernah sia-siakan waktumu. Lakukan untuk orang-orang yang kau cintai. Karena jika kau melakukan yang terbaik, merekapun akan melakukan hal yang sama untukmu.” Key tersenyum kecil. “Begitupun saat seseorang menyia-nyiakanmu, kau harus segera pergi dari tempat yang pernah kalian lalui bersama dan memulai lagi perjalanan yang baru.”

Tak ada lagi yang bisa Key lakukan untuk menghibur gadisnya. “Sekarang tidurlah, Baby girl.” Key meraih bantal tidur gadisnya, membalikkannya. “Tidak ada lagi mimpi buruk.” Lanjutnya seraya menarik Hyeri untuk kembali berbaring di sampingnya.

“Tapi aku-“

Baby girl, aku akan menjagamu. Saat kau bermimpi buruk lagi, aku akan ada memelukmu. Bahkan saat kau bermimpi terjatuh ke dalam lautpun, aku akan datang dalam mimpimu dan meraihmu.”

Hyeri tersenyum kecil. Ia tahu lelakinya ini tidak selalu gombal. Dan ia juga tahu bahwa kalimat barusan bukan hanya dilontarkan untuk menghiburnya, melainkan sebuah ketulusan yang tidak bisa diucapkan lelaki itu secara langsung. Hyeri lalu menyelipkan tangan kanannya di pinggang Key, merapatkan tubuhnya sambil berusaha memejamkan mata.

“Kapanpun aku merasa takut, kau akan ada untuk meyakinkanku bahwa aku tidak sendirian, kan?” Hyeri berusaha meyakinkan.

“Kapanpun. Bahkan, kapanpun kau merasa akan terjatuh ke dalam kesunyian dan kehampaan, aku akan mengulurkan tanganku untuk menjadi peganganmu dan meraihmu.”

Si gadis tersenyum kecil. Ketakutan akan mimpi buruknya barusan mulai hilang. Tak ada lagi debaran jantung akan ketakutan, atau tetesan peluh karena kegelisahan. Yang ia rasakan kini adalah kehangatan saat lelaki itu menarik selimut menutupi leher mereka, lalu menambahkannya dengan sebuah pelukan hangat.

Kini, tubuh mereka saling berhimpitan, tak ada celah dan saling menghangatkan. “Tak ada lagi mimpi buruk saat kau berada dalam pelukanku, Baby girl,” Key lalu mengecup kening gadisnya. “Karena pangeran, akan menemani putri untuk tidur nyenyak.” bisiknya kemudian.

=SELESAI=


A.N : Ga jelas sih dan kalo mau disebuat cheesy/fluffy-pun sangat engga banget. ^^v eh, emang aku ga niat untuk buat yang cheesy/fluffy-an gitu sih, aku emang geli kalo ada yang begituan. Aku nulis ini karena tetiba ngerasa kangen banget sama Key. Aku udah lama ga menggilainya seperti caraku menggilai dia di setiap malamku *?* Semoga kalian mimpi indah…hahah.😉

10 thoughts on “I need Romance #5 – A Before Sleeping Story

  1. emang agak g jelas sih… tapi melihat cara key wat nenangin hyeri, itu manis bgt… yaa, walapun sedikit gombal tapi tetp buat Q jealous ma hyeri, hehe… met mimpi indah juga eun cha

    • Bukan agak lagi, emang ini ga jelas ko, Sisca.heheh.
      Aku juga bingung pengennya gimana, yang penting manis2an sama key.hahah.
      oKEY, mimpi indah juga, Sisca. Thank u😉

  2. haha ka euncha iseng2 buatnya yaaa…
    tapi tetep tulisannya bagus kok ka euncha🙂
    mimpi buruk memang ga ngenakin…bikin ga bisa tidur lagi serem.. so sweet Key nenangin Hyeri yg ga bisa tidur lagi, iyah bikin envy.
    “Tak ada lagi mimpi buruk saat kau berada dalam
    pelukanku, Baby girl,” Key lalu mengecup
    kening gadisnya. “Karena pangeran, akan
    menemani putri untuk tidur nyenyak.”
    bisiknya kemudian.
    suka bgt Key haha😄 Keren ff ka euncha.

  3. i need romance yg saya inget si Hyeri lg hamil …
    apa ini lanjutan cerita ttg mereka?

    keseluruhan kata2 Key untuk menenangkan Hyeri bikin saya membayangkan gmna ekspresi wajah si Key saat ngomong begitu^^ apa lg dengan status Key yg sekarang jadi suami Arisa (?)

    tapi bener deh, kalau saya jadi Hyeri, ditenangin dgn kata2 begitu, siapapun suami saya pasti bikin tidur saya nyenyak dan nyaman bgt, apalagi klau sampai dipeluk😉

    like it Euncha^^

  4. key disini beda banget sm yg di excuse me, miss. *yaiyalah, kn beda cerita* oh iya ya😀
    Udh gitu aja, bai2 kak! Sampai ketemu aku di ff kaka selanjutnya~😀 *gajelas

Gimme Lollipop

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s