[ONE SHOT] I’m With You

SHINee

Lonceng angin di beranda kamar kembali berdenting ringan, diterpa hembusan angin musim panas. Sesekali dentingannya terdengar nyaring, membangkitkan beberapa kenangan musim panas yang telah lalu.

Key menatap ke sumber suara, menatap potongan-potongan pipa kecil dengan panjang yang berbeda. Menatap kelima benda panjang itu bergerak ke kanan dan ke kiri, menyenggol pendulum pada pusatnya, menimbulkan melodi khas musim panas.

Tatapannya menerawang, seolah kedua matanya mampu menjelajah rongga salah satu dari kelima pipa lonceng angin. Di sana ia melihat warna biru layaknya atmosfir di luar angkasa, juga debu-debu yang beterbangan di antaranya. Lalu dengan cepat, sesuatu menyedotnya ke dalam sana. Terus menyedotnya semakin dalam, ke tempat tanpa ujung.

***

Key bangkit dari ranjang size s yang digelar di lantai tanpa rangka ranjang itu. Meski sempit, tapi ia paling suka bergumul dengan selimut dan boneka anjing putih milik Jonghyun yang bentuknya sudah tidak keruan.

“Panas sekali! Jjong, ada minuman dingin tidak di lemari es?”

Key menepuk bahu Jonghyun yang tengah sibuk dengan netbook-nya di samping ranjang.

Jonghyun menjawab tanpa sedikitpun mengalihkan pandangannya dari layar 14 inch netbook-nya. “Ada. Kau ambil saja sendiri, ya.”

Key melangkah malas menuju pintu kamar. “Kau mau tidak, Onew hyung, Minho?” Tanyanya di ambang pintu.

“Ya! Aku dan Minho masing-masing satu, ya.” Sahut Onew yang asyik duduk di belakang Jonghyun, menatap serius ke layar 14 inch netbook Jonghyun.

“Apa?” Tanya Minho pada Onew. Ia seolah baru tersadar dari lamunan akan idolanya di layar netbook.

“Key bilang dia mau membawa minuman segar untuk kita. Sudah, kau mau saja, ya. Aku juga mau.” Terang Onew. Minho hanya mengangguk.

Key melangkah keluar kamar. Melangkah melewati ruang tengah yang sepi, lalu bergegas menaiki undakan kecil menuju dapur yang luas. Ia bersenandung sambil membuka lemari es berukuran besar itu. Kedua matanya liar mencari-cari minuman segar yang bisa memenuhi dahaganya. Aha! Ia berseru saat menemukan dua botol plastik berwarna hijau muda. Dua botol minuman berkarbonasi. Satu botol soda dengan susu, lainnya rasa lemon yang begitu menyengat.

Lantas ia menaruh kedua botol itu ke atas meja makan, lalu mencari-cari gelas mungil yang biasa Jonghyun gunakan jika mereka minum kedua jenis minuman berkarbonasi itu. Empat gelas mungil ia masukkan masing-masing dua ke saku celana kanan dan kirinya, lalu kedua tangannya meraih dua botol minuman tadi.

“Chaja!!! Ayo kita mabuk!” Key mendorong pintu kamar. Dan segera disambut oleh Onew dan Minho.

Minho segera menata gelas di setiap sudut membentuk lingkaran. Dan seperti biasa, ia akan menuangkan minuman pada gelas milik Onew dan Jonghyun yang lebih tua darinya. Ia juga tidak menolak jika sesekali Onew menuangkan minuman untuknya, Minho akan dengan senang hati menerimanya. Memegang gelas dengan tangan kanannya, sementara tangan kirinya menggenggam pergelangan tangannya, ia juga akan sedikit membungkukkan punggungnya saat Onew mengucurkan minuman pada gelasnya.

“Jjong, ayo kita minum!” Key menepuk bahu kanan Jonghyun yang masih asyik menyaksikan kesembilan wanita cantik di layar netbook-nya.

Jonghyun akhirnya harus rela mangalihkan pandangannya dari para wanita cantik pujaannya. Meski ia suka kesembilan wanita itu, tapi baginya, sahabat-sahabatnya inilah yang paling berharga baginya. Jonghyun lalu meraih gelas di hadapannya yang telah berisi kedua jenis minuman tadi. Ini adalah pekerjaan Minho, ia senang mencampur Milkish dan Chilsung. Menganggapnya sebuah lelucon jika salah satu di antara mereka akan memejamkan mata karena rasa menyengat di hidung yang luar biasa.

Kanpai!!!

Mereka berseru riang. Menempelkan gelas mereka hingga menimbulkan bunyi ting singkat. Lalu meneguknya cepat-cepat, berlomba satu sama lain. Tak jarang Onew tersedak dan membuat yang lainnya menahan tawa mati-matian. Onew tahu jika ia tersedak, maka yang lain akan tertawa, atau bahkan Key akan menyemburkan minuman dalam mulutnya. Dan terkadang, Onew sengaja melakukannya agar mereka semua tertawa.

One shot! One shot!” Lagi, Minho mengompori Onew dan Jonghyun yang masih tahan untuk berlomba minum minuman berkarbonasi itu dalam satu tegukan paling cepat. Sementara Key akan mengalah dengan sendirinya, menaruh gelasnya dan memilih untuk menatap wanita favoritnya di layar netbook.

Setelah bosan minum, mereka biasanya akan ramai membicarakan wanita-wanita favorit mereka. Onew dan Minho yang sering merebutkan leader Taeyeon yang lucu, Jonghyun yang akan dalam diam mengagumi pesona ice princess Jessica, atau Key yang tak mau kalah mengatakan bahwa Tiffany begitu sempurna seperti dirinya. Mereka juga terkadang mengatakan hal tak keruan yang menunjukkan betapa mereka tidak waras dengan berhalusinasi bahwa wanita-wanita itu adalah milik mereka.

Setelah lelah, mereka biasanya akan memutar lagu-lagu milik Girl’s Generation dan mulai mengobrol hal-hal nyata. Sambil makan potato chip, mereka akan mengatakan bahwa mereka begitu merindukan si bungsu Lee Taemin yang sudah lebih dari satu tahun sekolah di Jepang. Mereka akan membicarakan betapa Taemin adalah sosok yang membuat mereka semua begitu terpesona pada ketampanan wajahnya, serta perangainya yang manja.

Key akan mengatakan ia rindu untuk tak sengaja menendang kepala Taemin di malam hari karena anak itu akan tidur tepat di bagian kakinya. Sesekali mengomel bahwa Taemin membuat kakinya sakit karena harus menekuknya semalaman agar tidak mengenai kepala Taemin.

Jonghyun menerawang sesekali, sambil mengatakan bahwa ia rindu menendang pundak Taemin agar lelaki itu menghentikan bunyi alarm di ponselnya yang begitu memekakan telinga di pagi hari.

Onew dan Minho hanya bisa mengulum senyum.

“Aku tidak mengerti mengapa Taemin memilih untuk tidur di ranjang yang sempit itu, di mana Key dan Jonghyun tidur bersama dan dirinya mengorbankan diri untuk tidur di bagian kaki Key dan Jonghyun. Padahal di bawah sini jauh lebih luas. Aku dan Minho tidur seperti anak kecil.”

Onew hanya bisa tersenyum kecil mengenang tingkah aneh Taemin. Ingin mengatakan hal lain, tapi urung karena ia tahu apa yang akan ia ucapkan bisa membuat yang lainnya sedih.

“Taemin selalu menganggapku seumuran dengannya, aku tidak suka itu.” Keluh Minho. Meski yang lain tahu bahwa ialah yang paling merindukan Taemin di antara mereka berempat.

Sunyi setelahnya. Terkadang mereka memilih untuk tidak membahas apa pun tentang Taemin, karena lelaki itu begitu sibuk hingga tak sempat memberi kabar pada para Hyung-nya.

Hingga sore menjelang, mereka akan menghabiskan waktu dengan kegiatan masing-masing di dalam kamar sempit milik Jonghyun itu. Key akan tidur hingga malam menjelang, ia akan meringkuk di balik selimut sambil memeluk boneka anjing putih milik Jonghyun. Jonghyun dan Onew akan kembali memutar ulang video-vide penampilan terbaru Girl’s Generation, sementara Minho akan tersenyum sendiri menatap layar laptop ungu-nya, mengatakan bahwa ia sedang menonton acara Running Man, di mana actor kesukaannya, Song Jongki masih bergabung dalam acara tersebut.

Saat malam tiba, mereka akan bergantian mandi. Lalu memasak di dapur, begitu ramai. Mereka akan melakukan hal-hal bodoh, merekam kegiatan mereka dan berlagak layaknya para anggota Girl’s Generation dalam variety show. Tak jarang mereka akan menyanyi atau menari layaknya anggota favorit mereka. Lalu tertawa begitu bahagia.

Jonghyun akan memasak makanan sehat untuk diet. Key sesekali mengomel, mempertanyakan apakah masakah Jonghyun akan enak atau tidak. Onew hanya mengerjakan apa yang diperintahkan Jonghyun, tampak tak bersemangat karena tak ada ayam goreng. Sementara Minho yang tak yakin akan menyukai masakan Jonghyun, lebih memilih untuk memegangi kamera dan mereka mereka bertiga. Lalu pada akhirnya, Minho akan mencari mie instan di lemari dapur.

“Jjong, aku belum makan brokolinya.” Key akan melaporkan apa-apa saja yang belum ia makan pada Jonghyun. Dan berikutnya Jonghyun akan mengambilkan apa yang belum dimakan Key, memasukannya pada piring Key hingga lelaki bawel itu mengatakan ‘stop’.

“Aku belum pernah makan makanan seenak ini. Ini sungguh daebak, Jjong!” Onew tak akan berhenti melancarkan pujian untuk masakan Jonghyun.

Jonghyun akan tertawa senang, menambahkan lagi tumis sayurnya yang begitu lezat pada piring Onew. Sementara Minho dengan tenang mengatakan bahwa masakan Jonghyun cukup enak di lidahnya.

Sisa waktu malam itu mereka habiskan untuk kembali menonton video-video penampilan Girl’s Generation, lalu kembali pada dunia khayalan mereka. Tertawa senang hingga tengah malam. Lewat tengah malam, mereka akan mulai membicarakan wanita di dunia nyata. Mereka akan terus bercerita hingga pagi menjelang dan akan tidur pada jam lima pagi.

***

Key tersentak saat hembusan angin kembali menggoyangkan lonceng angin di beranda kamarnya. Ia seolah baru kembali dari dimensi lain yang menyedotnya pada sebuah kenangan paling indah yang pernah ia miliki.

Ia menatap lagi lonceng angin yang bergoyang ke kanan dan kiri tak beraturan, merasakan lagi melodi indah yang mengingatkannya pada teman-temannya. Key tersenyum tipis, ada sebuah kedukaan dalam sorot matanya.

Ia lalu bangkit dari ranjangnya, berjalan menuju meja belajarnya. Diraihnya sebuah foto persegi panjang berukuran 9cmX6cm di dekat tempat pensil. Lantas menatap lima wajah yang tersenyum begitu cerah di sana. Sebuah foto yang diambil pada musim semi ulang tahun Jonghyun setahun yang lalu. Ia tersenyum tipis, yang lalu tergantikan dengan lengkungan menyedihkan di wajahnya.

Onew hyung, Jonghyun, Minho, dan Taemin. Sudah satu tahun berlalu sejak mereka menempuh hidup masing-masing, melupakan dunia khayalan mereka bersama. Memisahkan diri dari komunikasi, mengedepankan keegoisan masing-masing.

Saat itu, Key baru menyadari music player-nya yang sedaritadi terus memutar lagu-lagu kesukaannya. Dan saat itu, sebuah lagu milik Jessica Girl’s Generation dan leader boy band SHINee mengalun rendah.

“Onew hyung, Jonghyun, Minho, Taemin. Aku melalui satu tahun ini penuh keegoisan mengejar mimpiki, melupakan bahwa kita adalah sahabat yang akan selalu saling mendukung. Aku melupakan bahwa aku selalu memerlukan kalian, aku melupakan bahwa aku selalu merasa nyaman berada di dekat kalian. Dan aku melupakan keberadaan kalian sesaat dalam keegoisanku,” Key mengulum senyum. Mau tidak mau menahan air matanya yang akan jatuh. Ia benci dirinya yang begitu cengeng. “aku selalu mengatakan bahwa aku yang sekarang tidak sama lagi. Bahwa aku tidak bisa lagi merasa nyaman dalam dunia kita bersama, dan bahwa aku terlalu egois untuk mengejar keinginanku. Saat ini, aku adalah seorang idiot yang bahkan tak berani menatap bayangannya di cermin. Aku adalah seorang bodoh yang gagal, yang berusaha melupakan keberadaan kalian karena malu bertemu kalian dengan diriku yang seperti ini.” Key diam sesaat, membiarkan air matanya luruh. “Aku kira aku bisa. Tapi saat ini, aku begitu merindukan kalian dan entah mengapa hatiku begitu sakit.”

Key membiarkan tangisannya pecah, terisak seperti orang paling bodoh sedunia. Menundukkan kepalanya sambil memegangi foto kenangan mereka bersama. Mengingat lagi kenangan-kenangan yang telah ia lalui bersama sahabat-sahabatnya.

“Onew hyung, Jonghyun, Minho, Taemin, aku melalui satu tahunku dalam sebuah keegoisan dan kebodohan. Lalu, bagaimana kalian melalui satu tahun ini? Pernahkan kalian merindukanku satu kali, seperti aku merindukan kalian sekarang ini?”

Pada akhirnya, Key hanya mampu menangis. Mengutuki rasa rindunya yang tiba-tiba membuncah seperti ini, mengutuki dirinya yang masih gagal seperti ini, membenci kenyataan bahwa ia tidak bisa lagi bertemu dengan sahabat-sahabatnya.

Key terdiam di lantai kamar, membiarkan tubuhnya terbaring di dekat pintu beranda. Menatap lagi lonceng angin yang bergoyang ke kanan dan kiri, membiarkan air matanya kering oleh musim panas yang menyengat. Hari ini, ia merasa betapa sakitnya hati saat merindukan seseorang, dan yang jauh lebih menyakitkan adalah saat memikirkan apakah saat ini orang itu pun sedang merindukannya.

Jika diijinkan oleh Tuhan, Key ingin sekali lagi mengalami hari menyenangkan bersama sahabat-sahabatnya. Di mana dirinya akan tertawa tanpa beban apa pun, seperti kembali memainkan lakon yang sama dalam judul yang sama, sebagai dirinya, Kim Kibum.

=SELESAI=

 NJ

2014 05 10

9 thoughts on “[ONE SHOT] I’m With You

  1. Wahh! akhirnya ada ff yang di publish. Senang banget bisa baca ff terbaru kakak🙂 .
    Key kenapa? kok mereka nggak berlima lgi kak? kurang tau apa penyebabnya. Tapi aku tetep suka kok sama ceritanya. Lucuu.
    Keep writing ya kak!

    • Ini ffnya selingan aja, selagi nunggu yang masih on going.hehe.
      Ceritanya Key ga ketemu sama temen2nya karena dia sibuk mengejar mimpi dia.
      Makasih banyak, Ferly😉

  2. Wow! FF nya keren banget T_T
    Feel-nya kerasa banget.. Aku gak tau, tapi kok bacanya menyentuh banget Kak Eunchaa T-T
    Aaahh.. Pokoknya karya-karya Kak euncha selalu wokeh! *thumbs up*
    One word : WOW!

Gimme Lollipop

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s